Connect with us

Berita Persib

Umuh Sarankan Liga 1 Ditunda Hingga Situasi Kondusif

Published

on


Puluhan pemain peserta gelaran Liga 1 2021/2022 positif covid-19. Bahkan sudah dua pertandingan ditunda karena jumlah pemain yang tersedia kurang dari 14. Sorotan pun dialamatkan pada kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini karena menjadi klaster penyebaran covid-19 di Bali.

Komisaris Persib, Umuh Muchtar berpendapat supaya liga dihentikan terlebih dulu. Sejauh ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) memang belum berpikir untuk menunda gelaran kompetisi. Umuh menilai kondisinya sekarang sudah makin berbahaya karena Persib saja hanya menyisakan 13 pemain yang negatif.

“Menurut saya ini kan berisiko buat semua. Bukan Persib saja. Beberapa klub ada yang kena. Cari aman lebih baik menurut saya dengan kejadian begini dihentikan aja dulu. Cari waktu yang tepat, cari waktu yang pas,” ujar Umuh ketika dihubungi, Kamis (3/2).

Maung Bandung jadi salah satu tim yang paling terdampak karena mayoritas pemain harus menjalani karantina. Laga kontra PSM pun terpaksa ditunda karena pemain yang ada kurang dari 14 pemain. Oleh karena itu, Umuh mengimbau supaya liga dihentikan dulu beberapa saat.

“Tapi kalau mereka mau main terus ya tidak ada masalah. Kami hanya mengimbau saja, hati-hati nanti lebih parah, tambah parah malah nanti pemain pada pulang bawa masalah buat keluarganya. Sekarang meski satu kamar satu orang, hotelnya pun terus disterilkan tapi kalau karyawan hotel ada yang kena juga kita tidak tahu. Itu yang bahaya,” ujarnya.

Opsi untuk mengalihkan lokasi liga sistem bubble menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta pun menurutnya bisa diambil. Karena di series dua dan tiga, isu soal pemain terpapar covid-19 tidak muncul. Namun ada resiko rombongan klub-klub ini malah membawa virus ke Yogyakarta dan sekitarnya.

“Tapi takutnya orang yang sudah bawa virus semua pindah ke Yogyakarta mereka belum tuntas, ini yang bahaya juga terbawa lagi nanti orang di Yogyakarta kena bahaya juga. Jadi buah simalakama lah, pindah bagaimana, tidak pindah bagaimana,” lanjut dia.

Umuh pun menyerahkan semua keputusan kepada PT LIB dan PSSI yang punya wewenang mengambil kebijakan. Dirinya berharap ada langkah bijak dan jitu yang diambil pihak-pihak otoritas. Karena ini menyangkut nasih banyak orang bukan hanya dari kubu Persib saja.

“Kita serahkan saja ke PT LIB dan PSSI untuk mengambil keputusan yang terbaik bagaimana yang paling aman mereka yang lebih tahu dan lebih ngerti. Saya serahkan saja ke PT LIB kepada PSSI juga. Silakan ambil yang terbaik dan kalau kami ikut saja. Mana yang aman mana yang terbaik, bukan untuk Persib saja tapi buat semua,” tukasnya.

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Kang Udin

    04/02/2022 at 00:04

    Bos Teddy, musim hareup kontrak Ciro Alves. Geus kanyahoan maena alus

  2. Sinner

    04/02/2022 at 16:30

    Lebih baik pindah lokasinya jangan di bali
    Coba pindahkan lokasinya ke kalimantan
    Biar sepi dari lokasi wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Pandangan Komisaris Persib Soal Liga 1 Dilanjutkan dengan Sistem Bubble

Avatar photo

Published

on


Sudah dua bulan Kompetisi Liga 1 2022-2023 terhenti sejak 2 Oktober lalu akibat dampak insiden Kanjuruhan. Angin segar kelanjutan liga muncul akan kembali kick-off 2 Desember, namun kemungkinan urung setelah rapat koordinasi antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Polri beberapa waktu lalu tak menemukan kata sepakat.

Komisaris Persib Umuh Muchtar sudah memprediksi lanjutan Liga 1 2022-2023 akan sulit terlaksana selama Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI belum digelar. KLB sendiri baru bisa akan dilaksanakan pada Februari 2023 sesuai arahan dari FIFA.

“Apa kata saya benar saya sudah pernah ngomong tidak akan, karena belum jelas walau sudah dijadwalkan saya sudah ngomong belum kondusif. Makanya sekarang lebih baik KLB dulu setelah KLB baru dibentuk lagi yang jelas,” tanggap Umuh.

PSSI dan PT LIB merancang pertandingan lanjutan Liga 1 2022-2023 dilaksanakan dengan sistem bubble terpusat di Jawa Tengah tanpa penonton. Ada empat stadion ditunjuk, yakni Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Jatidiri Semarang, Stadion Moch Soebroto Magelang, dan Stadion Sultan Agung Bantul. Umuh punya pandangan tersendiri akan rencana tersebut.

“Sekarang katanya tanpa penonton terpusat di satu tempat (bubble) sudah tidak bagus lebih baik selesaikan dulu jangan terburu-buru. Memang jadinya terlalu lama. Terlalu lama tapi kalau dipaksakan juga seperti ini,” opini Umuh.

Situasi penghentian liga diakui tak hanya merugikan Persib namun juga berdampak kepada seluruh klub. Ia berharap pihak berwenang tegas segera menyelesaikan kasus insiden Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa meninggal karena gas air mata yang dilontarkan aparat kepolisian.

“Semua rugi bukan hanya Persib semua terpukul dengan kejadian seperti ini. Sudah terlalu lama (kasus berlarut-larut),” sebut Umuh.

Lanjut Membaca

Berita Persib

TC Bareng Timnas di Luar Negeri, Robi Petik Pelajaran

Avatar photo

Published

on


Agenda pemusatan latihan dilakukan Robi Darwis bersama timnas U-20 selama sekitar dua bulan. Dua negara yaitu Turki dan Spanyol didatangi oleh gelandang Persib ini bersama Garuda Muda. Kegiatan ini berakhir pada akhir pekan lalu dan sang pemain kini sudah tiba di Indonesia.

Beragam agenda uji coba dilakoni Indonesia U-20 selama agenda pemusatan latihan ini. Hasil yang didapat skuat asuhan Shin Tae-yong juga beragam terutama saat menetap di Turki. Sedangkan ketika berada di Spanyol, hasil yang didapat kurang baik karena mencatatkan tiga kekalahan serta satu hasil imbang.

Robi Darwis pun mengatakan bahwa banyak pelajaran yang didapatkan dari pemusatan latihan kali ini. Terutama saat harus bertanding menghadapi lawan-lawan dengan kualitas dan postur tubuh yang lebih unggul. Meski kalah, tapi setidaknya ada hal positif yang bisa didapatnya.

“Tentunya pengalaman sangat berharga banget, karena kita ketemu lawan yang jauh levelnya dari kita. Tentunya kita mendapat pelajaran yang sangat berharga,” kata pemain jebolan Diklat Persib ini saat diwawancara oleh wartawan usai latihan di Stadion Sidolig, Kamis (1/12).

“Baik itu dari cara bermain, menghadapi situasi lawan-lawan yang lebih tinggi dari kita gimana. Sama mungkin pengalaman mereka memang lebih baik sih dan kita bisa mengambil pelajaran dari mereka,” lanjut pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini.

Agenda pemusatan latihan timnas U-20 sendiri dilakukan sebagai persiapan jelang Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-20 yang digelar tahun 2023. Namun ditanya soal agenda TC berikutnya, dia belum mendapat kabar kapan dikumpulkan lagi. “Untuk TC timnas berikutnya belum tahu,” tandas Robi.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Pemain Persib Kunjungi Korban Gempa di Cianjur Besok

Avatar photo

Published

on


Perwakilan pemain Persib akan mengunjungi korban gempa Cianjur, Jumat (2/12) besok. Salah satu pemain yang akan pergi adalah Robi Darwis yang juga merupakan pesepakbola asal Cianjur. Dia menyebut agenda tersebut akan dilakukan besok pagi sebelum tim menggelar agenda latihan.

“Iya ada kunjungan besok pagi, pergi dari sini subuh paling. Dan sorenya kan kita ada latihan lagi, jadi kemungkinan kita pulang pergi,” kata gelandang bertahan berusia 19 tahun tersebut saat diwawancara, Kamis (1/12) sore.

Kabupaten Cianjur dilanda gempa berkekuatan magnitudo 5,6 dan menewaskan lebih dari 200 korban jiwa. Selain itu ratusan orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah pun hancur. Doa dan harapan pun dipanjatkan pemain yang juga gabung tim nasional U-20 tersebut.

“Tentunya berdoa semoga Cianjur bisa lekas membaik lagi dan yang ditinggalkan oleh keluarganya ditabahkan lagi, semoga Cianjur lebih kuat dan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya,” terang pemain yang musim ini dipromosikan gabung tim senior Persib.

Sebagai pemain yang berasal dari Cianjur, dia menyebut rumahnya di sana baik-baik saja. Namun ada tetangganya yang cukup terdampak dari gempa ini. “Lumayan (jauh) sih tapi di sekitar rumah Robi juga ada yang kena juga sih. Tapi yang lebih parahnya di Cianjur kotanya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Trending