Connect with us

Berita Persib

Tiga Syarat Agar Indonesia Bisa Jadi Raja Asia

Published

on

Setelah mundur dari kursi pelatih Persib Bandung, Drago Mamic mengaku belum memutuskan akan kemana ia melanjutkan karir. Sebelum pulang ke negaranya, Mamic sempat memberikan masukan untuk sepak bola Indonesia agar berprestasi.

“Ada beberapa hal di sini yang harus diperbaiki. Yang pertama adalah masyarakat (sepak bola) harus bersabar. Berikan waktu kepada pelatih untuk membangun tim. Ini berlaku juga terhadap tim nasional,” kata Mamic kepada Simamaung.

Di Indonesia, lanjut Mamic pergantian pelatih kepala dilakukan dengan terlalu cepat sehingga tim yang akan dibentuk tidak akan pernah sempurna. Sebab setiap ada pergantian pelatih maka perkembangan tim tersebut memulai dari 0 lagi.

Lalu yang kedua adalah fasilitas. Dengan fasilitas yang lebih baik maka perkembangan kemampuan pemain akan lebih cepat.

“Dan yang selanjutnya adalah wasit,” jawabnya.

Mantan pelatih tim nasional Myanmar ini mengaku punya pengalaman buruk dengan wasit. Terlebih ketika Persib melakukan pertandingan tandang ke pulau Papua dan Kalimantan. Di kedua tempat itulah Mamic merasa perlakuan wasit terhadap tim Persib sangat tidak adil. Salah satu akibat ketidaktegasan wasit adalah cedera patah tulang yang dialami Hariono dan penjaga gawang Deltras. “Wasit di sini harus melindungi keselamatan pemain!” seru Mamic.

Jika tiga faktor utama di atas bisa diperbaiki, Mamic yakin Indonesia akan bisa naik menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola Asia. Indonesia menurutnya sudah mempunyai modal besar dari bakat-bakat pemainnya.

Setelah mengundurkan diri, Mamic mengaku belum mempunyai rencana akan melatih dimana. Yang penting untuknya saat ini adalah pulang dulu ke negaranya, Kroasia. “Saya tidak khawatir dengan masa depan karir saya,” ungkap pelatih yang selama di Indonesia selalu berkomunikasi dengan Mijo Dadic karena berasal dari kampung yang sama.

Advertisement
57 Comments

57 Comments

  1. sendy

    30/03/2012 at 18:52

    bner pisan drago mamic, Manchester united wae hayang juara primer league butuh waktu 6 taun. Dmna mana ge butuh proses tong hayang instan wae. saetik” ganti pelatih, enya-enya we ti 0 dei. ari hayang anu instan mah indomie tah krek bisa.

    • arya

      04/04/2012 at 16:37

      hahahha bener bener INDOMIE instan hahaha

  2. bredy

    30/03/2012 at 19:51

    tambahan buat indonesia mau maju.
    1. Cepat selesaikan dualisme PSSI
    2. Ikut pendidikan sepak bola profesional ke negara negara yang sepak bolanya sudah modern dari menejer, pelatih , wasit maupun pemain.
    3. Datangkan pakar pakar sepak bola seperti pelatih maupun pemain bintang dunia, untuk memotivasi anak anak bangsa .

  3. umuchmuchtir

    30/03/2012 at 20:52

    Iraha juarana atuh pa kumis ari gonta ganti wae pelatih mah,emangna gampang ngabangun tim juara teh dengan hanya bermodalkan pemaen bintang hungkul???

  4. Libbie

    30/03/2012 at 23:43

    Mestinya mah pelatih baru dikontrak 3 tahun, tahun pertama jangan dikasih target prestasi, cukup “tidak degradasi dan papan tengah ke atas” (kalau peserta liga ada 20, ya minimal posisi 10 lah).
    Target utamanya adalah membangun tim.

    Musim kedua, masuk 5 besar, musim ketiga dan seterusnya baru menargetkan juara, atau paling tidak 3 besar.

    Atau kalau pelatih asing yg belum pernah melatih di Indonesia, dijadikan direktur teknik dulu, aklimatisasi dengan situasi di Indonesia setidaknya setengah musim.

    • Sufyan

      31/03/2012 at 02:36

      satuju Pisan Kang Libbie.. Like it…

    • riko

      31/03/2012 at 11:24

      hade tah masukan..sip

    • Biogreen

      03/04/2012 at 19:15

      tah ieu bener komentarna Cerdas,..
      nu kieu sarua jng Club” di Eropa,..
      Sae,sae… Kang Libbie.. haturnuhun

  5. superden

    31/03/2012 at 08:57

    anu teu sabaranmah manajerna tah
    pelatih+pemaen geus sering gonta-ganti tp angger wae prestasina eweuhan
    ayeunamah giliran manajerna nu diganti sugan we PERSIB juara ari geus diganti manajernamah
    lamun bisa ganti ku pelatih nu ngarangkap manajer ameh ewuh kokod monongeun

    • Haji Umuh

      01/04/2012 at 05:37

      Kuring teh hayang asup di sejarah PERSIB, sarua Ateng Wahyudi, jeung Wahyu Hamijaya, maranehna teh ketua umum PERSIB nu bisa mawa PERSIB Juara.

  6. hari

    31/03/2012 at 11:31

    nah, masukannya good coach Drago,,, membangun sebuah tim itu tong gedebas gedebug…

  7. don bebeto

    31/03/2012 at 15:35

    Hayang Indonesia Maju, nukudu dibenerken :
    WASIT JEUNG ASSISTEN WASIT.
    1. wASIT MENTAL BURUK, bisa nangtukeun/ngatur club mana nu meunang mana nu eleh (disogok??) ngarugikeun club nu ngamodal milyaran jeung ngajatuhkeun mental pamaen.
    2.WASIT KURANG TEGAS/WIBAWA, memberi peluang kepada pemain untuk main brutal dan dimanfaatkan pelatih kelas teri untuk menaikan rankingnya. jadi tidak mengedepankan skill. Begitu turun dilevel international, berhamburanlah kartu dari kuning sampe merah, ujung2nya PSSI kalah. Umuh tinggalkeun PERSIB pindah ka Komite Wasit, bakal leuwi mulya. Wilujeng.

  8. irfan 97

    31/03/2012 at 17:10

    mendingan geh ganti manajernya tuh!!!

  9. hendi

    01/04/2012 at 06:10

    ka pangurus persib :
    1. Tong gonta ganti pelatih bisi janten panyawat, kudu sabar jeung belajar nempo klub2 terbaik eropa, teu aya nu instan lur….
    2. ka bobotoh jeung manajemen jaga profesionalisme……tong asal ngawaduk…masukan moses jeung drago mamic teh bener pisan….
    3. persib nu aing…maju ku aing…topi tong uang aing….

  10. cupZ

    01/04/2012 at 11:21

    thanks coach mamic! anda telah memberikan sesuatu yg baik bagi persib. semoga sukses diluar sana. dan doakan persib lebih baik di putaran kedua nanti

  11. mang otoy

    04/04/2012 at 16:20

    bener pisan kang mamic…satuju..hatur nuhun kang mamic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Ciro Alves Siap Layani DDS Buat Jadi Top Skor Liga 1 2022/2023

Avatar photo

Published

on


Musim yang tidak mudah bagi Ciro Alves di Liga 1 2022/2023. Direkrut Persib Bandung dari Persikabo 1973, ia langsung menderita cedera patah tulang bahu di awal musim. Cedera tersebut cukup mempengaruhi penampilannya di atas lapangan.

Namun seiring berjalannya waktu, Ciro bisa menemukan lagi sisi permainan terbaiknya. Itu tidak lepas dari dukungan David da Silva—rekan senegaranya di Persib—yang beberapa kali memberikan assist bahkan jatah eksekusi penaltinya kepada Ciro. Semua bersatu membuat Persib lebih baik.

“Musim ini memang tidak mudah, mengawali musim dengan cedera parah dan sempat kesulitan untuk kembali menuju performa puncak. Tapi, saya senang musim ini karena semua bersatu untuk memberikan yang terbaik,” kata Ciro seperti dilansir situs resmi klub.

Salah satu orang yang membantu Ciro beradaptasi di Persib, jawabannya tentu David da Silva. DDS yang tak egois membantu rekannya tersebut mencetak gol dan kembali percaya diri. Ciro kini Sudah mencetak 10 gol dalam 27 pertandingan. “Saya ingin lebih banyak (gol) lagi tentunya,” sebut Ciro.

Kini saatnya pemain bernomor punggung 77 itu balik mendukung DDS agar bisa menjadi top skor Liga 1 2022/2023. DDS juga diambang pemecahan rekor pencetak gol terbanyak klub dalam semusim mengungguli Sutiono Lamso (1994-1995) dan Sergio van Dijk (2013).

Ciro sepakat akan mendorong DDS terus mencetak gol pada sisa empat pertandingan ke depan melawan Persija Jakarta, Persis Solo, Persita Tangerang, dan Persikabo 1973. “Saya sekarang cukup menikmati bermain di posisi ini. Saya siap melayani dan membantu dia (DDS) untuk memberikan yang terbaik bagi Persib,” papar Ciro.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Peluang DDS Pecahkan Rekor Klub dan Top Skor Liga 1

Avatar photo

Published

on

David da Silva (DDS) pemain Persib Bandung yang berhasil menyamai rekor pencetak gol terbanyak dalam semusim dengan 21 gol milik Sutiono Lamso (1994/1995) dan Sergio van Dijk (2013). Hal itu DDS capai ketika mampu mencetak gol ke gawang Bhayangkara FC di laga tunda pekan ke-18 Liga 1 2022/2023.

Bermain di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, DDS berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-66 lewat sepakan kaki kanan. Tendangan penyerang asal Brasil itu meluncur deras ke dalam gawang Bhayangkara FC yang dikawal Awan Setho.

DDS mengaku senang bisa membuat sejarah individu di tim sebesar Persib. David bahkan berpeluang besar menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dengan memecahkan rekor lebih dari 21 gol dalam semusim, mengingat masih ada empat pertandingan sisa di depan.

“Saya sangat bahagia bisa membantu tim dan dengan kerja keras, bisa membuat sejarah di tim ini. Saya bisa mencapai banyak hal tentunya dengan dukungan tim dari dalam lapangan,” kata David seperti dikutip laman resmi klub.

Selain berpeluang memecahkan rekor klub, DDS juga kini memimpin daftar top skor Liga 1 untuk memenangkan sepatu emas. Pemain berusia 33 tahun itu masih akan bekerja keras membawa Maung Bandung finish di posisi terbaiknya di akhir musim Liga 1 2022/2023. Meski peluang juara terbilang kecil namun ia akan fokus memenangkan pertandingan demi pertandingan.

“Kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang baik. Saya senang bisa berjuang untuk jersey ini di setiap pertandingan. Sekarang, saya ingin kita terus melanjutkan perjalanan karena ini belum berakhir,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Alasan Robi dan Kakang Belum Gabung Agenda TC Timnas

Avatar photo

Published

on


Robi Darwis dan Kakang Rudianto diturunkan Persib saat berhadapan dengan Bhayangkara FC. Kedua pemain ini dapat dispensasi untuk tetap membela klub dan absen pada sesi pemusatan latihan timnas U-20 di Jakarta. Kedua pemain muda tersebut baru akan gabung timnas saat bertolak ke Korea Selatan pada awal April.

“Kami sudah menjalin komunikasi dan sudah mendapat izin juga bahwa mereka masih akan tetap bersama kami hingga pertandingan pada tanggal 31 (melawan Persija),” terang pelatih Persib, Luis Milla dalam jumpa pers seusai laga, Jumat (24/3).

Sang pelatih menyebut bahwa peran kedua pemain ini cukup besar bagi tim di kompetisi. Apalagi Persib membutuhkan tenaganya untuk meraih kemenangan dan menjaga posisi di papan atas klasemen. Sedangkan Robi dan Kakang tentunya perlu ajang untuk mengasah kemampuan di kompetisi level tertinggi tanah air.

“Rencana saya adalah semua pemain harus merasa penting di dalam tim. Menurut saya Kakang dan Robi adalah pemain muda dan mereka merasa lapar untuk bermain dan bertarung atau bahkan belajar,” ujar pelatih berusia 57 tahun tersebut.

Menurutnya justru menjadi kesempatan bagus bagi pemain-pemain muda untuk bermain bersama klub di liga. Karena mereka bisa menimba ilmu serta pengalaman yang nantinya bisa dibawa sebagai bekal saat membela timnas. Terlebih saat ini Robi dan Kakang diandalkan untuk menambal Marc Klok dan Rachmat Irianto yang dipanggil timnas senior.

“Jadi menurut saya di usianya yang sekarang mereka terus berusaha berbenah menjadi lebih baik dan terus berlatih. Mereka punya kesempatan bermain dan hari ini tiga pemain timnas senior tidak bisa tampil dan ini kesempatan bagi pemain muda,” jelasnya.

“Mereka punya kualitas dan kapasitas, jadi mereka juga dibutuhkan oleh klub. Mereka ada dalam posisi ya bisa membantu tim, baik itu pemain muda maupun pemain yang sudah berpengalaman, yang terpenting adalah tim,” ujar Milla memungkasi.

Lanjut Membaca
Advertisement

Advertisement

Komentar Bobotoh

Arsip

Trending