Connect with us

Berita Persib

Supardi Ungkap Rahasia Tetap Tampil Moncer

Avatar photo

Published

on

Memasuki usia senja, Supardi masih jadi andalan Persib melakoni Liga 1 2018. Pos bek kanan pun tetap jadi wilayah kekuasaan dia meskipun banyak pemain lain yang mengintai. Bek senior 35 tahun itu pun menjelaskan resep bisa tetap tampil stabil meski secara usia sudah melewati masa emas pesepakbola.

“Pertama itu sebenarnya dari pribadi masing-masing kita penting untuk azam ya, memberikan niat yang kuat untuk memberikan suatu yang baik untuk pribadi kita, untuk keluarga kita dan untuk tim ini,” kata Supardi ketika diwawancara di GBLA, Selasa (7/8).

Supardi bahkan hanya absen berlaga saat dia terima hukuman dari Komdis. Musim ini juga tidak terlihat tanda-tanda penampilannya merosot dan tetap agresif dalam lakukan overlap. Full back asal Pekanbaru itu pun punya ambisi besar untuk meraih gelar kampiun seperti yang pernah dia rasakan musim 2014 silam.

“Yang kedua termotivasi sebenernya saya kalau dengan keadaan di tim dan ingin mengulang sejarah sebenarnya. Ya kalian udah bisa jabarkan saya ingin mengulang sejarah itu. Masih jauh, tapi itu tidak salah bagi kita untuk punya cita-cita,” tegas Supardi.

Dia juga musim ini kerap dapat tugas baru dari Gomez yaitu main sebagai winger kanan. Hasilnya Supardi justru sukses mengoleksi dua gol yang dihasilkan ketika melawan Persebaya. Ia mengatakan penting bagi pemain supaya memahami keinginan pelatih dan Gomez selalu memberikan taktik yang berbeda setiap laga.

“Penting sekali sebenarnya saat bermain itu memahami taktik dan taktik setiap game itu selalu berbeda pelatih kita. Jadi pemain harus cepat memahami yang dia mau. Saya main saya tak tahu baik atau tidak baik dengan posisi baru, tapi selama saya jalani apa yang diinstuksikan ya menurut saya sudah melakukan yang benar,” tukasnya.

Advertisement
11 Comments

11 Comments

  1. Why

    08/08/2018 at 10:16

    Betul…TDK hanya keterampilan dan kekuatan fisik, tp kecerdasan berpikir pun tak kalah pentingnya

    • mangandeuh

      08/08/2018 at 10:51

      lereus wa, satuju, eta pisan

    • Janda Perawan

      08/08/2018 at 11:15

      d usia senja untuk mengurangi jarak kekurangan fisik tenaga dan kecepatan..satu2 na cara yaitu main cerdas dan efisien..sama pola makan dan latihan..

      Insya Allah buat pemaen lapangan bisa sampai 38 bahkan sampai 40..

      • Borontox

        08/08/2018 at 12:13

        sip katampi pisan sarana. Ari seblak pangaruh moal kana fisik? Nu puguh mah seuhaha we, nya? wkwkwk

        • idoy malehoy

          08/08/2018 at 12:45

          ngaruh mang, komo lada pisan mah
          gancang geura lumpatna… lumpat neangan WC :p

  2. Bobotoh Fanatik

    08/08/2018 at 11:18

    Ulah aya nu dihukum dei ath euy pssi tu eze topskor jdi kasalip da,tara maen !

  3. Oded

    08/08/2018 at 11:51

    Supardi mainnya cerdas, efisien, ngotot, nurut instruksi pelatih makanya kapake terus ku abah Gomez..

  4. keuheul tuda ka si eta teh

    08/08/2018 at 12:16

    test

  5. persib laah

    08/08/2018 at 14:33

    karunya kang eze jadi korban, aya nu nyirik ulah jadi top skor make cara licik

  6. Wasto Pujawiatna

    08/08/2018 at 14:34

    Pamen persib kudu ngotot,cerdas jeung pake otak

  7. Oray Tapa

    08/08/2018 at 15:02

    Mang Eje mah disirikan ku Ceu KoKom jeung Kang ADis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Passos Beberkan Alasan Rekrut Mario Londok ke Persib

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung di deadline transfer window paruh musim membuat kejutan dengan mendaratkan Mario Londok. Pemain yang berposisi sebagai kiper tersebut diresmikan jadi penjaga gawang keenam musim ini. Keputusan klub dalam merekrut kiper lagi pun menuai pertanyaan.

Luizinho Passos sebagai pelatih kiper pun angkat bicara mengenai rekomendasinya mendatangkan amunisi baru. Dia menyebut kondisinya saat ini adalah I Made Wirawan sudah berumur dan kemungkinan tidak lama lagi akan gantung sepatu. Karena itu, dia menyiapkan regenerasi dengan merekrut Mario Londok.

“Karena saya memikirkan masa depan. Saya punya satu kiper, Made yang sekarang sudah berusia 41 tahun, dalam hidup ada awalan dan akan ada akhir, itu normal. Made tentunya merupakan kiper Persib Bandung tapi saya juga memikirkan masa depan, saya perlu satu kiper lagi untuk disiapkan,” ujarnya saat ditemui di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Rekomendasi untuk menampung Mario yang tidak terikat kontrak dengan Persipura datang dari rekan senegara Passos. Gerson Rios yang merupakan pelatih kiper tim Persipura di Liga 1 musim lalu memberikan masukan pada Passos terkait kemampuan kiper berusia 25 tahun itu.

“Saya mendatangkan Mario setelah berbicara dengan teman saya, Gerson yang merupakan pelatih kiper Persipura di Liga 1 musim lalu, saya bicara dengannya dan memberikan saya banyak informasi mengenai Mario,” ujar Passos.

“Tentu saja masih ada hal yang perlu diperbaiki, tetapi itu normal dan tiap kiper yang datang ke sini untuk saya tangani itu tentunya perlu dibenahi kemampuannya. Kami bersyukur kiper-kiper yang datang semua bisa berkembang dengan baik,” lanjutnya.

Mengenai progres latihan sang kiper baru selama beberapa sesi latihan, Passos menyebut masih dibutuhkan adaptasi. Karena ada perbedaan filosofi dan metode latihan antara pelatih kiper sebelumnya dengn dia. Namun Passos percaya kiper asal Sulawesi Utara itu punya kualitas.

“Tentu perlu waktu karena saya memiliki filosofi yang berbeda. Saya memiliki filosofi, dan pelatih kiper di Persipura juga punya filosofinya sendiri jadi tentunya butuh waktu untuk dia beradaptasi dengan metode latihan saya. Tapi dia punya kualitas dan saya percaya dia bisa terus berkembang dan menunjukkan kemajuan bersama para kiper yang lainnya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Rekor Gol Semusim Mungkin Tersusul, Ini Reaksi SVD

Avatar photo

Published

on


Rekor gol terbanyak Persib dalam satu musim sejak Liga Indonesia pertama dipegang oleh Sutiono Lamso dan Sergio Van Dijk. Keduanya sama-sama mencetak 21 gol dalam satu musim. Jika Sutiono mampu menunjukkan kesuburannya di Ligina 1994/1995, Sergio Van Dijk unjuk produktivitas pada musim 2013.

Kini pencapaian kedua pemain ini terancam disusul oleh David da Silva. Bomber asal Brasil tersebut hingga pekan ke-22 sudah mencetak 16 gol dan kemungkinan jumlah gol akan bertambah. Masih ada 13 pertandingan yang dilakoni Maung Bandung di sisa musim 2022/2023.

Sergio pun bicara soal potensi rekornya tersusul pada tahun ini. Menurutnya memang DDS merupakan juru gedor yang komplit dan punya naluri gol tinggi. “Menurut saya David da Silva pemain hebat, lebih hebat dari saya. Dan kalau lihat skill dia dan kemampuannya untuk cetak gol sangat komplit sekali,” kata SVD ketika diwawancara di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Dia pun menyebut andai David bisa menyusulnya, justru Sergio ikut berbahagia. Karena dengan ketajaman sang mesin gol tentu akan memberikan dampak yang positif bagi klub. Bahkan pemain naturalisasi ini berharap David da Silva bisa menjadi pemain paling moncer di sejarah klub.

“Menurut saya itu tidak apa-apa dan saya senang Persib mempunyai pemain hebat dan mudah-mudahan dia bisa terus mencetak gol supaya menjadi top skorer sepanjang masa dari Persib,” terang striker yang dikenal dengan kaki kiri mematikan dan sundulan yang jitu ini.

Pria yang kini berkarir sebagai agen pemain itu pun menyebut kans Persib menjadi juara cukup besar. Sebab kualitas tim sudah mumpuni dengan memimpin klasemen sementara. Tim asuhan Luis Milla juga mampu memetik kemenangan menghadapi sesama tim papan atas seperti Persija.

“Ya menurut saya itu bisa, Persib musim ini kalau lihat musim ini persaingan di papan atas, Persib yang paling kuat. Kalau melihat lawan Persija cukup kuat tapi kita lebih kuat dan minggu depan lawan PSM, itu menurut saya pertandingan yang penting,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Sergio Van Dijk Kunjungi Agenda Latihan Persib

Avatar photo

Published

on

Mantan striker Persib, Sergio Van Dijk nampak hadir di sesi latihan Persib, Rabu (8/2) sore. Dia menonton tim yang pernah dibelanya di musim 2013 dan 2016-2017 itu ketika berlatih di Stadion Siliwangi. Ini menjadi ajang dia melepas rindu dengan beberapa pemain dan juga staf klub.

Beberapa pemain pernah bermain bersamanya seperti I Made Wirawan serta Achmad Jufriyanto. Selebihnya dokter tim, kit man dan masseur Persib yang pernah bersama-sama jadi bagian dari tim nampak langsung menghampirinya. Sergio mengatakan, memang ada agenda bisnis yang dirintisnya sehingga dia mengunjungi Indonesia.

“Sekarang saya ke Bandung karena saya mau ketemu sama keluarga dan teman-teman di Persib. Selain itu karena saya juga mau buka bisnis dengan Indonesia, itu antara Belanda dengan Indonesia dalam sektor IT,” tutur pria yang akrab disapa SVD ini saat diwawancara.

Ini juga menjadi kesempatan pertama dia memantau Ezra Walian berlatih di Persib. SVD memang merupakan agen yang menaungi Ezra dan berandil besar mengurus kepindahan sang pemain ke Persib awal tahun 2021 lalu. “Iya itu juga. Saya adalah agen dari Ezra dan ini baru pertama kali saya bisa datang ke Persib dan melihat tim dan Ezra juga,” lanjut dia.

Sudah tidak lagi berkostum Persib dan tinggal di Belanda ternyata tidak membuat Sergio melupakan mantan klubnya. Dia tetap mengikuti perkembangan klub dan kini sedang berada di puncak klasemen. Menurutnya atmosfer ruang ganti tim sedang bagus dan ini jadi modal untuk menjadi juara.

“Ya senang karena Persib sudah di puncak klasemen dan semoga di musim ini Persib menjadi juara. Kalau saya nonton di televisi, tim sekarang nampak lebih kondusif, pemain pasti percaya dengan visi dari coach Milla. Saya senang Persib sudah kembali ke puncak klasemen,” tutup Sergio.

Lanjut Membaca
Advertisement

Advertisement

Komentar Bobotoh

Arsip

Trending