Connect with us

Berita Persib

Sebuah Akhir yang Berbeda Atep-Ronggo-Eka

Published

on


Dari yang manis, menelan ludah tanpa rasa, sampai pahit pernah dirasakan trio Atep-Ronggo-Eka. Ketiganya memiliki jalan yang berbeda-beda bersama Persib Bandung. Atep merasakan bagaimana haru, dan merayakan euforia mengangkat piala, sementara dua pemain lainnya meratapi dan hanya bisa ikut bangga.

Eka Ramdani sedikitnya memiliki rasa paling mengganjal, ketika sampai ia gantung sepatu tak pernah bisa membawa satu tim pun juara di Liga Indonesia. Begitu pun Ronggo, perantauannya nihil.

Hingga pada satu waktu ketiganya dipertemukan kembali satu tim. Ya kembali berkostum Persib era kepelatihan Mario Gomez yang dibilang skuad dengan pemain seadanya tahun 2018.

Kedatangan Eka dan Roggo pada musim tersebut tak mampu membuat tim lebih baik. Usia yang tak lagi muda, bahkan posisi tim utama sulit untuk didapat karena kalah bersaing dengan pemain yang lebih berenergi.

Eka Ramdani memainkan 14 pertandingan, 11 kali masuk dari bangku cadangan. Sementara Ronggo hanya dimainkan 6 partai, dua kali starter dan sisanya masuk untuk menghabiskan atau mengulur waktu.

Atep pun sama, menjadi bagian dari deretan legenda tak jamin starting eleven untuknya. 17 kali penampilan dengan satu gol yang ia cetak ke gawang Arema FC guna memecah kebuntuan.

Atep, Ronggo, dan Eka sama-sama mengkhiri kebersamaan di Persib setelah musim itu selesai. Bedanya, Ronggo terpaksa kembali harus tersisih seperti apa yang ia alami di musim 2013, mengharuskannya kembali hengkang dari Persib.

Kabar mengejutkan dari Eka Ramdani, ia memutuskan gantung sepatu setelah menyelesaikan musim di Persib di posisi keeempat. Eka cukup beruntung bisa menutup kariernya dengan klub yang pernah membesarkan namanya.


Gelandang berpostur mungil ini pernah dicintai dan dibanggakan Bobotoh, pernah dibenci hingga pintu maaf terbuka, ia diberi kesempatan untuk mengakhiri karier sebagai pemain di Persib.

Malang bagi Atep, ketika berharap untuk pensiun di Persib dalam beberapa musim ke depan, ia didepak saat musim akan memasuki 2019. Persib tidak ramah kepada legenda bernomor punggung 7 itu yang telah mengabdi selama satu dekade. Akhir cerita yang berbeda.

Advertisement
1 Komentar

1 Comment

  1. Mukhlis satpam

    19/06/2020 at 09:53

    Cau na a

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Pandangan Komisaris Persib Soal Liga 1 Dilanjutkan dengan Sistem Bubble

Avatar photo

Published

on


Sudah dua bulan Kompetisi Liga 1 2022-2023 terhenti sejak 2 Oktober lalu akibat dampak insiden Kanjuruhan. Angin segar kelanjutan liga muncul akan kembali kick-off 2 Desember, namun kemungkinan urung setelah rapat koordinasi antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Polri beberapa waktu lalu tak menemukan kata sepakat.

Komisaris Persib Umuh Muchtar sudah memprediksi lanjutan Liga 1 2022-2023 akan sulit terlaksana selama Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI belum digelar. KLB sendiri baru bisa akan dilaksanakan pada Februari 2023 sesuai arahan dari FIFA.

“Apa kata saya benar saya sudah pernah ngomong tidak akan, karena belum jelas walau sudah dijadwalkan saya sudah ngomong belum kondusif. Makanya sekarang lebih baik KLB dulu setelah KLB baru dibentuk lagi yang jelas,” tanggap Umuh.

PSSI dan PT LIB merancang pertandingan lanjutan Liga 1 2022-2023 dilaksanakan dengan sistem bubble terpusat di Jawa Tengah tanpa penonton. Ada empat stadion ditunjuk, yakni Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Jatidiri Semarang, Stadion Moch Soebroto Magelang, dan Stadion Sultan Agung Bantul. Umuh punya pandangan tersendiri akan rencana tersebut.

“Sekarang katanya tanpa penonton terpusat di satu tempat (bubble) sudah tidak bagus lebih baik selesaikan dulu jangan terburu-buru. Memang jadinya terlalu lama. Terlalu lama tapi kalau dipaksakan juga seperti ini,” opini Umuh.

Situasi penghentian liga diakui tak hanya merugikan Persib namun juga berdampak kepada seluruh klub. Ia berharap pihak berwenang tegas segera menyelesaikan kasus insiden Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa meninggal karena gas air mata yang dilontarkan aparat kepolisian.

“Semua rugi bukan hanya Persib semua terpukul dengan kejadian seperti ini. Sudah terlalu lama (kasus berlarut-larut),” sebut Umuh.

Lanjut Membaca

Berita Persib

TC Bareng Timnas di Luar Negeri, Robi Petik Pelajaran

Avatar photo

Published

on


Agenda pemusatan latihan dilakukan Robi Darwis bersama timnas U-20 selama sekitar dua bulan. Dua negara yaitu Turki dan Spanyol didatangi oleh gelandang Persib ini bersama Garuda Muda. Kegiatan ini berakhir pada akhir pekan lalu dan sang pemain kini sudah tiba di Indonesia.

Beragam agenda uji coba dilakoni Indonesia U-20 selama agenda pemusatan latihan ini. Hasil yang didapat skuat asuhan Shin Tae-yong juga beragam terutama saat menetap di Turki. Sedangkan ketika berada di Spanyol, hasil yang didapat kurang baik karena mencatatkan tiga kekalahan serta satu hasil imbang.

Robi Darwis pun mengatakan bahwa banyak pelajaran yang didapatkan dari pemusatan latihan kali ini. Terutama saat harus bertanding menghadapi lawan-lawan dengan kualitas dan postur tubuh yang lebih unggul. Meski kalah, tapi setidaknya ada hal positif yang bisa didapatnya.

“Tentunya pengalaman sangat berharga banget, karena kita ketemu lawan yang jauh levelnya dari kita. Tentunya kita mendapat pelajaran yang sangat berharga,” kata pemain jebolan Diklat Persib ini saat diwawancara oleh wartawan usai latihan di Stadion Sidolig, Kamis (1/12).

“Baik itu dari cara bermain, menghadapi situasi lawan-lawan yang lebih tinggi dari kita gimana. Sama mungkin pengalaman mereka memang lebih baik sih dan kita bisa mengambil pelajaran dari mereka,” lanjut pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini.

Agenda pemusatan latihan timnas U-20 sendiri dilakukan sebagai persiapan jelang Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-20 yang digelar tahun 2023. Namun ditanya soal agenda TC berikutnya, dia belum mendapat kabar kapan dikumpulkan lagi. “Untuk TC timnas berikutnya belum tahu,” tandas Robi.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Pemain Persib Kunjungi Korban Gempa di Cianjur Besok

Avatar photo

Published

on


Perwakilan pemain Persib akan mengunjungi korban gempa Cianjur, Jumat (2/12) besok. Salah satu pemain yang akan pergi adalah Robi Darwis yang juga merupakan pesepakbola asal Cianjur. Dia menyebut agenda tersebut akan dilakukan besok pagi sebelum tim menggelar agenda latihan.

“Iya ada kunjungan besok pagi, pergi dari sini subuh paling. Dan sorenya kan kita ada latihan lagi, jadi kemungkinan kita pulang pergi,” kata gelandang bertahan berusia 19 tahun tersebut saat diwawancara, Kamis (1/12) sore.

Kabupaten Cianjur dilanda gempa berkekuatan magnitudo 5,6 dan menewaskan lebih dari 200 korban jiwa. Selain itu ratusan orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah pun hancur. Doa dan harapan pun dipanjatkan pemain yang juga gabung tim nasional U-20 tersebut.

“Tentunya berdoa semoga Cianjur bisa lekas membaik lagi dan yang ditinggalkan oleh keluarganya ditabahkan lagi, semoga Cianjur lebih kuat dan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya,” terang pemain yang musim ini dipromosikan gabung tim senior Persib.

Sebagai pemain yang berasal dari Cianjur, dia menyebut rumahnya di sana baik-baik saja. Namun ada tetangganya yang cukup terdampak dari gempa ini. “Lumayan (jauh) sih tapi di sekitar rumah Robi juga ada yang kena juga sih. Tapi yang lebih parahnya di Cianjur kotanya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Trending