Connect with us

Berita Persib

Robert Masih Beri Kesempatan Buat Duo Brasil

Published

on

Partai kedua Asia Challenge 2020, sayangnya Persib hanya bisa memainkan satu babak saja melawan Hanoi FC, Minggu (19/1/2020). Tersebab hujan deras di Stadion Shah Alam, air menggenangi lapangan hingga waktu tersisa tak cukup untuk melangsungkan sisa waktu pertandingan.
Pertandingan pun diputuskan untuk kemenangan Maung Bandung 2-0. Robert menyayangkan situasi itu, padahal ia berpotensi untuk menambah daya dobrak di paruh kedua dengan memasukkan penyerang Brasil lainnya Joel Vinicius berdampingan dengan Wander Luiz.
“Sayangnya kami tidak punya kesempatan untuk memainkan mereka berdua di babak kedua bersama padahal itu adalah bagian dari rencana. Luiz lama tidak bermain, karena itu kami tidak mau mengambil resiko, karena saya tidak ingin dia cedera dan dia hanya bisa bermain selama 45 menit,” kata Robert Alberts.
Rencananya tidak berjalan maksimal, pelatih asal Belanda itu masih memberi kesempatan bagi Luiz dan Joel. Keduanya akan berlanjut dimonitor saat sesi latihan memulai pra musim di Bandung pada 22 Januari mendatang. “Tapi kami masih akan memonitor lagi mereka di Bandung ketika kami memulai latihan pada tanggal 22 nanti,” sebut Robert.
“Seperti yang saya katakan berkali-kali, tim kami masih belum melakukan persiapan jika dibandingkan dengan tim lain (di Asia Challenge) jadi ini terbilang bagus bagi pemain untuk bersaing melawan tiga tim top di regional ini (Asia Tenggara),” bebernya menambahkan.

Advertisement
40 Comments

40 Comments

  1. Adit

    20/01/2020 at 21:32

    Mun bade latihan mah, mangga di team satelit…
    BBU masih nampi….
    Jadi ganti PSKC,
    Karena
    PS KC naik KA Devisi 2, Sugan wae taun hareup juara..urang doakeun, jadi Aya saingan PERSIB di Bandung…
    Jadi Aya Derby Bandung kaya Chelsea, Arsenal dan Tottenham dari kota London..

  2. Orang Bandung

    20/01/2020 at 21:46

    Turnamen atawa petandingan pra musim, fungsinya emang melihat juga membentuk tim yah ?
    Setahu saya persib selalu kesulitan mencari lawan tanding, ujung2nya melawan tim (maaf) yg levelnya jauh di bawah persib.

    Menang dengan skor besar ? beberapakali atauh bahkan seringnya iya, tapi secara permainan secara keseluruhan (bertahan, menyerang, transisi diantara keduanya dsb) bagaimana ?

    Lawan selangor kalah, menurut saya malah bagus. Ketahuan bahwa persib masih ada kekurangannya (terlepas bahwa tim inti tidak turun semua), jadi masih ada kemungkinan untuk diperbaiki. Dan tolong diingat ini dalam rangka persiapan menjelang Liga 1, buat saya pribadi kalah atau menang dengan skor berapapun tidak masalah, yg penting ada progres yg jelas dari setiap pemain dan tim secara keseluruhan.

    Nuhun

  3. Anye

    21/01/2020 at 03:33

    Punten abdi mah benten pendapat. Eze musim pertama 4 gol 1/2 musim tapi debutna langsung mengesankan jeung bisa langsung terlibat dalam tim. Wajar di teruskeun deui kontrakna. Lain kudu bisa ngapung ieu duo brasil, tapi logikana pemain asing nu berpengalaman, main diantara pamaen cadangan persib harusnya dia keliatan lebih menonjol baik skill teknik pergerakan dengan bola atau tanpa bola. Ai ieu mah euweuh istimewa2 na acan eleh ku si beni nu sarua anyar. Ngontrak pamaen asing mah nya tuntutanna kudu leuwih alus ti pamaen lokal atuh. Daripada buang2 waktu geus we neang nu lain tuh si bruno matos sarua brasil leuwih alus. Maksud teh kapamaen trial teu php ka persibna cepet adaptasi jeung pamaen anyar.

  4. oray tapa

    21/01/2020 at 05:00

    Tingali cara maenna ge geus jelas butut…

  5. Kaos jero

    21/01/2020 at 06:07

    Ceuk sayah mah logikana kieu, mun enya eta pamaen asing alus asa piraku daek sina trial bari teu pguh bkal dkontrak hnteuna,da dmna2 ge nualus mah Boro2 daek di trial nuaya malah menta Fasilitas macem2 slain mnta hrga mhal,
    Hpunten blih lepat

  6. viansh.9

    21/01/2020 at 06:25

    Beda jeung eze mh basa eta aya kans ker pialuseun..lain penilaian d jumlah gol.kmha yeuh bruno matos d lepas bhayangkara..cokot weh sib lah ngotot maenna.duetkeun jeung eze.dripda pusing seleksi duo brazil eta.

    • Dodongkal

      21/01/2020 at 13:06

      Jig ath si eze kumnh omongan lurr gs puguh embungen hayoh weh di papaksa.

    • bonjovi

      21/01/2020 at 17:07

      puge menta mundur uja eze wae ….

    • Mang Adjat

      21/01/2020 at 17:31

      Salah bobotoh maké nitah Eze out. Tah ayeuna beneran rek out

  7. Anye

    21/01/2020 at 06:34

    Tah eta. Status seleksi bukti bahwa bah obet ge teu yakin kana kualitasna da mun yakin mah pasti langsung eksekusi kontrak jiga nick kipersluis jeung omid. Bahwa pemain tsb apa bisa cocok nyetel nantinya itu tergantung seberapa cepat dia adaptasi dgn tim baru. Seleksi mah keur pamaen lokal muda belum punya nama jeung datang ti level sahandapeun.

  8. Denis

    21/01/2020 at 06:44

    Betul kang.

    Banyak faktor pemain tdk bs maksimal saat bertanding.

    Salah satunya, belum performnya fisik, belum saling mengenal antar pemain, belum memahami taktik yg diinginkanbpelatih, dll.

    Semuanya butuh proses.

    Beni Okto sudah lebih dulu bergabung dg Persib. Meningkatkan kondisi fisik. Lebih dulu mengenal teman dalam satu tim. Sehingga saat bermain peningkatannya lebih optimal terlihat.

    Duo Brazil baru datang tanggal 12 Jan. Mulai berlatih tanggal 13 Januari, itupun terpisah dg pemain lain dan hanya latihan ringan. Bertanding tanggal 18 Januari. Nyaris hanya 5 hari sudah bertanding di laga yahg lumayan kompetitif, karena melawan tim asia tenggara (bukan tim lokal). Bisa jadi itu adalah faktor2 yang menghambat permainan mereka berdua.

    Bayangkan, sekelas Ronaldo saja untuk bergabung dalam laga kompetitif, butuh waktu sebulan lebih untuk bisa saling mengenal pemain dan taktik yang digunakan.

    Semuanya butuh waktu dan proses.

    Terlalu banyak faktor untuk cepat menyimpulkan bagus atau tidaknya pemain.

    Dan pelatih pun memahami kondisi tersebut.

  9. Denis

    21/01/2020 at 06:48

    Coba amati tim2 eropa saat merekrut pemain.

    Pemain baru tidak langsung ditampilkan, betapapun pemain tersebut pemain berkelas. Pelatih selalu memberikan kesempatan pemain untuk bisa perform pada segala aspek (fisik, saling mengenal antar penain, mengenal taktik dan strategi pelatih, dll.).

    Saat dirasa pemain tersebut sudah bisa perform, pelatih biasa memainkannya di tengah laga (tdk langsung jd starting eleven). Ini dimaksudkan agar bisa merasakan atmosfer pertandingan. Selanjutnya, baru dipasang di awal laga.

    Biasanya seperti itu dlm menangani pemain baru.

  10. Denis

    21/01/2020 at 06:59

    Menurut saya, kita harus bisa berpikir lebih objektif kaitan hal tsb.

    Semuanya tidak bisa instan.

    Pengennya langsung bagus, langsung juara, langsung merajai.
    Tapi tidak mau menata langkah dari awal untuk membangunnya.

    Padahal semua hal butuh waktu dan proses

    Kitu lur ah

  11. Anye

    21/01/2020 at 07:01

    Punten kita belum bicara team work ya ngarana ge pemaen karek gabung tim tapi nu disorot kualitas performance individu jeung fighting spiritna

    • Denis

      21/01/2020 at 07:05

      Pasti dilihat kang. Buktos na geuning sok dibahas pamaen brazil salah langkah, salah ngoper. Padahal bisa jadi faktor team work nu can kabangun.

      Kan maen bola teh 11 pamaen, sanes nyalira eun.

      Mangga di aos deui faktor2 nu ku kuring dibejer beaskeun di luhur.

      • Anye

        21/01/2020 at 08:12

        Nah kan loba salahna hehe jangan lupa ini pemain asing loh maen bareng tim cadangan kuduna jiga anak sma maen bola sama anak sd pasti menonjol anak sma kan pasti? Ieu dribling biasa keeping bola gampang direbut batur tendangan ke arah gawang asa jarang. Kualitasna kaya sama we jeung pamaen lokal. Dgn kualitas yg biasa2 aja ini takutna dejavu hayoh we pertengahan musim coret ganti deui target turun deui kitu jeung kitu we.

  12. Denis

    21/01/2020 at 07:01

    Anu pernah main PES Become a Legend merasakan proses2 tsb

    Hehe

    • KADU PROPESIONAL

      21/01/2020 at 09:42

      anu jadi pertanyaana kunaon lewat seleksi hela?
      heunteu ngambil anu boga trek rekor anu alus lngsung, jiga jaman abah gomes
      bgtu kang..

  13. Asli Bobotoh

    21/01/2020 at 07:25

    Bobotoh Persib sudah mulai pada dewasa, lanjutkan..BravoBobotoh..

  14. Ronaldikin

    21/01/2020 at 14:39

    Salut komennya bagus bagus lanjutkan kawan demi membangun Persib …semuanya tdk ada yg instan hidup manager…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Melawan Bali United Bukan Hanya Sekedar Rekor Buruk untuk Persib

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung akan bertandang ke markas sementara Bali United di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (10/2/2023) dalam laga pekan ke-23 Liga 1 2022/2023. Persib dibayangi rekor buruk tak mampu menang saat menghadapi Bali United sejak 2017.

Dalam sembilan kali pertemuan, Persib menelan lima kekalahan dan imbang empat kali. Bek senior Persib Victor Igbonefo, menyebut pertandingan melawan Bali United bukan hanya sekedar rekor buruk, namun juga pertaruhan gelar juara Liga 1 2022/2023, Persib harus menang.

“Ya itu harapan kami untuk menang bukan hanya karena (memperbaiki) rekor karena kami butuh kemenangan dan kami harus jaga untuk tetap di atas,” imbuh Igbonefo.

Persib saat ini berada di puncak klasemen dengan 45 poin berselisih 10 poin dari Bali United di peringkat keenam yang baru mengemas 35 poin.Igbonefo sadar laga melawan Bali United akan sulit karena lawannya tersebut merupakan tim pemegang gelar back to back juara musim 2019 dan 2021/2022. Oleh karena itu, tim arahan Stefano Cuggurra Teco dihuni pemain-pemain berpengalaman dan berkualitas.

“Tapi kami sadar bahwa lawan yang kami hadapi bukan lawan yang mudah, mereka adalah champions liga dua musim terakhir, dan kami tetap hormat sama mereka sebagai tim yang bagus, dan kami sangat siap melawan mereka,” ujarnya.

Persiapan Persib berjalan cukup baik di Bandung jelang keberangkatan. Kondisi Maung Bandung tengah onfire berkat tren positif di 14 laga terakhir. “Persiapan cukup bagus dan aku pikir semua pemain dalam kondisi yang bagus, kami siap untuk menghadapi Bali United,” tegas Igbonefo.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Passos Beberkan Alasan Rekrut Mario Londok ke Persib

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung di deadline transfer window paruh musim membuat kejutan dengan mendaratkan Mario Londok. Pemain yang berposisi sebagai kiper tersebut diresmikan jadi penjaga gawang keenam musim ini. Keputusan klub dalam merekrut kiper lagi pun menuai pertanyaan.

Luizinho Passos sebagai pelatih kiper pun angkat bicara mengenai rekomendasinya mendatangkan amunisi baru. Dia menyebut kondisinya saat ini adalah I Made Wirawan sudah berumur dan kemungkinan tidak lama lagi akan gantung sepatu. Karena itu, dia menyiapkan regenerasi dengan merekrut Mario Londok.

“Karena saya memikirkan masa depan. Saya punya satu kiper, Made yang sekarang sudah berusia 41 tahun, dalam hidup ada awalan dan akan ada akhir, itu normal. Made tentunya merupakan kiper Persib Bandung tapi saya juga memikirkan masa depan, saya perlu satu kiper lagi untuk disiapkan,” ujarnya saat ditemui di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Rekomendasi untuk menampung Mario yang tidak terikat kontrak dengan Persipura datang dari rekan senegara Passos. Gerson Rios yang merupakan pelatih kiper tim Persipura di Liga 1 musim lalu memberikan masukan pada Passos terkait kemampuan kiper berusia 25 tahun itu.

“Saya mendatangkan Mario setelah berbicara dengan teman saya, Gerson yang merupakan pelatih kiper Persipura di Liga 1 musim lalu, saya bicara dengannya dan memberikan saya banyak informasi mengenai Mario,” ujar Passos.

“Tentu saja masih ada hal yang perlu diperbaiki, tetapi itu normal dan tiap kiper yang datang ke sini untuk saya tangani itu tentunya perlu dibenahi kemampuannya. Kami bersyukur kiper-kiper yang datang semua bisa berkembang dengan baik,” lanjutnya.

Mengenai progres latihan sang kiper baru selama beberapa sesi latihan, Passos menyebut masih dibutuhkan adaptasi. Karena ada perbedaan filosofi dan metode latihan antara pelatih kiper sebelumnya dengn dia. Namun Passos percaya kiper asal Sulawesi Utara itu punya kualitas.

“Tentu perlu waktu karena saya memiliki filosofi yang berbeda. Saya memiliki filosofi, dan pelatih kiper di Persipura juga punya filosofinya sendiri jadi tentunya butuh waktu untuk dia beradaptasi dengan metode latihan saya. Tapi dia punya kualitas dan saya percaya dia bisa terus berkembang dan menunjukkan kemajuan bersama para kiper yang lainnya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Rekor Gol Semusim Mungkin Tersusul, Ini Reaksi SVD

Avatar photo

Published

on


Rekor gol terbanyak Persib dalam satu musim sejak Liga Indonesia pertama dipegang oleh Sutiono Lamso dan Sergio Van Dijk. Keduanya sama-sama mencetak 21 gol dalam satu musim. Jika Sutiono mampu menunjukkan kesuburannya di Ligina 1994/1995, Sergio Van Dijk unjuk produktivitas pada musim 2013.

Kini pencapaian kedua pemain ini terancam disusul oleh David da Silva. Bomber asal Brasil tersebut hingga pekan ke-22 sudah mencetak 16 gol dan kemungkinan jumlah gol akan bertambah. Masih ada 13 pertandingan yang dilakoni Maung Bandung di sisa musim 2022/2023.

Sergio pun bicara soal potensi rekornya tersusul pada tahun ini. Menurutnya memang DDS merupakan juru gedor yang komplit dan punya naluri gol tinggi. “Menurut saya David da Silva pemain hebat, lebih hebat dari saya. Dan kalau lihat skill dia dan kemampuannya untuk cetak gol sangat komplit sekali,” kata SVD ketika diwawancara di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Dia pun menyebut andai David bisa menyusulnya, justru Sergio ikut berbahagia. Karena dengan ketajaman sang mesin gol tentu akan memberikan dampak yang positif bagi klub. Bahkan pemain naturalisasi ini berharap David da Silva bisa menjadi pemain paling moncer di sejarah klub.

“Menurut saya itu tidak apa-apa dan saya senang Persib mempunyai pemain hebat dan mudah-mudahan dia bisa terus mencetak gol supaya menjadi top skorer sepanjang masa dari Persib,” terang striker yang dikenal dengan kaki kiri mematikan dan sundulan yang jitu ini.

Pria yang kini berkarir sebagai agen pemain itu pun menyebut kans Persib menjadi juara cukup besar. Sebab kualitas tim sudah mumpuni dengan memimpin klasemen sementara. Tim asuhan Luis Milla juga mampu memetik kemenangan menghadapi sesama tim papan atas seperti Persija.

“Ya menurut saya itu bisa, Persib musim ini kalau lihat musim ini persaingan di papan atas, Persib yang paling kuat. Kalau melihat lawan Persija cukup kuat tapi kita lebih kuat dan minggu depan lawan PSM, itu menurut saya pertandingan yang penting,” tukasnya.

Lanjut Membaca
Advertisement

Advertisement

Komentar Bobotoh

Arsip

Trending