Connect with us

Berita Persib

Permainan Keras Memang Jadi Ciri Permainan Persiba

Avatar photo

Published

on

watermark-tes lapang_9638Performa Persiba di 3 laga awal TSC 2016 belum menunjukan grafik yang positif. Tim asuhan Jaino Matos tersebut masih tercecer di peringkat 16 klasemen dengan poin 1, hanya unggul selisih gol dari PS TNI dan Persela yang selalu gagal mencuri angka. Malah tim yang mayoritas dihuni oleh pemain muda tersebut kini dikenal sebagai tim yang brutal. Karena sudah ada 3 korban yang mesti dilarikan ke rumah sakit usai bertanding melawan Persiba.

Ciri permainan keras yang melekat kepada Beruang Madu pun ditanggapi santai oleh Jaino Matos. Menurutnya tipikal penampilan yang ngotot tersebut bisa mencerminkan determinasi tinggi pasukannya untuk meraih hasil maksimal di lapangan. Pria berpaspor Brazil itu pun tidak akan merubah style permainan timnya meski cap buruk tersemat pada Antonio Teles dan kawan-kawan. Sekalipun ketika tampil di kandang lawan yang notabene punya basis pendukung yang fanatik.

“Pasti karena itu kita punya semangat juang yang tinggi jadi kita bisa atasi beberapa hal dengan semangat juang yang tinggi, jadi memang itu khas kita. Kita akan main seperti itu bukan hanya di Balikapan, dimanapun di Samarinda, di Papua, di Bandung kita akan main seperti kita main,” ujar Jaino kepada wartawan di Balikpapan, Jumat (20/5).

Menurutnya hasil minor yang kerpa diraih timnya di awal musim teradi karena kualitas lawan yang mumpuni. Karena di 3 laga pertama Beruang Madu bertanding melawan Arema Cronus, Sriwijaya FC dan Pusamania Borneo FC yang memiliki skuat komplit dan menjadi calon kuat juara. Belum lagi Persib Bandung yang akan menjadi seteru di pekan keempat. Namun Jaino melihat ada peningkatan dari anak asuhnya karena perlahan mereka bisa mengimbangi permainan lawan

“Kita sudah berusaha maksimal, ada banyak kemajuan ada banyak aspek kita sudah meningkat dan kita lawan tim calon juara semua. Kita tetap harus bisa mengimbangi permainan semua dimanapun. Step by step tim kita maju,” tuntasnya.

Advertisement
5 Comments

5 Comments

  1. ujang van persib

    20/05/2016 at 20:55

    kanggo jaino matos, sabenerna mah, kumaha maneh weh rek ngatur anak buah maen model kumaha.
    tapi kudu rada waras saeutik, maen bola mah teu kudu berdarah darah!
    lamun masih keneh boga pola pikir model kitu, sarua jeung nantang badai!!
    kahareupna lain prestasi nu diraih, nu aya pemain ente nu bubuk!

  2. Djajang Nudrjaman

    20/05/2016 at 21:03

    Main Keras bukan berarti Main bola nggak harus berkelas om Jaitos, Kalau mencelakai orang lain termasuk kriminal itumah. Kalau nggak ingin di sebut pemain TARKAM ya main bola yang apik dong, keras boleh tapi jangan sampai ada korban yang ke rumah sakit. Kasiah pemain kalau cedera, kan cari sama sama cari makan di Bola om……

  3. shevan

    21/05/2016 at 10:20

    Bukan permainan keras tp persiba penganut permainan kasar yg tidak mnunjukan sportifitas.mungkin mrk ga bs baca atau ga ngerti arti tulisan fair play d bendera sbelum pertandingan d mulai.cuma demi kmenangan mrk mrendahkan nama baik club dngn permainan kasar

    • Tok tok tok

      21/05/2016 at 15:07

      Heu euh kitu !

  4. Ryan Gading

    22/05/2016 at 06:48

    Mikir Jaitos!! Persiba bukan hanya bermain keras tapi kasar menjurus Brutal..sepakbola itu seni mengolah bola..bukannya bikin patah tulang lawan,dan bocor kepala.Mikir juga! Kalau anak asuhnya juga dicedarai lawan..mereka tdk bisa cari makan!

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Respon Milla Jelang Hadapi Persebaya di Sistem Bubble

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung akan bertemu Persebaya di laga lanjutan Liga 1 2022/2023 akhir pekan ini. Sayangnya duel antara dua tim dengan sejarah panjang di sepakbola Indonesia ini tidak bisa disaksikan oleh penonton secara langsung. Itu karena di sisa putaran pertama, semua pertandingan harus digelar dalam sistem bubble.

Pelatih Persib, Luis Milla pun menyebut bahwa pihaknya tidak bisa mengendalikan situasi ini. Karena liga sudah diputuskan digelar terpusat dan bahkan jadwal laga pun dibuat padat. Oleh karena itu, yang sekarang bisa anak asuhnya lakukan adalah beradaptasi dan membuat rencana untuk membuat performa tim tetap stabil.

“Ini merupakan situasi yang tak bisa saya hindari. Kami harus menyesuaikan diri dengan situasi sekarang dan ini memang tidak mudah. Lalu kami bermain dalam jeda waktu selama 3-4 hari dan itu tidak mudah, pemain kami tentu perlu pemulihan dan istirahat, karena itu penting untuk mereka,” ujar Milla saat diwawancara.

Pertandingan antara Persib dan Persebaya sendiri kerap menyedot atensi suporter untuk datang ke stadion. Namun kini aturannya tidak memungkinkan Bobotoh maupun Bonek untuk hadir. Milla meminta pemainnya agar tidak terlalu memikirkan itu dan fokus menjaga konsistensinya setelah menang 3-0 melawan Persik.

“Dan bermain tanpa penonton, tanpa suporter, itu memang tidak memungkinkan. Yang paling penting adalah kami bisa tetap bermain dengan bagus dan siap melanjutkan performa seperti malam ini. Kami ingin mendapatkan hasil positif lagi di pertandingan berikutnya,” kata pelatih berpaspor Spanyol tersebut memungkasi.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Kondisi Teja Paku Alam dan Abdul Aziz Pasca Ditarik Keluar Karena Cedera

Avatar photo

Published

on


Ada dua pemain Persib Bandung yang ditarik keluar karena cedera pada pertandingan melawan Persik Kediri, Rabu (7/12/2022), di Stadion Manahan Solo. Abdul Aziz ditandu keluar lapangan menit 66 digantikan Victor Igbonefo, menyusul Teja Paku Alam digantikan Reky Rahayu menit 80.

Baik Aziz dan Teja sama sama keluar karena bermasalah dengan kakinya. Dikonfirmasi Kamis (8/12/2022), dokter tim Persib Rafi Ghani mengabarkan kedua pemain itu ditarik keluar karena mengalami kram pada kakinya. Setelah diobservasi, cedera yang dialami bukan merupakan cedera berat.

Rafi menduga Aziz dan Teja mengalami kelelahan karena perjalanan darat Bandung-Solo yang cukup jauh. “Alhamdulillah setelah diobservasi bukan cedera berat, kemarin karena sedikit kelelahan, perjalanan yang cukup jauh jadi memang untuk Aziz dan Teja kram pada bagian kakinya,” terang Rafi.

Kedua pemain sudah terlihat lebih baik saat melakukan recovery training Kamis (8/12/2022) pagi. Persib tengah menyiapkan laga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (10/12/2022) di Stadion Jatidiri Semarang. “Tadi saat latihan (recovery) kondisinya sudah baik keduanya. Kami akan terus observasi perkembangannya,” kata Rafi.

Lebih lanjut tim medis Persib akan melakukan medical clearance H-1 jelang pertandingan. Guna memastikan kondisi terkini kesehatan dan kebugaran pemain guna merekomendasikannya kepada pelatih. Laporan tersebut yang akan mempertimbangkan pelatih Luis Milla menentukan daftar susunan pemain.

“Buat hari Sabtu, kan pelatih kepala yang menentukan. Kalau secara kesehatan, secara medis, nanti bisa kami kasih tahu saat H-1, karena besok masih ada latihan, besok malam baru kami konfirmasi bahwa si A si B si C enggak ada cedera atau bisa main kami kasih laporannya kepada pelatih,” beber Rafi.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Pasca Cedera Bahu, Erwin Ramdani Menanti Kesempatan

Avatar photo

Published

on


Setelah Victor Igbonefo kembali ke pertandingan Liga 1 2022/2023 pasca cedera, giliran Erwin Ramdani yang menanti kesempatan dari pelatih Luis Milla. Erwin sudah masuk dalam daftar susunan pemain pada laga Persik vs Persib, Rabu (7/12/2022) di Stadion Manahan Solo kemarin.

Hanya saja Erwin belum mendapatkan kesempatan untuk comeback ke pertandingan. Seperti diketahui ia mendapatkan cedera patah tulang bahu di laga kontra Arema FC 11 September 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan. Cedera yang membuatnya melakukan operasi dan menepi.

“Ya memang kemarin saya tertinggal jauh tapi hari demi hari saya coba mengejar dan menyesuaikan kondisi dan stamina sama teman-teman yang lain. Karena pelatih juga melihat kondisi saya sempat ada jarak jadi ya persiapannya hari ke hari saja,” kata Erwin.

Erwin menerangkan kondisi cedera bahunya sudah membaik bahkan tak ada canggung lagi saat memainkan beberapa pertandingan internal selama persiapan di Bandung. Ia menantikan kesempatan datang dan coba menjawab kepercayaan pelatih.

“Ya kalau kondisi sudah, enggak ada canggung lagi, enggak ada takut lagi tinggal menunggu kepercayaan dan menyiapkan hari ke hari,” ungkap pemain berusia 29 tahun ini.

Erwin sudah memainkan enam pertandingan di Persib dengan dua kali starter dan empat kali masuk sebagai pemain pengganti. Dirinya telah menyumbang satu gol di pertandingan kontra Bali United 23 Agustus 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Lanjut Membaca

Trending