Connect with us

Breaking News

Nyanyang Juhana, Gagal Bersinar di Persib Karena Kecelakaan (Bagian 1)

Published

on

Nyanyang Juhana, Jatinangor, 2021

Publik sepakbola Bandung sempat menggadang-gadang satu sosok striker yang akan menjadi suksesor Sutiono Lamso sebagai bomber berbahaya Persib di akhir era 90-an. Nyanyang Juhana, penyerang asal Jatinangor disebut punya potensi untuk menjadi tulang punggung tim di lini depan. Sayang karirnya tak berjalan mulus, kecelakaan membuat kesempatan bersinar bersama Maung Bandung sirna.

Sejak era Perserikatan hingga periode awal Liga Indonesia, Persib belum menggunakan jasa pemain asing di dalam tim. Komponen di dalam skuat pun datang dari pembinaan klub-klub intern, pemain yang punya talenta lah yang dipromosikan untuk memperkuat tim senior. Alur yang sudah menjadi tradisi dan Nyanyang melewati proses itu dalam meniti karir sebagai pesepakbola.

Lahir dan tumbuh di Jatinangor, bakat sepakbola Nyanyang diasah di sekolah sepakbola (SSB) terbaik di Bandung, UNI. Di sana potensinya bisa muncul hingga lirikan dari Persib pun datang. Dirinya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan tim Persib Suratin di medio pertengahan 90-an. Meskipun lahir di tahun 1979, Nyanyang sudah dipercaya masuk skuat yang mayoritas adalah pemain angkatan 1978.

Karirnya di level junior berjalan mulus. Setelah lolos seleksi dari SSB UNI, Nyanyang masih jadi bagian tim Suratin yang diperkuat pemain kelahiran 1979 dan dapat kepercayaan sebagai kapten. Setelah itu Nyanyang naik kelas untuk membela Persib Selection dan Persib U-23. Sebelum akhirnya bisa berada sejajar dengan para pemain senior di skuat Maung Bandung.

“Mungkin itulah kebanggaan saya yang awalnya tidak paham main bola seperti apa, dari kampung pergi ke Bandung dan setelah itu termotivasi untuk menjadi pemain Persib senior mengikuti Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Sutiono, pasti ada kebanggaan kalau bisa seperti mereka. Alhamdulillah dari proses dengan niat menjadi pemain Persib terlaksana untuk bergabung dan berlatih sama mereka legend Persib,” kenang dia ketika diwawancara oleh Simamaung.

Perjuangan di tingkat junior lantas membuahkan hasil. Nama Nyanyang masuk dalam komposisi tim yang dipersiapkan untuk Liga Indonesia 1999-2000. Musim debutnya didapat dengan tim senior di kompetisi kasta tertinggi tanah air. Impian yang dilambungkannya sejak kecil terealisasikan ketika dia masih berusia 20 tahun.

Saat itu memang sang pelatih, Suryamin, banyak mempercayakan pemain muda di dalam tim lantaran punya misi melakukan regenerasi. Sayang ternyata Nyanyang tidak langsung nyetel saat musim sudah berjalan. “Liga VI mungkin ya, cuma di sana saya ga bisa menunjukkan kebanggaan saya sama Persib karena kurang dikasih kepercayaan. Dulu saya seangkatan sama Zaenal Arif, Suwita Pata, Sujana juga. Pelatihnya waktu itu Pak Suryamin almarhum,” tutur dia.

Laga debutnya datang di laga pekan pertama Liga Indonesia VI 1999/2000. Saat itu Persib bertanding sebagai tuan rumah ketika menjamu Persikota Tanggerang di Stadion Siliwangi, 7 November 1999. Nyanyang ditempatkan di lini depan bersama tandemnya yang juga melakoni debut bersama Persib, Zaenal Arif. Sayang di laga tersebut Maung Bandung harus tumbang di depan pendukungnya sendiri dengan skor 0-1 berkat gol semata wayang I Komang Mariawan. Debutnya pun berakhir pahit.

“Awalnya saya juga tidak percaya langsung masuk line up, mungkin pelatih ingin mencoba pemain muda Persib yang bener-bener dibina dari SSB Bandung, UNI yang di bawah naungan Persib,” ungkapnya.

“Akhirnya saya dipercaya untuk memainkan debut di laga pertama lawan Persikota cuma saya tidak bisa memberikan yang saya harapkan karena mungkin mental saya juga belum siap di sana,” kenangnya.

Pergantian tampuk kepemimpinan di tengah musim dari tangan Suryamin ke Indra Thohir pun membuat kesempatan Nyanyang bersinar menyempit. Akhirnya dia memutuskan untuk hengkang ke Persikabo di musim 2001 alias Liga Indonesia VII untuk mencari pengalaman dan menit bermain. Imbasnya positif, ia mampu mendapat tempat reguler di tim utama dan beberapa kali mencetak gol seperti saat melawan PSP Padang dan PSDS Deli Serdang.

Uniknya, ternyata pria yang akrab disapa Juho ini menempati posisi bek bersama Persikabo. Berubahnya peran terjadi karena kebutuhan tim akan seorang pemain bertahan mengharuskannya bermain di sektor belakang. Namun demikian dia mengaku tidak asing dengan posisi tersebut karena sebelumnya pernah dipasang di sana ketika diasuh Marek Janota bersama Persib Selection.

“Di Persikabo itu saya malah diplot untuk main di belakang. Karena waktu Persib Selection waktu itu sama Marek Janota saya dipercaya untuk main di stoper waktu itu. Dan di Persikabo juga karena stok pemain kurang makanya saya diplot jadi pemain belakang. Alhamdulillah sih saya bener-bener jadi pemain belakang, mungkin kalau di depan ga ada baru saya yang digeser ke depan,” tuturnya.

Performa apik yang ditunjukkan bersama Persikabo pun mengantarkan Nyanyang ke kesempatan kedua membela panji Persib, klub yang dibanggakannya. Deni Syamsudin yang menangani Persib di Liga musim 2002 meminta kakak kandung bek Bhayangkara FC, Jajang Mulyana itu pulang. Namun mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, musibah besar dialami Nyanyang.

Sebelum musim bergulir, dia mengalami kecelakaan yang nyaris merenggut karirnya sebagai atlet sepakbola. Nyanyang yang sedang mengendarai motor Grand Astrea bersama calon istrinya terkena hantaman angkot. Kisah kecelakaan pria berusia 41 tahun ini sendiri seakan menjadi cerita ‘urban legend’ di kalangan Bobotoh dan banyak versi yang beredar.

Nyanyang pun akhirnya angkat bicara mengenai kronologis insiden yang terjadi dan apa yang dialami olehnya ketika kecelakaan itu. Menurutnya peristiwa itu murni sebagai musibah karena dirinya tidak dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Dirinya juga membantah jika kejadian itu diakibatkan cara berkendara yang ugal-ugalan.

“Mungkin itu yang selama ini saya pendam sakit hati saya untuk Persib maupun diri saya pribadi. Masalah musibah itu, mungkin karena persepsi orang, kalau kata orang Sunda mah baong karena suka minum-minum. Sedangkan yang saya rasakan, semenjak masuk Persib itu saya bener-bener atlet lah dan ikuti prosedur seorang atlet saya ikutin. Semenjak saya denger kata orang ‘Nyanyang mah orangnya begini, Nyanyang mah orangnya gitu’ dan yang saya alamin waktu kecelakaan itu ga bener semua,” ujarnya bercerita.

“Kejadiannya hari Jumat, jam 12 kurang seperempat di (jalan) Pahlawan. Bukan kemauan sih ya, sama angkot lagi kejadiannya. Yang sangat diberatkan itu banyak yang bilang saya lagi mabuk terus ngejalanin motornya seperti pembalap. Padahal itu orang ngejalanin motor (pelan) baru jalan, cuma karena jalannya kecil sedangkan posisi di tengah dan posisi dari arah berlawanan angkot tersebut mau nyalip kebetulan ada saya, dan terjadilah musibah itu,” beber dia.

Kecelakaan ini juga turut dialami oleh kekasihnya yang akhirnya kini menjadi istri dari Nyayang. Saat itu kondisinya istrinya mengalami patah kaki. “Dan itu lah, bisa saya jelaskan bahwa saya tidak dalam kondisi mabuk, tidak keadaan ngejalanin motor seperti pembalap dan saya dalam kondisi happy lah sama calon istri, kalau sekarang sudah bener-bener jadi istri. Itu lah mungkin berkah dari musibah. Tabrakannya berdua sama calon istri,” ujarnya.

Dua kesempatan bersinar bersama Persib didapat oleh Nyanyang, tapi tidak ada yang membuatnya sukses membuktikan prediksi banyak orang bahwa dia mampu menjadi tumpuan tim mendulang gol di lini depan. Kecelakaan membuatnya harus tumbang di Bandung. Karirnya untuk menjadi pesepakbola juga lantas menjadi pertanyaan besar.

Ditulis oleh Mochamad “Anki” Syaban, jurnalis Simamaung, berakun Twitter @Ankisyaban dan Instagram @anki_syaban

Advertisement
Mangga Komentar di Dieu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Kemungkinan Persib Terapkan Rotasi Saat Hadapi Persebaya

Avatar photo

Published

on


Kebijakan rotasi mungkin dilakukan Luis Milla saat Maung Bandung tampil besok. Sebelumnya ada dua pemain, Abdul Aziz dan Teja Paku Alam yang ditarik keluar lapangan usai mendapat perawatan dari tim medis. Meski mereka disebut tidak mengalami cedera, tapi kemungkinan akan disimpan oleh sang pelatih.

Pelatih kepala Maung Bandung ini menyebut bahwa timnya mempunyai kedalaman tim yang mumpuni. Ketika ada pemain yang kondisinya tidak prima, mereka akan diistirahatkan lebih dulu. Menurutnya yang menjadi prioritas untuk turun berlaga adalah pemain yang dalam kondisi seratus persen.

“Tidak ada masalah. Kami masih memiliki beberapa pemain lainnya jika ada pemain yang tidak bisa tampil. Ketika terjadi masalah ketika ada pemain cedera, atau kondisi pemain itu tidak seratus persen maka kemungkinan tidak akan bermain,” ujar Luis Milla dalam jumpa pers jelang laga.

Apalagi saat ini situasinya liga dimainkan dalam sistem bubble dan jadwal yang berlaku begitu padat. Jeda antar laga sangat pendek dan tentunya tidak ideal bagi pemain melakukan recovery. Ketika ada pemain yang staminanya belum pulih, maka Milla bisa saja memainkan pemain yang lain.

“Kami berbicara dengan setiap pemain dan bertanya apakah mereka kelelahan atau tidak pasca pertandingan menghadapi Kediri. Karena kami hanya memiliki waktu tiga hari untuk recovery dan kemungkinan ada perubahan untuk laga ini,” tandas pria yang pernah membela Barcelona dan Real Madrid tersebut.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Tanpa Pemain Timnas, Milla Tegaskan Timnya Tidak Goyah

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung dipastikan tidak turun dengan kekuatan penuhnya saat menghadapi Persebaya. Marc Klok, Rachmat Irianto dan Ricky Kambuaya absen karena masih bergabung dalam pemusatan timnas untuk Piala AFF 2022. Tapi bagi Luis Milla, ini tidak menempatkan timnya dalam situasi yang dirugikan.

Menurutnya Persebaya juga dalam kondisi yang sama sebab ada pemain pentingnya yang dipanggil timnas. Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan sama-sama diminta Shin Tae-yong mengikuti TC di Bali. Karena itu, Milla menyebut kedua kesebelasan saat ini dalam kondisi yang sama.

“Menurut saya kedua tim memiliki masalah yang sama karena pemain pilarnya dipanggil ke tim nasional. Ini merupakan masalah yang besar tapi bagi kami, masalah ini sudah bisa diatasi. Persebaya juga pastinya mengalami masalah yang sama,” jelas Milla dalam jumpa pers jelang laga, Jumat (9/12).

Dengan komposisi pemain yang ada, pelatih 56 tahun ini menyebut dia tetap percaya diri. Menurutnya semua pemain yang menjadi bagian dari tim Persib punya peran penting. Artinya mereka bisa diandalkan ketika para amunisi inti harus absen bermain. Terbukti pada laga melawan Persik, Maung Bandung bisa tetap tampil ganas.

“Tapi saya percaya penuh kepada semua pemain di tim dan menurut saya, mereka semuanya penting. Kekuatan dari tim ini juga adalah kekompakan setiap pemain, memang ketiga pemain itu penting tapi untuk saat ini itu tidak menjadi masalah,” tutup Luis Milla.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Persib Dipastikan Siap Tempur Meski Recovery Tidak Ideal

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung sudah siap bertarung memperebutkan tiga poin di laga kontra Persebaya. Laga pekan ke 13 ini akan diselenggarakan di Stadion jatidiri, Semarang, Sabtu (10/12) besok. Meski waktu recovery tidak ideal, tetapi Luis Milla menegaskan timnya akan tampil dengan maksimal.

Sebelumnya Persib baru bertanding melawan Persik Kediri pada Rabu (7/12) lalu. Artinya jarak antar pertandingan hanya tiga hari dan tentu tidak ideal bagi para pemain memulihkan kondisi. Tapi situasinya saat ini memang tiap tim harus memainkan jadwal padat di sisa putaran pertama.

“Kami sudah siap untuk bertanding besok. Kami punya cukup waktu dalam hal ini untuk bertanding, meski jarak antar laga hanya tiga hari setelah menang melawan Kediri. Kami hanya memiliki waktu tiga hari recovery untuk menghadapi Persebaya tapi memang sepeti ini situasinya.” ujar Milla ketika menghadiri jumpa pers jelang laga.

Menurutnya meski kondisi stamina belum terisi penuh tapi pemain muda sikap yang bagus. Mereka tetap menatap laga dengan serius dan punya motivasi yang besar untuk meraih kemenangan. Menurut Luis Milla ini adalah modal berharga untuk menjaga tren positif dan mendongkrak posisi tim di papan klasemen.

“Kami punya mentalitas yang positif, pasca mendapatkan hasil bagus beberapa hari lalu. Saya rasa tim mempunyai keseriusan untuk menghadapi laga ini, dan tim ini juga mempunyai sikap yang bagus menatap pertandingan,” tutup pelatih asal Spanyol tersebut.

Lanjut Membaca

Trending