Connect with us

Berita Persib

Manajemen Akui Negosiasi Rekrut Farshad Berjalan Alot

Published

on

Konpers “Dukung dari Rumah”, Selasa 16 Maret 2021. Foto: Dok. Persib Bandung

Kapten tim nasional Afghanistan, Farshad Noor sudah resmi menjadi rekrutan terbaru Persib. Gelandang yang mengawali karir bersama PSV Eindhoven tersebut diplot sebagai sosok vital di lini tengah. Sebelumnya, Farshad berstatus bebas transfer karena dilepas Nea Salamis pada 2020 lalu.

Direktur Persib, Teddy Tjahjono menyebut pemain keturunan Belanda ini dikontrak dengan durasi satu tahun, plus opsi perpanjangan satu tahun. “Kontraknya 1+1. Kalau kontrak pasti setahun. Kita lihat selama di Piala Menpora seperti apa,” ujar dia ketika diwawancara, Minggu (21/3).

Piala Menpora 2021 sendiri akan menjadi ajang bagi Farshad unjuk kemampuan. Mungkin saja di turnamen pramusim tersebut penampilannya mengecewakan. Tapi mengenai kemungkinan sang pemain dilepas seusai Piala Menpora, Teddy enggan berbicara banyak.

Menurutnya yang pasti pemain berusia 26 tahun ini bermain untuk Persib di Piala Menpora dengan mengantongi kontrak. “Ya ga tahu nanti kita bicara setelah kita lihat di Piala Menpora. Tapi kita kontrak,” jelas pria berkacamata ini.

Rekam jejak Farshad memang terbilang ciamik karena sempat bermain di kompetisi kasta tertinggi Belanda bersama Roda JC. Untuk merayu sang pemain mau tampil di liga Indonesia, peran Robert Rene Alberts menurutnya cukup besar. Lantaran ada kesamaan latar belakang yaitu sama-sama dari Belanda.

Farshad sendiri meski berpaspor Afghanistan namun dirinya punya keturunan Belanda juga. “Meyakinkannya itu mungkin karena dia ada komunikasi sama Robert. Jadi bisa meyakinkan bahwa sepakbola di Indonesia seperti apa,” lanjut Teddy.

Teddy mengatakan, Farshad belum langsung bergabung dengan tim. Dia baru bisa merapat sekitar beberapa hari ke depan dan menyusul rombongan awak Maung Bandung yang sudah lebih dulu bertolak ke Sleman. “Baru minggu depan, 6-7 hari lah. Nyusul ke Sleman,” tutur dia.

Diakui oleh Teddy bahwa proses negosiasi berjalan rumit. Salah satunya adalah sulit untuk meyakinkan yang gelandang mau bermain di Indonesia. “Ya cukup lama (negosiasi), cukup lamanya itu karena buat meyakinkan bisa main disini. Bukan berarti (kendala) harga kontrak dan lain-lain,” jelasnya.

Kehadiran gelandang enerjik ini untuk menambal kepergian Omid Nazari pun merupakan rekomendasi dari pelatih kepala. “Robert, sama kaya pemain lain. Semua hal yang berkaitan dengan teknis datang dari tim kepelatihan, kami manajemen hanya melakukan tindak lanjut atas rekomendasi mereka,” tukasnya.

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Joehdi_bgr

    21/03/2021 at 18:45

    Semoga lbh bagus dari Omid,cpat adaptasi dan jd ikon baru Persib

  2. Mamang Djaja Mihardja

    22/03/2021 at 07:51

    naha meni hararese, liga afganistan leuwih alus batan liga indo kitu? mamang mah kakara ngadenge aya pamaen afganistan nu maen di indo… mudah mudahan klop lah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Pandangan Komisaris Persib Soal Liga 1 Dilanjutkan dengan Sistem Bubble

Avatar photo

Published

on


Sudah dua bulan Kompetisi Liga 1 2022-2023 terhenti sejak 2 Oktober lalu akibat dampak insiden Kanjuruhan. Angin segar kelanjutan liga muncul akan kembali kick-off 2 Desember, namun kemungkinan urung setelah rapat koordinasi antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan Polri beberapa waktu lalu tak menemukan kata sepakat.

Komisaris Persib Umuh Muchtar sudah memprediksi lanjutan Liga 1 2022-2023 akan sulit terlaksana selama Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI belum digelar. KLB sendiri baru bisa akan dilaksanakan pada Februari 2023 sesuai arahan dari FIFA.

“Apa kata saya benar saya sudah pernah ngomong tidak akan, karena belum jelas walau sudah dijadwalkan saya sudah ngomong belum kondusif. Makanya sekarang lebih baik KLB dulu setelah KLB baru dibentuk lagi yang jelas,” tanggap Umuh.

PSSI dan PT LIB merancang pertandingan lanjutan Liga 1 2022-2023 dilaksanakan dengan sistem bubble terpusat di Jawa Tengah tanpa penonton. Ada empat stadion ditunjuk, yakni Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Jatidiri Semarang, Stadion Moch Soebroto Magelang, dan Stadion Sultan Agung Bantul. Umuh punya pandangan tersendiri akan rencana tersebut.

“Sekarang katanya tanpa penonton terpusat di satu tempat (bubble) sudah tidak bagus lebih baik selesaikan dulu jangan terburu-buru. Memang jadinya terlalu lama. Terlalu lama tapi kalau dipaksakan juga seperti ini,” opini Umuh.

Situasi penghentian liga diakui tak hanya merugikan Persib namun juga berdampak kepada seluruh klub. Ia berharap pihak berwenang tegas segera menyelesaikan kasus insiden Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa meninggal karena gas air mata yang dilontarkan aparat kepolisian.

“Semua rugi bukan hanya Persib semua terpukul dengan kejadian seperti ini. Sudah terlalu lama (kasus berlarut-larut),” sebut Umuh.

Lanjut Membaca

Berita Persib

TC Bareng Timnas di Luar Negeri, Robi Petik Pelajaran

Avatar photo

Published

on


Agenda pemusatan latihan dilakukan Robi Darwis bersama timnas U-20 selama sekitar dua bulan. Dua negara yaitu Turki dan Spanyol didatangi oleh gelandang Persib ini bersama Garuda Muda. Kegiatan ini berakhir pada akhir pekan lalu dan sang pemain kini sudah tiba di Indonesia.

Beragam agenda uji coba dilakoni Indonesia U-20 selama agenda pemusatan latihan ini. Hasil yang didapat skuat asuhan Shin Tae-yong juga beragam terutama saat menetap di Turki. Sedangkan ketika berada di Spanyol, hasil yang didapat kurang baik karena mencatatkan tiga kekalahan serta satu hasil imbang.

Robi Darwis pun mengatakan bahwa banyak pelajaran yang didapatkan dari pemusatan latihan kali ini. Terutama saat harus bertanding menghadapi lawan-lawan dengan kualitas dan postur tubuh yang lebih unggul. Meski kalah, tapi setidaknya ada hal positif yang bisa didapatnya.

“Tentunya pengalaman sangat berharga banget, karena kita ketemu lawan yang jauh levelnya dari kita. Tentunya kita mendapat pelajaran yang sangat berharga,” kata pemain jebolan Diklat Persib ini saat diwawancara oleh wartawan usai latihan di Stadion Sidolig, Kamis (1/12).

“Baik itu dari cara bermain, menghadapi situasi lawan-lawan yang lebih tinggi dari kita gimana. Sama mungkin pengalaman mereka memang lebih baik sih dan kita bisa mengambil pelajaran dari mereka,” lanjut pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini.

Agenda pemusatan latihan timnas U-20 sendiri dilakukan sebagai persiapan jelang Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-20 yang digelar tahun 2023. Namun ditanya soal agenda TC berikutnya, dia belum mendapat kabar kapan dikumpulkan lagi. “Untuk TC timnas berikutnya belum tahu,” tandas Robi.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Pemain Persib Kunjungi Korban Gempa di Cianjur Besok

Avatar photo

Published

on


Perwakilan pemain Persib akan mengunjungi korban gempa Cianjur, Jumat (2/12) besok. Salah satu pemain yang akan pergi adalah Robi Darwis yang juga merupakan pesepakbola asal Cianjur. Dia menyebut agenda tersebut akan dilakukan besok pagi sebelum tim menggelar agenda latihan.

“Iya ada kunjungan besok pagi, pergi dari sini subuh paling. Dan sorenya kan kita ada latihan lagi, jadi kemungkinan kita pulang pergi,” kata gelandang bertahan berusia 19 tahun tersebut saat diwawancara, Kamis (1/12) sore.

Kabupaten Cianjur dilanda gempa berkekuatan magnitudo 5,6 dan menewaskan lebih dari 200 korban jiwa. Selain itu ratusan orang mengalami luka-luka dan ribuan rumah pun hancur. Doa dan harapan pun dipanjatkan pemain yang juga gabung tim nasional U-20 tersebut.

“Tentunya berdoa semoga Cianjur bisa lekas membaik lagi dan yang ditinggalkan oleh keluarganya ditabahkan lagi, semoga Cianjur lebih kuat dan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya,” terang pemain yang musim ini dipromosikan gabung tim senior Persib.

Sebagai pemain yang berasal dari Cianjur, dia menyebut rumahnya di sana baik-baik saja. Namun ada tetangganya yang cukup terdampak dari gempa ini. “Lumayan (jauh) sih tapi di sekitar rumah Robi juga ada yang kena juga sih. Tapi yang lebih parahnya di Cianjur kotanya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Trending