Mamic Dapat Satu Pengalaman Pahit
Sunday, 15 January 2012 | 17:24Kekalahan Persib Bandung atas Mitra Kukar, Sabtu malam kemarin, menjadi satu pengalaman pahit bagi coach Drago Mamic. Mamic menilai permainan anak asuhnya pada awal babak kedua sama baiknya dengan babak pertama. Hanya saja banyak keputusan wasit yang merugikan, sehingga mengusik emosi para punggawa Persib.
“Kita bermain sangat bagus di babak pertama. Kita pun memulai babak kedua dengan sama baiknya, hanya saja wasit sepanjang pertandingan banyak memberikan penilaian salah di lapangan. Ini membuat kita sulit untuk tetap berada dalam kontrol yang baik. Kita sudah coba untuk berhenti berpikir mengenai keputusan wasit, tapi yang terjadi demikian. Ini sepak bola. Ini satu pengalaman pahit bagi saya,” ujar Mamic usai memandu anak asuhnya latihan di Stadion Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu pagi.
Amarah Mamic terhadap kepemimpinan wasit membuatnya enggan menghadiri konferensi pers usai pertandingan. Mamic khawatir jika dia melancarkan kritik tajam terhadap wasit, justru dirinyalah yang akan mendapat hukuman.
Keputusan-keputusan wasit yang merugikan, membuat emosi para pemain Persib tidak terkendali. Imbasnya pada menurunnya konsentrasi pemain di lapangan. Jika sudah demikian, Mamic pun tidak dapat berbuat banyak, karena itu merupakan reaksi alami manusia.
“Kamu tidak bisa mengontrol itu (emosi pemain). Itu adalah reaksi refleks. Kamu mungkin saja bisa mempersiapkan hal itu, tapi jika ada yang menyinggung hati, itu tidak bisa terkontrol,” kata Mamic.
“Kita adalah tim yang paling fair play di kompetisi ini. Kita tidak punya kartu merah. Dan mungkin hanya ada 5 pelanggaran dalam satu pertandingan. Akan menjadi pertandingan sulit jika wasit menjadi lawanmu. Karena bukan hanya satu keputusan (yang merugikan), tapi hampir sepanjang pertandingan,” lanjutnya.
Pada laga tandang ketiga Persib ini, Mamic mengaku tidak ada perubahan taktik maupun strategi dari babak satu maupun babak dua. Taktik ini sama seperti yang diterapkannya saat Persib menjamu PSMS Medan pada laga kandang terakhir. Kala itu Persib menang 3-1.
“Kamu bisa lihat kita bermain bagus di babak pertama. Ini taktik yang sama (di babak kedua). Seperti saat lawan PSMS, babak satu tidak terlalu bagus. Lalu saya tidak mengubah apapun, tidak mengganti pemain. Dan di babak kedua bermain bagus. Ya kadang-kadang taktik menjadi tidak terlalu penting,” papar Mamic.
Pertandingan selanjutnya, Persib akan melawat ke Stadion Sempaja melawan Persisam Samarinda, Selasa 17 Januari. Tim Persib bertekad akan melupakan kejadian pada pertandingan terdahulu dan berusaha memberikan yang terbaik pada laga berikutnya. Mamic pun berharap laga tandang kedua dari tur Kalimantan ini, bisa dipimpin oleh wasit yang lebih baik.

Kekalahan Persib Bandung atas Mitra Kukar, Sabtu malam kemarin, menjadi satu pengalaman pahit bagi coach Drago Mamic. Mamic menilai permainan anak asuhnya pada awal babak kedua sama baiknya dengan babak pertama. Hanya saja banyak keputusan wasit yang merugikan, sehingga mengusik emosi para punggawa Persib.
“Kita bermain sangat bagus di babak pertama. Kita pun memulai babak kedua dengan sama baiknya, hanya saja wasit sepanjang pertandingan banyak memberikan penilaian salah di lapangan. Ini membuat kita sulit untuk tetap berada dalam kontrol yang baik. Kita sudah coba untuk berhenti berpikir mengenai keputusan wasit, tapi yang terjadi demikian. Ini sepak bola. Ini satu pengalaman pahit bagi saya,” ujar Mamic usai memandu anak asuhnya latihan di Stadion Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu pagi.
Amarah Mamic terhadap kepemimpinan wasit membuatnya enggan menghadiri konferensi pers usai pertandingan. Mamic khawatir jika dia melancarkan kritik tajam terhadap wasit, justru dirinyalah yang akan mendapat hukuman.
Keputusan-keputusan wasit yang merugikan, membuat emosi para pemain Persib tidak terkendali. Imbasnya pada menurunnya konsentrasi pemain di lapangan. Jika sudah demikian, Mamic pun tidak dapat berbuat banyak, karena itu merupakan reaksi alami manusia.
“Kamu tidak bisa mengontrol itu (emosi pemain). Itu adalah reaksi refleks. Kamu mungkin saja bisa mempersiapkan hal itu, tapi jika ada yang menyinggung hati, itu tidak bisa terkontrol,” kata Mamic.
“Kita adalah tim yang paling fair play di kompetisi ini. Kita tidak punya kartu merah. Dan mungkin hanya ada 5 pelanggaran dalam satu pertandingan. Akan menjadi pertandingan sulit jika wasit menjadi lawanmu. Karena bukan hanya satu keputusan (yang merugikan), tapi hampir sepanjang pertandingan,” lanjutnya.
Pada laga tandang ketiga Persib ini, Mamic mengaku tidak ada perubahan taktik maupun strategi dari babak satu maupun babak dua. Taktik ini sama seperti yang diterapkannya saat Persib menjamu PSMS Medan pada laga kandang terakhir. Kala itu Persib menang 3-1.
“Kamu bisa lihat kita bermain bagus di babak pertama. Ini taktik yang sama (di babak kedua). Seperti saat lawan PSMS, babak satu tidak terlalu bagus. Lalu saya tidak mengubah apapun, tidak mengganti pemain. Dan di babak kedua bermain bagus. Ya kadang-kadang taktik menjadi tidak terlalu penting,” papar Mamic.
Pertandingan selanjutnya, Persib akan melawat ke Stadion Sempaja melawan Persisam Samarinda, Selasa 17 Januari. Tim Persib bertekad akan melupakan kejadian pada pertandingan terdahulu dan berusaha memberikan yang terbaik pada laga berikutnya. Mamic pun berharap laga tandang kedua dari tur Kalimantan ini, bisa dipimpin oleh wasit yang lebih baik.

mendinq nyewa urang lah jang wasit mh
tos t heran kng mamic da di indonesia wasitna jiga kitu…. kuring oge ningalina gregeten, da jigana mun deket eta pangebut geus di baledog tah ku kuring
Biasa bah di isl mh wsitNa tkang mcul moal nyhoeun praturan spak bola. . .
dah ketularan manajemin abah mamic teh’ eleh nyalahkeun wasit, udah kalau gitupak umuh aja jadi wasitnya…pastimenang”
tos t heran kng mamic da di indonesia wasitna jiga kitu…. kuring oge ningalina gregeten, da jigana mun deket eta pangebut geus di baledog tah ku kuring
persib dikalahkan wasit…asisten wasit lulusan mana tidak mengerti yang namanya offside…tenang sib dimata saya anda tidak kalah…ngan dilicikan ku assisten wasit …koplok
tim sebesar mancester city pun tunduk atas keputusan wasit,,
Sekarang mah
Berbenah liat ke dlm….
Perbaiki kesalan…
mana katanya mau memperlihatkan sepakbola modern???
Ko ,ketika nyerang dari sayap,seolah-olah buntu tak ada kawan???
Gimna donk???
aduhhh kuymaha nya uih ken deiu cabanas siswanto hilton teras coacH NA KU JAHAR DEUI WEEE…KU JAHAR MAH BISA RUNERUP
Pokok na mah persin sampe mati