Connect with us

Berita Nasional

Liga 1 2022/2023 Dipastikan Kembali ke Format Lama

Published

on


Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan memastikan kompetisi Liga 1 2022/2023 akan digelar dalam format lama. Artinya setiap klub akan bertemu satu sama lain dengan baik di kandang maupun tandang. Rencananya juga pertandingan akan kembali dimainkan dengan menghadirkan suporter di tribun.

“Format Liga 1 kembali ke format lama, yaitu home-away. Dan sudah dilakukan manager meeting dengan pemilik klub kemudian yang diinginkan adalah adanya penonton,” terang Iriawan ketika diwawancara usai Kongres Biasa PSSI di Trans Luxury Hotel, Senin (30/5).

Di musim lalu liga digelar dengan format berbeda karena menyikapi situasi pandemi. Pertandingan digelar dengan sistem bubble yang artinya laga digelar terpusat di suatu daerah. Penonton juga tidak boleh hadir ke pertandingan. Kini pihaknya mengupayakan tribun bisa dihadiri penonton.

“Kalau kemarin tidak ada (penonton), tapi sekarang kita ajukan ke pemerintah dan menunggu berapa persen penonton bisa masuk stadion. Saya yakin bisa tetapi tunggu hasil rapat kordinasi dengan Kemenpora,” lanjut Iriawan.

Untuk Liga 2, kompetisi akan kembali dibagi menjadi dua wilayah. Ini berbeda dari musim lalu yang dibagi menjadi empat grup. Artinya setiap tim bisa bermain lebih banyak untuk musim 2022/2023. Hanya saja mengenai gelaran Piala Indonesia, PSSI belum memastikan kapan akan terselenggara lagi.

“Liga 2 normal dua wilayah seperti dulu sedangkan Piala Indonesia itu akan dikaji setelah Liga 1 berjalan nanti. Yang jelas sekarang penyesuaian dulu untuk Liga 1 dan 2 menggelar turnamen pramusim dengan penonton. Jadi semua regulasi yang akan diterapkan, percobaannya di turnamen pramusim,” tukasnya.

Advertisement
Mangga Komentar di Dieu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Nasional

Poin Penting Pembenahan yang Disodorkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Published

on

Insiden Kanjuruhan menewaskan ratusan korban jiwa adalah tragedi kemanusian, wajib menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama. Berdasarkan hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bentukan pemerintah, beberapa pihak harus ikut bertanggung jawab atas segala kelalaian yang terjadi.

Kanjuruhan menjadi tempat pembantaian suporter setelah polisi meletupkan gas air mata. Adalah suatu bentuk kesalahan standard operating procedure (SOP) jika mengacu kepada statuta FIFA. Atas insiden tersebut seluruh pihak harus mengevaluasi diri berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan.

Dede Yusuf Macan Effendi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menilai saat ini adalah momentum yang tepat untuk seluruh klub melakukan pembenahan menyeluruh. Pembenahan terkait dengan penyelenggaraan pertandingan, sejatinya harus memenuhi hak-hak penonton yang datang ke stadion sesuai UU No 11 tahun 2022 tentang keolahragaan.

“Ini momentum untuk pembenahan terhadap adik-adik kita, karena wanita, familiy mereka berhak punya rasa aman, nyaman, dan selamat saat menonton ke stadion. Karena sepak bola itu adalah hiburan bukan kuburan,” kata Dede Yusuf dalam diskusi media dan aspirasi pada Sabtu (29/10/2022) di salah satu cafe di Jl Ir H Juanda.

Aspek-aspek yang harus dibenahi mulai dari manajemen penonton. Ia setuju dengan aspirasi yang muncul, jika saat ini tengah berproses pergeseran tipikal penonton tradisional ke penonton lebih modern.

Seperti yang terjadi di tengah-tengah suporter Persib Bandung, mereka yang mulai menerima mekanisme tiket online demi keamanan dan kenyamanan fans-nya di stadion saat menonton Persib. Sedemikian mekanisme dimodifikasi mengakali agar insiden meninggalnya bobotoh di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam laga pramusim Piala Presiden 2022 tidak terulang.

“Yang harus dibenahi mulai dari manajemen penonton, kedua standard operating procedure (SOP) yang harus diturunkan ke pemerintah, pelaksana pertandingan, dan keamanan,” paparnya.

Terakhir harus adanya verifikasi kepada stadion-stadion di Indonesia tentang kelayakannya menggelar pertandingan dengan skala tertentu. Dalam verifikasi ini bisa dilakukan oleh PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator dan dibantu Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diawasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Ini juga momentum meminta liga untuk evaluasi memverifikasi stadion-stadion bisa oleh PSSI, menteri PUPR, PSSI, atau PT liga sebagai penyelenggara dan Kemenpora,” papar Dede Yusuf.

Lanjut Membaca

Berita Nasional

PSSI Putuskan Percepat Pelaksanaan KLB

Published

on


Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI akhirnya akan ditempuh, setelah executive committee (Exco) PSSI melaksanakan emergency meeting oleh 12 anggota. Meeting tersebut dilakukan pada Jumat (28/10/2022) di Kantor PSSI, Jakarta, menimbang surat yang dikirim dua anggotanya Persebaya Surabaya dan Persis Solo soal KLB.

Dalam channel video streaming PSSI Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memutuskan percepatan Kongres Biasa melakukan pemilihan lewat mekanisme KLB. Sesuai pasal 34 ayat 2 statuta PSSI, tentang KLB. Sekurang-kurangnya 2/3 dari delegasi (Voters) yang mewakili anggota PSSI mengajukan permintaan secara tertulis.

“Memutuskan untuk mempercepat Kongres Biasa pemilihan melalui mekanisme Kongres Luar Biasa sesuai tahapan aturan organisasi,” kata Iriawan dalam channel Youtube PSSI.

Lebih lanjut Exco PSSI akan memulai tahapan verifikasi untuk melaksanakan KLB dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga bulan setelah proses verifikasi selesai.

Keputusan tersebut juga diambil karena PSSI dan Exco tidak ingin terjadi perpecahan diantara para anggota. Tahapan kongres akan dilakukan mulai dengan berkirim surat kepada FIFA pada Senin (31/10/2022).

“Exco PSSI tidak ingin terjadi perpecahan diantara para anggota dan karena Exco PSSI adalah mandataris yang dipilih oleh delegasi (voters) yang mewakili anggota PSSI,” ungkap Iriawan.

“Tahapan kongres luar biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan kongres. Surat pemberitahuan kepada FIFA akan kami sebar luaskan kepada rekan-rekan media pada Senin 31 Oktober 2022,” lanjutnya.

Iriawan berharap keputusan KLB tersebut bisa menjadi pertimbangan pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah untuk memberikan izin kembali diputarnya kompetisi.

“Kami berharap keputusan ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan kiranya dapat membantu diputarnya kembali Kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 yang selama ini menjadi nafas dan marwah sepak bola di tanah air,” harapnya.

Lanjut Membaca

Berita Nasional

Kondisi Marc Klok Setelah Absen di Laga Timnas Indonesia

Published

on


Marc Klok tampil spartan bersama Timnas Indonesia kala menghadapi Curacao dalam laga FIFA Match Day Sabtu (24/9/2022) lalu di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Sayang ia absen di laga kedua melawan tim yang sama pada Selasa (27/9/2022) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Klok dikabarkan mengalami sakit, mengalami tifus di hari pertandingan, namun hal itu langsung disanggah dokter tim Persib Rafi Ghani. Ia turut menceritakan bagaimana kronologi sampai Klok tak direkomendasikan tampil melawan Curacao oleh tim medis Timnas Indonesia.

“Ya Marc Klok memang seperti desas desus katanya tifus, ternyata enggak. Pada saat itu setelah makan siang, dia tidak ada masalah apa-apa. Terus ketemu tim ofisial di Timnas tidak ada apa-apa, pas dekat-dekat pertandingan ngerasa nyeri di bagian abdomen,” cerita Rafi.

Klok merasakan nyeri yang begitu hebat pada bagian perutnya. Hingga Klok harus merelakan laga kedua FIFA Match Day September terlewatkan begitu saja. “Bagian perutnya rasa nyerinya yang cukup hebat makanya dari dokter Tim Nasional, ofisial Tim Nasional, dan pelatih, Marc Klok tidak diturunkan pada saat itu,” terang Rafi.

Dari hasil pemeriksaan darah dan ultrasonografi atau USG, hasilnya dalam batas normal. Rafi berharap kondisi Klok terus membaik sampai hari pertandingan. Pada latihan Kamis (29/9/2022) pun pemain bernomor punggung 10 itu sudah mengikuti sesi secara penuh.

“Kami melakukan pemeriksaan penunjang dengan USG dan periksa darah dan lain-lain, Alhamdulillah hasilnya dalam batas batas normal. Jadi semoga juga bisa diturunkan pada saat lawan Persija. Jadi tim kesehatan memberikan rekomendasi bahwa Marc Klok bisa, namun masalah diturunkan atau enggaknya itu pelatih yang menentukan,” bebernya.

Lanjut Membaca

Trending