Connect with us

Breaking News

“Goyang Samba” Berakhir Nestapa Hilton Moreira

Published

on


Hilton Moreira merayakan gol bersama Gonzales saat melawan Persema, Bandung, 2010


Stadion Si Jalak Harupat bergemuruh, sorak sorai Bobotoh menggema ketika Hilton Moreira mencetak gol indah di laga melawan Persema. Proses gol yang apik dengan skill ala tarian samba lalu dituntaskan dengan eksekusi akrobatik mengoyak jala gawang lawan. Sayang, hanya beberapa menit berselang dia harus mengalami cedera parah yang memaksanya absen panjang.

Rabu, 17 Maret 2010, Persib Bandung menjamu Persema Malang dalam laga pekan ke-23 Liga Super Indonesia 2009/2010. Kemenangan lantas didapat oleh Maung Bandung dengan skor 4-0 dan bintang di pertandingan ini adalah Crsitian Gonzales dengan catatan hattrick. Namun yang lebih diingat dari partai ini justru satu gol lain yang dihasilkan Hilton Moreira.

Persib unggul lebih dulu di menit 25 dan Hilton menggandakan keungulan empat menit berselang. Prosesnya, dia melepas umpan daerah ke sisi kiri yang dikejar oleh Atep. Mendahului duel lari dengan Munhar, Atep melakukan crossing ke kotak penalti. Bola sebenarnya bisa dipetik di udara oleh kiper I Komang Putra, namun tangkapannya tidak lengket.

Bola lalu jatuh di kaki Hilton yang sudah masuk ke kotak 16. Menghadapi IKP yang berusaha menangkap bola lepas, dia dengan cerdik mengangkat bola ke udara untuk mengecoh kiper. Dalam posisi sulit dan membelakangi gawang, Hilton memilih melakukan tendangan salto. Gol pun tercipta dan 24 ribu pasang mata yang memadati tribun berdecak kagum melihat atraksi yang tersaji.

Diakui oleh Hilton, golnya ke gawang Laskar Ken Arok menjadi yang terindah dalam karirnya bersama Persib. Bukan perkara mudah untuk mengelabui kiper dengan gaya ‘Sombrero’ dan menuntaskannya lewat tendangan salto. Dari gol itu juga dia kini jadi masih sering mendapat pujian dari Bobotoh di akun instagram milikinya.

“Gol itu memang gol terindah karena sangat sulit, karena ada kiper dulu datang tapi saya bisa lewat kiper dan saya ambil keputusan cepat untuk bisa salto. Jadi gol itu pasti jadi gol terindah saya untuk Persib Bandung. Dan mungkin banyak orang kenal aku dari gol itu juga, karena selalu ada pesan di IG kalau itu gol indah, gol salto, gol Balik Bandung,” kata Hilton kepada Simamaung.

Gol seperti ini juga menurutnya sangat jarang dijumpai di pertandingan sepakbola. “Itu memang gol terbaik karena sangat sulit buat gol yang seperti itu. Tidak bisa di setiap pertandingan bisa lihat gol seperti itu. Jadi karena tingkat kesulitan bisa cetak gol ini, aku bilang ini gol terindah bersama Persib,” lanjut pemain kelahiran Sao Paulo, 27 Februari 1981 tersebut.

Mantan pemain Persipura ini juga menjelaskan kenapa dia memutuskan untuk mencoba melakukan finishing touch dengan tendangan salto. Itu karena situasi di lapangan mengharuskan dia berpikir dengan cepat sebelum mengambil keputusan. Dan jika memilih untuk menunggu bola turun dan mengontrolnya dulu itu terlalu lama, dia khawatir bek lawan sudah menutup ruang tembak.

“Mungkin itu situasi di lapangan kita harus ambil keputusan. Jadi waktu itu aku sudah lewat kiper dan aku keputusan harus coba ambil salto dulu, kalau mungkin aku coba kontrol dulu atau apa, mungkin ada stoper datang. Jadi itu tidak bisa dilatih, harus ambil keputusan di dalam pertandingan. Lebih ke naluri,” tutur dia.

Yang menarik dari gol ini bukan hanya penyelesaian akhir akrobatik. Namun dia mengelabui lawan lewat aksi yang dikenal dengan sombrero, skill yang kerap diperlihatkan pemain asal Brasil. Ronaldinho, Cafu, Robinho, Neymar dan banyak pemain besar lain dari negeri samba yang identik dengan ciri Jogo Bonito pernah melakukan itu di lapangan. Ternyata, teknik seperti itu memang sudah diasah pesepakbola di Brasil sejak usia dini.

Hilton mengecoh pemain Sriwijaya FC dalam turnamen Menpora Cup, Bandung, 2013

“Ini karena orang kita kalau sebagai pemain Brasil kita terkenal karena skill yang tinggi. Bukan semua pemain punya skill tinggi tapi hampir semua pemain Brasil itu punya kemampuan untuk itu. Jadi dari kecil kita mulai main bola itu, kalau mau permalukan lawan itu kita harus coba sombrero atau kolong (nutmeg) juga. Jadi kalau sudah usia 7-8 tahun itu sudah mulai latihan di Brasil sudah kita coba karena itu bisa mempermalukan lawan kita,” jelasnya.

Namun gol indahnya di laga ini harus dibayar mahal, karena di menit 37 Hilton harus ditarik keluar lantaran cedera. Ada benturan yang terjadi antara dirinya dengan bek Persema, Seme Pierre Patrick, hingga membuat pemain bernomor punggung 10 ini terkapar. Ada sobekan di dua ligamen lututnya dan memaksa sang pemain absen lama setelah naik meja bedah.

Hilton berhadapan dengan pemain Persema, Semme Pierre Patrick, Bandung, 2010

Padahal di musim 2009/2010 Hilton sedang on fire bersama Gonzales di lini depan Persib. Dia mencetak 10 gol dan itu bersaing dengan catatan El Loco di dalam tim. Persib juga dalam situasi sedang bersaing memperebutkan tahta juara. Tapi nasib berkata lain, sang pemain harus menepi lama karena pemulihan cederanya memang memakan waktu panjang dengan menjalani operasi di Brasil.

“Aku sedih karena momen waktu itu bersama Persib sedang jadi top scorer dan sedang berusaha bantu tim jadi juara. Tapi itu sudah terjadi, aku harus terima dengan baik karena aku punya prinsip manusia bisa berencana tapi Tuhan yang berkehendak. Jadi kalau Tuhan memang kasih seperti itu ya aku terima, tapi aku cari alternatif bagaimana bisa pulih dari cedera itu dan bisa main bola lagi,” ujarnya.

“Jadi aku ambil keputusan cepat, karena waktu itu sebelum bermain di Indonesia aku main di Palmeiras, tim besar di Brasil dan aku langsung hubungi dokter. Aku cerita semua tentang cedera itu dan dia bilang ‘kamu balik cepat ke Brasil dan kita operasi di sini supaya bisa main lagi’. Jadi aku cepat pulang ke Brasil. Setelah pertandingan itu cuma tiga hari aku sudah langsung pulang ke Brasil. Datang sore, besok paginya aku langsung naik meja operasi. Sampai tujuh bulan prosesnya untuk recovery,” kenangnya.

Musim Hilton pada Liga Indonesia 2009/2010 berakhir lebih cepat. Namun dia merasa beruntung karena pihak klub terutama manajer, Umuh Muchtar, masih membayar gajinya. Persib juga memberikan garansi satu tempat di tim jika Hilton sudah pulih dari cederanya. Meski dia hampir satu tahun absen, tapi Persib tetap merekrutnya untuk liga musim 2010/2011.

“Aku sangat hargai Pak Haji Umuh karena waktu itu aku masih punya kontrak. Dia bilang ‘kalau mau pulang ke Brasil, Persib tidak bisa bayar operasi di sana karena itu kamu ambil keputusan sendiri. Tapi gaji kamu tetap dibayar’. Jadi selama 8 bulan aku di Brasil, Pak Umuh tetap bayar gaji aku dan pas aku bilang sama dia sudah pulih total, bisa main bola lagi, dia langsung percaya sama aku,” katanya.

“Dia kasih aku kontrak satu tahun lagi. Jadi aku hargai Pak Haji Umuh karena percaya pulang ke Brasil, pulih cedera dan bisa bermain bola lagi. Jadi aku ucapkan terima kasih untuk Pak Haji Umuh dan seluruh tim medis yang kerja di Indonesia, tim Persib dan juga pelatih yang bisa kasih kesempatan lagi balik ke lapangan hijau,” pungkasnya.

Direkrut dari Deltras Sidoarjo pada musim 2008/2009, Hilton tercatat sebagai salah satu pemain asing yang awet bersama Persib. Dia bermain untuk 3,5 musim bersama Maung Bandung dengan catatan 81 kali bermain di pertandingan liga resmi dengan menorehkan 32 gol.

Ditulis oleh Mohamad Anki Syaban, jurnalis Simamaung, berakun Twitter @Ankisyaban dan Instagram @anki_syaban.

Advertisement
Mangga Komentar di Dieu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Dokter Tim Kabarkan Kondisi Abdul Aziz dan Beckham

Avatar photo

Published

on


Dua pemain Persib ditarik keluar usai mendapat perawatan dalam uji coba melawan Persikabo. Abdul Aziz dan Beckham Putra Nugraha diganti oleh pemain lain lantaran terlihat kesakitan. Dokter tim Maung Bandung, Rafi Ghani pun buka suara mengenai kondisi kedua gelandang tersebut.

Dia mengatakan memang Abdul Aziz sempat mendapat benturan di bagian kepalanya. Lalu sang pemain mengeluhkan adanya rasa berdengung di bagian telinga. Untuk itu, diputuskan sang pemain ditarik keluar untuk mendapat perawatan, dan setelah ditangani bisa segera membaik.

“Memang ada benturan beberapa kali di bagian kepalanya, kalau Aziz ditarik keluar karena ada rasa berdengung di bagian telinganya mungkin ada perbedaan tekanan, setelah ditarik saya observasi dalam beberapa menit dan mulai membaik,” ujar Rafi saat diwawancara, Selasa (29/11).

Dia juga mengatakan ada benturan yang dialami Beckham. Tetapi keputusan menggantinya lebih ke alasan keputusan taktikal pelatih, bukan karena cedera. “Beckham juga sama, kalau untuk Beckham ditarik memang dilakukan pergantian sama pelatih, memang seolah seperti cedera tapi tidak apa apa,” lanjutnya.

Rafi Ghani juga mengabarkan kondisi pemain lainnya yang ada di tim. Menurutnya hanya David Rumakiek yang sedang menjalani pemulihan pasca operasi ACL dan Teja Paku Alam yang sedang sakit. Teja sendiri tidak masuk ke rombongan tim saat bertamu ke Bogor hari Minggu (27/11) lalu.

“Tidak ada (yang cedera), selain yang masih pemulihan David Rumakiek dan satu lagi sakit, Teja Paku Alam dan yang lainnya di timnas,” ujar dia. Untuk pemain Persib yang absen sisanya adalah Marc Klok, Rachmat Irianto dan Rikcy Kambuaya karena ikut pemusatan latihan timnas.

Ditanya sampai kapan Teja harus menepi, dia belum bisa memastikan. Tapi tim medis Persib tentunya terus menjalin komunikasi dengan sang penjaga gawang. “Untuk Teja saya follow up terus dan hari ini masih ada gejala penyakitnya, jadi istirahat dulu. Mungkin beberapa hari ke depan kita lihat,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Usulan Persib vs Persija Digelar dengan Penonton

Avatar photo

Published

on


Lanjutan Liga 1 2022-2023 akan berlangsung dengan sistem bubble tanpa penonton, rencananya liga mulai diputar 2 Desember mendatang. Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono mengusulkan agar pertandingan Persib vs Persija Jakartatetap digelar dengan penonton.

Itu mengingat laga tersebut merupakan sisa pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, dimana kondisinya tiket pertandingan sudah terjual habis. Situasi itu turut dipahami operator Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), hingga pihaknya belum mencantumkan tiga pertandingan sisa di pekan ke-11 ke dalam draft jadwal lanjutan.

Tiga pertandingan yang dimaksud adalah Persib vs Persija, PSIS Semarang vs Bhayangkara FC, dan PS Barito Putera vs PSM Makassar. Ketiga laga tersebut harus ditunda pada hari pertandingan menyusul insiden maut di Kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa.

“Ini kan high risk match jadi kemudian ini partai tunda dimana kita sudah jual tiket, jadi sebisa mungkin tetap ada penonton. Nah dengan penonton bisanya dimana ya? nanti pada saat jelang putaran kedua,” papar Teddy.

Ya pertandingan Persib vs Persija direncanakan akan berlangsung setelah sistem bubble selesai dan sebelum putaran kedua dimulai. Andai laga Persib vs Persija tetap harus digelar tanpa penonton, maka Teddy meminta akan meminta keadilan.

“Misalnya tanpa penonton ya saya juga akan usul kalau, enggak ada penonton di pertandingan Persija vs Persib putaran kedua, itu harus tanpa penonton saya bilang supaya adil,” tanggap Teddy.

“Kami berusaha maksimal untuk pertandingan tunda Persib vs Persija bisa dilakukan dengan penonton dan itu sudah sejalan dengan apa yang diutarakan oleh Dirut PT LIB (Ferry Paulus),” ujar Teddy.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Jadwal Laga Persib vs Persija Tak Tercantum Dalam Draft, Ini Skenarionya

Avatar photo

Published

on


Lanjutan Kompetisi Liga 1 2022-2023 akan dimulai 2 Desember 2022, itu mengacu kepada draft jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada 18 kontestan. Sisa enam pertandingan pada putaran pertama akan dilaksanakan terpusat dengan sistem bubble di Jawa Tengah tanpa penonton.

Jika sesuai rencana, Persib akan memulai laga lanjutan melawan Persik Kediri (4/12/2022) di Stadion Maguwoharjo Sleman. Namun, tak ditemukan jadwal baru pertandingan Persib vs Persija yang diputuskan ditunda pada hari pertandingan 2 Oktober, atas dampak insiden Kanjuruhan.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono menerangkan, jika laga Persib vs Persija telah disetujui Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus untuk digelar setelah sistem bubble, sebelum putaran kedua dimulai.

Ia pula mengusulkan laga tersebut bisa digelar dengan penonton karena pihak Panpel telah menjual tiket sebelum putusan ditunda datang.

“Itu saya bilang bahwa saya usul Persib vs Persija dilakukan dengan penonton setelah bubble dan sebelum putaran kedua. Ferry (Paulus) sudah setuju tapi kan tetap harus ada persetujuan dari kepolisian dan lain-lain,” terang Teddy.

Bukan hanya pertandingan Persib vs Persija, namun laga PSIS vs Bhayangkara FC, dan PS Barito Putera vs PSM Makassar pun tak tercantum dalam draft jadwal lanjutan Liga 1 2022-2023. Ketiga laga tersebut direncanakan bakal digelar setelah bubble dan sebelum putaran kedua.

“Ini kan high risk match jadi kemudian ini partai tunda dimana kita sudah jual tiket, jadi sebisa mungkin tetap ada penonton. Nah dengan penonton bisanya dimana? Ya nanti pada saat jelang putaran kedua,” papar Teddy.

Lanjut Membaca

Trending