Connect with us

Olahraga Jawa Barat

Fisik Jadi Evaluasi Shooting Guard Prawira, Abraham Grahita

Published

on


Menyadari kekurangan di Kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) 2022 musim lalu, Abraham Damar Grahita shooting guard Prawira Bandung ingin mengevaluasi diri untuk perform lebih baik. Menurutnya, ketika tim memasuki babak playoff, fisik pemain cukup keteteran dalam beberapa gim menghadapi Dewa United Surabaya.

Ada beberapa faktor yang menjadi sebab, bisa jadi karena jeda yang terlalu lama antara fase reguler menuju babak playoff berjarak kurang lebih lima bulan. Mengingat saat itu situasi genting terjadi karena wabah Covid-19 merebak di Indonesia, hingga penundaan harus dilakukan.

“Jadi kan kemarin evaluasi di playoff terbukti bahwa fisik, terutama fisik masih kurang mumpuni. Mungkin ada jeda yang cukup lama antara kompetisi jadi mungkin salah satunya fisik itu kurang terbenahi,” ungkap Abraham.

Saat Prawira Bandung berkumpul kembali di bawah arahan pelatih David Singleton, peningkatan massa otot dan stamina menjadi fokus Abraham. “Jadi PR saya kemarin adalah meningkatkan massa otot dan meningkatkan fisik untuk bisa better, faster, stronger,” sebutnya.

Staf kepelatihan pun menyadari hal demikian. Prawira pun lalu mendatangkan pelatih fisik baru menatap musim baru 2023 yakni Bashir Ali Ismail. Ia akan membantu Singleton memantapkan kondisi/performa Abraham dan kolega.

“Liga (IBL) akan dimulai Januari kami lakukan persiapan termasuk pelatih fisik baru, itu sebagai persiapan untuk memberikan kinerja lebih baik untuk tim,” kata Teddy Tjahjono selaku Direktur Utama Prawira.

Fokus Prawira saat ini sudah menuju Indonesia Cup 2022 yang akan diselenggarakan di Sritex Arena, Solo mulai 4-13 November. Prawira tergabung di Pool D bersama Bumi Borneo Pontianak, West Bandits Combiphar Solo, dan Tangerang Hawks Basketball.

Advertisement
Mangga Komentar di Dieu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Olahraga Jawa Barat

Duel X Sukses Digelar, 5 Fighter Terpilih Ikut One Pride

Avatar photo

Published

on


Event Duel X (sepuluh) sudah selesai digelar pada Minggu (4/12) kemarin di Gor Pajajaran. Sebanyak 92 atlet amatir dan 20 atlet profesional bertanding pada ajang bela diri yang diselenggarakan Bandung Fighting Club (BFC). Edwin Senjaya selaku Ketua BFC pun senang acara terselenggara dengan lancar.

Untuk sepuluh partai profesional, enam di antaranya bisa dimenangkan oleh fighter dari BFC seperti Yudi Cahyadi, Reksa, Selvi, Sandi, Iman dan Dede. Sedangkan pada empat partai lainnya dimenangkan Exel (Satria Negara), Fatkur Rozi (House of Wolves), Eko dan Ulumudin (GDFC).

“Alhamdulillah kita bersyukur acara ini berlangsung dengan lancar, dan yang terpenting tidak ada hal-hal yang tidak kita harapkan. Seperti anggap saja atlet yang mengalami cedera parah. Dari 46 partai amatir serta ada 10 partai profesional semua bisa diselesaikan dengan baik,” terang Edwin ketika diwawancara usai acara.

Dirinya juga bisa tersenyum lebar karena atlet yang ikut serta di ajang ini bisa menampilkan aksi terbaik. Edwin melihat banyak petarung yang punya potensi untuk menjadi atlet andalan di kejuaraan antar daerah hingga mewakili Indonesia di pentas mancanegara.

“Dan saya melihat, dari penampilan atlet-atlet ini ada beberapa yang bisa menunjukan kualitas yang sangat baik. Insya Allah ke depannya mereka bisa menjadi atlet-atlet andalan, tidak hanya untuk klubnya atau untuk camp-nya, tapi juga untuk daerahnya bahkan Indonesia di pentas internasional,” ujarnya.

Dari gelaran Duel X ini juga terpilih lima fighter yang berkesempatan tampil di arena One Pride. Menurutnya nama yang terpilih tentunya layak karena dipantau oleh orang-orang yang kompeten.

“Tadi kan ada tim wasit, juri, dari FB Pro Indonesia juga sudah menilai, menganalisis dan mengevaluasi lima orang atlet yang Insya Allah bisa langsung diterjunkan di One Pride, tapi tentu dengan persyaratan yang diberikan oleh One Pride,” terang Edwin yang juga merupakan Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung tersebut.

Untuk ke depannya, Edwin ingin terus event Duel ini bisa terus berjalan. Untuk Duel 11, rencananya pertarung dari luar negeri akan didatangkan untuk berpartisipasi dengan bertarung melawan fighter lokal. Dia berharap situasinya bisa mendukung rencana yang sudah dirancang ini.

“Saya Insya Allah untuk Duel 11 kita akan mengundang lagi fighter dari luar. Mudah-mudahan tahun depan sudah engga ada kasus-kasus covid lagi, karena selama ini kan kita terkendala sama itu. Insya Allah tahun depan sudah bisa mengundang lagi lah fighter dari luar. Kita aduin sama fighter-fighter kita,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Olahraga Jawa Barat

Target Ketua Umum Baru Pengprov PDBI Jabar di PON XXI

Avatar photo

Published

on


Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Barat menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Hotel Horison Bandung, Minggu (4/12). Dalam Musprov ini Brigjend Pol (Purn) Drs H Budi Setiawan MM terpilih sebagai Ketua Umum untuk masa 2022-2026.

Budi Setiawan terpilih secara aklamasi oleh 19 pengcab PDBI kabupaten/kota. Dia pun punya tekad untuk membawa PDBI Jawa Barat supaya lebih baik ke depannya. Salah satu target yang diusungnya adalah melampaui prestasi medali emas PON XIX/2016 pada PON XXI/2024 di Sumatera Utara.

Sebelumnya di PON Jawa Barat enam tahun lalu, Jawa Barat yang menjadi tuan rumah sukses meraih lima medali emas. Sedangkan di PON XX/2021 di Papua, cabang olahraga drum band memang tidak dipertandingkan. Dan untuk gelaran PON berikutnya, cabor ini akan kembali dipertandingkan.

“Saya sangat bangga mendapat kehormatan dan kepercayaan dari Pengcab-Pengcab PDBI kabupaten/kota untuk memimpin organisasi PDBI Jabar empat tahun ke depan,” terang Budi ketika diwawancara usai agenda Musprov PDBI Jabar 2022 di Hotel Horison, Minggu (4/12).

“Untuk PON XXI tahun 2024 mendatang di Sumut, cabor drum band akan kembali dipertandingkan. Target saya, ingin melampaui perolehan medali emas PON XIX tahun 2016 lalu. Lebih dari lima emas atau minimal menyamai,” kata Budi melanjutkan.

Upaya untuk mewujudkan misi tersebut, Budi mengirimkan atletnya ke Kejuaraan Nasional (kejurnas) drum band di Madiun, Jatim, 5-15 Desember 2022. Kejurnas ini sendiri merupakan ajang meraih tiket untuk bisa berlaga di babak kualifikasi dan mengantongi kuota bertarung di PON XXI.

Menurutnya ini jadi rintangan yang harus dilalui setelah menjabat sabagai ketum PDBI Jabar. “Ini jadi tantangan awal saya sebagai Ketua terpilih PDBI Jabar dan kita akan support perjuangan atlet di Madiun. Kita pun berhara KONI Jabar bisa memberikan dukungan maksimal,” Budi menuturkan.

PDBI Jabar sendiri sejauh ini baru membawahi 19 kota/ kabupaten. Untuk mendukung pencapaian target prestasi, salah satu upayanya adalah menambah jumlah pengcab PDBI dan diusahakan bisa hadir di 27 kabupaten/kota di Jabar. “Kita harap dukungan dari Gubernur Jabar, Wali Kota dan Bupati hingga jajaran legislatif. Terutama dari dukungan anggarannya,” ujarnya.

Budi juga menegaskan ingin mengisi jajaran kepengurusan dia dengan orang-orang yang berkompeten. “Pengurus ini tidak asal pilih, tapi diisi personil yang benar-benar capable. Saya yakin orang-orang yang masuk dalam jajaran kepengurusan ini orang-orang terbaik,” tukas Budi.

Lanjut Membaca

Olahraga Jawa Barat

Ajang Beladiri Duel X Akan Digelar, Diikuti Enam Atlet Pelatnas Bokator

Avatar photo

Published

on


Ajang bela diri tarung bebas, Duel X (sepuluh) akan kembali digelar di Kota Bandung. Gelaran yang diinisiasi klub bela diri Bandung Fighter Club (BFC) akan digelar di GOR Pajajaran, Minggu (4/12) besok. Ada 92 atlet amatir dan 20 atlet profesional yang ikut ambil bagian di event ini.

Dalam Duel X ini, ada dua nomor yang dipertandingkan. Yang pertama adalah nomor pencak silat bebas Indonesia yang digelar pada nomor amatir dan profesional. Satu nomor lainnya adalah MMA profesional. Edwin Senjaya selaku Ketua BFC menjelaskan alasan diselenggarakannya event Duel edisi kesepuluh ini dan leboh fokus pada pencak silat bebas.

“Kita memang mau mengembangkan selain bela diri MMA yang sudah dikenal, kita juga ingin mengangkat warisan seni budaya dari kita sendiri yaitu pencak silat yang selama ini lebih diketahui sebagai seni tradisi dan pertandingan diselenggarakan secara amatir, kini kita selenggarakan secara profesional,” ujar Edwin Senjaya saat diwawancara oleh wartawan di Hotel D’rain, Sabtu (3/12).

Dia berharap dengan diadakannya event ini, pencak silat bisa mengikuti karate, kick boxing, wushu sanda dan sambo yang digelar baik secara amatir maupun profesional. Selain itu, Edwin menyebut bahwa ini adalah upaya supaya pencak silat bisa dikenal lebih luas.

“Tujuannya apa, supaya pencak silat ini betul-betul bisa dikenal luas dan masuk ke arena pertarungan bebas. Karena apa, karena cabor yang lainnya sudah melakukan itu semua. Jadi para atlet kita dari berbagai perguruan, sasana bisa ikut terjun di pencak silat bebas profesional ini,” tutur dia.

Ajang Duel X ini juga akan diikuti oleh petarung dari BFC yang juga tergabung di pelatnas cabor bokator. Ini adalah cabang olahraga bela diri yang berasal dari Kamboja dan akan pertama kali dipertandingan di SEA Games 2023 nanti.

“Kebetulan juga atlet-atlet kami dari BFC yang tampil di Duel X ini mereka adalah atlet-atlet dari pelatnas SEA Games bokator. Jadi Indonesia sedang mempersiapkan atlet-atlet yang akan tampil di SEA Games nanti untuk turun di cabang bela diri bokator,” tutur Edwin.

“Kita berharap, event ini bisa digunakan untuk mengasah kemampuan mereka menghadapi SEA Games 2023. Dari BFC yang masuk ke pelatnas itu kalau tidak salah ada enam. Yudi, Selvi, Kamal, Ade Permana, Dede, Miftahul Jannah, Semua ada enam,” lanjut dia.

Lebih lanjut, lima petarung terbaik dari Duel X mendapat kesempatan untuk tampil di ajang One Pride. Dikatakan oleh Edwin bahwa memang sudah ada kerjasama yang terjalin antara kedua belah pihak. Menurutnya ini jadi kesempatan bagus bagi atlet muda untuk meraih prestasi lebih tinggi.

“Lalu untuk Duel X ini kita bekerja sama dengan One Pride, alhamdulillah kita menggunakan tagline road to One Pride karena dari event ini, lima petarung terbaik akan dipilih dan mereka otomatis mendapat tiket untuk tampil di event One Pride. Ini satu kesempatan saya kira untuk para atlet muda yang memang ingin mengembangkan prestasinya di arena tarung bebas MMA maupun silat bebas profesional,” tandas Edwin Senjaya.

Lanjut Membaca

Trending