Connect with us

Berita Persib

Firman: Menang Sama-Sama, Kalah Sama-Sama

Avatar photo

Published

on

foto-persib-bandung-vs-semen-padang-SIM_2896

Kalah di kandang, itulah tragedi yang baru saja dialami anak asuh Jajang Nurjaman kala menjamu Semen Padang di kandangnya sendiri yaitu di Stadion Si Jalak Harupat. Sebelumnya Persib bermain cemerlang saat bermain sebagi tuan rumah maupun sebagai tamu karena dalam 4 pertandingan Persib bisa meraih 3 kemenangan dan 1 hasil imbang tanpa sekalipun mengalami kekalahan.

Diakui oleh pemain yang sore tadi berperan sebagai kapten tim yaitu Firman Utina bahwa Persib memang pantas untuk kalah. Menurut Firman, Persib memang tampil tidak seperti biasanya dan memang kalah segalanya dari Semen Padang. Tapi Firman enggan menyebut kekalahan ini adalah tanggung Jawab Jajang NUrjaman seorang sebagai pelatih dan menjadi tanggung jawab semua pemain juga.

“Kami kalah, kami mengakui kami kalah segalanya. Kita kalah motivasi, banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Ini bukan hanya tanggung jawab pelatih tapi ini tanggung jawab kita juga sebagai tim karena dalam sepakbola teamwork yang menentukan,” ungkap Firman saat diwawancara setelah pertandingan, Minggu (16/2).

Pemain yang identik dengan nomor punggung 15 ini menilai sang arsitek bukanlah sosok tunggal yang pantas disalahkan. Itu karena menurut Firman sepakbola adalah olahraga yang dibangun dengan kebersamaan bukan menonjolkan sosok individu semata. Untuk itu dia menekankan bahwa Persib adalah tim yang mengutamakan kekompakan.

“Yang terpenting harus saling bahu-membahu demi tim. Kita kalah sama-sama, Menang pun sama-sama,” tegas Firman.

Advertisement
57 Comments

57 Comments

  1. Bobotoh Tasik

    17/02/2014 at 10:47

    PERSIB DINA BAHAYA MUN KIEU MAH KEOK DI KANDANG !!! LOBA PROMOSI TAPI MINIM PRESTASI !!!

  2. shon

    17/02/2014 at 10:53

    Kamari persib eleh, geleuh sabener na mah, tp lain geleuh ka persib, tp geleuh ka nu ngalatih na,..
    Sok we tinggal kamari lini tengah na carang pisan, kedah na mah nu ngalatih teh cerdik ninggal performa pamaen, da pamaen teh jalmi, walaupun bawaan maen na alus tp pami fisik/performa na nunu awon mah mending di istirahat keun dari pada maen na janteun teu maksimal,..
    Punten yeuh iyeu mah kritik membangun, seksama nu nyaah ka persin kedah saling ngelingan, nya bilih we kang djanur na nuju teu eling, kitu kang,…
    Hatur nuhun

  3. dede

    17/02/2014 at 12:15

    Kudu kitu menang eleh tetep ngadukung persib

  4. aimghee

    17/02/2014 at 12:21

    Comen2 ni di baca ga sih sama manajemen persib???????????

    • djanur

      17/02/2014 at 19:27

      Coba komennya d halaman persib.co.id

  5. suryatna

    17/02/2014 at 12:49

    Eleh sakali ieu lain Tragedi,,, mun eleh berturut – turut nya wabah bencana,,, maju terus persib,,, kompak tong loyo,,

  6. egi

    17/02/2014 at 13:14

    MANAJEMENNA SAKALIAN EVALUASI!!!
    #54

  7. dimdim_romanisti

    17/02/2014 at 15:43

    Persib tim elite,pelatihna teu elite.piraku aki2 dijieun pelatih..bobotoh kompak ganti si aki2,ganti ku Robert Rene Albert.

    • ujang

      18/02/2014 at 16:05

      naha ari robert rene albert umurna sabaraha nyah ? kolot saha jeung kang djanur ?…matak memeh komen teh ngobrol heula geura jeung jinisna ngarah henteu katingali belegugna…

  8. boboatoh

    17/02/2014 at 16:24

    bobotoh mengkritisi itu wajar…,
    bobotoh hayang persib meunang ge wajar….,
    Jd siapapun nu ngalatih persib, ya HARUS SIAP DIKRITIK,
    Harus siap menerima tantangan dari bobotoh utk membawa persib juara…
    kalo ga kuat mah mending angkat koper.
    Bobotoh butuh pelatih yg kuat mental, yang mampu meracik persib menjadi tim yg bermain cantik dan mampu memberikan kemenangan, demi memuaskan dahaga juara yg udah lama diidam-idamkan.

    karena, BOBOTOH HANYA PENGEN YANG TERBAIK BUAT PERSIB. gitu wee…

    • abah

      18/02/2014 at 15:48

      memang sih setiap manusia kan harus bisa menerima kritikan ya. termasuk bobotohpun harus bisa juga menerima kritikan. sekedar brain storming saja. mengapa pelatih sekelas Daniel Roekito , Jaya Hartono yang notabene bisa membawa tim lain juara namun saat di persib mereka MENYERAH dan bicara bahwa dipersib itu beda…. nah lo… apa yang buat beda kenama pelatih mental juara macam mereka KO di persib? coba kita Introspeksi diri kita juga jangan hanya menuntut pelatih untuk begini begitu saja. kritikan itu harus produktif bukan kontra produktif

  9. maunk 3-RoeT

    17/02/2014 at 18:11

    Hidup persib

  10. djanur

    17/02/2014 at 19:30

    Coba panggil bung towel, spertinya dia tau kekuatan satu persatu smua pemain club isl

  11. Budak Bandung

    17/02/2014 at 20:46

    Nu Aki2 teh Saha? Robert Rene atawa Janur? Cik atuh ngangge nalar sakedik mah…..

  12. Aink

    17/02/2014 at 22:18

    Kabeh bobotoh teh pasti sarua, hayang Persib jadi juara. Tapi da jadi juara ge moal gampang, kabeh kudu make usaha, pemain jeun tim usaha dilapangan, bobotoh usaha ti sisi lapangan ngadukung nu positif. Naha ari unggal eleh di kandang teh bobotoh mah ambekan euy ti baheula teh teu rubah. Tinggalli tuh kamari pendukung Persik, eleh oge tetep we kaleum, nqha ari bobotoh mah goreng adat nya… Meunang sakedik agul.. Eleh ambek2an, mun masih kitu keneh mah jauh ka Juara teh da..

  13. yasi

    18/02/2014 at 08:40

    meunang kami bangga, seri kami bersyukur, kalah kami tetap setia

  14. irgi

    18/02/2014 at 09:33

    firman kamari maena butut lur…. loba umpan te akurat

  15. guenawansanusi

    18/02/2014 at 15:12

    beberapa poin yag menjadi catatan dipertandingan kemarin:
    1. saat permainan bola2 pendek ciri khas persib tidak berkembang pada babak 1, itu terulang dibabak 2 artinya tidak ada perubahan strategi yg terlihat padahal pemin depan persib punya kecepatan ( tantan, saktiawan, jibril )kenapa tidak berani melakukan umpan panjang lsng ke daerah pertahanan lawan, terbukti sekali umpan panjang dilakukan berbuah gol.
    2. para pemain padang dengan leluasa bergerak didaerah pertahanan karena persib menggunakan zona marking yg tidak efektif, dan pelatuh padang tau akan hal itu sehingga dia menginstruksikan pemainnya untuk lebih bermain melebar dengan mengandalkan serangan balik yg sangat efektif.
    3. kembali bagaimana racikan sebuah strategi menjadi kunci kesuksesan….
    pemain yg berkualitas dan pas , kerjasama team yg padu strategi yg jitu
    tidak akan berarti tanpa doa……
    semoha ini tidak akan terulang dipertandingan2 selanjutnya….
    JUNG MAJU MAUNG JABAR…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Passos Beberkan Alasan Rekrut Mario Londok ke Persib

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung di deadline transfer window paruh musim membuat kejutan dengan mendaratkan Mario Londok. Pemain yang berposisi sebagai kiper tersebut diresmikan jadi penjaga gawang keenam musim ini. Keputusan klub dalam merekrut kiper lagi pun menuai pertanyaan.

Luizinho Passos sebagai pelatih kiper pun angkat bicara mengenai rekomendasinya mendatangkan amunisi baru. Dia menyebut kondisinya saat ini adalah I Made Wirawan sudah berumur dan kemungkinan tidak lama lagi akan gantung sepatu. Karena itu, dia menyiapkan regenerasi dengan merekrut Mario Londok.

“Karena saya memikirkan masa depan. Saya punya satu kiper, Made yang sekarang sudah berusia 41 tahun, dalam hidup ada awalan dan akan ada akhir, itu normal. Made tentunya merupakan kiper Persib Bandung tapi saya juga memikirkan masa depan, saya perlu satu kiper lagi untuk disiapkan,” ujarnya saat ditemui di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Rekomendasi untuk menampung Mario yang tidak terikat kontrak dengan Persipura datang dari rekan senegara Passos. Gerson Rios yang merupakan pelatih kiper tim Persipura di Liga 1 musim lalu memberikan masukan pada Passos terkait kemampuan kiper berusia 25 tahun itu.

“Saya mendatangkan Mario setelah berbicara dengan teman saya, Gerson yang merupakan pelatih kiper Persipura di Liga 1 musim lalu, saya bicara dengannya dan memberikan saya banyak informasi mengenai Mario,” ujar Passos.

“Tentu saja masih ada hal yang perlu diperbaiki, tetapi itu normal dan tiap kiper yang datang ke sini untuk saya tangani itu tentunya perlu dibenahi kemampuannya. Kami bersyukur kiper-kiper yang datang semua bisa berkembang dengan baik,” lanjutnya.

Mengenai progres latihan sang kiper baru selama beberapa sesi latihan, Passos menyebut masih dibutuhkan adaptasi. Karena ada perbedaan filosofi dan metode latihan antara pelatih kiper sebelumnya dengn dia. Namun Passos percaya kiper asal Sulawesi Utara itu punya kualitas.

“Tentu perlu waktu karena saya memiliki filosofi yang berbeda. Saya memiliki filosofi, dan pelatih kiper di Persipura juga punya filosofinya sendiri jadi tentunya butuh waktu untuk dia beradaptasi dengan metode latihan saya. Tapi dia punya kualitas dan saya percaya dia bisa terus berkembang dan menunjukkan kemajuan bersama para kiper yang lainnya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Rekor Gol Semusim Mungkin Tersusul, Ini Reaksi SVD

Avatar photo

Published

on


Rekor gol terbanyak Persib dalam satu musim sejak Liga Indonesia pertama dipegang oleh Sutiono Lamso dan Sergio Van Dijk. Keduanya sama-sama mencetak 21 gol dalam satu musim. Jika Sutiono mampu menunjukkan kesuburannya di Ligina 1994/1995, Sergio Van Dijk unjuk produktivitas pada musim 2013.

Kini pencapaian kedua pemain ini terancam disusul oleh David da Silva. Bomber asal Brasil tersebut hingga pekan ke-22 sudah mencetak 16 gol dan kemungkinan jumlah gol akan bertambah. Masih ada 13 pertandingan yang dilakoni Maung Bandung di sisa musim 2022/2023.

Sergio pun bicara soal potensi rekornya tersusul pada tahun ini. Menurutnya memang DDS merupakan juru gedor yang komplit dan punya naluri gol tinggi. “Menurut saya David da Silva pemain hebat, lebih hebat dari saya. Dan kalau lihat skill dia dan kemampuannya untuk cetak gol sangat komplit sekali,” kata SVD ketika diwawancara di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Dia pun menyebut andai David bisa menyusulnya, justru Sergio ikut berbahagia. Karena dengan ketajaman sang mesin gol tentu akan memberikan dampak yang positif bagi klub. Bahkan pemain naturalisasi ini berharap David da Silva bisa menjadi pemain paling moncer di sejarah klub.

“Menurut saya itu tidak apa-apa dan saya senang Persib mempunyai pemain hebat dan mudah-mudahan dia bisa terus mencetak gol supaya menjadi top skorer sepanjang masa dari Persib,” terang striker yang dikenal dengan kaki kiri mematikan dan sundulan yang jitu ini.

Pria yang kini berkarir sebagai agen pemain itu pun menyebut kans Persib menjadi juara cukup besar. Sebab kualitas tim sudah mumpuni dengan memimpin klasemen sementara. Tim asuhan Luis Milla juga mampu memetik kemenangan menghadapi sesama tim papan atas seperti Persija.

“Ya menurut saya itu bisa, Persib musim ini kalau lihat musim ini persaingan di papan atas, Persib yang paling kuat. Kalau melihat lawan Persija cukup kuat tapi kita lebih kuat dan minggu depan lawan PSM, itu menurut saya pertandingan yang penting,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Sergio Van Dijk Kunjungi Agenda Latihan Persib

Avatar photo

Published

on

Mantan striker Persib, Sergio Van Dijk nampak hadir di sesi latihan Persib, Rabu (8/2) sore. Dia menonton tim yang pernah dibelanya di musim 2013 dan 2016-2017 itu ketika berlatih di Stadion Siliwangi. Ini menjadi ajang dia melepas rindu dengan beberapa pemain dan juga staf klub.

Beberapa pemain pernah bermain bersamanya seperti I Made Wirawan serta Achmad Jufriyanto. Selebihnya dokter tim, kit man dan masseur Persib yang pernah bersama-sama jadi bagian dari tim nampak langsung menghampirinya. Sergio mengatakan, memang ada agenda bisnis yang dirintisnya sehingga dia mengunjungi Indonesia.

“Sekarang saya ke Bandung karena saya mau ketemu sama keluarga dan teman-teman di Persib. Selain itu karena saya juga mau buka bisnis dengan Indonesia, itu antara Belanda dengan Indonesia dalam sektor IT,” tutur pria yang akrab disapa SVD ini saat diwawancara.

Ini juga menjadi kesempatan pertama dia memantau Ezra Walian berlatih di Persib. SVD memang merupakan agen yang menaungi Ezra dan berandil besar mengurus kepindahan sang pemain ke Persib awal tahun 2021 lalu. “Iya itu juga. Saya adalah agen dari Ezra dan ini baru pertama kali saya bisa datang ke Persib dan melihat tim dan Ezra juga,” lanjut dia.

Sudah tidak lagi berkostum Persib dan tinggal di Belanda ternyata tidak membuat Sergio melupakan mantan klubnya. Dia tetap mengikuti perkembangan klub dan kini sedang berada di puncak klasemen. Menurutnya atmosfer ruang ganti tim sedang bagus dan ini jadi modal untuk menjadi juara.

“Ya senang karena Persib sudah di puncak klasemen dan semoga di musim ini Persib menjadi juara. Kalau saya nonton di televisi, tim sekarang nampak lebih kondusif, pemain pasti percaya dengan visi dari coach Milla. Saya senang Persib sudah kembali ke puncak klasemen,” tutup Sergio.

Lanjut Membaca
Advertisement

Advertisement

Komentar Bobotoh

Arsip

Trending