Connect with us

advetorial

Braga Culinary Night, Mengembalikan Semangat Bandoeng Vooruit

Published

on

simamaung-braga-cullinary-Poster-polos-01

Besar harapannya dengan diadakannya acara ini, mendorong regenerasi dan cara pandang baru pada sebuah ruang kota. Semoga dapat menjadi mesin waktu untuk mengingatkan kita akan nilai-nilai historikal kota khususnya Bandung yang sempat terlupakan.”

Sektor pariwisata kota Bandung telah berkembang sejak lama, tepatnya sejak daerah yang dibangun Belanda di kawasan priangan tersebut berkembang. Berbeda dengan keadaan di Batavia, udara sejuk pegunungan, pemandangan yang indah, dan tanah sekitar yang subur menjadi salah satu daya tarik kota ini.

Adalah perkumpulan Bandoeng Vooruit, yang dengan bersemangat menyebarkan informasi keindahan kota Bandung ke seluruh dunia. Perkumpulan yang pada awalnya bernama Vereeninging tot Nut van Bandoeng en Omstreken ini merupakan partner pemerintah waktu itu untuk membangun, menata, dan membenahi kota Bandung.

Salah satu daya tarik kota Bandung saat itu adalah jalan Braga. Jalan ini pada awalnya merupakan jalan setapak yang kemudian berubah menjadi jalan yang bisa dilalui pedati. Andries de Wilde, seorang juragan perkebunan saat itu, sangat membutuhkan keberadaan jalan pedati ini, untuk mengangkut kopi dari gudangnya (di balaikota sekarang) menuju jalan raya Pos Besar (jalan Asia Afrika sekarang). Karena selalu dilalui pedati, jalan ini sempat dinamai Karrenweg (jalan pedati).

Jalan Braga mengalami kemajuan pada saat orang-orang Belanda di tahun 1920-an mulai membangun gedung-gedung berbau Eropa. Kemudian, jejeran gedung modern di jalan ini membuat Braga didaulat menjadi jalan paling bernuansa Eropa di Hindia Belanda (de meeste Europesche Winkelstraat van Indie).

Dalam buku Guide to Java, Peter Hutton menyamakan keindahan jalan ini dengan Rue de la paix-nya kota Paris. Ridwan Hutagalung mencatat, berkiblatnya mode orang Belanda ke Perancis, membuat jalan Braga yang menjadi pusat kegiatan mode di Bandung dan Hindia Belanda ini beraroma Perancis. Tak aneh jika kemudian bermunculan toko-toko mode bernuansa Perancis seperti Au Bon Marche, Aug Savelkol, Gerzon Mode Magazijn, dll. Dr. Roth, seorang Yahudi yang mempunyai toko meubeul dan interior di jalan Braga diyakini sebagai orang pertama yang memperkenalkan istilah Bandoeng Parijs van Java.

Braga adalah identitas kota Bandung saat dulu sampai sekarang. Seperti kata perumpamaan, mengunjungi kota Bandung, tanpa berkunjung ke jalan Braga laksana makan sayur tanpa garam. Seiring berjalannya waktu, jalan ini memang tidak bisa dikatakan sebagai jantung kota Bandung lagi. Masa sekarang, jalan ini terengah di tengah deraan kemajuan jaman. Perlahan, satu per satu gedung yang pernah menjadi saksi bisu kejayaan kota Bandung tempo dulu, dibongkar, hilang berganti. Memang masih banyak gedung yang masih bertahan, membisu, seakan pasrah kepada dua hal yang bisa menentukan nasib mereka, manusia dan waktu.

Pasca kemerdekaan, jalan Braga tidak ubahnya seperti jalan lainnya. Hanya sebagai tempat berlalu lalangnya kendaraan. Barisan gedung tua Hindia lah membedakanya dari jalan lain. Untuk menjaga citra jalan ini, pemerintah kota bandung pernah mencoba memberi rasa dan nuansa yang berbeda. Seperti misalnya menghidupkan Braga Festival, yang menurut alm Haryoto Kunto pernah diadakan di tahun 80-an, dan coba dihidupkan kembali di beberapa tahun belakang.

Pemerintah Kota Bandung yang dipimpin Ridwan Kamil pun mencoba untuk kembali memberi nuansa baru pada jalan tua ini. Setelah Braga Festival terakhir yang banyak menuai kekecewaan dari para pengunjungnya, Pemkot Bandung menyajikan acara baru di jalan Braga bertajuk Braga Culinary Night.

Dari namanya culinary, sudah terlihat bahwa kegiatan ini berhubungan dengan kuliner atau makanan. Kembali ke sejarah, masyarakat kota Bandung memang suka jajan (dalam arti sebenarnya) dan mencoba makanan-makanan baru sejak jaman dahulu. Kegiatan jajan dan wisata kuliner sejak jaman dahulu tersebut sempat dirangkum dan ditulis oleh alm Haryoto Kunto. Banyak sekali makanan dan tempat makan yang disebut oleh pria yang didaulat sebagai kuncen tersebut, sejak jaman Hindia sampai masa 80-an. Saking banyaknya, sejarah kegiatan kuliner warga Bandung ditulis khusus dalam 50 halaman buku Semerbak Bunga di Bandung Raya.

Tulisan Kang Kunto menggambarkan bahwa warga Bandung sangat suka berwisata kuliner, terutama di kotanya sendiri. Tak heran, jika banyak sekali berbagai jenis makanan yang bisa didapat di kota ini. Sampai sekarang, di setiap jalanan pasti akan ditemui rumah makan kecil ataupun besar di sisinya. Tak heran pula, muncul brand makanan local seperti Kartika Sari, Amanda, sampai cemilan bernama Maicih yang terkenal seantero nusantara.

Bisa jadi, semangat kang Emil sebagai walikota yang membawa motto Bandung Juara diinspirasi oleh keberadaan Bandoeng Vooruit baheula. Pasalnya, apa yang diusung pemkot sekarang selaras dengan apa yang diusung perkumpulan tersebut. Jika Bandoeng Vooruit mempunyai arti “Bandung Maju”, maka pemkot pimpinan kang Emil sekarang mengusung motto, “Bandung Juara”. Maju dan juara, dua kata yang bersanding dan mengarah ke depan.

Semangat menghidupkan sabtu malam di jalan Braga seolah mengembalikan semangat lama kota Bandung untuk menjadi Bandung yang Vooruit, maju dan juara. Di masa lalu, sabtu malam di jalan Braga adalah kegiatan paling heboh dan menyenangkan. Semangat yang diharapkan bisa menular pada event-event Braga Culinary Night selanjutnya. Terbayang, arwah-awah para preangerplanters hadir, berkumpul bersama di kegiatan ini, seperti yang mereka lakukan saat mereka hidup, dahulu di kota Bandung.

Penulis @hevifauzan

Sumber:
Haryoto Kunto, Semerbak Bunga di Bandug Raya, Granesia Bandung, cet 1, 1996.
Haryoto Kunto, Wajah Bandoeng Tempo Dulu, Cet.1, Granesia Bandung, 1984.
Ridwan Hutagalung dan Taufanny Nugraha, Braga, Jantung Parijs van Java, Ka Bandung Depok, 2008.
Robert PGA Voskuil, dkk, Bandung, Citra Sebuah Kota, Penerbit Departemen Planologi ITB dan PT. Jagaddhita, 1996.

Advertisement
1 Komentar

1 Comment

  1. bobotohantihuruhara

    10/01/2014 at 18:12

    MUN CEUK BARUDAK KASKUS MAH , SALAH KAMAR OM!! MUN AREK NULIS JUDULNA : ” ANTARA LOTEK DAN KEJAYAAN PERSIB”….. ASA LALIEUR KIEU WEB TEH , ADVETORIAL TEU PUGUH AHH HEHE3 PEACE AH KRITIK WEH! BUKAN BENCI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

advetorial

Berbagi Pengalaman dan Bersilaturahmi di ADV150 Weekend Ride

Published

on

BANDUNG – PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda Jawa Barat mengajak konsumen dan komunitas Bandung Owners ADV kumpul bareng di acara bertajuk ADV150 Weekend Ride. Acara ini berlangsung di Armor Kopi, Kolonel Masturi pada tanggal 27 Oktober 2019.

ADV150 Weekend Ride diikuti sebanyak 100 bikers yang terdiri dari konsumen pengguna Honda ADV 150 dan komunitas Honda lainnya yang tergabung dalam Ikatan Motor Honda Bandung (IMHB). Mereka diajak untuk gathering bersama-sama komunitas motor Honda dibawah naungan IMHB.

Rolling City dengan titik start di kantor DAM menuju Armor Kopi Kolonel Masturi menjadi rangkaian kegiatan dari acara ADV150 Weekend Ride, (27/11).

Acara diawali Rolling City dengan titik start dari kantor PT DAM – Fly Over Cimandi – Jl. Ganda Wijaya – Pemkot Cimahi – Kolonel Masturi dan finish di Armor Kopi. Perjalanan rolling city ini menempuh jarak sekitar 40 km, dalam perjalanannya menuju lokasi seluruh bikers sambil mengkampanyekan sosialiasi keselamatan berkendara #Cari_Aman.

Setelah tiba di Lokasi, beragam acara telah disiapkan seperti team building, games interaktif yang melibatkan seluruh peserta untuk menjalin keakraban sesama bikers. Kemudian dilanjutkan dengan sharing dan sosialiasi mengenai Honda Community ID oleh PIC Community DAM, Irvan Setiawan.

Rolling City dengan titik start di kantor DAM menuju Armor Kopi Kolonel Masturi menjadi rangkaian kegiatan dari acara ADV150 Weekend Ride, (27/11).

General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic DAM, Lerri Gunawan mengatakan Saat ini semakin banyak pecinta Honda ADV150 yang tersebar di Jawa Barat. Acara ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada seluruh pengguna Honda ADV150 sebagai wadah untuk kumpul bareng dan silaturahmi sesama pengguna motor Honda.

“Kami berharap mereka bisa berbagi pengalamannya memiliki Honda ADV150 sebagai skutik penjelajah jalanan yang hadir dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik terbaru Honda ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat memiliki aktivitas tinggi dalam melintasi kondisi jalan raya,” ujar Lerri.

Salah satu bikers dari perwakilan Ikatan Motor Honda Bandung sedang mencoba Honda ADV150 di area test ride yang disediakan di acara ADV150 Weekend Ride, (27/11).

Honda ADV150 hadir dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP (enhanced Smart Power) yang menyuguhkan performa responsif untuk penggunaan harian maupun beraktivitas dengan menyenangkan dalam mengeksplorasi pengalaman baru setiap saat. Berbagai fitur canggih yang disematkan pun menjadikan Honda ADV150 sebagai partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya.

Salam Satu HATI,
PT Daya Adicipta Motora

Lanjut Membaca

advetorial

Tujuh Cara Merawat Sepeda Motor Untuk Bobotoh Saat Musim Hujan

Published

on

Bandung – Saat ini beberapa wilayah di Indonesia sedang memasuki musim penghujan. Bagi para Bobotoh Persib pemilik sepeda motor, tentunya harus memerlukan perawatan yang ekstra hati-hati karena guyuran air hujan dapat membuat sejumlah kerusakan pada beberapa bagian sepeda motor.

Agar tetap aman dan nyaman saat dikendarai, ada 7 saran dari PT Daya Adicipta Motora (DAM) bagi para Bobotoh pengguna sepeda motor ketika memasuki musim penghujan dengan memperhatikan kondisi kendaraannya.

Ban :
Perhatikan kondisi ban motor dalam keadaan tidak habis/aus. Ban yang sudah aus akan mengakibatkan daya cengkraman ban terhadap jalan berkurang terutama dalam kondisi hujan. “Pastikan tekanan ban selalu dalam kondisi standard untuk memaksimalkan daya cengkram ban terhadap jalan raya,” ujar Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Training DAM.

Selain itu, Bobotoh sebaiknya menggunakan ukuran ban yang sesuai standar pabrikan serta pastikan tekanan angin sesuai dengan standar yang tertera pada sepeda motor. Ukuran standar tekanan ban dapat dilihat pada dek motor untuk motor jenis skutik. Sementara pada motor jenis sport dan bebek ukuran tertera pada swing arm.

Cup Supressor (Cangklong Busi) :
Pastikan cub supressor dalam kondisi prima, terutama karet sealnya sehingga mesin akan selalu prima walaupun sepeda motor menerjang genangan air hujan. Jika karet atau seal cup supressor dalam kondisi kurang baik, maka busi akan korsleting jika sepeda motor dipakai dalam kondisi hujan terlebih jika cub supressor terkena air hujan.

Rantai :
Bobotoh harus memeriksa kondisi rantai secara berkala, bersihkan dan berikan pelumas rantai dengan oli SAE 80-90 dikarenakan air hujan mengandung zat asam yang tinggi. Jika rantai dibiarkan tanpa pelumasan secara teratur, maka mengakibatkan akan cepat keropos dan rusak (Aus). “Jika harus melakukan pergantian spareparts, gunakan Honda Genuine Parts (HGP) sebagai suku cadang asli Honda yang sangat direkomendasikan bagi pengguna sepeda motor Honda,” lanjut Ade.

Sepeda Motor Melibas Genangan Air :
Hati hati pada saat sepeda motor dipaksakan untuk melibas genangan air. Pastikan genangan air yang dilewati tidak mencapai ketinggian lubang filter udara. Jika filter udara kemasukan air maka mesin akan terjadi fenomena water hammer dengan resiko seperti mogok, blok mesin retak, piston pecah, stang seher bengkok dan komponen utama mesin juga akan mengalami kerusakan.

Khusus untuk sepeda motor type matic yang tidak menggunakan penggerak rantai dan gigi, Bobotoh sebaiknya lakukan pemeriksaan serta penggantian suku cadang secara berkala di bengkel resmi Honda atau AHASS. Untuk menghindari ketidaknyamanan dan malfunction pada saat sepeda motor digunakan.

 

Cuci Sepeda Motor :
Sebaiknya para Bobotoh lebih sering melakukan pencucian sepeda motor terutama setelah sepeda motor terkena air hujan. Hal tersebut agar cover-cover, pelek, frame dan lain-lainnya yang ada pada sepeda motor tidak terjadi perubahan warna dan pemburukan lainnya. “Mencuci motor yang terkena air hujan dengan air bersih dapat bermanfaat untuk mencegah timbulnya karat pada sepeda motor,” ujar Ade.

Perlu diperhatikan untuk sepeda motor tipe sport untuk berhati hati ketika melakukan cuci motor dengan steam atau tekanan tinggi karena ketika air di semprotkan ke bagian fuel tank ada uap air yang akan masuk melalui fuel tank cap atau tutup tanki. Hal ini akan mengakibatkan fuel tank keropos atau berkarat dibagian dalam.

Lampu LED :
Untuk sepeda motor milik Bobotoh yang menggunakan lampu depan jenis LED, jika arah cahaya lampu berada dalam posisi normal sebaiknya arah cahaya lampu depan dibuat lebih mengarah ke bawah agar pencahayaan lampu menjadi lebih maksimal ketika digunakan dalam kondisi hujan. Fungsi ini membuat pengendara akan menerima pantulan cahaya lampu dari cermin yang terbentuk oleh rintikan hujan sehingga pengendara akan mengalami penurunan penglihatan ke jalan pada saat terjadi hujan.

“Penyetelan disesuaikan dengan jarak terhadap titik jatuhnya cahaya ke tanah, dan sebaiknya dilakukan oleh orang ahli atau oleh mekanik bengkel resmi Honda atau AHASS,” ujar Ade.

Service Berkala :
Lakukan pemeriksaan sepeda motor secara berkala dan rutin di bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) terdekat. “Ini merupakan hal utama yang harus dilakukan untuk memastikan kendaraan anda tetap prima saat dikendarai dan menghadapi musim hujan,” tutup Ade.

Lanjut Membaca

advetorial

[Video] Persib Beri Kejutan Kepada Karyawan Pabrik Nissan Datsun

Published

on

foto-persib-datsun-simamaung

PT Nissan Motor Indonesia melalui brand Datsun memberi kejutan kepada ribuan karyawan pabrik Nissan – Datsun di Purwakarta, Jawa Barat. Kejutannya adalah dengan menghadirkan para pemain Persib Bandung secara tiba-tiba di hadapan ribuan karyawan pabrik Nissan – Datsun. Tim Maung Bandung yang diwakili pelatih Djadjang Nurdjaman, Kapten Atep, Samsul Arif, Tony Sucipto, Sergio van Dijk, David Laly, I Made Wirawan serta Hariono secara sembunyi-sembunyi hadir dengan cara melakukan penyamaran sambil memakai kostum karyawan pabrik dan melakukan freestyle bola di hadapan ribuan karyawan pabrik.

Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja mengatakan, “Sesuai janji Datsun yang kini menjadi sponsor utama tim Persib Bandung, kami ingin memberikan apresiasi kepada para karyawan pabrik yang selama ini sudah bekerja keras menghasilkan produk yang berkualitas. Kami berharap dengan adanya kejutan ini, para karyawan pabrik Nissan – Datsun lebih termotivasi untuk terus bekerja maksimal.”

 

Lanjut Membaca

Trending