Connect with us

Berita Persib

Banyak di Bench Persib, Ronggo Tak Putus Asa

Published

on

foto-persib-bandung-latihan-di-54-airlangga-dan-agung-SIM_2361

Airlangga sudah 5 musim berkostum Persib Bandung. Musim depan terpaksa ia menanggalakan kostum kebesarannya karena tidak diperpanjang kontrak. Namun Ronggo-sapaannya, bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar tim Maung Bandung.

Selama 5 musim ini Ronggo memang bukan pemain yang secara reguler tampil sebagai starter. Namun putra mantan penjaga gawang tim Putri Priangan, Yati Sumaryati, tidak pernah putus asa kendati mendapat sedikit kesempatan main.

“Saya tidak pernah putus asa. Lima tahun ini memang saya jarang diberi kesempatan. Tapi selama 4 tahun lumayan banyak main. Hanya di tahun kelima (musim 2013) ini tidak ada sama sekali,” ucap Ronggo saat ditemui Senin (21/10).

Cacatan main Ronggo secara lengkap tertulis di laman soccerway.com. Musim lalu Ronggo tampil di 22 pertandingan (semuanya sebagai pemain pengganti) dengan durasi 185 menit dan mencetak 3 gol.

“Mungkin itu keputusan pelatih dan manajemen. Kalau baca statement pelatih di media dikatakan Cecep (Supriatna) memang untuk regenerasi, Aang (Suparman) kurang kontribusi, lalu saya dibilang soal kinerja. Kurang kinerja bagaimana sementara kesempatan saya mainnya juga sedikit,” paparnya.

Durasi mainnya menurun drastis jika dibanding musim kompetisi Liga Super Indonesia 2011/12, ia main di 30 laga (17 kali sebagai starter) dengan jumlah 1407 menit dan mencetak 5 gol. Sedangkan musim 2010/11, Ronggo membukukan 7 gol dari 14 kali penampilannya (11 kali sebagai starter) dengan durasi 916 menit.

“Mungkin kalau dievaluasi, tahun lalu apa yang dievaluasi. Malah bagus, saat dikasih main, saya cetak gol. Di pertandingan-pertandingan uji coba saya banyak cetak gol. Tapi di liga saya tidak banyak dapat kesempatan, paling hanya 5-10 menit. Mengapa pelatih tidak berani memberi kesempatan?” tutupnya.

Advertisement
35 Comments

35 Comments

  1. kodji

    23/10/2013 at 15:09

    Satu hal yang tidak dipunyai airlangga dimata janur “Nama Besar”,,,hilton lebih banyak dimainkan karena nama besarnya, kinerja di lapangan harus diakui tidak sebagus waktu dia main di sriwijaya…dan Janur enggan melakukan rotasi pemain (khususnya pemain depan)…sudah saatnya Persib jangan “adigung” sama nama besar Persib dan nama besar pemain-pemain bintangnya,,,sayang banyak potensi-potensi yang terabaikan…Tetap semangat Airlangga,,,tunjukan nanti di PBR bahwa keputusan janur tidak memperpanjang kontrak adalah keputusan yang keliru(mudah2an di rekrut PBR,,amin…hehe)… sukses selalu bwt Airlangga, bobotoh dan Persib…!!!!

    • bobotoh urang tasik

      23/10/2013 at 16:00

      leres kang leres pisan,

  2. Bima

    23/10/2013 at 16:02

    Yaah itulah anehnya Janur, mencoret pemain2 dengan alasan kinerja (khususnya Ronggo , Aang dan Rizky Bagja), padahal pemain2 tersebut kesempatan bermain saja sedikit dan setiap kali latihan juga saya perhatikan mereka tidak kalah dibanding pemain2 lain,,jadi suatu alasan yang sebenernya kurang bisa diterima dengan rasional, tapi ya tiap2 pelatih berhak karena tergantung selera pelatih,,kalau masalah cecep saya setuju harus regenarasi, sudah saatnya Cecep memberikan tonggak kepada kiper Binaan..Semangat buat Kang Ronggo dan pemain2 yang dicoret tanpa alasan jelas,, kalian layak bermain di tim2 Bintang di ISL..Semoga Sukses..INsya Allah..Aamiin

    • EMEN

      24/10/2013 at 08:02

      hadeuh ….. ieu pelatih teh kumaha atuh ? …………

  3. ABDUL

    23/10/2013 at 16:26

    RONGGO mun dipasihan maen sering mah padahal yakin lebih bagus ti TANTAN, usia TANTAN mah tos Kolot

  4. omjek

    23/10/2013 at 16:44

    gudlax broder… suganweh di klub sanes silaing leuwih moncer..!!!

  5. abi

    23/10/2013 at 18:09

    Airlangga pemain yang punya loyalitas tinggi .pelatihna weh ngga liat .dia selau bermain maksimal kalau dikasih kesempatan .kesempatan aja jarang dikasih gimana mau liat kinerja .Janur bakal nyesel .keep spirit airlangga!!

  6. shiro

    23/10/2013 at 23:19

    manglebarkeun ronggo, abanda & kenji yg nyata² kualitas & totalitasnya tdk kalah dgn pemain lain dibuang lalu diganti pemain lain yg belum tentu cocok dgn permainan persib..ini perjudian memang kelihatanya, ada yg harus dikorbankan..tp saya agak meyakini keputusan itu berat dan salah..
    ngke gera ujung²na jiga nyek nyobe / zulkifli syukur…menjilat lidah sendiri… kita lihat nanti pertengahan musim mgkn baru kerasa efek na..kaduhung…

  7. budel

    24/10/2013 at 00:53

    Naon Tan2 masing enya oge urang bandung teu sacintana Airlangga ka persib maena oge alusan Airlangga kabeungeutan keneh ku Airlangga Persibmah.
    Awas siah mun teu baleg/total maen jang persib!!,
    Janur mah bisa weh nyalahkeun Pamaen ari pamaen teu di bere kasempetan paling dibere oge menit ka 90 sesa tambahan waktu, sok telat mikir, sok maksakeun pamaen nu butut, hayoh we si Hilton ari Airlangga jeung Kenji tara dijadikeun starter anu geus puguh loyal jeung total.

  8. budel

    24/10/2013 at 01:00

    Ulah sok pedah pamaen ti luar ulah pedah bayaranna leuwih mahal ti pamaen lokal, ari butut jeung teu mawa persib jadi pemenang di tiap laga mah tong teuing di paenkeun atuh Kang Janur, sina diuk we dina jojodog sing daharan beuleum sampeu jeung kopi bari nonton Persib maen, jiga kuring. Daripada maen bututmah mendingan ngado`akeun we kanu maen.

  9. budel

    24/10/2013 at 01:08

    Lamun taun kamari kreteg hatena Janur sarua jeung kuring, meureuuun Persib teh jadi Runer up- Runer up wae mah moal jiga kieu ka 4. Da eta keukeuh peuteukeuh ngamaenkeun wae Ujang Hilton, teu ningalieun Kenji jeung Airlangga nu getekeun suku hayang geura ngasupkeun Bola ka gawang lawan. Kirang keneh Kreteg Manahna, ” Numana nukudu di paenkeun ” kuduna ari Pelatihmah kudu aya kreteg hate teh tiap rek mulai Permainan oge.

  10. horeamcom@yahoo.com

    24/10/2013 at 11:14

    nyakitu tea… persib unik… ngan ukur bisa pasrah… lieur rek ngomong teu ngarti bola… nungguan juara welah… antara hayang juara gancang2 (instan) jeung regenerasi tapi lila juara…

  11. seno

    24/10/2013 at 11:25

    Ronggo teh pamajikan na urang Bandung.. jadi manehna oge hayang ngamajukeun PERSIB, Ronggo tipe striker penjelajah jeung ulah poho si Ronggo teh pernah mempecundangi macan “ompong” kemayoran basa keur di malang….
    Mun si Tantan maen na goreng tingali weh

    oh ya ngarekrut pemaen jeung pelatih minimal kudu 2 nepi 3 taun euy manajemen

  12. Kang Cepot

    24/10/2013 at 13:44

    Mun bener ngukurna kinerja, Ronggo maen 185 menit nyetak 3 gol justru alus atuh Mang Janur,artina tina 2 pertandingan full manehna nyetak 3 gol. Kenji pon nya kitu. Ari kinerja teh kinerja model kumaha?! Biasakeun sing jentre ari nyieun pernyataan teh, ambeh bobotoh ge faham

  13. hafsyi

    24/10/2013 at 21:05

    pasti awon kinerja kang ronggo mah, da maen na oge ukur 5 menit …
    jarang d pake starter ..
    coba mun d turunkeun ti awal, pasti k tinggali awon henteu na …

  14. ade

    28/10/2013 at 08:43

    Kumaha Jajang weh, nu penting persib juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Persib

Passos Beberkan Alasan Rekrut Mario Londok ke Persib

Avatar photo

Published

on


Persib Bandung di deadline transfer window paruh musim membuat kejutan dengan mendaratkan Mario Londok. Pemain yang berposisi sebagai kiper tersebut diresmikan jadi penjaga gawang keenam musim ini. Keputusan klub dalam merekrut kiper lagi pun menuai pertanyaan.

Luizinho Passos sebagai pelatih kiper pun angkat bicara mengenai rekomendasinya mendatangkan amunisi baru. Dia menyebut kondisinya saat ini adalah I Made Wirawan sudah berumur dan kemungkinan tidak lama lagi akan gantung sepatu. Karena itu, dia menyiapkan regenerasi dengan merekrut Mario Londok.

“Karena saya memikirkan masa depan. Saya punya satu kiper, Made yang sekarang sudah berusia 41 tahun, dalam hidup ada awalan dan akan ada akhir, itu normal. Made tentunya merupakan kiper Persib Bandung tapi saya juga memikirkan masa depan, saya perlu satu kiper lagi untuk disiapkan,” ujarnya saat ditemui di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Rekomendasi untuk menampung Mario yang tidak terikat kontrak dengan Persipura datang dari rekan senegara Passos. Gerson Rios yang merupakan pelatih kiper tim Persipura di Liga 1 musim lalu memberikan masukan pada Passos terkait kemampuan kiper berusia 25 tahun itu.

“Saya mendatangkan Mario setelah berbicara dengan teman saya, Gerson yang merupakan pelatih kiper Persipura di Liga 1 musim lalu, saya bicara dengannya dan memberikan saya banyak informasi mengenai Mario,” ujar Passos.

“Tentu saja masih ada hal yang perlu diperbaiki, tetapi itu normal dan tiap kiper yang datang ke sini untuk saya tangani itu tentunya perlu dibenahi kemampuannya. Kami bersyukur kiper-kiper yang datang semua bisa berkembang dengan baik,” lanjutnya.

Mengenai progres latihan sang kiper baru selama beberapa sesi latihan, Passos menyebut masih dibutuhkan adaptasi. Karena ada perbedaan filosofi dan metode latihan antara pelatih kiper sebelumnya dengn dia. Namun Passos percaya kiper asal Sulawesi Utara itu punya kualitas.

“Tentu perlu waktu karena saya memiliki filosofi yang berbeda. Saya memiliki filosofi, dan pelatih kiper di Persipura juga punya filosofinya sendiri jadi tentunya butuh waktu untuk dia beradaptasi dengan metode latihan saya. Tapi dia punya kualitas dan saya percaya dia bisa terus berkembang dan menunjukkan kemajuan bersama para kiper yang lainnya,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Rekor Gol Semusim Mungkin Tersusul, Ini Reaksi SVD

Avatar photo

Published

on


Rekor gol terbanyak Persib dalam satu musim sejak Liga Indonesia pertama dipegang oleh Sutiono Lamso dan Sergio Van Dijk. Keduanya sama-sama mencetak 21 gol dalam satu musim. Jika Sutiono mampu menunjukkan kesuburannya di Ligina 1994/1995, Sergio Van Dijk unjuk produktivitas pada musim 2013.

Kini pencapaian kedua pemain ini terancam disusul oleh David da Silva. Bomber asal Brasil tersebut hingga pekan ke-22 sudah mencetak 16 gol dan kemungkinan jumlah gol akan bertambah. Masih ada 13 pertandingan yang dilakoni Maung Bandung di sisa musim 2022/2023.

Sergio pun bicara soal potensi rekornya tersusul pada tahun ini. Menurutnya memang DDS merupakan juru gedor yang komplit dan punya naluri gol tinggi. “Menurut saya David da Silva pemain hebat, lebih hebat dari saya. Dan kalau lihat skill dia dan kemampuannya untuk cetak gol sangat komplit sekali,” kata SVD ketika diwawancara di Stadion Siliwangi, Rabu (8/2).

Dia pun menyebut andai David bisa menyusulnya, justru Sergio ikut berbahagia. Karena dengan ketajaman sang mesin gol tentu akan memberikan dampak yang positif bagi klub. Bahkan pemain naturalisasi ini berharap David da Silva bisa menjadi pemain paling moncer di sejarah klub.

“Menurut saya itu tidak apa-apa dan saya senang Persib mempunyai pemain hebat dan mudah-mudahan dia bisa terus mencetak gol supaya menjadi top skorer sepanjang masa dari Persib,” terang striker yang dikenal dengan kaki kiri mematikan dan sundulan yang jitu ini.

Pria yang kini berkarir sebagai agen pemain itu pun menyebut kans Persib menjadi juara cukup besar. Sebab kualitas tim sudah mumpuni dengan memimpin klasemen sementara. Tim asuhan Luis Milla juga mampu memetik kemenangan menghadapi sesama tim papan atas seperti Persija.

“Ya menurut saya itu bisa, Persib musim ini kalau lihat musim ini persaingan di papan atas, Persib yang paling kuat. Kalau melihat lawan Persija cukup kuat tapi kita lebih kuat dan minggu depan lawan PSM, itu menurut saya pertandingan yang penting,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Berita Persib

Sergio Van Dijk Kunjungi Agenda Latihan Persib

Avatar photo

Published

on

Mantan striker Persib, Sergio Van Dijk nampak hadir di sesi latihan Persib, Rabu (8/2) sore. Dia menonton tim yang pernah dibelanya di musim 2013 dan 2016-2017 itu ketika berlatih di Stadion Siliwangi. Ini menjadi ajang dia melepas rindu dengan beberapa pemain dan juga staf klub.

Beberapa pemain pernah bermain bersamanya seperti I Made Wirawan serta Achmad Jufriyanto. Selebihnya dokter tim, kit man dan masseur Persib yang pernah bersama-sama jadi bagian dari tim nampak langsung menghampirinya. Sergio mengatakan, memang ada agenda bisnis yang dirintisnya sehingga dia mengunjungi Indonesia.

“Sekarang saya ke Bandung karena saya mau ketemu sama keluarga dan teman-teman di Persib. Selain itu karena saya juga mau buka bisnis dengan Indonesia, itu antara Belanda dengan Indonesia dalam sektor IT,” tutur pria yang akrab disapa SVD ini saat diwawancara.

Ini juga menjadi kesempatan pertama dia memantau Ezra Walian berlatih di Persib. SVD memang merupakan agen yang menaungi Ezra dan berandil besar mengurus kepindahan sang pemain ke Persib awal tahun 2021 lalu. “Iya itu juga. Saya adalah agen dari Ezra dan ini baru pertama kali saya bisa datang ke Persib dan melihat tim dan Ezra juga,” lanjut dia.

Sudah tidak lagi berkostum Persib dan tinggal di Belanda ternyata tidak membuat Sergio melupakan mantan klubnya. Dia tetap mengikuti perkembangan klub dan kini sedang berada di puncak klasemen. Menurutnya atmosfer ruang ganti tim sedang bagus dan ini jadi modal untuk menjadi juara.

“Ya senang karena Persib sudah di puncak klasemen dan semoga di musim ini Persib menjadi juara. Kalau saya nonton di televisi, tim sekarang nampak lebih kondusif, pemain pasti percaya dengan visi dari coach Milla. Saya senang Persib sudah kembali ke puncak klasemen,” tutup Sergio.

Lanjut Membaca
Advertisement

Advertisement

Komentar Bobotoh

Arsip

Trending