Connect with us

Olahraga Jawa Barat

Awali Powarnas XII, Tim Futsal Jabar Tekuk Riau 2-0

Avatar photo

Published

on


Kemenangan diraih tim futsal Jawa Barat di gelaran Pekan Olahraga Wartawan (Powarnas) XIII. Pada laga perdananya, Jawa Barat sukses mengandaskan perlawanan tim dari Riau dengan skor 2-0. Laga ini sendiri diselenggarakan di SM Futsal Malang, Selasa (22/11) pagi.

Dalam kesempatan kali ini, para pemain tim futsal Jabar mengenakan pita hitam yang diikatkan di lengan kirinya. Itu dilakukan sebagai bentuk rasa bela sungkawa tarhadap musibah gempa di Cianjur. Bencana ini menewaskan ratusan orang dan ribuan rumah runtuh.

Permainan agresif diperlihatkan Adil Nursalam dan kawan-kawan dan menekan sejak awal. Akhirnya gol pembuka pun lahir di babak pertama melalui Divie usai memanfaatkan kemelut di area pertahanan Riau. Divie kemudian sukses mengantarkan timnya menggandakan keunggulan pada babak kedua lewat penyelesaian dingin setelah menggocek kiper.

Disampaikan oleh kapten kesebelasan tim futsal Jabar, Didit, kemenangan timnya dipersembahkan untuk warga di Cianjur. Penggunaan pita hitam sendiri selain merupakan arahan dari Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat, ini juga merupakan kesadaran kontingen atas musibah yang melanda.

“Alhamdulillah, tim Jabar bisa meraih kemenangan, di laga pertama. Kemenangan ini kami persembahkan untuk warga Cianjur, yang sedang berduka. Semoga korban meninggal dunia, diterima di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” kata Didit seusai pertandingan.

Jawa Barat sendiri tergabung di grup B bersama Riau dan SUmatera Selatan. Sebelumnya Riau sukses mengalahkan Sumsel di laga perdana dengan skor 3-2 kemarin. Dengan catatan kemenangan Jabar atas Riau tadi, maka Jabar saat ini memuncaki klasemen sementara karena unggul head to head.

Untuk lolos ke babak 8 besar, sebenarnya Jabar cukup mendapat hasil imbang di laga kontra Sumsel besok. Tapi Didit selaku kapten kesebelasan menegaskan timnya akan tetap bermain maksimal dan memburu kemenangan.

“Kami berharap dukungan dari seluruh pengurus PWI Jawa Barat, dan Warga Jawa Barat, agar bisa meraih kemenangan di setiap pertandingan, hingga menjadi juara Futsal Powarnas 2022,” ucapnya.

Advertisement
Mangga Komentar di Dieu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Olahraga Jawa Barat

Dua Calon Ketum KONI Jabar Ambil Formulir Pendaftaran

Avatar photo

Published

on


Dua calon Ketua Umum KONI Jawa Barat sudah datang untuk mengambil formulir perdaftaran. Dua sosok tersebut ialah Budi Setiawan dan M Budiana. Untuk Budiana, pengambilan formulir dilakukannya sendiri, sedangkan atas nama Budi Setiawan dimandatkan oleh Arif Firmansyah.

Waktu pengambilan formulir sendiri dibuka pada 8 Desember dan ditutup pada 10 Desember. Lokasi pengambilan formulir berada di ruangan Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2022-2026, Gedung KONI Jabar lantai 2.

“Pak Budiana mengambil langsung formulir pendaftaran calon Ketua Umum KONI Jabar 2022-2026 tanpa diwakilkan. Sementara bakal calon lain atas nama Budi Setiawan mengambil formulir diwakilkan oleh Arif Firmansyah,” kata Herman selaku Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan saat diwawancara, Kamis (8/12).

Dikatakan oleh Herman, calon Ketum yang pertama mengambil formulir adalah Budi Setiawan tepatnya pukul 13.00 WIB. Berikutnya Budiana yang tiba 3,5 jam setelahnya. Selain formulir pendaftaran, para bakal calon juga mendapatkan arsip sembilan dokumen yang menjadi persyaratan.

“Saat pengambilan formulir, setiap bakal calon mengambil arsip sembilan dokumen sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pada Rakerprov. Pengembalian (formulir) pada tanggal 11 sampai 16 Desember 2022 pada jam kerja dan ketika pengembalian harus dilakukan langsung bakal calon yang bersangkutan tidak bisa diwakilkan,” kata Herman.

Salah satu calon Ketum KONI Jabar, Budiana menyebut dia datang mengambil formulir sebagai bentuk keseriusannya mendaftar sebagai ketua Umum. Dirinya juga sudah bersedia untuk melengkapi syarat-syarat untuk bisa maju sebagai calon Ketua Umum dan menyerahkan semua dokumen sesuai jadwal.

“Sebagai peserta yang baik, Insya Allah saya akan memenuhi semua persyaratan dengan baik pula. Penyerahan formulir yang sudah dilengkapi syarat pun akan saya kembalikan sesuai waktu yang ditetapkan dan tentunya akan saya lengkapi dengan visi misi,” ujar Budiana.

Salah satu poin persyaratan menjadi Ketua Umum adalah setiap calon harus mendapat dukungan dari 10 anggota KONI Jabar. Budiana menegaskan dia akan secepatnya mengumpulkan dukungan tersebut. Bukan hanya bersilaturahmu dengan anggota KONI Kabupaten/Kota di Jawa Barat, tapi juga kepada cabang olahraga hingga badang fungsional.

“Insya Allah, persyaratan dukungan itu akan saya penuhi dan secepatnya akan melakukan silaturahmi kembali dengan anggota KONI Jabar. Insya Allah, dengan izin Allah SWT,” ujar Budiana melanjutkan.

Dia juga senang karena kehadirannya untuk mengambil berkas disambut baik oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan yang juga disebut Tim 7. “Tim 7 ini sama sekali tidak ada niat mempersulit siapapun yang mau mengambil formulir pendaftaran. mereka bersikap independen dan semata-mata menjalankan amanat AD/ART KONI serta hasil Rakerprov,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Olahraga Jawa Barat

Calon Ketum KONI Jabar Wajib Lengkapi 10 Poin Dokumen Persyaratan

Avatar photo

Published

on


Tim Penjaringan dan Penyaringan mengumumkan persyaratan untuk calon Ketua Umum KONI Jawa Barat masa bakti 2022-2026. Persyaratan ini sendiri sudah ditetapkan seluruh anggota pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jabar 2022 pada Selasa (6/12) lalu.

Tim yang berisikan tujuh personel ini sudah mengumumkan dokumen apa saja yang harus dilengkapi para calon Ketua Umum. Aan Johana selaku ketua dari Tim Penjaringan dan Penyaringan, atau yang disebut Tim 7 menyebut bahwa ada sepuluh poin dokumen yang wajib dipenuhi.

“Ada 10 poin dokumen persyaratan yang harus dilengkapi setiap bakal calon untuk bisa maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jabar 2022-2026 dan bertarung saat Musorprov pada 22-23 Desember nanti,” ujar Aan Johana kepada awak media di Aula KONI Jabar, Rabu (7/12).

Dokumen pertama yang harus dimiliki ialah surat pernyataan dukungan dari Pengprov Cabor, KONI Kabupaten/Kota, dan Pengprov Badang Fungsional. Seminimalnya calon Ketua Umum harus mengumpulkan sepuluh surat dukungan.

“Surat dukungan tersebut harus ditandatangan basah Ketua Umum cabang olahraga, KONI Kabupaten/Kota, dan atau badan fungsional yang bersangkutan dengan bermaterai Rp10 ribu. Masa bakti kepengurusannya pun harus masih berlaku artinya masa bakti kepengurusan belum habis. Diluar itu, maka surat dukungan tidak sah,” tutur Aan

Bakal calon juga wajib melengkapi persyaratan dengan dokumen surat pernyataan kesediaan menjadi Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2022-2026, daftar riwayat hidup singkat, dan surat kesediaan menyampaikan visi, misi dan program sebagai calon Ketua Umum di Musorprov.

Dokumen kelima yang mesti dilengkapi adalah surat pernyataan tidak pernah tersangkut masalah hukum pidana atau tidak dalam masalah hukum pidana. Untuk dokumen ini harus dilengkapi juga dengan SKCK, surat bebas pengadilan dan surat keterangan bebas narkoba dari BNN setempat.

Berikutnya untuk dokumen keenam hingga sembilan adalah surat pernyataan domisili yang dibuktikan dengan fotokopi KTP dan KK, surat pernyataan kesiapan menjalankan AD/ART KONI, surat pernyataan kesediaan dan kesiapan waktu sebagai Ketua Umum KONI Jabar, serta mengisi pakta integritas.

Dokumen terakhir adalah lampiran adiministrasi. Untuk di poin kesepuluh ini calon Ketua Umum wajib melampirkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, cabang olahraga, dan atau badan fungsional dimana calon yang bersangkutan pernah menjabat minimal 1 periode.

Lampiran administrasi lain yang harus dilengkapi yakni surat pernyataan/keterangan dari instansi/lembaga asal calon dan surat izin dari atasan langsung untuk anggota TNI, Polri, atau ASN aktif. Kemudian, bakal calon harus melampirkan pas foto berwarna ukuran 4×6 dengan foto wajah 70-80 persen serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari RSUD setempat.

“Jadi sesuai keputusan bersama di Rakerprov, calon Ketua Umum KONI Jabar 2022-2026 harus pernah menjadi pengurus organisasi pembinaan olahraga prestasi, baik itu di KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, cabang olahraga dan atau badan fungsional minimal dalam satu periode kepengurusan,” ujar Aan Johana.

Pengambilan formulir pendaftaran calon Ketua Umum KONI Jabar sendiri berlangsung pada 8-10 Desember 2022. Lalu untuk penyerahan formulir dilakukan pada 11-15 Desember di Sekretariat Tim Penjaringan dan Penyaringan, Ruang Rapat lantai 2 KONI Jabar. Sedangkan agenda Musorprov (Musyawarah Olah Raga Provinsi) KONI Jabar sendiri akan diselenggarakan pada 22-23 Desember mendatang di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung.

Nantinya saat penyerahan persyaratan pendaftaran, dokumen harus dibuat rangkap tiga. “Kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran calon Ketua Umum KONI Jabar 2022-2026 itu harus dibuat rangkap tiga, dengan satu yang asli bermaterai Rp10 ribu dan dua lainnya fotokopi dan dimasukkan dalam satu map,” tandas Aan.

Lanjut Membaca

Olahraga Jawa Barat

Duel X Sukses Digelar, 5 Fighter Terpilih Ikut One Pride

Avatar photo

Published

on


Event Duel X (sepuluh) sudah selesai digelar pada Minggu (4/12) kemarin di Gor Pajajaran. Sebanyak 92 atlet amatir dan 20 atlet profesional bertanding pada ajang bela diri yang diselenggarakan Bandung Fighting Club (BFC). Edwin Senjaya selaku Ketua BFC pun senang acara terselenggara dengan lancar.

Untuk sepuluh partai profesional, enam di antaranya bisa dimenangkan oleh fighter dari BFC seperti Yudi Cahyadi, Reksa, Selvi, Sandi, Iman dan Dede. Sedangkan pada empat partai lainnya dimenangkan Exel (Satria Negara), Fatkur Rozi (House of Wolves), Eko dan Ulumudin (GDFC).

“Alhamdulillah kita bersyukur acara ini berlangsung dengan lancar, dan yang terpenting tidak ada hal-hal yang tidak kita harapkan. Seperti anggap saja atlet yang mengalami cedera parah. Dari 46 partai amatir serta ada 10 partai profesional semua bisa diselesaikan dengan baik,” terang Edwin ketika diwawancara usai acara.

Dirinya juga bisa tersenyum lebar karena atlet yang ikut serta di ajang ini bisa menampilkan aksi terbaik. Edwin melihat banyak petarung yang punya potensi untuk menjadi atlet andalan di kejuaraan antar daerah hingga mewakili Indonesia di pentas mancanegara.

“Dan saya melihat, dari penampilan atlet-atlet ini ada beberapa yang bisa menunjukan kualitas yang sangat baik. Insya Allah ke depannya mereka bisa menjadi atlet-atlet andalan, tidak hanya untuk klubnya atau untuk camp-nya, tapi juga untuk daerahnya bahkan Indonesia di pentas internasional,” ujarnya.

Dari gelaran Duel X ini juga terpilih lima fighter yang berkesempatan tampil di arena One Pride. Menurutnya nama yang terpilih tentunya layak karena dipantau oleh orang-orang yang kompeten.

“Tadi kan ada tim wasit, juri, dari FB Pro Indonesia juga sudah menilai, menganalisis dan mengevaluasi lima orang atlet yang Insya Allah bisa langsung diterjunkan di One Pride, tapi tentu dengan persyaratan yang diberikan oleh One Pride,” terang Edwin yang juga merupakan Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung tersebut.

Untuk ke depannya, Edwin ingin terus event Duel ini bisa terus berjalan. Untuk Duel 11, rencananya pertarung dari luar negeri akan didatangkan untuk berpartisipasi dengan bertarung melawan fighter lokal. Dia berharap situasinya bisa mendukung rencana yang sudah dirancang ini.

“Saya Insya Allah untuk Duel 11 kita akan mengundang lagi fighter dari luar. Mudah-mudahan tahun depan sudah engga ada kasus-kasus covid lagi, karena selama ini kan kita terkendala sama itu. Insya Allah tahun depan sudah bisa mengundang lagi lah fighter dari luar. Kita aduin sama fighter-fighter kita,” tukasnya.

Lanjut Membaca

Trending