default-logo

Yang Tersisa dari Menpora Cup

Sunday, 29 September 2013 | 14:09

foto-persib-bandung-vs-sriwijaya-menpora-cup-2013-SIM_1530

Perhelatan sepakbola Menpora Cup edisi Bandung akhirnya selesai digelar. Central Coast Mariners klub asal Australia menjadi perwakilan grup ‘Bandung’ yang melaju ke final melawan Arema Malang. Central Coast Mariners (CCM) tampil sebagai juara grup dengan nilai tujuh hasil menang atas Malaysia U-23 dan Sriwijaya FC (masing-masing dengan skor sama 2-0) lalu seri 3-3 dengan Persib Bandung di pertandingan terakhir.

Saya pribadi melihat Menpora Cup ini seperti festival sepakbola, semacam Woodstock jika harus dibandingkan dengan acara musik, dengan level yang jauh lebih kecil dan sederhana lagi tentunya. Setiap tim membawa semua kesiapannya sendiri, metodenya sendiri, serta tampil di ‘panggung’ untuk ‘show’ terhadap penonton. Selalu menarik melihat turnamen dengan durasi waktu yang pendek, para pemain berada dan tidur dihotel yang sama, lalu sorenya berkompetisi, dan bertemu lagi dihotel pada malam harinya.

Ada beberapa catatan yang bisa saya rangkum selama digelarnya Menpora Cup di Bandung, dalam catatan ini saya tertarik untuk menuliskan kegiatan klub per klub selama turnamen. Pada akhirnya target dan kesiapan masing-masing klub ( Central Coast Mariners, Sriwijaya FC, Malaysia U-23, Persib) bisa sedikit tergambarkan. Berikut report pengamatan Menpora Cup edisi Bandung:

Central Coast Mariners

CCM kiper

Central Coast Mariners (CCM) adalah tim dengan organisasi permainan terbaik selama turnamen. Mengalirkan bola dengan baik dalam formasi 4-4-2 yang tiba-tiba saja bisa berubah menjadi 2-3-2-3 ketika menyerang, bergerak seirama dengan jarak antar pemain yang selalu berdekatan, CCM bagi saya benar-benar bermain sepakbola dengan  ‘otak’. Dalam catatan saya, hampir tidak pernah ada pemain CCM yang menggiring bola sampai sejauh 20-30 meter. Mereka hanya melakukan passing dan passing yang sesekali diselingi dengan umpan panjang dari sayap. Tidak ada dribbling berlebihan (FYI: standar jago orang Indonesia kebanyakan adalah pemain yang bisa dribbling bola dan meliuk-liuk melewati 2-3 pemain).

Semua para pemain CCM seperti diwajibkan untuk berbicara. Sebelas pemain yang berada dilapangan selalu berteriak untuk berkomunikasi dengan aktif dengan teman-temannya ketika sedang bermain sepanjang 90 menit. Saking ‘reflek’ nya pemain CCM dalam berkomunikasi, ada satu kejadian ketika Erik Bayemi (Sriwijaya FC) melakukan tekel dengan dua kaki, dan seluruh isi bench CCM serempak berteriak lalu berdiri. Konon metode ‘komunikasi’ dan berteriak-teriak agar pemain aktif selama 90 menit yang dipakai Graham Arnold ini juga sudah mulai dipakai oleh para pemain Singapura. Ini adalah metode baru dalam sepakbola modern yang fungsinya membuat pemain semakin aktif dan tidak pasif hanya sekedar bermain.

Hal terakhir yang saya catat dari CCM adalah penjaga gawang mereka ( Liam Reddy dan Justin Pasfield) yang ikut bermain dalam pola. Tugasnya sudah bukan lagi menjadi penjaga gawang tetapi menjadi libero yang ikut aktif dalam bermain. Jika FC Barcelona ketika menyerang menggunakan pola 3 orang bek (2 Centre Back + Sergio Busquets yang sedikit mundur) maka CCM menggunakan pola 3 bek dengan 2 centre back murni ditambah penjaga gawang mereka sebagai libero. Powerplay jika kita mengadopsi istilah dalam futsal. Strategi ini bukan tanpa resiko, gol Mbida Messi dari tengah lapangan adalah salah satu resiko yang didapat karena penjaga gawang CCM memang menjadi bek yang maju ketika permainan aktif. Dengan meninggalkan gawang yang kosong, gol-gol spekulasi dari tengah lapangan sangat mungkin terjadi.

Malaysia U-23

Tim Malaysia ini adalah proyeksi untuk Sea Games di Myanmar tahun ini. Seorang teman sempat bilang bahwa tim ini adalah tim seleksi terakhir untuk memperebutkan posisi cadangan. Ya, posisi cadangan karena pelatih mereka Ong Kim Swee nampaknya sudah mempunyai bayangan pemain inti dengan Sembilan pemain ‘inti’ yang ditinggalkan di Malaysia. Konon kesembilan pemain itu memang sudah masuk skuad inti. Pelatih Malaysia di turnamen ini ‘hanya’ tinggal menyeleksi siapa saja skuad yang layak mengisi posisi lini bench.

Diluar dari skuad yang dibawa, saya mencatat ada hal ‘baru’ yang tidak pernah saya lihat. Ketika sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai (biasanya sekitar 30 menit sebelum kick off) keseiusan tim ini terlihat. Pemanasan Malaysia U-23 sangat rapi. Dari mulai stretching awal hingga akhir. Untuk beberapa kasus, saya sering menilai tim itu bagus atau tidak dari pemanasannya. Detail pemanasan Malaysia U23 menurut saya terbangun dengan baik. Mereka seperti sudah siap perang sejak dimulainya pemanasan. Saya jadi teringat bagaimana pola pemanasan Persib ketika ditangani oleh Indra Thohir. Semua pemain berlari kecil bersamaan menguasai setengah lapangan. Kebersamaan dan membuat ciut lawan.

Hal paling ‘aneh’ dalam pemanasan Malaysia U-23 adalah sesi penjaga gawang. Penjaga gawang Malaysia ditangani oleh dua orang staff didepan gawang. Anehnya, selama 10-15 menit penjaga gawang ini tidak dilatih untuk menangkap bola melainkan dilatih untuk passing ke kanan dan kiri untuk membuka permainan dan dilatih postioning juga untuk passing, bukan sesi shooting seperti yang biasa saya lihat lazimnya pemanasan penjaga gawang. Saya lalu menangkap bahwa mungkin hal ini dimaksudkan untuk build play sedari awal permainan. Bahwasannya penjaga gawang sekarang tugasnya bukan hanya menjaga gawang. Persis seperti yang diterjemahkan dengan baik oleh Central Coast Mariners.

Diluar tekhnik pemanasan yang membuat saya terkesan, tim Malaysia U23 ini mempunyai organisasi permainan yang lumayan baik dalam pola 4-2-3-1. Kelemahan tim ini hanyalah tidak mempunyai speed yang baik untuk sekedar melakukan sprint-sprint jarak pendek. Ada banyak ruang yang bisa didapat Malaysia ketika menyerang tetapi tidak digunakan karena materi pemainnya memang tidak mempunyai kecepatan. Saya lalu berharap ada satu atau dua scout dari PSSI yang mengamati saingan Indonesia ini dalam Sea Games nanti.

Sriwijaya FC

Tidak ada yang istimewa dari Sriwijaya FC di turnamen ini. Tim yang datang terdiri dari skuad U21 mereka yang baru saja menjuarai ISL U21 ditambah beberapa pemain seleksi. Cenderung alakadarnya dalam mengikuti turnamen. Tidak sedikitpun menunjukan bahwa tim ini adalah tim yang menjuarai ISL musim lalu. Jurukunci turnamen adalah hasil yang menjadi wajar mengingat mereka tim yang paling tidak siap mengikuti turnamen. Satu-satunya hal yang bisa saya catat adalah pelatih fisik mereka yang ditukangi oleh pelatih asing yaitu Andre Richard.

Persib Bandung

Persib adalah alasan saya untuk memilih tidak melihat semifinal dan Final AFF U-19 yang akhirnya membuat sejarah dengan Indonesia menjadi juara. Saya jujur sangat tertarik melihat Persib tanpa Sergio van Dijk, Made Wirawan, dan Toni Sucipto (yang dipanggil perang bintang ISL) serta Shahar Ginanjar yang harus ikut timnas U23 ke Palembang. Artinya, akan ada kesempatan untuk pemain-pemain yang selama ini menjadi penghuni bangku cadangan. Sedikit harapan pelatih Djadjang Nurjaman berani memainkan para pemain mudanya, minimal untuk melakukan pembuktian bahwa mereka bukan hanya sebagai pelengkap di skuad melainkan memang punya kemampuan yang kesempatannya tak kunjung tiba.

Beberapa catatan saya atas penampilan Persib di turnamen ini adalah rotasi yang akhirnya dilakukan oleh Djanur. Untuk pertama kalinya Djanur membangkucadangkan Hariono ketika dia tidak cedera dan terkena akumulasi kartu. Sudah sekitar empat game terakhir Hariono memang sangat kelelahan. Dia diforsir untuk selalu bermain selama empat musim kebelakang. Imbasnya, sektor gelandang bertahan menjadi sasaran empuk untuk dieksploitasi oleh lawan-lawan Persib di akhir-akhir musim. catatan ini harus mulai menjadi pertimbangan staff pelatih dimusim depan. Bagaimana mensiasati posisinya Hariono ketika mulai kelelahan.

Sigit Hermawan juga untuk pertama kalinya mendapat menit bermain yang terhitung banyak (20 menit) di level kompetitif ketika melawan SFC, bukan level ujicoba seperti melawan tim dari Ciater atau SSB. Sigit seakan membuktikan bahwa dia mampu. Meliuk-liuk di flank kanan, melakukan drive-drive pendek dan panjang, membuat spirit baru ketika tim ini terlihat mulai menemukan titik jenuh. Seorang Tantan bahkan tak kuasa untuk memberikan pujian untuk Sigit.

Persib kembali mampu mencetak banyak gol di turnamen ini (7 gol) tetapi lagi-lagi rekor kebobolannya pun tinggi (6 gol). Saya berpendapat bahwa lini serang Persib mampu menjalankan tugasnya, tetapi tidak diimbangi oleh lini belakang. Terlalu banyaknya gelandang dengan karakter menyerang membuat lini serang Persib kuat, tetapi formula untuk mengimbangi dengan kokohnya lini belakang belum juga ditemukan. Cecep Supriatna tidak pernah sekalipun melakukan cleansheet alias tidak kebobolan sepanjang turnamen. Hal yang harus segera dicari solusinya di liga musim depan.

Catatan atas Persib terakhir adalah kejadian Firman Utina yang menyemangati terus-terusan Jajang Sukmara yang tampil off day sepanjang turnamen. Firman yang kebetulan bermain sebagai wide playmaker di sayap kiri terus menerus menyemangati jajang. Ayo jang, Ayo.. Tenang saja, berani… Ucap Firman kepada Jajang yang seakan tidak tahu harus berbuat apalagi. Poin dari kejadian ini adalah, Persib bagaimanapun tetap butuh sosok pemimpin yang senior yang mengerti ketika anak-anak muda harus diberi semangat. Firman Utina melakukan itu dengan baik kemarin di Menpora Cup.

Selain itu, satu kenangan akan gol ajaib Mbida Messi dari tengah lapangan juga tidak akan pernah habis kita bicarakan untuk 7-10 tahun kedepan. Mbida telah memberikan karya terbaik untuk Bandung.

Diluar catatan-catatan keempat klub tersebut, ada satu hal menarik ketika Central coast Mariners dan Malaysia U23 menolak untuk melakukan sesi wawancara ruang ganti sebelum pertandingan yang lazim diselenggarakan oleh televisi-televisi Indonesia. Mereka hanya mau diwawancara dalam konfrensi pers resmi setelah pertandingan. Saya lalu teringat apa yang dikatakan para pengamat sepakbola bahwa ruang ganti adalah area sakral yang tidak boleh dimasuki oleh ‘pihak asing’. Area dimana briefing terakhir sebelum berperang dilakukan. Jangan pernah berharap ada host dan kameraman masuk ke ruang ganti Bayern Muenchen sebelum game misalnya, karena itu akan sangat mengganggu konsentrasi. CCM dan Malaysia secara tegas melakukan hal itu.

Penulis: Riphan Pradipta, berakun twitter di @riphanpradipta

/SIMAMAUNG.COM

  1. tukang sablon Reply

    Ulasan menarik melihat banyak hal yang bisa dipelajari dari 2 tim luar negeri yang sengaja datang ke bandung. Entah menjadi input positif diterapkan ke tim atau hanya sekedar cerita yang hanya berkesan bagus terus dilupakan. Yang pasti saya bersyukur kejombloan kembali meningkatkan gairah menulis. Welcome back jomblo prophet!

  2. tukang gambar Reply

    ulasan menarik terutama banyak hal baru yang menarik dan positif dari 2 tim luar yang berkunjung ke bandung. entah itu nantinya jadi input positif ke persib atau hanya sekedar dikagumi dan dilupakan kembali. hal menarik lainnya selamat datang kembali kreatifitas penulis. welcome back jomblo prophet.

  3. Imunk Reply

    Saya suka tulisan dari Riphan Pradipta, terutama setiap sang penulis sedang patah hati, pasti tulisannya maknyos! Maju terus Riphan, seperti kata The Panas Dalam “Perempuan tak cuma dia, masih ada tiga milyar dua puluh satu.”

  4. Enyeh Reply

    Tulisan yang menarik dari seorang riphan.semoga selalu jomblo agar lebih sering berkarya lagi.amin

  5. hamba allah Reply

    Tulisan yang sangat brilian…penuh romansa dan semangat pembaharuan…penulis bisa membawa kita ke dalam perasaan hati nya yang paling dalam….ini harus di apresiasi dengan baik terutama harus menjaga agar si penulis selalu dalam lindungan cupid….iya

  6. dee zipper Reply

    semoga ada dari management dan petinggi PERSIB yang membaca tulisan ini

  7. bobotoh nundutan Reply

    tulisannya..begitu mantap..hingga membuat harmonisasi kehidupan yang labil ekonomi, berubah menjadi konspirasi kemakmuran..tulisan ini butuh apresiasi…karena my age 29…..hehehehe
    ngomong naon urang…

    • dudi_s Reply

      wkwkwkwkwkw….piki..piki…

  8. yosep Reply

    semoga riphan tetap menulis dan jomblo antil dai !!

  9. mantan Reply

    selalu termenung setelah membaca tulisan riphan, sangat luar biasa, penyampaian yang mudah dipahami, kehebatan dia merajut kata – kata menjadi selendang kalimat, alien, jomblo forever and forever !!

  10. aa Reply

    maaf ini hanya sekedar test 😀

Mangga Komentar di Dieu

*