![]() |
![]() |
Tim Persib Berduka Atas Meninggalnya Ibunda Cecep Supriatna
Telah meninggal ibunda penjaga gawang Persib Bandung Cecep Supriatna, Tini Surtini. Sempat dirawat selama 2 hari di RS Borrmeus, Bandung, dan menghembuskan nafas terakhir pada Jumat (25/1) malam kemarin pukul 22.35 WIB di usia 57 tahun.
Pagi tadi, jenazah telah dikebumikan di TPU Cikutra. Nyaris seluruh tim Persib memberikan ungkapan bela sungkawa secara langsung melayat ke kediaman keluarga Cecep maupun menghadiri prosesi pemakaman.
“Tentu turut berbela sungkawa dengan ibunda Cecep. Apalagi Cecep ini kan pemain yang sudah lama di sini (tim Persib), sudah seperti kakak sendiri. Saya berharap arwahnya diterima di sisi-Nya dan Cecep beserta keluarga diberi ketabahan,” ungkap kapten tim Persib, Atep, kepada wartawan di Mess Persib, Sabtu (26/1) siang.
Menurut Atep, almarhumah memang sempat dirawat di rumah sakit selama 2 hari. Kemarin, Atep dan beberapa rekan-rekan pemain sempat menjenguk almarhum selepas sholat Jumat. Berdasarkan informasi dari Atep, ibunda Cecep memang mengalami sakit kritis saat dibawa ke rumah sakit.
“Kemarin abis Jumatan sempet nengok ke Rumah Sakit Borromeus. Itu baru dirawat 2 hari. Sakitnya apanya saya tidak terlalu tau, tapi waktu ke sana udah kritis, udah ga masuk makanan,” papar Atep.
Pelatih Persib Jajang Nurjaman pun mengungkapkan rasa dukanya terhadap kiper yang sering disapa rekan-rekannya sebagai komandan.
“Turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya ibunda Cecep, semoga almarhum diterima amal Islamnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ungkap Janur.
Dalam masa berkabung ini, Janur memberikan kelonggaran untuk tidak mengikuti aktivitas rutin bersama tim Persib. Pada Senin (28/1) nanti, tim Persib akan berangkat ke Papua untuk melakoni laga tandang melawan Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro. Maka untuk tur pertama Persib musim ini, Janur pun berkebijakan untuk tidak mengikutsertakan Cecep yang dinilainya masih dalam masa berkabung.
“Dikasih kelonggaran untuk tidak ikut program kita latihan hari ini, pasti masih berkabung. Dan kita akan berangkat hari Senin, kita memberi kesempatan Cecep untuk bersama keluarga,” sebut Janur.
Ditemui pula di Mess Persib, dokter tim Rafi Ghani menyebut sempat memeriksa kondisi kesehatan almarhum. Namun Rafi tidak berani memvonis penyakit yang diderita almarhum karena menurutnya masih dalam proses pemeriksaan.
“Memang sakitnya udah lama, saya pun pernah juga memeriksa beliau. Waktu itu dirujuk ke dokter spesialis dan memang sedang menjalani perawatan. Tapi kabar terakhir dari Cecep sih katanya bronchitist,” tutur Rafi.











nakata
26/01/2013 at 20:34Innalillah.. Ngiring bela sungkawa, mugi almarhum ditampi iman, islamna, sareng mugi nu dikantunkeun dipasihan katabahan..
d2n cisaranten
26/01/2013 at 22:41sing kiat kang cep & sabar
Restu ferdinand
27/01/2013 at 00:02Kami "the viking from jambi" ikut bela sungkawa. Smg arwah beliau di terima di sisi allah SWT. Amin. Buat kang encep moga di bri ktabahan, ingat kang smua yg hdp psti kan mengalami mati. Jd jgn berlarut2, persib membutuhkn loyal mu.
hanif rahmadi yusuf
28/01/2013 at 08:07kami bobotoh turut berduka cita atas meningal nya ibunda cecep dan semoga ibunda cecep diterima di sisi allah swt amin yarobal alamin
riki afriardi
29/01/2013 at 20:30Trut berdka Cita ajj .