default-logo

Tidak Ada Bukti, Kasus Rasisme Messi Ditutup

Wednesday, 02 October 2013 | 22:53

foto-persib-bandung-messi-SIM_0999Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman dan gelandang Mbida Messi memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait rasisme yang menimpa pemain asal Kamerun tersebut. Komdis memanggil keduanya karena mendapati berita di media masa atas kasus rasisme itu.

“Jadi saya klarifikasi aja. Saya dipanggil komdis. Saya terangkan, sama Messi juga, menerangkan apa yang saya dengar. Dan saya menyatakan saya tidak berbohong, Messi juga juga tidak berbohong,” terang Janur saat dihubungi Simamaung, Rabu (2/10).

Seperti diberitakan, Messi mendapat perlakuan rasis dari pendukung Persija Jakarta dalam pertandingan melawan Persib di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 28 Agustus. Messi dikatai binatang dan ditawar-tawari pisang.

Pemanggilan inipun atas inisiatif Komdis. Menurut Janur, Komdis mengetahui kasus rasis ini dari media masa. Persib sendiri tidak melakukan pelaporan secara resmi. Kemungkinan hal itu karena Persib pun tidak siap dengan bukti-bukti sehingga tidak melaporkan kasus ini.

Karena tidak adanya bukti, Komdis pun tidak bisa dilanjutkan kasus ini. Janur menyebut sulit memberikan bukti karena apa yang dialami Messi dilontarkan melalui kata-kata.

“Tapi karena dianggap tidak ada bukti, jadi dianggap selesai saja, ditutup, meski kita sama ingin memerangi rasis. Juga karena panggilan ini saya datang spontan saja, saya tidak siap dengan bukti-bukti. Waktu itu, saat warming up biasanya saya di ruang ganti. Tapi saat itu saya ada di lapangan dan mendengar kata-kata yang ditujukan kepada Messi,” cerita Janur.

Janur tidak bisa berbuat banyak dan harus menerima keputusan komdis untuk menutup kasus ini. Ke depan, Janur bertharap tidak ada lagi kasus rasis di dunia sepakbola Indonesia.

“Ya ini harus kita terima aja. Pelajaran buat ke depan, harus sama-sama membuat laporan secara resmi dan menyiapkan bukti-bukti agar kasus rasisme ini tidak terulang lagi,” katanya.

Sementara itu, mulanya hari ini Janur akan melakukan pertemuan dengan manajemen Persib untuk membahas komposisi pemain musim depan. Namun karena harus menghadiri panggilan komdis, Janur mengatakan pertemuan tersebut dijadwal ulang menjadi Jumat malam nanti.

/SIMAMAUNG.COM

  1. Iqbal Lisiek Reply

    Klo komdis ƍäª bisa nanganin kasus sepeti ini laporkan saja ke fifa,,

  2. budak PERSIB Reply

    Manajemen persib juga mesti serius….jangan hanya koar-koar di media wae….bertindaklah secara professional, kan cenah aya pejabat PT PBB berlatar belakang hukum….naha cicing wae atuh………..manajemen persib sampai titik ini terlihat LEMAH. Benar kata Janur, kalau mau juara, maka semua bagaian yang berbau PERSIB harus ikut bergerak dan berusaha, tentu sesuai porsinya masing2.
    Untuk komdis, belajarlah dengan cerdas, jangan kau pancing “pengadilan” itu kewenangannya diambil alih oleh pendukung kesebelasan! Komdis yang satu ini masih harus belajar mendisiplinkan dirinya sendiri…..utk patuh atas tugas dan fungsinya.
    Sebagai bobotoh, aing ngan ukur bisa ngurut dada, berbagai kasus yg berkaitan dg PERSIB senantiasa terkesan berakhir dengan keputusan yg justru merugikan persib……aya naon atuh nya?????

  3. hedi3rut Reply

    BORO2 BUKTINYA GA KUAT, YG JELAS KUAT AJA ILANG GA JELAS.

    • Reza Reply

      Betul. Yang jelas-jelas buktinya sagede bus oge teu ngaruh nanaon. Babangus ngaplek kabeh komdis mah.

  4. Anonymous Reply

    dek nepi iraha lamun mengalah wae? sudah jelas lanala mataliti dkk kroni nurdin sang koruptor, masih hayang asup LSI.

Mangga Komentar di Dieu

*