![]() |
![]() |
Arena Bobotoh: Meluruskan Kekeliruan Sejarah (Viking vs Jakmania)
Artikel ini merupakan bagian kedua dari trilogi tulisan Eko Maung. Bagian pertama adalah artikel berjudul: Memidanakan Suporter Sepakbola.
Di era teknologi informasi dan semua orang begitu mudah mendapatkan informasi utamanya melalui media-media sosial dan media online, karena diterima secara masiv dan cepat, maka seringkali hal-hal yang sesungguhnya keliru menjadi dianggap benar dan semakin disebarluaskan. Maka sebelum membahas perseteruan antara kedua kelompok suporter, ada baiknya kita meluruskan persepsi yang belakangan semakin keliru dan mengganggu.
Pertama adalah kekeliruan mengenai sejarah klub itu sendiri, banyak media baru yang menganggap dan meyakinkan banyak orang bahwa PERSIB vs Persija adalah laga klasik, bergengsi yang sejak dulu tak hanya seru didalam lapang namun juga luar lapang dan melibatkan banyak hal termasuk perseteruan suporter semenjak jaman perserikatan. Kenyataannya adalah: duel klasik yang melibatkan massa besar dan suporter fanatik serta layak disebut musuh bebuyutan bagi PERSIB diera perserikatan adalah laga-laga menghadapi duo ayam, yaitu Ayam Kinantan (PSMS Medan) dan Ayam Jantan Dari Timur (PSM Makasar)+bolehlah kita masukkan juga Persebaya Surabaya sebagai seteru.
Ya!, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makasar adalah 4 kota yang dapat kita katakan memiliki tradisi sepakbola yang mengakar, maka tak heran suporter sepakbola ini mencakup 3 generasi (Kakek, Ayah , Anak), ini berbeda dengan kota-kota lain yang memiliki suporter yang identik dengan kelompok suporter (biasanya memiliki embel-embel mania dibelakangnya), bisa dipastikan eksistensi suporter jenis ini adalah trend yang menjamur diera pasca kompetisi perserikatan, termasuk Jakmania. Sehingga adalah kekeliruan besar bagi mereka yang mengatakan laga Persija vs PERSIB adalah laga klasik yang melibatkan suporter kedua tim selama puluhan tahun, dan lebih gilanya lagi ada juga media yang menyesatkan umat dengan mengatakan bahwa kandang Persija diera perserikatan adalah stadion Senayan, padahal kandang Persija diera perserikatan adalah stadion menteng yang sekarang telah digusur.
Jika dikatakan bahwa Persija Jakarta pernah menjadi tim bagus diera perserikatan, ya itu betul karena mereka memang memiliki masa-masa itu tapi tetap harus diingat bahwa prestasi bagus Persija dimasa lalu tidak berbanding lurus dengan jumlah massa pendukung mereka, sebelum lahirnya Jakmania penonton laga Persija hanyalah simpatisan-simpatisan dan keluarga pengurus yang jumlahnya tentu tidak seberapa.
Perlu diketahui juga oleh para bobotoh muda bahwa jika membicarakan tim Jakarta yang layak diperhitungkan saat kita berbicara era awal liga Indonesia maka tim itu adalah tim Pelita Jaya Jakarta, mereka memiliki kelompok pendukung bernama the Commandos yang identik dengan anak-anak kaya, cewek-cewek cantik, yang tentu saja jumlahnya sangat-sangat sedikit, bahkan stadion mini mereka yaitu stadion lebak bulus pun tak pernah penuh jika Pelita Jaya bermain.
Kembali ke Persija, diawal era liga Indonesia (sekitar tahun 1994-1995), Persija dapat dikatakan tim yang tak diperhitungkan, minim dana, pemain-pemain gurem, stadion menteng yang kurang perawatan dan selalu sepi, dan satu hal yang perlu diingat bahwa warna tim Persija adalah merah bukan oranye seperti sekarang. Semua berubah sekitar tahun 1997, adalah seorang gugun gondrong pelaku utamanya, dalam sebuah memoar yang saya ingat dia pernah mengatakan cukup gerah dengan ke Jakartaan kota Jakarta yang semakin tersingkir oleh pendatang, salah satu parameternya dari kehadiran penonton sepakbola saat Persija bermain.
Jika Persija menjamu PSMS yang menuhin stadion menteng pastilah orang batak, jika menjamu PSIS atau persebaya pastilah orang jawa yang mendominasi, begitupun saat meladeni PERSIB, pastilah urang sunda yang menyesaki menteng. Intinya disanalah gugun mulai menyentuh sisi emosional orang-orang yang sehari-hari hidup di Jakarta bahwa saatnya menanggalkan klub daerah masing-masing dan mendukung tim dimana mereka beraktivitas yaitu Persija. Dan tentu saja bukanlah hal mudah untuk menyentuh sisi emosional ini, apalagi memaksa seseorang untuk mendukung salah satu tim sepakbola. Hal ini perlu dirangsang dan bersambutlah seorang Sutiyoso yang membutuhkan “kelompok sayap” untuk menopang kekuatan politisnya, 2 yang paling menonjol menurut saya adalah upaya sutiyoso untuk menggandeng Jakmania dan FBR, saya tak taulah tentang FBR, namun untuk Jakmania saya tahu bahwa mereka dirangsang dengan tiket-tiket gratis bahkan disediakan hingga tingkat kelurahan, dan upaya rekayasa membangun fanatisme ini diupayakan juga dengan angkutan-angkutan umum gratis seperti metromini yang menjemput dan mengangkut mereka ke stadion. Sungguh berbeda bukan dengan fanatisme alami ala bobotoh yang harus mencari setengah mati tiket-tiket berharga mahal dan susah payah mencapai lokasi pertandingan.
Pasca sentuhan Sutiyoso inilah Persija dan suporternya bertransformasi memasuki era baru yang membuat mereka diperhitungkan. Berbicara mengenai pembangunan suporter, Jakmania pun tentunya memerlukan rujukan dan konon kota Bandunglah yang mereka jadikan rujukan, maka tak perlu heran jika pengurus-pengurus Jakmania pada awalnya justru sering berkunjung ke bilangan gurame di kota Bandung untuk “belajar”, tepatnya di markas salah satu kelompok bobotoh yaitu Viking. Maka tak perlu heran jika pada awalnya pengurus kedua kelompok suporter ini sebenarnya saling mengenal dan jauh dari bayangan keadaan saat ini. Lebih jauhnya saya tak ingin terlalu banyak menulis mengenai ini karena saya hanya mendengar sepotong-sepotong saja dan khawatir itu pun tidak valid seutuhnya. Oleh karena itu saya ingin langsung beranjak kepada salah satu momentum yang saya alami sendiri yaitu bentrokan pertama suporter PERSIB dengan Jakmania, saya sengaja mengatakan “suporter PERSIB”, dan bukannya menyebut Viking ataupun bobotoh karena konon yang terlibat dalam bentrokan ini bukanlah anak-anak Viking tapi menyebut bobotoh pun tak elok karena dapat menyeret dan menggeneralisir.
Gesekan pertama
Gesekan pertama terjadi sekitar tahun 1999 di Siliwangi Bandung, saat itu Persija yang disuntik dana besar oleh Sutiyoso hadir dengan materi-materi terbaik dimasanya seperti Luciano Leandro, Dedi Umarella dll, sedangkan PERSIB bermaterikan pemain-pemain veteran dan lokal yang tak terlalu mentereng namanya. Luar biasa animo bobotoh dalam laga ini, saya ingat betul saat itu sulit sekali untuk mendapatkan tiket tribun timur, dulu Viking masih menguasai tribun selatan, dan elemen-elemen bobotoh yang menjadi cikal bakal BOMBER masih tersebar seperti stone lovers, suporter forever, BFT, Provost PERSIB, Vorib, robokop, Casper, tiger fortune dll.
Disaat itu puluhan ribu bobotoh masih tertahan diluar tak dapat masuk stadion, sementara suasana di dalam stadion pun semakin tak nyaman karena penonton berdesakan. Disaat itulah tiba-tiba banyak bus mendekat ke area stadion, mereka adalah bus-bus yang membawa Jakmania, kalau tidak salah ada sekitar 7 bus, cukup banyak memang karena gratisan dan disupport dana oleh sutiyoso. Terbayang apa yang terjadi, disaat “penduduk asli” yaitu suporter tuan rumah pun emosi karena tidak dapat masuk stadion, tiba-tiba datanglah “tamu tak diundang” dari ibukota, dengan gaya yang mungkin dianggap kurang berkenan maka terjadilah gesekan itu, saya kurang tau persisnya namun beberapa bus memutar ke arah jalan menado dengan kaca-kaca pecah dan terdengar kata-kata makian.
Alkisah PERSIB kalah hari itu, kericuhan terjadi di dalam dan di luar stadion, saya ingat benar saat itu Luciano Leandro kepalanya bocor terkena lemparan batu, dan musim itu adalah musim dimana jerseynya sangat saya suka yaitu apparel reebok, cukup elegan dan simpel, harga originalnya di toko olahraga berkelas di BiP sekitar Rp. 79.000,00 , harga yang terbilang cukup mahal pada saat itu (cik mun ayeuna aya keneh jersey eta harga sakitu diborong tah ku aing!- teu make anj!#*).
Gesekan berlanjut
Di masa itu PERSIB memang kurang bersinar, nama besar dan loyalitas bobotoh-nya lah yang membuat PERSIB tetap disegani, dan diantara keredupannya itu, tetap ada satu nama yang mampu menjada track PERSIB sebagai penyuplai pemain untuk tim nasional setelah berakhirnya era Robi Darwis, satu-satunya pemain PERSIB yang tetap dipanggil oleh tim nasional itu adalah pemilik VO2MAX tertinggi di timnas pada saat itu, salah satu pemain favorit penulis, dia adalah Yaris Riyadi.
Dengan adanya satu wakil PERSIB di timnas maka sudah menjadi alasan yang cukup kuat bagi bobotoh untuk tetap setia memberi dukungan kepada tim merah putih, terutama saat berlaga di GBK, dan diantara mereka yang rajin nonton timnas adalah anak-anak Viking Jabodetabek (sekarang kan memekarkan diri menjadi vkg bekasi, bogor dsb), nah konon katanya, euceuk, ceunah, meureun, sejak kejadian bentrok di Bandung itu, anak-anak Jakmania mulai melakukan intimidasi dan gangguan-gangguan serius kepada anak-anak Viking jabodetabek ataupun para penonton asal Bandung, alkisah makin lama makin hot dan dibalas pula dalam setiap kesempatan meskipun itu diluar laga PERSIB vs Persija. Salah satu yang saya ingat adalah gangguan yang ditujukan pada Jakmania ketika Persija bertandang ke kandang persikab di stadion sangkuriang cimahi, rupanya acara ganggu-mengganggu ini cukup banyak juga peminatnya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa peletup dan momentum yang membuat pertikaian ini semakin membara dan sulit padam adalah kejadian setelah kuis siapa berani di Indosiar. Saat itu anak-anak Viking yang tampil sebagai jauara kuis rupanya telah diincar dan siap dihabisi sejak mulai studio hingga jalan tol, insiden terhebat adalah di pintu tol tomang, anak-anak Viking di hajar habis-habisan dan ya begitulah tak perlu diceritakan secara detail.
Bentrokan terhebat yang terjadi pasca insiden kuis siapa berani terjadi sekitar tahun 2001. Saat itu PERSIB dijamu Persija di GBK Jakarta, kebetulan saat itu isu-nya masih terbatas Viking dan Jakmania, belum bobotoh ataupun suporter PERSIB secara keseluruhan. Saya masih ingat saat itu anak-anak Viking berangkat menggunakan banyak bus, sedangkan Bobotoh lain berangkat menggunakan banyak mobil pribadi,termasuk saya yang memilih menggunakan minibus bersama kawan-kawan.
Jika tak salah dulu kami masih menggunakan jalan via Puncak belum Cipularang, semua masih tertawa-tawa hingga kami memasuki tol dalam kota Jakarta. Disamping kami di jalan reguler melaju sejajar sebuah metromini sarat Jakmania yang terus menunjuk-nunjuk kami dan meneriaki mobil kami, saat itu atmosfer permusuhan belum separah sekarang sehingga ya berani-berani saja tetap kibar bendera biru dan memakai baju PERSIB, karena yang punya masalah kan Viking dan Jakmania, sedangkan kami yang tidak bergabung dengan rombongan seharusnya aman, itu cara pikir bobotoh kebanyakan. Karena beberapa mobil plat D didepan pun tak melepas bendera PERSIB mereka, dan rupanya itu adalah ide buruk…sangat-sangat buruk. Lepas dari tol, mobil kami beserta 2 mobil lainnya dikejar oleh ratusan Jakmania. Segeralah gas ditancap dengan maksud melarikan diri, namun tak diduga macet luar biasa di depan TVRI, mobil kami terhenti dan segeralah Jakmania mengerubungi mobil kami, bunyi keras sekali entah apa yang mereka gunakan untuk menghajar bodi mobil dan kaca, pendek cerita, kaca mulai pecah dan rontok, kawan-kawan yang duduk paling dekat dengan jendela pun terkena pukulan langsung. Saya masih ingat andai TUHAN tak segera menolong kami saat itu mungkin kami akan menjadi bulan-bulanan paling parah ya mati dan saya tak mungkin menulis tulisan ini. Pertolongan TUHAN itu adalah ketenangan luar biasa dari sang sopir, meski darah mengalir dari kepalanya dia tetap dapat melihat jalan kecil sisa galian kabel di tepi jalan dan segera melewati jalan itu, terlewatilah masa-masa yang tak akan pernah kami lupakan itu.
Kami dipandu oleh salah seorang Viking jabotabek bernama Agus Rahmat dan segera mengamankan diri ke area lapangan hoki, sementara yang lain mencoba menghentikan pendarahan dan melakukan pertolongan pertama. Sementara itu menurut kabar anak-anak Viking pun terlibat bentrokan hebat dan tak dapat masuk stadion, bentrokan terjadi di luar dan dalam stadion karena beberapa kawan yang bisa masuk stadion (konon mereka ini adalah anak-anak jabodetabek) berada dalam jangkauan Jakmania sehingga polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau the jak, imbasnya sampai ke lapangan, konon Aceng Juanda cs pun bergelimpangan di lapangan hijau akibat gas airmata ini, PERSIB kalah 0-3 dan bagi sebagian orang yang menjadi korban insiden pada hari itu, mereka telah menemukan alasan untuk menyatakan perang seumur hidup kepada Jakmania, slogan-slogan permusuhan pun mulai marak dan menjadi komoditas ekonomi untuk dicetak pada kaos-kaos suporter.
Penulis adalah bobotoh yang berkhidmat dengan akun twitter @ekomaung.










aamus yeuh
29/05/2012 at 09:19alus kang eko tulisana.. tulisan selanjutna cing ulas solusina euy... aing kamari nonton langsung di GBK.. waas ningalina nu di keroyok.. meskipun ga jelas nu dikeroyok teh supporter bola, copet atau kriminal lain saran leutik ti saya mah.. dimulai ku ulah aya nyanyian pa anj**k-anj**k (pa gogog gogog) mun di siliwangi nyanyiana "....asal jangan the jak, the jak itu anj**k" kamari sy ngadangu di GBK nyanyiana "viking bonek sama saja, sama2 anj**k" jadi kabeh saling membinatangkan... jadi mulailah dari slogan2 dan nyanyian2.. agungkanlah nama persibnya... dukungan semangat jang pamaen, lain ngadon mencaci supporter nu lain.. teu nyambung euy. pantesan weh persib rada hese menang.. da supporterna sibuk ku makian. sok ah.. renungkeun solusina kumaha.. da urang teh kabeh ge dulur sabangsa, mayoritas muslim nya dulur sa iman.. ulah nepika kajadian deui korban hilang nyawa..
orangkampung
01/06/2012 at 06:22saya bukanlah pecinta sepakbola, nonton pertandingan sepakbola aja suka males, apalagi maen sepakbola. dan paling males lagi kalau nonton sepakbola liga dalam negeri. kalau main PES sih seneng deh walau udah lama ga main juga :p terus terang saya tertarik komentar disini karena beberpa faktor, yaitu faktor ingin permusuhan antar suporter ini segera berakhir(udah kayak apaan tau aja musuhan), serta kekesalan saya terhadap kelakuan para suporter sepakbola liga Indonesia yg seenaknya saja buat onar dijalanan, bikin macet dsb. dan yang lebih mengesalkan ketika beberapa hari yg lalu saya berkomentar pd foto korban pemukulan oknum yg terjadi seusai laga persija vs persib di GBK tempo hari. saya berkomentar foto tersebut lantara judul fotonya adalah : "INI JAKARTA, Bukan tempatnya Viking ******" saya berkomentar disana untuk mengingatkan bahwa Jakarta bukanlah milik satu sukubangsa, apalagi sekumpulan suporter. maksudnya agar mengingatkan yg pny foto agar tidak semena-mena, alih-alih saya mendapatkan cacimaki. di ingatkan kok malah mencak-mencak ga karuan. malah jadi curcol dah. lanjut lagi ke intinya saya punya solusi, namun solusi ini haruslah di jalani dengan NIAT YANG TULUS akan terciptanya perdamaian antara viking dan the jakmania. solusinya: - Tumbuhkan rasa kesadaran akan cinta damai pada masing-masing anggota suporter *lebih bagusnya dimulai dari para petinggi di kalangan masing2 suporter agar dapat mengajak sampai ke level paling bawah .(penting) - kalau emang masing2 kubu suporter punya niat yg baik untuk berdamai, maka tunjukkanlah keseriusan dari niat baik itu. jangan karena adanya sikap penolakan dari salah satu petinggi suporter (ayie beutik) lantas niat baik itu tidak dilanjutkan. hal ini terkesan ajakan damai itu hanyalah topeng belaka. -niat baik untuk damai bisa diwujudkan dalam suatu tindakan yg nyata. contohnya: rangkulah para pendukung tim lawan untuk nonton pertandingan bersama-sama dan beri mereka jaminan keselamatan, lindungi mereka agar tidak di aniaya oleh oknum2 yg tidak bertanggung jawab yg mengatasnamakan suporter. namun sebelum hal ini dilakukan tentunya harus di informasikan terlebih dahulu serta koordinasikan kepada seluruh anggota suporter yang akan menjamu suporter lawan. - dengan ditunjukkannya niat baik tersebut, iklim damai antar kedua kubu pun pasti dapat terwujud. itu juga kalau pada punya niat damai yang tulus dan emang pengen damai. soal niat baik untuk damai kenapa saya menulis seperti itu, hal ini dikarenakan saya mendengar sendiri pengakuan dari teman2 saya yg notabene nya adalah anggota jakmania (aktivis jakampus di kampus saya) yg katanya Jakmania pernah mengajak damai viking. bahkan pernah datang langsung ke Bandung bersama sutiyoso(saat itu msh menjabat Gubernur DKI) untuk menemui gubernur jabar & ayie beutik selaku petinggi viking. namun ditolak mentah2 ajakan damai itu oleh ayie beutik serta gubernur jabar saat itu tidak menghadiri pertemuan tersebut. jadi intinya kesadaran akan damai itu mesti tumbuh dengan hati yg ikhlas dari masing2 anggota suporter. sebenarnya banyak yg ingin saya utarakan, tapi ga perlu dibahaslah, nanti yg ada bukannya kasih komentar. malah buat artikel sendiri di kolom komentar yg ada di blog ini, ini aja komen saya udah terlalu panjang #ngakak mohon maap bila ada yg tidak berkenan setelah membaca komentar saya. #Peace nb: saya bukan viking atau jakmania.
Arif Chasan
29/05/2012 at 09:23anjis, merinding uing macana..
Uday
29/05/2012 at 09:25Meni waas ngadangu na.. Dugi ka iraha atuh rariweuh wae teh.. ck..ck.. Sok atuh geura alakur viking - the jak.. Hayang pisan ningali silaing alakurr.. trus maen bal indonesia maju, peuperiheun hayang lalajo indonesia asup piala dunia mah. Ngimpi keneh weh ayeuna mah..
wildan
29/05/2012 at 09:41aing inget pisan masa-masa eta,,,,
Generasi Biru
29/05/2012 at 09:48Paingan atuh euy...!!
rei
29/05/2012 at 09:49maaf kang klo ga sopan cerita ini bagus pisan untuk mengungkapkan fakta sebenarnya ke masyarakat pecinta sepakbola Pasti berat sekali untuk para supporter persib yg dulu merasakan langsung bagaimana menyakitkannya kejadian itu tapi mungkin akan lebih baik jika para senior" 'pendukung persib' dan 'pendukung persija' segera melupakan segaLa hal" menyakitkan , dendam, maupun permusuhan.. saya yakin itu sulit, maaf saya juga tidak brmaksud ngegampangin... Tetapi saya sangat peduli dgn kelangsungan sepak bola indonesia yg sesungguhnya memiliki bakat",talenta luarbiasa untuk dikenal / bahkan dikenang dunia.. karena dengan perilaku supporter kita yg tidak pernah lepas dr kekerasan,mungkin itu pun akan membuata suasana pertandingan menjadi tertekan sehingga kita bisa lihat sendiri bagaimana cara bermain liga kita yg dikenal negara luar sebagai tim dengan permainan keras menjurus kasar.. padahal sebenarnya Indonesia ini hebaaat terkadang saya merasa apa arti sepakbola sebenarnya?? bukankah ini suatu permainan yg dimainkan oleh manusia, dikelola manusia, diadili manusia pula. mengapa kita tidak saling menghargai profesi,karir, kemampuan setiap manusia di dalamnya dan mengembangkan kualitas persebakbolaan baik dr sisi kenikmatan permainan,perangkat pertandingan,dan keindahan cara menyalurkan dukungan kita :) *pendukung persib dan pendukung persija merupakan patokan para supporter seluruh INdonesia. saya selalu yakin jika pendukung kedua belah pihak ini bisa dikelola dan bergabung dan saling menghargai dalam mensupport tim kecintaan kita, i.allah SEpakBola Indonesia akan terus berkembang (Indonesia Youth power) --salam VIking CIBIRU--
kang chepot
29/05/2012 at 09:50the jak - VIKING BERSATULAH...!! NGIMPI EUY...
kang chepot
29/05/2012 at 09:54the jak - VIKING BERSATULAH...! NGIMPI...
awenk
29/05/2012 at 09:54Serahkan semua pada ahlinya,,kami bobotoh menginginkan yang terbaik buat persib yang telah menjadi kecintaan kami,,
budi hermawan
29/05/2012 at 10:02Tah eta sejarahna teh...ma enya lanceuk (bobotoh) diunghak ku adi (jak*Z...K)
Brian
29/05/2012 at 10:04Gw nonton Liga Indonesia sejak tahun 1994 saat masih Liga Dunhill. dan benar saat itu tim Jakarta yg disegani Pelita Jaya. Persija masih berkandang di stadion menteng dengan kostum warna merah, bukan oren. gw juga gak tau kenapa tiba-tiba bisa berubah jadi oren
choew
29/05/2012 at 10:13kang eko sip
dzanie
29/05/2012 at 10:16mudah2an dengan cerita ini, bisa menemukan jalan terbaik...
budak persib
29/05/2012 at 10:33Persib akan memenangkan 'pertarungan' ini dg elegant di dalam dan luar stadion. Karena kita yakin pemain persib adalah pemain terbaik, dan pendukung persib adalah pebdukung terbaik yg fanatik dan berjiwa mulia. Menangkan dan terhormatlah!
atep
29/05/2012 at 10:34naon damai jeung the jak ewuh didituna,....nepi iraha oge the jak harus modar binasahkeun sampah ibu kota .
sandi
29/05/2012 at 10:36Kalo tidak salah pertandingan ini pas hari ulang tahun DKI??
bobotoh ti bubudak
29/05/2012 at 10:45Gusti nu agung,,nepi ka kitu na..pokona persib nepi kamana wae..mudah2an persib cpt2 jdi juara
rei_qz
29/05/2012 at 10:57Ngan sa ukur tiasa nyebat. KEREN!!!
ikygrind
29/05/2012 at 11:04Muringkak macana. Lawas, bobotoh moal ngejat sasiku.
andri winangun
29/05/2012 at 11:22PANCEG DINA GALUR. MOAL INGKAH SANAJAN AWAK LEBUR.. tetep Dukung PERSIB.
bokir
29/05/2012 at 11:08toslah nu entosmah entos we, sekarangmah saatna saling memaafkan untuk kemajuan bersama, tah ayeunamah kmh carana viking/bobotoh bisa duduk bareng dgn supporter lain dalam satu stadion. salam satu hati
Aprilandi
29/05/2012 at 11:24Pas kejadian di senayan th.2001 urang aya di gbk, waktu itu sy baru kelas 1 di salah satu SMU swasta di Bekasi, sy berangkat sendiri naik bus patas ac bekasi-blok m, memakai kaos putih polos, kaos viking jabodetabek sy simpan di dalam tas untuk jaga2. Sampai di komdak sy melihat bus yg mengangkut rombongan viking dari bandung tertahan di komdak, sekitar 8 bus. sy buru2 turun di komdak dan ikut bergabung, disana sudah ada anak2 viking jabodetabek juga. Sy langsung berganti pakaian memakai kaos viking, waktu menunjukan pukul 15.30 wib, posisi kami masih tertahan di komdak. Taklama kemudian bus di berangkatkan ke area senayan, bus di parkirkan di depan gedung tenis (plaza barat). Waktu menunjukan 16.00 wib. Waktu itu ada beberapa jakmania melintas sekitar 4-5 orang, terjadilah bentrok yg tak seimbang. 8 bus viking melawan 5 orang jakmania. Setelah nego dengan panpel akhirnya kita diperbolehkan masuk stadion tepat pukul 16.15 wib. Posisi kami di samping vip barat. Sekitar 500 orang Viking, setelah pertandingan kami tertahan di dalam stadion sampai pukul 20.00 wib. Kami di angkut truk dalmas, sedangkan bus yg kami gunakan menunggu di daerah Uki Cawang.
andri
29/05/2012 at 11:32ralat,kejadian jakmania ka siliwangi pake bis tahun 2000 kang eko
Daniel
29/05/2012 at 11:45Cuma satu jalan keluarnya... Bubarkan Persija.
dio
29/05/2012 at 11:48astagfirullah al-'azhiim.. meni sakituna.. LANJUTKAN KANG!!
Tedi
29/05/2012 at 12:05The jak manusia brhati iblis,,,bdak ciwarak tasikmalaya
ucit
29/05/2012 at 12:11Mani sakitu na nya, saya mah berharap, bisa jadi bagian dari persib suatu saat nanti, jeung mawa persib jadi juara, teu hanya di indonesia tapi di asia bahkan dunia. AMIEN
Mia
29/05/2012 at 17:23Amin lah Lur... Abi ge brharap bisa jd bgian dr PERSIB...
Edane
29/05/2012 at 12:11Primitif pira oge sepak bola make acara ngagebuk supporter lawan. menang atw eleh ge da moal ngarubah nasib urang. nu aya kalaka rasa teu aman keur pemain jeung penonton nu damai. saretress meureun org jakarta dan sekitarnya ku beban ekonomi. jadina pikirannya darangkal.
Ros
29/05/2012 at 12:21Mantap tulisanna kang. tp lbh sae mun nyantumkeun sumber-sumberna meh lebih sahih jeung tiasa dipertanggungjawabkeun secara akademik :)
viking tsm qais
29/05/2012 at 12:38ciptakan lakh kedamaian
joehan
29/05/2012 at 13:24moal , ngenjat ti pakalangan..!!!!!!!!! dukung PERSIB terus..!!
Egha Pamungkas
29/05/2012 at 13:35jirr, aing jebleh maca na, terharu, mun harita aya didinya kabayang bakal ngewa na ka the jack mania, SOK buktikeun sib, ulah eleh ku PErsija mimiti ayeuna mah
endro
29/05/2012 at 13:50benar sekali nih tulisan , krn saya jg saksi sejarah waktu dijaman perserikatan klub persija ngga bersinar, ngga ada pendukungnya, beda dgn persib, kl persib main di gbk jaman devisi utama, apalagi pas final dgn psms medan , wah penonon penuh oleh orang sunda, mayoritas sunda tp ada jg yg bkn sunda termasuk saya krn permainan persib memang enak ditonton dan membanggakan, tapi setelah gugun membuat gebrakan dan didukung oleh finasial sutiyoso yg kuat waktu itu gubernur tampak beda banget , jadi memang fans yg asli mendukung krn kecintaan dan fans yg mau krn dibayar yah begitulah jadinya, tapi sudahlah nasi sdh jadi bubur, kedepannya buat fans2 persib ( bobotoh ) tetap kita hrs memulai dgn damai, ajak the jack bersilaturahim , kebandung, fans2 persib ga usah balas kejar2 flat B, atau the jack , kita hrs kuat, kita fans persib mayoritas orang sunda orang yg ramah, orang yg mau berdamai, orang yg selalu berteman, ayolah tunjukkan pd dunia kita yg memulai tuk berunding, bercengkarama, bertukar pikiran, walau kita yg dianiaya oleh mereka, tetaplah optimis tuk kebaikan, jgn sampai kejadian ini terulang, cukup sudah tumbal nyawa melayang, kita akhiri sampai disini, kita awali lembar baru damai, viking, damai the jack, damai saudara ku, dan itu bisa kl kita mau , amin
andy
29/05/2012 at 14:14Media nu ngagedeg-gedekeun brita... Tp urng satuju pendpat @ekomaung. Salut k viking jabodetabek
eko maung
29/05/2012 at 14:21Hayang ngajak sparing euy aingmah hiji lawan hiji.. ken wae ketang hiji lawan dua ge.. asa ngahina pisan euy...!
Indra Takus
29/05/2012 at 14:57PERSIB geus nga darah daging......moal ngejat ngabela PERSIB nepi iraha wae oge.
ferdy faisal
29/05/2012 at 15:41cek ini Pak Polisi ..temukan biadab ini http://t.co/stnyc7jD or ask akun twitter @penontonbola
unname
29/05/2012 at 15:50Artikelna menarik kang, cuma rada kurang hade lah, lagi panas2nya kok materinya sedikit provokatif.
andreas maung
29/05/2012 at 16:26oh ya
bobotoh
29/05/2012 at 17:16Total Persib!
oim
29/05/2012 at 17:26sudahlah luka lama ga usah di korek kembali, saya pun pernah mengalaminya ketika persib tandang ke tangerang, bis hancur, pulang2 pake panser, teman2 saya banyak yg terluka, pengalaman tidak terlupakan, demi mendukung persib!! tapi ya sudah lah perdamaian jalan yang terbaik agar tiada lagi korban berjatuhan.
anwar
29/05/2012 at 17:35jadi kumaha ko? sia teh nyieun artikel ngajak damai..atau ngajak permusuhan sabenerna??
tha
29/05/2012 at 18:44yg waras harus berjiwa besar. mending luruskan permasalahan. berundinglah ketua viking-thejak. Biar tau mana pihak yg salah dan yg teraniaya. lalu pihak yg salah akui kesalahannya dan minta maaf, dan pihak yg tersakiti harus berjiwa besar dan memaafkan. bagi yg nyawanya melayang akibat pertikaian, mudah2an amal ibadahnya diterima oleh Allah. Bagi yg menganiaya harus mendapat hukuman yg adil, klo gak adil, masih ada peradilan di AKHIRAT. Ketua-ketua menyatakan damai, maka bawahan akan mengikuti. wlopun pasti masih ada oknum yg dendam n gak rela untuk damai. mudah2an terealisasi, emang komen itu gampang tp yah ini kan harapan..... semoga damai aamiin.
inlullaby
29/05/2012 at 19:24ieu salah satu postingan paling edun saumur hirup, sok ah sing daramai.. meh tiasa ngabirukeun GBK ngke :)
enkzDoank
29/05/2012 at 20:14__BIARLAH PERMUSUHAN INI ABADI__
githa jingga
29/05/2012 at 20:38belajar dewasa ^^
Githa jingga
29/05/2012 at 20:29wahh, ko banyak kata-kata yang sedikit provokativ ya kang? hehe, saya pendukung Persija dari sukabumi jawa barat, tapi saya bukan pembenci suporter lain termasuk suporter persib, saya hanya benci orang yang menjelek-jelekan persija/jakmania didepan saya sehingga kadang saya mencela suporter persib yg mencela tim saya juga... *maav* saat nonton persija vs persib untuk pertama kali kemarin di gbk saya miris melihat langsung orang yang saat itu disebut-sebut sebagai viking/bobotoh yang ketauan trus d pukulin dan diteriaki "matiin matiin" meski dari jauh karena beda tribun. yang ada di pikiran saya saat itu "Kenapa sampe segitunya? kan anak viking itu hanya ingin nonton tim yang dia dukung, sama seperti saya yg ingin nnton persija? toh dia tidak mengganggu dan gak ngajak ribut?" saya bahkan sempat ngomong ke tmen saya sesama jakmania yang ada disamping saya "Kasian ya, padahal dia cuma pngn nnton tim kesayangannya. Gimana coba perasaan orang tuanya pas tau anaknya digituin?" meski akhirnya saya diledekin sama tmen saya itu. akhirnya saya yg tadinya tidak terlalu tertarik dengan sejarah permusuhan ini penasaran,saya coba membaca penjelasan sejarah permusuhan ini dari sisi pndukung persib setelah sebelumnya membaca artikel dari bung Ferry mantan ketum JakMania. Karena saya kan termasuk orang baru, pada tahun itu saya masih kecil.. ternyata gak jauh beda, cuman kalo di artikel bung ferry dijelaskan lebih detail saat kedatangan 8 bus rombongan jak mania ke bandung itu.. saya pribadi berharap, permusuhan ini tidak semakin berkembang.. harus berapa nyawa lagi yang melayang? harus berapa orang tua lagi yang menangis saat mengetahui/melihat anaknya meninggal/luka-luka sesudah menonton pertandingan bola? untuk itu saya sangat berharap kedua belah pihak tidak saling memprovokasi terhadap masing-masing kelompoknya.. ayo kita jadi suporter dewasa^^ hatur nuhun, punten sateuacana upami komen ieu rada teu berkenan dina manah.. salam olah raga ^^
nurbahagia
30/05/2012 at 10:02contoh anu provokatif mana kang? rada jelaskeun ,,kan enak mun jelas mana nu dianggap provokatif,,, sejarah viking-jakmania versi jakmania justru lebih provokatif menurut saya mah,,
Githa jingga
30/05/2012 at 19:30hemmm, ada beberapa kalimat yang memang sedikit mengandung kalimat provokativ sih kalo menurut saya. membuat siapa yang membacanya jadi terangkat emosinya.. kalo yang saya baca dari artikel bung ferry, kalimat-kalimatnya bersih, tidak ada kata kasar, tidak ada kata ledekan mau ke pihak the jak atupun vikingnya,bisa dibilang netral.. ya maap kalo anda tidak satu pikiran sama saya, toh saya hanya mengungkapkan opini saya. :-)
gha.bobotohYgMENEMUKANHARAPAN
30/05/2012 at 10:34ITU SEMUA BENAR ADA NYA TDK ADA PROPOKASI........ SAYA SANGAT KECEWA DG THE JACK DAN MENGUTUK TINDAKAN THE JACK ,, SAYA BOBOTOH DAN SAYA TDK PRNAH BENCI DG PERSIJA YG SAYA BENCI HANYA THE JACK,, SEMOGA BERIMBAS PADA DI DEGRADASI NYA PERSIJA JAKARTA AMIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNN
Githa jingga
30/05/2012 at 19:37hehe, maaf kang. THE JAK bukan THE JACK. kalau mau mencela tapi namanya saja sudah salah, nanti bisa ditertawakan.. :-) persija degradasi? yaaa lihat saja nanti deh, percaya sama kun fayakun kan..^^
Her Synuster Gates
30/05/2012 at 11:26Kita bobotoh PERSIB sudah menghibau untuk tidak membalas dendam, VIKING ataupun PERSIB ingin jadi contoh yang baik untuk semua suporter bola,, bahwa tidak hanya Tim PERSIB yang baik dan santun tapi bobotohnya pun santun dan tertib..kami ingin dicintai dengan keramahan kami bukan disegani karena memukul orang sampai mati..
Githa jingga
30/05/2012 at 19:39seandainya hal itu benar-benar terlaksana, alangkah indahnya. dan saya mengharapkan hari itu tiba ^^
adr
29/05/2012 at 22:20Geus ayeunamah tong saruana nu engges mah engges,sok ayeunamah dukung team urang PERSIB BDG,tunjukeun prestasi nu hade lamun geus prestasi hade batur ge ngarasa segan,no hiji mah males jeung ngaledek batur mah tong ku fisik tong ku carita tunjukkeun we prestasi nu hade satuju teuuuu........ salam BOBOTOH PERSIB
frank
29/05/2012 at 23:441.)Semua berubah sekitar tahun 1997, adalah seorang gugun gondrong pelaku utamanya, dalam sebuah memoar yang saya ingat <<gugun gondrong bukan pelaku utama,dia hanya simbol untuk menarik warga jakarta untuk bergabung sbg the jak mania,karena dia artis pd masa awal dulu.kalimat "yang saya ingat" ente komen berdasarkan apa???mana sumber yang nulis omongan gugun gondrong itu??? 2.)Jika dikatakan bahwa Persija Jakarta pernah menjadi tim bagus diera perserikatan, ya itu betul karena mereka memang memiliki masa-masa itu tapi tetap harus diingat bahwa prestasi bagus Persija dimasa lalu tidak berbanding lurus dengan jumlah massa pendukung mereka,<<benar bukan anda sendiri mengakui.terus masalahnya dimana???terbuktikan kuantitas TDK MENENTUKAN KUALITAS..lo sendiri yang bilang loh. 3.) Hal ini perlu dirangsang dan bersambutlah seorang Sutiyoso yang membutuhkan “kelompok sayap” untuk menopang kekuatan politisnya, 2 yang paling menonjol menurut saya adalah upaya sutiyoso untuk menggandeng Jakmania dan FBR, SAYA TAK TAULAH TENTANG FBR<<ni kalo orang jakarte baca di ketawain lo.gimane ceritanye,ente bilang mau gandengin 2 SAYAP buat ALASAN POLITIK.lo ada ada aja,FBR kemana,THE JAK MANIA kemana.bokis lo,dusta ni akang akang,teteh teteh..bulshit.the jak mania berdiri tahun 1997 bung, FBR berdiri tahun 2001 oleh Alm. KH.Fadholi Munir 4.)cukup banyak memang karena gratisan dan disupport dana oleh sutiyoso<<haha.ini lagi bung,panpel lo yang capek capek nyari tiket tambahan,gratisan dari mana loh,itu juga panpel lo beli dari calo..emang beli pake ape??pake daon??gak bener tuh.anak-anak bayar waktu itu. 5.)datanglah “tamu tak diundang” <<kami datang justru di undang pihak panpel kalian..!!!!!!cek coba di link yang saya berikan.!!! 6.) saya ingat benar saat itu Luciano Leandro kepalanya bocor terkena lemparan batu,<,lihat siapa yang memulai kan. bung masih banyak tulisan anda yang hanya sekedar teori saja,gak ada landasannya,baru kata orang,menurut saya.tolong jangan memutar balikan fakta sejarah.orang seperti anda yang menjadikan DAMAI menjadi kata benda,bukan menjadi kata kerja.
riki
30/05/2012 at 00:20janten keun filem na lahk kang,,,,, !!!! jang ke anak incu,,,!!! tos ka lebet budaya urang sunda atuh kang ai kitumah,,,,, sejarah lah kang kotor na mah,,,,
viking
30/05/2012 at 00:46mampus masuk neraka aja lo rangga bangsat ,, beruntung orang kampung meninggal di kota ,, daripada di kampung , udah idup di kampung , meninggal di kampung kasian jadi anjing kampung .. wwkwkwkw , dasar anjing kampung
Her Synuster Gates
30/05/2012 at 11:38Yang nentuin masuk neraka bukan anda..tapi akhlak anda dengan kata2 kotor anda..mungkin sebaiknya anda mengalami seperti rangga biar anda tau rasanya seperti apa...setidaknya dia punya keberanian untuk nonton kesana..tidak seperti anda yang bacotnya cman berani disini...silahkan nonton disini nanti kami tunggu...Welcome to Bandung..
eman sulaeman
09/07/2012 at 21:44lo ngomong gitu nggak mikirin perasaan ortunya alm mungkin juga lo nggak punya ortu kali yg ngelahirin lo sebangsa dedemit tanah kusir setan lo!
Obat Herbal Kanker Hati
07/08/2012 at 10:36huuuh, ane ngeri gan meskipun liat di tv soal kejadian kemarin, apalagi nonton ke stadionya langsung.?
Bobotohtibubudak
30/05/2012 at 01:31Kuring masih inget, pertengahan dekade 80-an nepi ka akhir dekade 90-an, nu ngaran Jakarta (utamana sabudeureun Istora Senayan/GBK) pasti macet lamun PERSIB maen. Kuring ge inget, basa rek final perserikatan lawan PSMS (poho deui taunna, ngan mun teu salah mah taun 87), di daerah Ciranjang, bada shalat ashar aya nu ngahaja menta du'a jang PERSIB diumumkeun make pengeras suara masjid... :-D. Iraha bisa kitu deui nya?
Joe Saptono (yakeswa 96)
30/05/2012 at 04:18Eko,..saya inget betul kejadian, waktu Bobotoh ikut kuis Siapa berani,..insiden itu membuat emosi tingkat tinggi kala itu,..mksipun saya waktu itu tidak ikut dalam rombongan, tapi bnyak org2 membicarakan hal itu,..Sungguh miris dan biadadab kelakuan para Sup jakmania, jika kita kaitkan dengan kasus rangga saat ini,,.sungguh memancing emosi kita utk segera melakukan sesuatu, so do it eko,..do something!!
rose
30/05/2012 at 09:46two thumbs up
kandang_aink
30/05/2012 at 10:02sukabumi HARAM the jak, hati-hati ah the jak nu aya di sukabumi.. moal paduli awewe lalaki ayeuna mah, dicicingkeun kalakah nyalutak.. jaba budak tanggung deuih..
Githa jingga
30/05/2012 at 19:34sebagai orang islam, dilarang menghalakan yang haram dan mengharamkan yang halal kang.. :-) sudah jelas permusuhan sesama umat muslim n ciptaan allah itu haram, malah dilanjutkan. dan tidak ada ayat dalam alquran yang menyebutkan sukabumi haram the jak.. :-) alhamdulllah saya tinggal dilingkungan yang mayoritas anak viking tapi kami bisa saling menghargai satu sala lain, asal tidak saling mengganggu saja. dan anda disini jangan memprovokasi untuk menghancurkan hubungan baik itu!!!!!
fathan
30/05/2012 at 11:07abdi pendukung PERSIB BANDUNG, tapi lain anggota viking. lolobana budak viking mah nyieun ribut di daerah sorangan, teu boga ka era.
djabrig
30/05/2012 at 11:35niat na mah alus tulisan ieu teh.. ngan angger weh loba provokatif na.. geus loba nu nulis siga kieu mah.. ngan angger weh euweuh nu saladar... viking - jakmania saruana ngarasa pangbenerna... cik mikir atuh!!
holigan ujungberung
30/05/2012 at 19:29Sia atuh nulis artikel, uleh komen teu puguh jeung teu kwalitas. dasar jeuleuma euweuh ka begug, begug na ngahina!!
dhika
30/05/2012 at 12:56Hanya ingin bertanya, Saya warga Jakarta dan saya pecinta Sepak Bola Indonesia, suatu kebanggaan bisa liat laga TIM HEBAT !! PERSIJA vs PERSIB di SUGBK kemarin... pertandingan yang begitu seru, mau nangis liat banner yang di bawa pemain PERSIJA dan PERSIB yang bertuliskan, JAKMANIA - VIKING, BERSATULAH !! yang mau saya tanyakan apabisa JAKMANIA - VIKING berhenti saling benci berhenti saling hina berhenti saling MEMBUNUH !! apapun masa lalu yang kelam antara JAKMANIA - VIKING, mari BERDAMAI bukan dengan kata kata tapi SIKAP !!! ------indONEsia-----
Sandi
30/05/2012 at 14:07Bubarkan ormas viking! Bubarkan ormas jackmania! Viking bikin rusuh di bandung. Jackmania bikin rusuh di jabodetabek. Kalo lagi jalan-jalan ketemu rombongan viking pas lagi pake pelat B bikin hati was-was. Kalo lagi pulang kerja ketemu rombongan jackmania pas lagi pake pelat D sama juga bikin hati was-was. Bobotoh ngga butuh ormas viking!
anti the jack
30/05/2012 at 15:00buat apa damai qt warga sunda merasa di injak injak oleh warga jakarta lanjutkan z perang.
arif
30/05/2012 at 17:57leres kang, persib vs persija mah sanes musuh bebuyutan
holigan ujungberung
30/05/2012 at 19:31leureus kang, ngamusuhan persib teh motifna hoyong ngiring eksis, maklum tim karbitan. hoyong ngiring nempel nama besar persib
holigan ujungberung
30/05/2012 at 19:26Jakarta bukan kota sepakbola, The Jak cuma segelintir bencong taman lawang yg di koordinir sutiyoso via gugun gondrong, feri indra syarief dkk. ga ada sejarahnya di perseserikatan persija punya suporter dgn basis massa yg besar dan mengakar!!
kei
30/05/2012 at 19:27Assalamu'alaikum... sepakbola maju dan besar karena superter,dan saya akan lebih berbangga apabila semua superter dapat bersatu menjadikan sepakbola indonesia menjadi tim yg kuat dan hebat...marilah kita bersatu.. hatur nuhun...maaf bila coment saya kurang berkenan.. Wassalamu'alaikum..
irfan
30/05/2012 at 20:08kalau kata saya mah harusnya pemerintah menindak tegas suporter nakal. da urang mah hayang lalajo maen bal lain hayang gelut. rek kumaha sepakbola bisa maju lamun dihijikeun jeung tinju. matak indonesia moal meunang asup piala dunia tapi bakal rea anu higah kris jon.
abiie
30/05/2012 at 22:30bukan saatnya membicarakan masa lalu, sekarang masa depan, kalau kita selalu membahas masa lalu tak akan ada habisnya ...
JP djanker pisan
31/05/2012 at 14:05bung eko, terlepas dari kejadian yang anda alami..amatlah wajar apabila generasi anda (dan kita) berani memaafkan dan selalu berusaha berdamai, walaupun sesakit apapun masa lalu itu.. dan saya rasa sudah saatnya kita berhenti menebar permusuhan terhadap orang lain di stadion kita sendiri, terhadap siapa pun.. baik itu dengan atribut atau pun yel2 menghina..apakah nantinya kita tidak miris ketika melihat anak2 kecil ber yel2 unjang-anj**g di sekolah SD-nya? karena fanatisme itu akan saya tularkan kepada anak saya nantinya (orok keneh ge dibawa ku simkuring mah ka stadion).. dan saya harap mereka lebih seperti bapa saya, kakek saya dan saya yg cuman berteriak kecewa, kesal, mengumpat dan bergembira di stadion dan tetap nyunda di luar lapangan.. Haturnuhun.. semoga rangga, dan korban2 sebelumnya dari bandung, viking, dan bobotoh sealam dunia bisa menjadi lebih mulia di depan Allah S.W.T dibandingkan rival kita, siapapun mereka.. HIDUP PERSIB!!!!
hary maung
31/05/2012 at 19:36setuju.... tahun 2000an saya pernah nonton bareng di GBK....waktu itu saya ikut ama temen saya yang aktivis viking jabotabek.... nontonnya barengan barudak the jak.... aman2 saja tuh..... tapi dulu ada gugun gondrong yg bikin the jak kala itu solid walau anggotanya baru sedikit.... gak ada istilah berantem... pengeroyokan jaman itu mah....
aluna tyas
31/05/2012 at 17:38wew saya bingung dengan bahasa 'kurang tau' dan 'konon' dalam tulisan anda ! :D kalo gak tau persis gak usah nulis mas ntar jadi fitnah :)
hary maung
31/05/2012 at 19:38ya kapan mau nulisnya klo harus penelitian sejarah dulu mah... heheheh
ediu
01/06/2012 at 09:57justru tulisan ini gak fitnah, lihatlah ketika ada hal2 yg tidak dialami secara langsung kang eko tak ingin menulis panjang lebar, dan jika ragu2 maka secara jujur disertai kata "konon" dsb
Kang Asep Suchao
01/06/2012 at 13:26Menurut hemat saya, sy juga pecinta Bola, PERSIB khususnya & sepakbola Indonesia seluruhnya, kita dukung tim kesayangan kita masing2, tp itu sebatas dilapangan dan saat bertanding, diluar itu kita tetap saudara......bagaimana jika orang Bandung atau Jakarta punya saudara di Jakarta atau di Bandung,....??? Dan untuk itu, tak ada gunanya lagi kita saling bermusuhan dan memperpanjang dendam, yg dirugikan adalah tim kesayangan kita sendiri....... The Jak & Viking marilah kita bersatu, demi turut memajukan sepakbola Indonesia......
abah
01/06/2012 at 22:02INTINYAMAH GINI LAH, apa karena permusuhan masa lalu dan sekarang telah menuai hasilnyaberupa korban jiwa,apa masih mau terus saling memusuhi wahai keduabelah pihak? yang musuhan siapa. yangmati siapa? kalo yang saling bunuh itu para tokoh2langsung dari yang memunculkan kebencian gak apa-apalah silahkan diselesaikan secara pribadi, tapiini.... yang dikeroyok siapa.... yang ngeroyok siapa.... yangmati siapa.... hemat saya, ayo sudahi permsuhan yangtidak sehati ini, suporter barca sama madrid aja bisa ada di satu stadion masa bobotoh sama djek gak bisa
rodz
02/06/2012 at 00:30puten kanggg ... di luar negri ge seeur anu bentrok sapartos viking sareng the jack mah ngan atos lah tonk d perpanjang deui isin kumargi prestasi persepak bolaan indonesia nuju redup urang silih wangun weh kang teu tinu sepak bolana tinu supportna atuh ameh ngajadi keun contoh keur anu di luar negri teh nyak sakedikna indonesia terciumlah ku keramahan jeunk bhineka tunggal ikana teh piraku keur mah sepak bolana anu jeblok supporterna ge jeblog
john
02/06/2012 at 09:35Saya lahir di jkt, orang tua dari jawa barat. Bapak sya pendukung Persib tapi bukan Viking, dan kalo persija maen sama tim selain persib, pasti Bapak dukung persija. mereka menganggap persib - perija Satu Rumpun, krn bpk lahir di jawa barat dan tinggal di jkt, saya takut kalo mereka nonton di GBK, mereka sama sekali gak tau permusuhan the jak dan viking. dan saya kira masih banyak lagi Bobotoh senior yang tidak mengetahui permusuhan ini, mereka lahir di jabar jadi hatinya untuk persib. Semua pendukung persib adalah bobotoh, persib bagi mereka sudah seperti budaya sepak bola sunda, untuk orang sunda, sepak bola.. ya persib! itulah The Real BOBOTOH, soal sekarang banyak orang sunda (yang muda2) dukung persija atau tim lain itu mungkin keberhasilan PSSI (yang dulu2) mengangkat citra sepakbola. Tapi kalo ngomong orang sunda, saya rasa/yakin mereka cinta damai. Yang namanya Bobotoh sudah pasti cinta damai, sedang viking/ bomber dll, itu adalah bentuk fanatisme dari bobotoh , soal fanatisme yang positif/ negatif itu menjadi tanggung jawab individu. saya yang pendukung persib kadang2 terbawa emosi terkait permusuhan the jak dan viking. Tapi saya sangat penginginkan perdamaian. Gak ada yang gak mungkin, tinggal semua pihak mendorong kearah itu. suatu saat pasti akan damai.
syaefudin
03/06/2012 at 09:29wah jadi gitu ceritanya klo ja sya da pda masa itu mungkin berkesan banget wat sya salam knal kang
agata
03/06/2012 at 17:14jakarta dipenuhi oleh orang dari berbagai suku yg ada di indonesia,karena jakarta adalah ibukota negara indonesia,banyak orang perantauan datang ke jakarta. bagi pendukung persija saat ini mengapa di dominasi oleh para kalangan muda atau yang masih pelajar yg sering mendukung datang ke stadion demi melihat tim kesayanganya, padahal kebanyakan dari mereka bukan keturunan suku jakarta asli atau orang tua mereka bukan asli jakarta, mereka hanya mendukung tim kesayangan mereka tanpa memikirkan RASIS . tapi sangat disayangkan melihat tingkah laku beberapa suporter persija , mereka belum benar2 dewasa dan ada yang salah dalam cara berfikir mereka yang diliputi sisi emosianalnya yang tinggi. sebaiknya kita semua saling introspeksi diri dan memberikan contoh yang baik bagi generasi yg akan datang,demi menjadikan bangsa indonesia yang beradab karena kita semua bersaudara, dan yang salah jelas tentunya dihukum.
Gunawan
03/06/2012 at 17:58Fanatisme itu boleh dan sah2 saja. Yg tidak boleh itu adl fanatisme buta. Ketika saya masih SMA (sekitar thn 87-90), nonton sepakbola itu nyaman. Sangat nyaman. Tidak perlu takut kendaraan dirusak ketika tim kebanggaan kita kalah sekalipun. Bahkan kendaraan yang saya bawa dan parkirkan di area stadion waktu itu jadi tumpangan yang hendak pulang sama2, walau kita beda dukungan ketika didalam stadion. Tapi sekarang mah, saya harus parkir jauh sekali. Pernah ketika saya masih bekerja di Jakarta dan sedang liburan di rumah orangtua saya di Bandung dan ingin menonton Persib di Stadion Si Jalak Harupat. Temen saya menyarankan kalau mau nonton, mending mobilnya dititipkan di rumah orangtuany di daerah Margahayu Permai, jadi naik angkot ke soreangnya. Saya tanya kenapa, dia jawab sekarang nonton sepakbola tidak seperti nonton sepakbola waktu kita SMA. Dan ketika bubaran nonton sepakbola, saya mendapatkan jawabannya. Ada mobil pribadi yang dipukul2 oleh kayu bendera sehingga kap mobil tersebut penyok. Dan lebih sedihnya lagi, kemarin ada oknum bobotoh yang sudah merusak mobil saya yang sedang dipakai oleh adik saya mengantarkan mertuanya ke rumahnya didaerah pasteur. Mobil tersebut diserang dan mengakibatkan kaca2 pecah dan anak dari adik saya yg masih bayi terkena pecahan kaca tersebut. Sekarang siapa yang berani bertanggung jawab atas kejadian tersebut? Padahal Persib menang 5-0 ketika lawan Mitra Kukar kemarin. Apakah seperti itu pendukung Persib sekarang? Dimana sifat orang sunda yang kita ketahui selama ini yang selalu diajarkan kakek saya almarhum, bahwa "....Jalma anu martabatna mulya, homo towong dipiomong, moal pegat dipicangcam. Sababna kamulyaan henteu ka wengku ku waktu dipaparin langgeng ka wangikuenana". Sekarang saya minta kepada pendukung Persib juga, jadilah kalian itu supporter yang dewasa. Jangan seperti supporter tetangga kalian yang telah update statusnya di FB dgn kalimat seperti ini, "Kalo lo emang kesel sama gue gara2 temen lo mati, mending lo dateng aje temuin gue bro, gk usah bawa2 polisi". Itu adl ciri2 supporter yg cemen. Kalau istilah sekarang mah KAMSEUPAY.
cepi
03/06/2012 at 20:31aduh nuhun kang eko ceritana...geuning ari ceuk tulisan di luhur nu ngamimitian nyerang teh urang bandung.....pedah aya suporter jakarta datang ka siliwangi....bobotoh teu katampung ku stadion...ambek ka suporter lawan..eleh deuih...cik hayu atuh ah urang akhiri mumusuhan teh euy sing darewasa...da geuningan nu ngamimitian ribut teh urang2 keneh...
Amiq
04/06/2012 at 07:37permusuhan dalam fanatisme sepak bola sangat wajar terjadi ...... tetapi meskipun saya berharap tidak ada kata damai masih ada sedikit asa berharap dimasa masa yang akan datang permusuhan ini bisa sedikit mengendor......... PERSIB SALAWASNA
Aldi
04/06/2012 at 21:24Artikel alus pisan.. nuhun infona kang eko maung. Mari kita satukan lagi hati kita, Viking-Jakmania harus damai!!
Abah Bobotoh Persib
19/06/2012 at 09:43Saya BOBOTOH PERSIB, tapi saya BUKAN VIKING....!!! Yang ribut dan bermusuhan adalah orang-orang BODOH...!!!! SADARLAH...!! Mari kita wujudkan mimpi nonton bola di stadion tanpa terhalang pagar alias kerangkeng... Mari wujudkan mimpi nonton bola seperti di liga inggris, duduk santai sambil makan kulub suuk jeung seupan boled...
teddy
19/06/2012 at 12:11kalau boleh saya nyumbang saran, saya juga anggota viking dari garut, aku pengen semua suporter bersatu termasuk di dlmnya viking dan jakmania, demi kmajuan sepak bola indonesia, jngan gontok-gontokanlah.
ABA (Asep Bandung Asli)
19/06/2012 at 20:07<> "itu do'a gua"
deden
19/06/2012 at 23:52para suporter..hati lebih hati2 menyikapinya keadaan sepakbola sekarang...pengurus pusat dan daerah..sekarang tdk peduli prestasi,kedamaian antar suporter,harga diri klub,..yang penting sepakbola jadi ladang bisnis...
firmansyah_AG
20/06/2012 at 21:13than'x @ekomaung selain acara nya saya suka orangnya.. artikel ini yg saya cari,, sy mah pingin nonton dengan tenang apabila waktu main di senayan (glora bung karno),, sekali lg tria kasih.. GO PERSIB yang sudah bermain baik di akhir musim..!!
seven
22/06/2012 at 14:34"segala sesuatu yang berlebihan tidak baik" ya akibatnya seperti Jakmania dan Viking, pemain sepak bolanya sudah pas2an skillnya, wasitnya ngga becus ditambah lagi suporternya yang ngga kalah gobloknya dan reportnya kebanyakan berisi bocah2 ingusan macam kalian semua, yang segala sesuatu nya serba "over acting" mirip kelakukan pemain sepak bolanya, jangan sok ngeremehin Jakarta, di Jakarta banyak orang sunda yang cari makan di Jakarta buat hidupin keluarga mereka di tanah sunda, coba kalau semua orang sunda di Jakarta dibantai abis, bisa apa kalian? sebaliknya pula Jakarta butuh orang sunda, jawa, batak, papua dan seluruh suku di Indonesia, agar Indonesia bisa maju terutama sepak bolanya yg sebagai penyatu bangsa Indonesia bukannya pemecah bangsa Kalian itu bukannya penggemar sepak bola tapi cuma sekumpulan bocah2 ingusan yang teng'ik yang kurang hiburan terus maunya dibilang jagoan dan serba hebat Kalian bukan penggemar sepak bola tapi sebenarnya perusuh yang pengen cerita ke teman2 kalian dengan bangga tentang kelakuan kalian Mungkin suatu hari Jakmania dan Viking sama2 naik mobil truk masing2 bawa bendera kebanggaan sambil teriak2 kemudian truk kalian saling tabrakan di tol cipularang kemudian kalian mampus semua, ketemu lagi di alam kubur sana, nah ... kalau sudah begitu terserah kalian, mau saling bantai dialam kubur silahkan ngga ada yg bakal lerai kalian dan biarlah kami2 yang penggemar sepak bola yg cintai damai yg lebih dewasa pola fikirnya dibandingkan kalian yang masih bocah2 tengik, kami menikmati di dunia fana nonton Indonesia bermain di final piala dunia...sementara kalian di alam kubur sana masih ribut sambil teriak2 hidup Jakmania...Hidup Viking..., sudah mampus kok masih teriak hidup... hidup... itu bukti kalau kalian memang orang2 tolol.
beny nalaktak
23/06/2012 at 23:36Dasar garoblog, bisana ngan saukur ngaromong hungkul, euweuh k'wani cemen. Mun arek damai. Damai ath Mun arek perang sok ath jadikeun.
bobotoh
26/06/2012 at 20:43kalo tentang kejadiannya saya gak begitu ngerti, karena saya waktu itu masih kecil banget dan belum jadi bobotoh. tapi jujur, saya sangat mengharapkan perdamaian antara kedua kelompok suporter ini. tapi ini kembali ke jalan pikiran masing2. tapi coba deh buat dewasa ! jangan asal nge-judge orang lain ! ini bobotoh kan yang nulis ? belum tentu the jak berpikiran kayak gitu juga. setiap orang kan punya pendapat masing2 :) terus juga suporter kan tugasnya ngedukung timnya ! bukan berantem sama suporter lain ! saya juga kesel kok kalo persib dikatain. tapi kalo saya ngebales itu malah makin memperparah keadaan. kalo the jak sama viking rusuh terus, yang jelek kan nama persib sama persija nya juga.. yaudahlah, saya juga gak terlalu ngerti saam yang kayak beginian. salam damai aja deh buat semua suporter. :)
SLANKERS
28/06/2012 at 01:02Jakarta bandung cuma 1jam lewat cipularang,,sejarah memang boleh pahit campur dendam kebencian, baik the jak dan viking.. saya bangga telah jadi warga jawabarat dan saya juga bangga lahir di jakarta,,jakarta kota riang tapi bikin terkenang bandung kota adem jg bikin tentrem...orang jakarta tipe pekerja keras di jakarta males pasti tergiles..orang bandung ramah-ramah bikin betah dirumah.. jadi kalo denger dua kata ini tidak ada perasaan benci,,tapi kalo denger thejak & viking udah pasti pada sewot (ewot),,padahal sama-sama indonesianya, saya lahir thn 1984 saya kenal namanya persib bandung,bandung raya, kalo jakarta pelita jaya,persija,persijatim,persitara dsb, dahulu sepak bola murni olahraga dan prestasi sekarang malah jadi mesin ekonomi,, tolonglah hargai pendiri sejarah kota bandung dan kota jakarta,,biar anak cucu kita dapat tersenyum. "salam slankers mania" kalau gak bisa damai atau nam viking atau the jak kenapa gak atas nama SLANKERS PULAU JAWA. amin...
JKT
28/06/2012 at 13:58tulisan yg gg berbobot n gg ada manfaatnya,inget bung hdp jngn sllu mlht k atas or meninggikn dri tar jatuh lgi..mski dlu sedikit tapi solid brprestasi pula,bnyak tpi gg brprestasi???klw nulis artikel kumpulin dulu bhan'a baru nulis,nh baru mndngar omongn or cerita brani nulis artikel,ingat bung perdamaian sdng brlngsung jngn mmperkeruh keadaan dri artikel yg anda tulis..lucunya sh ekoooo ekooo #SAJETE
Abdul Kirom
04/07/2012 at 02:28si eko mah loba ngawadul dya bkn pelaku sejarah bisa nonton persib juga karena jd presenter, semasa jd bobotoh tur nya cuma ke tangerang dan itu pun sekali
VikingBoomberMajalaya
25/07/2012 at 16:49JACK GAK PUNYA ETIKA (n) COPO!! FUCK FOR JACK MANIANJINK..!! By:VIKING SE-INDONESIA!!
aji
02/10/2012 at 17:23ini kenapa si penulis sangat-sangat memojokan The Jakmania, kesannya jakmania yg paling salah, jakmania yg memulai. belum tentu cerita ini benar dan saya rasa memang tidak benar, semua adalah ulah Ayi beutik selaku panglima Viking yg telah men-dokterin untuk terjadi permusuhan ini. karena saya yakin orang bandung atau para pecinta persib yg dewasa tidak suka dengan keributan. Sebaiknya jangan menulis karangan seperti ini, karena hanya semakin membuat permusuhan antar supporter. hayuk atuh kang kembali ke diri masing-masing, jangan membuat tulisan atau apapun itu yg bernada perovokatif, Forza PERSIJA!! mari kita bersalaman :) .
Risma
12/10/2012 at 13:39Terimakasih banyak atas informasinya!!!salam kenal dan semoga sukses...
erick
31/10/2012 at 18:30salam jempol telunjuk, waduh ko tulsanya mengadu domba si,bukanya mendamaikan.ceritanya menghasut,lain cerita dengan versi the jak yang menyerukan perdamaian,bobotoh/viking PAYAH
vikinx
12/11/2012 at 16:09heeh mun arek damai damai mun arek perang perang ken sakalian
Rooley
09/02/2013 at 21:02pAncEgg dinA gaLurr.. "moaL inGkah tinA kyAkinan ngdUkung PERSIB npikA modArr
Rizki
27/02/2013 at 23:50Emang kalo orang yang engga' ngerasain langsung itu justru amarahnya lebih tinggi daripada yang ngerasain langsung ! Udahlah damai aja, ngga' usah gengsi.. Kan enak jadi orang merdeka, bebas make atribut persija di bandung & make atribut persib di jakarta.. Tapi yang gua liat bebas bebas aja make atribut persib di jakarta, gatau dah kalo di bandung/jawa barat. Warga Bekasi
ahsan
11/03/2013 at 13:40SALALAM SATU NYALI DAMAI SALAM SATU JIWA DAMAI
asep liberty
31/03/2013 at 22:17persib duriat aing sapanjangna. titik.
the jak madura
03/04/2013 at 18:50ada beberapa pernyataan ganjil dan terlihat sedikit memihak, ya wajarlah kan ini pecinta persib.. saran nih ye: sesungguhnya tulisan ini akan semakin memperkeruh suasana, janganlah lagi menulis sesuatu yang sifatnya berat sebelah, kalau mau menulis, sekalian tulis semuanya, jangan dipotong-potong kayak kue..
Jak garis keras
16/04/2013 at 15:02Janganlah pernah bicara asal2n tanpa ada buktinya..