![]() |
![]() |
Manajer Persib Sambut Baik Perdamaian Antara PSSI dan KPSI
Efek berdamainya kubu PSSI yang ditukangi DjoharArifin dengan kubu Komisi Penyelamatan Sepakbola Indonesia oleh La Nyalla Mattaliti disambut baik oleh manager tim Maung Bandung H. Umuh Muchtar. Pria yang akarab dipanggil pak haji ini menyatakan bahwa ini menjadi sebuah titik terang di tengah redupnya kompetisi di negeri ini. Jika nanti akan ada pemililihan ketua baru diharapkan beliau bisa menjadi sosok yang tegas.
“Kalau terjadi pemilihan lagi yang namanya ketua, siapapun itu harus mempunyai ketegasan dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun,” ujar Umuh.
Adanya dualisme kompetisi membuat bingung bagi banyak pihak, terutama bagi pemain-pemain yang layak masuk tm nasional (timnas). Adanya jurang antara PSSI dengan pemain ISL dan peraturan FIFA berdampak pada tidak bisanya mereka membela Timnas. Hasil Memorandum of Understanding (MoU) antara kubu PSSI dan KPSI, di Kuala Lumpur Malaysia (7/6/2012) memperkuat kemungkinan para pemain ISL masuk kembali ke Timnas.
“Mengenai pemain ISL yang dipanggil timnas akan menjadi sah itu merupakan kebanggaan bagi timnas, klub, dan pemain itu sendiri,” ucap Umuh Muhtar.
Apalagi menurut pak haji, pemain di skuad Pangeran Biru banyak yang layak berbaju Garuda dan itu bisa menjadi kebanggaan buat mereka. “Tentunya aksi come back mereka merupakan suatu kebanggaan karena bisa menjadi pahlawan bagi bangsa,” tuturnya.
Saat ditanya bagaimana jika banyak pemain Persib yang kemudian dipanggil masuk skuad timnas, Umuh tidak terlalu mempermasalahkan. Namun pemanggilan tersebut harus disesuaikan dengan jadwal pertandingan di klub supaya kedua pihak bisa mengambil sama-sama mengambil manfaat.
“Pada dasarnya tim tidak pernah mempersulit jika ada pemainnya yang dipanggil timnas, dengan catatan harus ada penyesuaian dengan jadwal pertandingan di klub supaya sama-sama enak,” papar pria kelahiran Bandung 2 Juni 1948 itu.
Sebenarnya menurut pak haji, kompetisi ISL lebih “rame” dibanding IPL. Namun apabila ISL dilebur dengan IPL, maka kompetisi akan semakin kompetitif. Terlepas system peleburannya akan seperti apa, Pak Umuh berharap hal tersebut menjadi yang terbaik bagi semua pihak.
“Bisa saja diadakannya kompetisi antara klub-klub IPL dengan ISL yang hasilnya nanti dibawa 18 klub terbaik untuk bertarung di kompetisi yang sudah tidak ada dualismenya,” ucap Umuh.
Umuh berharap para petinggi sepakbola di negri ini menyampingkan egonya masing-masing dan lebih melihat kepada kepentingan bangsa.
(Kahya Aulia/Job)











azam
09/06/2012 at 20:47termasuk pa umuh ulah heras wae..
ibenkbbcx comunity
11/06/2012 at 16:59saya sangat setuju jika isl masuk lgi timnas dan saya harap kericuhan d pssi cepat selesai ...............