![]() |
![]() |
Atep: Latihan Fisik Dikombinasi Teknik Membuat Pemain Nyaman
Atep termasuk pemain yang memiliki kondisi prima diantara para pemain lainnya. Saat tes fisik, Atep memiliki VO2Max tertinggi dan dalam 3 kali cross country atau lari lintas alam pemain asal Cianjur ini selalu finis di kelompok terdepan.
“Alhamdulillah mungkin karena basic dari kecil sering lari jadi sudah terlatih. Sekarang tinggal menjaga dengan istirahat cukup dan menjaga pola makan aja,” ujar Atep saat ditemui di Mess Persib, Selasa (18/9) siang.
Pagi tadi tim pelatih kembali menggelar latihan lintas alam di Cikole Lembang. Setelah menjajal jarak tempuh 7 dan 10 kilometer, pada kali ketiga ini cross countri menempuh jarak 12 KM.
Atep mengakui latihan fisik yang diberikan pelatih memiliki dampak positif saat melakukan latihan di lapangan dengan menggunakan bola. Pada cross country yang pertama Atep mengakui latihan tersebut terasa berat.
“Yang pasti ada pengaruhnya, kemarin latihan di lapangan terasa ringan. Awal emang terasa berat tapi ke sininya udah tahu medan. Kita harus pintar mengatur nafas karena di sana (Lembang) oksigen tipis,” papar Atep.
Dalam 3 minggu pertama, tim pelatih memang memberikan porsi besar untuk latihann fisik. Agar tidak terasa berat dan jenuh, headcoach Jajang Nurjaman mengkombinasikannya dengan menggunakan bola.
“Kalau dibilang berat ya berat. Tapi ya memang karena pelatih mau menaikkan fisik. Tapi kita juga ga selalu latihan fisik, lari, tapi dikombinasi dengan latihan bola. Jadi kami merasanya lebih enak,” aku Atep.
Latihan fisik yang dikombinasi dengan menggunakan bola, menurut Atep baik untuk pemain. Karena jika murni latihan fisik, akan membuat pemain menjadi kaku di lapangan saat berlatih dengan menggunakan bola.
“Kalau latihan fisik aja nanti ke lapang takutnya jadi kaku. Dan pelatih pasti lebih paham soal itu. Beberapa minggu ini latihan kita ga merasa kaku, kita nyaman aja,” tutupnya.










