![]() |
![]() |
Aspirasi Pemain di Indonesia Lewat Peran APPI
Gelandang Persib Bandung asal Australia, Robbie Gaspar menjadi salah satu pemain yang menganggap penting peranan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia atau APPI. APPI, menurut Gaspar dapat membantu para pemain di Indonesia untuk menyelesaikan kasus-kasusnya. Salah satu kasus pemain yang paling serius ditangani APPI sekarang adalah masalah keterlambatan gaji pemain.
APPI adalah organisasi yang secara politis ada dibawah bentukan FIFPro, asosiasi pemain profesional sedunia yang diakui FIFA. Makanya, lanjut Gaspar, APPI secara tidak langsung juga diakui oleh federasi sepak bola internasional tersebut. Sehingga posisinya cukup strategis.
“Ada banyak manfaat hadirnya asosiasi pemain seperti APPI di Indonesia. APPI akan menjadi jembatan antara pemain dengan federasi atau klub jika mereka punya masalah. Kita akan cari solusi bersama agar semua pihak yang punya masalah bisa segera terselesaikan. Semua kegiatan APPI didukung oleh FIFPro. ,” jelas Gaspar di stadion Siliwangi, Jumat, 8 Juni 2012.
Begitu pula yang terjadi akhir-akhir ini, dimana banyak kasus klub yang belum membayar pemainnya sampai 6 bulan. Gaspar mengatakan bahwa APPI berusaha untuk memperjuangkan hak-hak pemain. Untuk kasus gaji ini, salah satu upaya APPI adalah menekan klub-klub yang belum menunaikan haknya untuk membayar sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 15 Juni.
“Kita lihat perkembangannya. Setelah ada penyataan dari APPI kemarin, sekarang beberapa klub sudah mulai menyicil pembayarannya walau belum penuh. Itu merupakan itikad yang baik. Untuk selanjutnya kita lihat sampai tanggal 15 nanti,” ujarnya.
Isu yang berkembang, jika sampai tanggal 15 masih ada klub yang belum membayar gaji pemain, maka akan ada solidaritas dari pemain lain berupa aksi mogok main. Namun Gaspar cepat memotong. “Aksi mogok main itu adalah opsi paling akhir. Saat ini kami dari APPI berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi pemain dan klubnya,” sambungnya.
Ia mengatakan jangan sampai ada pihak-pihak lain yang ikut terimbas masalah ini. Di Persib sendiri, ujar Gaspar, hubungan antara pemain dengan manajemen tim dan klub selama ini sangat baik. Semua pemain Persib sudah bergabung dalam anggota APPI.
Ditemui di kesempatan selanjutnya, bek Zulkifli Syukur menyambut gembira kabar baik tentang perkembangan dualisme kompetisi. Sebagai pemain nasional yang tergabung di APPI, Zul berharap momentum ini dapat kembali menyatukan sepak bola nasional dan timnasnya.
“Ya saya berharap ini jadi kebangkitan sepak bola Indonesia. Semoga dengan bersatunya PSSI dengan KPSI sekarang bisa berdampak juga bagi timnas kita. Kan selama ini timnas kita ga dihuni dengan pemain terbaik Indonesia. Jadi saya rasa dengan adanya kaya gini saya harap timnas ke depannya bisa lebih baik lagi,” papar Zul.
“Kita sebagai pemain berharap di Indonesia cuma ada satu kompetisi. Dan kami pun dari APPI kompak ya untuk bermain di liga yang benar-benar diakui oleh FIFA. Jadi kalaupun di tahun depannya ada dua liga, saya rasa ini sulit ya. Mungkin pemain akan memilih satu liga yang diakui oleh FIFA,” katanya











gobxxxg
09/06/2012 at 17:24di indonesia pengurus bukan mengurusi pemaen,tapi malah mengurusi pengurus!!!prestasi tidak penting yg penting bisa ngurus pengurus!!!....
bay
11/06/2012 at 11:46kusabab eta.. pamaen PERSIB mah kedah bersyukur pisan tiasa di PERSIB nu finansial na aman.. rasa syukur eta kedah ditunjukeun sautamina ibadah ka Allah SWT tur maen cantik di lapangan :D
uhe
13/06/2012 at 15:58tah langkung sae upami pemaen tiasa naek haji, apabila mampu....jd ibadah jeung olahraga selaras...