![]() |
![]() |
Arena Bobotoh: Kemanakah Arah Permainan Persib (Bagian Pertama)
Penulis: Gunawan
(Sebuah Analisa) – Bagian Pertama
Sebelumnya penulis mempersembahkan artikel ini bukan untuk mendiskreditkan pihak manapun, tapi murni sebuah masukan yang datang dari sebagian besar bobotoh Persib. Dan berharap Persib menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Memasuki musim kompetisi 2011/2012, Persib berbenah diri dengan melakukan pembentukan badan usaha yang menaungi Persib sebagai ketentuan yang diberlakukan oleh badan persepakbolaan di Indonesia (PSSI). Maka berdirilah PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB). Dengan dana yang melimpah, baik yang datang dari kantong pribadi pengurus, maupun dari sponsor. Dan dukungan suporter fanatiknya, manajemen mencanangkan target menjuarai musim ini dengan melakukan pembelian pemain yang berlabel Pemain Tim Nasional. Pemain Timnas seperti: Tony Sucipto, Zulkifli Syukur, M. Ilham di tambah dengan masuknya Aliyudin, Hendra Ridwan Jendry Pitoy, dll, pun merapat ke tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Di lain pihak, Persib pun harus rela kehilangan sejumlah pilar penting yang selama ini, mungkin jadi icon bagi Persib. Namun manajemen lupa akan satu hal, yaitu lambatnya dalam merekrut pelatih. Dalam hal ini Pelatih Kepala. Ini hal yang aneh yang pernah terjadi dalam persepakbolaan bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Dimana sebuah tim melakukan perekrutan pemain tanpa campur tangan atau masukkan dari pelatih kepala. Bahkan pelatih kepala belum direkrut. Kenapa? Seorang Pelatih Kepala sepakbola tentunya punya karakter yang ingin dia bangun atau kembangkan pada tim yang akan diasuhnya demi tercapainya sebuah tujuan, yaitu menjadi tim yang terbaik di negeri ini (JUARA). Pelatih Kepala jugalah yang memberikan masukan kepada manajemen dalam hal pembelian pemain sesuai kebutuhan klub dan sesuai dengan formasi yang akan dia terapkan.
Tidak lama berselang, masuklah Pelatih Kepala yang selama ini ditunggu-tunggu, yaitu Drago Mamic. DM pun menerapkan pola permainan dengan formasi 4-2-3-1. Formasi yang mungkin belum lazim di Persib yang sudah bisa menerima dengan pola 4-4-2 (bawaan Jaya Hartono), pola 3-5-2 (formasi berpuluh-puluh tahun Persib dan dikenalkan pertama kali oleh sang Profesor, Indra Thohir), dan pola 4-3-3 (sebelum Indra Thohir memegang kursi Pelatih Kepala Persib). Perlu dicatat, Persib membutuhkan 2 tahun dibawah kepelatihan Indra Thohir untuk merubah formasi pakem Persib kala itu dari 4-3-3 menjadi 3-5-2. Penulis menyematkan kata-kata “Sang Profesor” pada Indra Thohir karena Beliau sukses merubah paradigma (mindset) yang ada di tubuh Persib kala itu, baik Pengurus maupun para pemain. Begitu pula dengan Jaya Hartono membutuhkan 2 tahun merubah pakem formasi yang ada kala itu formasi 3-5-2 menjadi 4-4-2.
Ketika Jaya Hartono pertama datang untuk menukangi Persib dengan patron 4-4-2, lagi-lagi Persib melakukan adaptasi perubahan dari 3-5-2 menjadi 4-4-2. Apakah itu diikuti pula dengan upgrading para asistennya Jaya Hartono tempo hari atau tidak? Jawabannya mungkin iya, mungkin juga tidak. Bukti yang nyata suksesnya Jaya mengimplementasikan formasi 4-4-2 ditubuh Persib adalah permainan Persib yang aktraktif. Dan Eka memegang Free Role Player, Cabanaz sebagai penyeimbang, dibantu dengan winger-winger Persib yang bergentayangan di pertahanan lawan. Tidak ada ruang kosong antara pemain depan dan pemain tengah dan sangat atraktif. Bahkan masuknya Suchao yang menggantikan peran Cabanaz pun sangat memberikan warna tersendiri dalam setiap penampilan Persib.
Dan Persib pun lagi-lagi sukses merubah pakemnya menjadi 4-4-2. Dari 2 contoh diatas tersebut penulis mengambil kesimpulan, Persib tidak terbiasa dengan pergantian pola atau formasi sepakbola secara dramatis. Sehingga membutuhkan waktu sampai dengan 2 tahun. Hal ini terjadi – mungkin – lambatnya upgrading pengetahuan para asisten pelatih kepala atau mungkin juga ada faktor lain yang penulis tidak ketahui.
Kembali ke topik DM dengan patron 4-2-3-1 nya. Setelah jajaran asisten pelatih yang sudah terbiasa dengan pakem 4-4-2, muncul pakem baru yang dibawa DM. Disinilah seharusnya pihak manajemen Persib bertindak cepat dengan melakukan atau minimal meng-upgrade pengetahuan para asisten DM dengan pengetahuan tentang formasi baru tesebut. Contohnya: Seperti apa filosofinya formasi 4-2-3-1 itu? Bagaimana pengembangannya atau implementasinya baik dalam bertahan maupun menyerang? Sehingga ketika diterapkan pada skuad Persib tidak terjadi ketimpangan seperti yang terjadi pada putaran pertama kemarin dimana sangat minim supply bola ke penyerang serta miskinnya kreasi permainan. Akibatnya adalah Persib minim dalam mencetak gol. Perlu diketahui, formasi 4-2-3-1 tersebut adalah formasi yang bisa disebut formasi bunglon. Kenapa? Formasi yang bisa kuat dalam bertahan karena di bantu oleh double pivot. Sehingga para penyerang lawan akan berhadapan double pivot terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan empat pemain belakang. Artinya proses panjang yang harus ditempuh oleh penyerang lawan sebelum membobol gawang. Dalam menyerang formasi 4-2-3-1 pun sangat kuat, karena bisa berubah menjadi pola 4-1-2-3 (pengembangan pola 4-3-3) atau 4-1-1-4/4-2-4 ketika menyerang. Semua itu bisa dilihat dari karakter-karakter pemain yang diturunkan sang pelatih dalam setiap pertandingannya.
Mungkin seperti itulah karakter yang ingin dibangun oleh DM ketika masuk untuk membesut tim Persib kemarin. Tapi sialnya pemain tidak terbiasa dengan pola baru itu. Ketika mengarungi kompetisi sering terjadi ruang kosong antara pemain tengah dan pemain depan. Pemain tengah menumpuk tanpa ada supply ke target man. Kunci sukses formasi 4-2-3-1 adalah harus ada pemain yang berperan sebagai “Free Role Player”. Dan Persib tidak mempunyai pemain yang berperan sebagai “Free Role Player” paska hengkangnya Eka Ramdani.
Contoh nyata tim-tim yang sukses menerapkan formasi 4-2-3-1 adalah FC Barcelona, Real Madrid CF dan timnas U23 Sea Games kemarin dibawah pelatih Rahmad Darmawan. Di Barca double pivot selalu dipegang oleh Basquets dan Xavi, Basquets bernaluri defesive midfielder dan Xavi sebagai creator permainan. Dan Messi sebagai Free Role Player dan berdiri dibelakang striker. Sedangkan di Madrid ada Xabi Alonso dan Khedira (keduanya mempunyai naluri bertahan dan menyerang sama baiknya), dan Ozil sebagai Free Role Playernya juga berdiri dibelakang Benzema/Higuain. Timnas U23 besutan RD, selalu menempatkan Egi dan Dirga Lasut sebagai double pivot dan Patrich Wanggai yang berdiri sedikit dibelakang Titus Bonai. Dan Egi sebagai Free Role Playernya. Bisa dilihat ketika timnas dibawah tekanan penyerang lawan, formasi 4-2-3-1 berjalan. Ketika menyerang, berubah menjadi 4-4-2. Sebuah karakter permainan yang sukses dibangun RD.
Diputaran kedua ISL, penulis bingung dengan arah permainan Persib dibawah arahan pelatih kepala yang baru. Tiga pertandingan yang sudah dijalani oleh Persib, belum ada tanda-tanda yang jelas dari karakter permainan Persib baik dalam bertahan apalagi dalam menyerang. Penulis menyarankan bagi pelatih Persib yang sekarang, jangan malu untuk mengungkapkan kembali kepakem yang benar-benar pelatih kuasai. Sehingga karakter permainan Persib bisa terlihat dalam setiap pertandingannya.
(bersambung)
Penulis adalah bobotoh Persib tinggal di Merseyside Liverpool Inggris.











NayCimahi
23/04/2012 at 07:55Maaf ikut berkicau. Sebetulnya melihat komposisi pemain Persib sekarang yang notabene berlabel pemain Bintang, logikanya formasi apapun bisa diterapkan oleh pelatih. Yang menjadi masalah adalah mereka adalah pemain bintang yang "MANJA" saya kira mereka hanya mampu bermain 30Menit saja. Lebih dari menit itu mereka 'Letoy' yang berpengaruh pada konsentrasi, mental bermain, emosi, dan juga otak. Suatu hari mereka pernah dilatih dengan pelatih yang menerapkan 'Disiplin' tingkat tinggi. Karena pemainnya sudah merasa bintang yang 'manja' tentunya, mereka (pemain) menolak dilatih dan mendemonya, itu salah satu contoh saja, satu lagi bukti, ketika coach DM hengkang, muncul steatmen "latihan sekarang menjadi lebih enjoy". Itulah mereka pemain Bintang yang Manja. Maaf itu hanya pengamatan saya..
Gunawan
23/04/2012 at 10:13Hatur nuhun kang. Saya rasa bukan masalah manja kang. Pemain sekaliber CR7 di Real Madrid atau Messi di Barca melakukan absensi dan tunduk patuh terhadap rules pelatih mereka. Mereka terlambat, dapat hukuman. Berita itu yang saya dapat dari CR7 di akun twitternya, kang. Inti dari permasalahan di Persib itu adalah masalah kedisiplinan pemain. Apa yang terjadi di Persib hampir sama dengan Chelsea ketika masih dilatih oleh Villas Boas.
the Bluetones
23/04/2012 at 14:33eta mantabs urutan ka dua :D
Gunawan
24/04/2012 at 14:34Haturnuhun kang pujiannya. Saya butuh 1 tahun untuk bisa membuat tim yang saya asuh menjadi bagus. Tulisan saya juga menunjukkan dalam membangun tim itu tidak bisa instan.
ibro polban
23/04/2012 at 07:58setuju kang. saya mah salut ka JH, rek meunang rek eleh ge permainan atraktif. permainan atraktif insyallah peluang meunang makin gede. DM teu bisa ngaracik strategi, persib ayna minus golna, sabab ku DM ngan saukur bisa bertahan hungkul. nu paling penting ulah bongkar pasang pamaen, bere waktu keur pamaen atau platih minimal 2thn. ulah hyg pok torolong hayng juara. jeung deuin pihak manajemen UM tong ikut campur pamilihan pamaen. da nu nyaho kabutuhan tim nya pelatih lain UM KUMIS. Pamaen alus ge ari teu dibutuhkeun ku tim mah jadi runtah. tingali KAKA DI REAL MADRID!!
Arul
23/04/2012 at 08:33Itulah yang terjadai pd persib skarang..munkin Kata PERSIB NU AINK menjadi boomerang trsndri pada tim persib.dengan slogan itu..munkin setiap orang bhkan manajement pun semena-mena mengatur persib dngan berlebihan walaupun niatny sangat baik tp hasilny jadi boomerang..intinya semua element harus bsa intropeksi ..
thierry henry
23/04/2012 at 08:58ikutan ah! sebelumnya maaf formasi barca saya kira bukan 4-2-3-1, tapi lebih ke 4-3-3 bahkan 3-4-3 ketika daniel alves ditarik ke depan. saya lebih setuju dengan penerapan 4-2-3-1 daripada 4-4-2. tim yang paling sukses menggunakan 4-4-2 adalah MU. sedangkan 4-2-3-1 biasanya tim besutan jose mourinho. saya yakin persib bisa jadi tim yg menakutkan bila memakai formasi 4-2-3-1, tapi itu butuh proses yang panjang. untuk musim depan tinggal ganti radovic dan gaspar karena mereka pemain bagus tapi kurang mobile disebabkan usia yang sudah tua. formasi 4-2-3-1 itu formasi yang sempurna, namun dalam aplikasinya sangatlah sulit. bahkan negara yang sudah populer dengan sepakbola yaitu brazil dan argentina pun susah beradaptasi dengan formasi ini. negara2 dan tim2 eropa lah yang sudah terbiasa dengan pola ini. ini tidak lepas dari education football negara masing2.
Gunawan
23/04/2012 at 10:08Hatur nuhun kang atas kritisi artikel saya. Saya coba menanggapi apa yg akang kritisi tsb: 1. Barca dimasa kepelatihan Rijkaard mengusung formasi 4-3-3 dalam bertahan dan ketika menyerang menjadi 3-4-3, tapi ketika dikendalikan oleh Pep Guardiola format baku mereka berubah menjadi adalah 4-2-3-1. Dengan komposisi Alves-Puyol-Abidal/Macherano/Pique-Adriano/Abidal dilini belakang. Dilini tengah ada Busqeuts (Defesive midfielder), Xavi (Play maker), ditambah 3 orang berposisi attacking midfielder yaitu Iniesta/Tallejo/Ibrahim Affelay (Kiri), Messi (tengah/free role), Cesc Fabregas (Kanan) dan lini depan ada Sachez/Villa. Ketika dalam posisi menyerang lah yang sangat ditakutkan, mereka mengubahnya menjadi formasi 2-1-4-3 dibelakang cuma menyisakan Puyol-Macherano/Abidal/Pique, ditopang dengan Basquets sbg def. midfielder. 2. Mengenai Persib, seperti itulah yang ingin deterapkan DM ketika melatih Persib kemarin. Namun sayang DM tidak memiliki keleluasaan dengan komposisi pemain yang tersedia. Ya itu td kang, manajemen membeli pemain ketika pelatih kepala belum ada. Aneh kan? 3. Pola 4-2-3-1 memang lahir ditanah spanyol. yaitu oleh tim valencia yang pertama kali mengaplikasikannya. 4. Saya pun dalam melatih tim selalu menggunakan 4-2-3-1. Alhamd, tim yang saya asuh menduduki peringkat 2 klasmen saat ini. Terpaut 1 poin dengan pimpinan klasmen.
bobotoh sajati
23/04/2012 at 18:47maneh ngalatih tim naon atuh gaya pisan make disebutkeun peringkatna sagala? naha? meh aya tawaran jadi pelatih PERSIB nya? Haha. :D
Gunawan
24/04/2012 at 14:25Bobotoh Sejati. Persib tidak akan mampu membayar saya sebagai perlatih. Kalau saya sebutkan AINK NGALATIH KLUB NAON, MANEH OGE BAKAL GOGODEG KA AINK. MAAF!!!!! Saya membesut klub yang menggaji saya ini sudah 2 tahun. Ketika memasuki masa kepelatihan sayalah klub ini baru menunjukkan hasil positif. Dan 3 anak didik saya sekarang membela England U'16. Saya ini pernah tinggal dan bersekolah di Bandung. Dulu saya tinggal di daerah Kopo, Bandung. Otomatis dimanapun saya berada, jiwa saya adalah jiwa Persib. Dan sy sangat concern terhadap Persib. Saya menulis artikel ini bukan karena ingin dipuji atau apapun itu namanya itu. Saya mengamati Persib setiap tahunnya. Sekarang coba akang pikir dengan komposisi pemain yang ada di Persib. Siapapun itu akan menjamin Persib akan hebat. Tapi kenyataannya adalah NOL BESAR!!! Zulkifli itu bek sayap, lihat permainan Zul ketika masih di Arema, dan sekarang di Persib. Menurun drastis. Begitu juga dengan Tony S, Gaspar, dll. Ada apa dengan Persib? Kenapa ketika pemain ketika di Persib jelek, pas keluar dari Persib jadi bagus. Atau ketika masih di klub lain bagus, masuk Persib jadi menurun performance-nya? Coba ku akang pikir dengan jernih tanpa mendiskreditkan siapa pun ya.
asep
25/04/2012 at 11:33leres kang. pemain aya sateuacan pelatih aya. komposisi pemain nu ayeuna ge duka ti saha rekomendasina. ti basa eta ge abdi mah ngadukung perubahan manajemen. DM teh bagus, tos katingal tina pola maen ge. ngan butuh waktu. eta hungkul. ayeuna mah pola maen kacau pisan teu puguh kamana na. waw.. salut kang ngalatih team liverpool. hebat.. jadi termotivasi (persib+liverpool) team nu di dukung.
Gunawan
27/04/2012 at 18:21Kang Asep. Hatur nuhun. Memanage klub sepakbola tidak seperti punya warung kelontongan. Kalau warung kelontongan asal ditempat strategis, pembeli langsung datang dan langsung mendapat keuntungan. Tapi mengelola klub bukan seperti itu. Secara status hukum, Persib adalah klub profesional. Tapi apakah dibarengi profesionalitas unsur yang ada didalam klub itu? Jawabannya kan sudah diketahui bersama kan? :D
Kontokodol
24/04/2012 at 20:54@bobotoh sajati kang gunawan teh pituin urg sunda.anjeuna ngalatih u-17 di inggris.nami tim na teh pami teu lepat Leichester?(punten lepat nya).. tah nu kieu ari bobotoh sajati mah,rek dmn2, ngan hiji we tugas na, nyaeta : ngadukung+kritisi. eta pisan tugas bobotoh (suporter) mah. nuhun ah..
Gunawan
24/04/2012 at 21:39betul sekali. tapi leichester masa lalu saya, kang. saya sekarang melatih liverpool u16 dan asisten pelatih liverpool u18.
Kontokodol
25/04/2012 at 07:26sering pendak ath sareng abah Dalglish? btw,kmh kang komena brc - chls janari td?naon nu tiasa di referensi kn srng persib?
Gunawan
28/04/2012 at 06:11Mang Dalglish cuma urus Liverpool Senior Squad, Reserve Team dan Liverpool U23. Saya masuknya di Grassroot (tingkat junior/akademi) atau mencetak pemain muda potensial untuk liverpool atau tim lain. Hampir semua tim2 terbaik eropa mulai mengembangkan apa yang disebut "Youth Development Plan". Caranya adalah apabila ada anak yang potensial sama liverpool ditawari beasiswa 3 tahun. Artinya anak itu sekolah formalnya dibayar oleh liverpool dan apabila punya talenta luar biasa akan mendapat professional contract dan gaji tetap dari klub. Atau bila ada tim lain yang tertarik dengan talenta2 muda hasil didikan akademi liverpool, silakan lakukan proses transfer antara liverpool dan tim itu, biasa yang kita kenal sebagai transfer pemain. Mengenai pertandingan Barca v Chelsea kemarin, itu pertandingan yang penuh emosional. Seperti itu namanya Barca tidak beruntung. Puyol kasih statmen di akun twiternya, "Kami benar2 sial pertandingan tadi, tapi kami akui Chelsea punya asisten pelatih yang jenius. Saya rasa Roman Abramovich mulai berpikir atas kinerja Di Matteo yang brilliant itu". Untuk Persib, lupakan cara instan. Lakukan regenerasi. Cetak bibit2 Persib baru yang direkrut dari berbagai daerah di Indonesia. Kendalanya itu di Indonesia tidak mempunyai kompetisi reguler di setiap jenjang usia (U9 sampai dengan U21). Itu juga problem yang harus dipikirkan oleh PSSI. Kalau itu berjalan, tidak perlu lagi yang namanya naturalisasi pemain.
Andre
23/04/2012 at 09:11Iyaap saya stuju skali sama coment di atas, sangat sulit menerapkan pola itu karna permainan bola di indonesia yg kurang cepat di banding dngan permaian di eropa , ya skrang yg di harapkan jangan ada ikut campur dalam pemilihan pemain, sudahlah biarkan pelatih kepala yg menentukan. Toh dia sendiri yg akan menjalankan strateginya, BUKAN manager , , ,
garut
23/04/2012 at 09:33Hebat pisan,..
Bayu
23/04/2012 at 09:41Menarik maca artikel.na ,,lereus pisan pelatih teh sanes pesulap ,mereka btuh wktu ,adaptasi nd kebebasan . Anu katingal ku syah mh ,indonesia ngiblat bola.na ka ITALIA ,aliran bola anu lambat ,jauh kanu liga inggris mh .komo deui barca tw madrid jln anu sae.na mh ,mending ngabangun deui permaenanan nu baheula di terapken jenk nu toz di paham keun pamaen .
dhianpoetrasunda
23/04/2012 at 09:44Klo menurut Abdi mh,mulai sekarang rombak total managemen nya.. trus,rekrut pelatih yg berbobot tpi klo dh ada pelatih yg bagus manager jngan suka ikut campur klo pelatih lagi meracik team/pemain.. terapkan disiplin dan loyaliras yg tinggi pada setiap pemain,jangan liat pemain dari pamor bintang nya cari pemain yg biasa tpi ntar psti jadi pemain yg luae biasa,contoh yg di terapkan oleh SIR ALEK PERGUSON (MU),, CR yg tdi nya pemain biasa tpi pas di Mancester Dia jdi pemain yg populer dan bnyak d'segani team lain.. jdi,para managemen persib harus sadar diri.. DI ATAS LANGIT,MASIH ADA LANGIT..
bolang
23/04/2012 at 09:50Kultur spak bola indonesia.jauh skli dgn eropa.jdi jka hndak mnerapkan strategi tim eropa tntunya sgt tdk mdah.dn prlu d ctat,persib skrg tk punya roh prmainan dn jndral lap tengah.okelah kita punya holding midfielder jmpolan Hariono.tpi supplier bola prncang srangan ga ada.sya pkir sstem mnjemen persib msti drubah.dgn mmbrikan hak pnuh kpda coach untuk mmlih pmain yg d btuhkan nya.sbgai cntoh apkh syeh mansour bos city yg mnntukan pmain city skrg??abramovic??atw malcolm glazer d MU??ngga.krna management hnya mndkung dn mmback up kptusan pltih.mrka prcya pda pltih yg mrka tnjuk.smpai kpanpun persib sulit juara bla sstem sprti ini tdk d rbah.makanya sepak bola indonesia sulit brkembang..krna pra tkoh spak bola nya baik mngement official pltih dn pmain..ga mndapatkan pket coching klinik yg baik..dmna teori dn latihan lapangan itu sama pnting nya
Gunawan
23/04/2012 at 10:25Hatur nuhun kang atas masukkannya. DM menempatkan Hariono sebagai Playmaker sekaligus free role player. Coba akang perhatikan permainan Hariono sebelum cedera kemarin. Dia ada dimana saja. Saya lebih senang Hariono itu disebut Gattuso-nya Persib. :D Akang jangan salah kang. Syech Mansoor dan Abramovic itu selalu intervensi dalam pembelian pemainnya. Ingat tidak ketika Abramovic membeli Torres dari Liverpool dan memaksakan kehendaknya pada Ancelotti untuk selalu memasang Torres. Hasilnya Torres belum bisa mencetak gol dalam kurun waktu 6 bulan di Chelsea. Beitu juga Syeh Mansoor mengintervensi dalam pembelian Sameer Nasri.
bobotoh sajati
23/04/2012 at 18:55terus si malcolm glazer kumaha? dangukeun ah jawabanna, dosen rek nerangkeun. Hahaha
deniwildan
23/04/2012 at 09:55satuju kang tah kana pemikirana, nu penting ayeuna manajemen persib sing saladar, ulah ngan Money oriented wae lah.....
bule
23/04/2012 at 10:15Kpda bp.haji dn mnagement tlong lah beri kpercayaan pltih buat mnntukan pmain mna yg dia ingin kan..ini buat kbaikan anda jga pa kumis..knpa??ktika nnti pltih itu gagal anda tdk ikut d slh kan..krna bkn anda yg mnntukan pmain..dn INGAT pa kumis,PERSIB bkn mlik anda seorang..ada baiknya kmi pra BOBOTOH setia d ikutkan dlm mmbangun tim..caranya??cukup ketika hndak mmlih pelatih,,anda para mnagement mnyiapkan bbrpa nma kndidatnya..lalu ada kan VOTING baik d management dn BOBOTOH..skrg media Voting udh bnyk jdi ga sulit mlkukan voting..cara sperti ini pun akan mnghindari SILIH SALAHKEUN..krna yg smua kptusan brsama..Insya Allah dgn kbrsamaan ktekunan ksbaran dn doa PERSIB jdi mkn solid..
denny
23/04/2012 at 10:16Setuju pisan, membangun satu tim kuat butuh wkt walau sehebat apapun pelatih en pemain krn sepakbola adalAh permainan tim jdi btuh wkt utk menjalin kebersamaan yg tidak hy 6 bulan, bila ingin yg instan lbh baik beli satu tim langsung plus pelatihnya,,,
Jangar
23/04/2012 at 10:45Robby Darwis adl boneka Pa Umuh .. Masalah bahasa bukanlah hal yg penting dlm sepakbola !! RENE ALBERT dan DARKO JANACKOVIC kandidat kuat !
bayu
23/04/2012 at 11:18bbrapa thn ini persib ganti pelatih tp permainannya tetap long ball, diving, tubruk. Cobalah ganti pelatih euro yg berkualitas wlpn mahal, dg begitu bisa menciptakan pemain muda asli bndung. Atau pelatih dr asia yg bola dinegaranya bagus ex, korea.jpn.
Gunawan
23/04/2012 at 11:47Banyak aspek yang menyebabkan terpuruknya Persib musim ini. Insya Allah nanti dibahas dalam bagian keduanya, kang. Btw, hatur nuhun masukkannya kang.
antikumis
23/04/2012 at 11:59wah menarik tulisannya, tapi sayang yg megang persib sekarang blum tentu ngarti!
Gunawan
23/04/2012 at 12:15Tapi setidaknya tulisan ini bisa mewakili suara bobotoh, kang. :D Masalah mengerti atau tidaknya yang pegang Persib, saya cuma bisa bilang, "Terserah mereka lah". Rejim yang yang berkuasa selama 32 tahun saja bisa tumbang karena suara rakyat.
donie anchobat
23/04/2012 at 12:59hee_eh benrr bngett tuhh....
chris
23/04/2012 at 13:14Persib sebagai suatu badan telah menuju profesional dengan telah berbentuk badan hukum PT. pemain diisi yg berlabel timnas. sayang manajemennya kebon Awi
mayon
23/04/2012 at 14:37Membangun sebuah tim butuh waktu dan kesabaran tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan mohon diperhatikan bagi manajemen persib yang sekarang.salam dari bobotoh lampung
Bang tea
23/04/2012 at 15:27Sangat disayangkan persib yg dulu begitu disegani tapi sekarang bagaikan team yg baru mengenal sepak bola, padahal kurang apa dengan dana yang melimpah dan dukungan para fans club nya yg luar biasa seharusnya persib bisa menjelma menjadi team yang disegani oleh setiap lawan2nya. jangan isin isin buat pelatih untuk mengadakan pergantian pemain, cermati permainan kalau dlm 30 menit babak pertama tdk menghasilhan kemenangan maka babak kedua harus tampil dengan formasi baru dgn mengganti beberapa pemain cadangan karena mereka juga pastinya direkrut oleh persib dengan segala kelebihan dan kekuranganya, jgan hanya direkrut tapi hanya special untuk duduk dibangku cadangan saja.
dani
23/04/2012 at 15:28punten kasadayana,,, menurut info yg sy tau,pemain yg sekarang itu bukan keinginan menejer(h.umuh) tp menurut info dr media (lupa lg nama medianya) itu adalah rekomendasi dari pelatih RAHMAD DARMAWAN,yg katanya memang tahun skrng rencana awal mau masuk PERSIB tp karena ada halangan yaitu di panggil TIMNAS kemarin akhirnya Rahmad Darmawan pun gak jd ke Persib krna lbih mementingkan panggilan TIMNAS. Nuhun,punten blih lepat info!
harish
23/04/2012 at 17:48Saran dan pemikiran yang bagus kang. Semua butuh proses dan adaptasi. Persib skrng dan persib saat juara liga pertama itu jelas beda, disayangkan jika bbotoh membandingkan dua persib di masa yang berbeda. Persib dahulu murni tanpa pemain ASING. Sekrang? Sekrng dan masa lalu itu beda, tak dapat di pungkiri, pemain asing berpengaruh dalam sebuah tim. Barcelona bisa hebat sprti skrng ialah tak lepas oleh proses dan tekad pemain untuk total bermain, mereka tak ada apa apanya 10 tahun yang lalu seblm ada kreator Xavi, iniesta dan messi. Semua butuh proses. Hanya ketidak sabaran dari managemen, pemain dan kita para bbotoh untuk mengerti akan pentingnya proses dan motivasi. Ayo kita dukung, kita nilai persib dari semua lini, kita soroti, kita kash masukan dan motivasi. Saya yakin persib bisa lbih hebat dari barcelona sekalipun! Tak perlu ikut gaya bermain tiki taka barcelona, karena persib tak punya itu, tapi yng harus di tiru adalah pengertian dan motivasi bermain el barca yng harus di tiru! Kita buat gaya bermain kita sendiri. Semangat untuk persib! Jayalah persibku!!
Willy
23/04/2012 at 17:57Wacana yang menarik! Kalo berbicara ttg taktik pasti ga ada abisnya. Tp sy mau tekankan masalah yg dialami DM itu byk sekali secara taktik. Pertama, menurut opini saya pemain free role di 4231 Persib cukup baik diisi oleh Radovic. Tetapi trio gelandang tgh yg dipunyai Persib tidak memadai untuk 4231. Seperti yg anda bicarakan ttg Madrid n dan Barca, Persib tidak punya pemain setipe alonso atau xavi,the creator, toni/gaspar sgt kurang kreatif dan telat dlm membantu penyerangan. hariono hanya satu2nya penyeimbang dan radovic satunya2 yg berkarakter menyerang. Akhirnya bila salah satu tdk bisa main, hancurnyalah taktik 4231. Kedua, yg sy akan tekankan yaitu tidak adanya striker bertipikal targetman. Masuknya Sakyi lumayan membantu dgn tinggi bdn dan strenghtnya tp kurangnya kontrol bola sehingga sering hilang bola.Seorang targetman di 4231 itu butuh skill holding ball yg tinggi sehingga pemain lain dapat mengisi jarak kosong. Padahal seperti yg anda katakan ttg transisi dari bertaahan ke menyerang, gelandang dan sayap butuh tempo atau waktu. Oleh krn itu jarak pemain tengah dan depan sangat ketara. Mkgn itu saja yg bisa sy tambahkan. Yg pasti managemen pada tahun ini terlalu byk intervensi dlm pemilihan pemain dan strategi/taktik yg akan dipilih.. Itupun membuat pusing DM
harish
23/04/2012 at 18:10Mungkin cara kita (bobotoh dan viking) ada yng salah dalam mendukung persib. Saking cinta dan sayangnya kepada persib, ada perilaku atau tutur kata yng salah. Mungkin di jalan seblm dan ssudah menntn persib di stadion, ada perlaku yng tak sepatutnya di lakukan, akhirnya ada pihak tertntu yng tidak suka dan mencibir boboth atau viking malah tim persibnya ikut terkena imbasnya. Seblm dn sesudah mnntn, awali dan akhiri dengan sholat, doa dan rasa syukur yng apa diperoleh persib nnti, karena apapun itu, persib sudah bermain dengn sebisa mereka. Cara pandang kita yng mungkin salah. Jadi, ayo jadi suporter yang luar biasa! Bijak dan setia dalm suka maupun duka! Bravo persib!
layau
23/04/2012 at 18:22Ulasannya menarik kang untuk kemajuan Persib. sama saya juga tidak bermaksud untuk mendeskriditkan pihak manapun dalam mengomentari. kalau kita flash back 4 tahun ke belakang Jaya Hartono ga bisa dibilang gagal cuman kurangnya dia jarang keluar dari bench sedangkan kita para bobotoh tidak terbiasa dengan style seperti itu padahal sven goran erikson lebih parah lagi. Di akhir kompetisi dibesut oleh pandawa lima hasilnya banyak kepala banyak keinginan. Datanglah Darko Janakovic di th 2010 yang menurut pemain otoriter wah parah lagi kalau maurinho yang pegang hape aja ga boleh ini cuman masalah jam tidur dan jam makan, anehnya lagi pelatih bisa terusir oleh pemain di negeri manapun pemain yang kena sanksi dibilang ga tahu budaya sepak bola indonesia wah parah nih...sepak bola adalah bahasa universal fisik, otak dan profesional. liga 2011/2012 awalnya saya juga ga suka dengan gaya mamic yang cenderung defend ternyata memang pemain belum memahami 100% mungkin juga asistennya belum bisa mengaplikasikan bahasa mamic di lapangan. satu alasan yang bisa saya terima kenapa jarang memasang 2 striker karena menurut mamic airlangga atau alyudin ga bisa konstan main 90 menit.
farhan
23/04/2012 at 18:53nya da emang leres saur penulis teh,ningal persib maen kamari siga teu diniatan maen,siga teu aya strategi siga maen bola tarkam. Sanes moyok k persib da abdi ge angger ngadukung persib. tpi cik atuh utamakeun anu saur penulis tea,utamakeun strategi teh sanes pamaena nu kudu alus tpi strategina nu kudu hade
Wa'et
23/04/2012 at 19:10Dari 28 pemain persib, harusnya persib mempunyai 18 pemain yg kualitasnya diatas rata2, jadi kalo ada yg ga bisa main penggantinya juga ga jauh beda, tapi kekuranganya ditakutkan pemain individualis ingin menonjolkan dirinya sendiri sehingga kekompakanya kurang, trus yg hrs diganti berarti yg sisanya itu yg 10 lagi bukan yg 18 tapi tidak menutupi kemungkinan yg 18 juga bisa diganti salah satunya...
farhan
23/04/2012 at 19:29g harus bagus pamaen mah,tingali pamaen bintang persib bandingkeun ku pamaen muda persib saperti jajang sukmara bagus mana maena,teu kudu alus pamaen mah cukup ku pamaen muda ge asal strategina hade,tuh pan jajang sukmara ge ngabuktikeun teu kudu bintang wae nu maen teh,pamaen muda ge bisa bersaing jeung pamaen bintang.
abdulr
23/04/2012 at 19:30menyimak ulasan diatas 99,9% benar dan saya setuju. intinya Siapapun pelatih persib dimasa akan datang tidak akan berhasil selama asistennya masih Roby Darwis. sangat terlihat ada pemaksaan kehendak Roby darwis untuk menjadi pelatih kepala.
robylieur
24/04/2012 at 15:07Bener bgt kang eta mah.....Asisten Pelatih tdk punya kualitas....akhirnya yang dikorbankan Pelatih Kepala dan sudah terbukti sekarang menjadi pelatih kepala tdk punya skema yg jelas dan dimengerti para pemain......
Bagas
23/04/2012 at 22:31Lucu rasanya kalo ngebahas soal Persib yang harus merintis lagi? Sekarang ini bukan saatnya lagi buat rintis merintis, malah harus sebaliknya saat ini seharusnya Persib tinggal menuai hasil dan menikmati kesuksesan. Salah besar kalau jangan membanding-bandingkan ke era kejayaan persib dlu, seperti koment si mas di atas... Malah seharusnya management Persib berkaca diri bahkan harus malu dengan prestasi sekarang yang sangat ironis! Dulu Persib sukses dngn komposisi pemaen yang bukan level timnas, minim dana dan pinansial tapi sekarang Persib boleh dibilang club yang kaya dan bertabur pemain bintang brlevel Timnas tapi miskin akan prestasi! Saya boleh dibilang awam soal bola tapi tau betul, keterpurukan Persib adalah akibat loyalitas pemain yang tidak merasa punya tanggung jawab 100% untuk membawa Persib juara karena kebanyakan pemain persib bukan asli darah bandung...jadi ketika persib ketinggalan kedudukan skor, motivasi untuk mengejar ketinggalan tidak diikuti dengan hati untuk benar-benar membalikan keadaan jadi ketika mental pemain drop, tak ada motivasi di hati mereka untuk up kembali.. Maka inti kesuksesan Persib adalah huni dengan 80% pemain warga asli bandung/jawa barat... Saya yakin seyakin yakin nya! Persib pasti akan mengulang kesuksesan juara liga Indonesia! Bravo Persib...
billy
24/04/2012 at 10:04nu puguh mah euweuh nu menta mun balad mawa bola teh kalah ngajarauhan…hese ari kitu mah. ari keur nyerang ngadarekeutan musuh ari keur diserang ngjarauhan musuh….saran abi mah persib butuh jendral lapangan tengah anu bisa ngatur pola permainan jiga eka ramdani / cabanas
harish
24/04/2012 at 11:52Orang jabar semua belm tentu bisa juara. Percuma kalo ga ada tekad. pak haji umuh hanya bisa menganak emaskan orng orng tertentu, hingga timbul rasa yng jelek antar pemain. Wildansyah mnrt saya sngt tidk profesional. Jika ingin terus bermain, main saja di klub divisi utama, mungkin akan jadi starting eleven terus. Harusnya berfikir, persib di huni oleh pemain yng punya skill dan kehebtan masing masing. Harusnya sebgai pemain sadar diri akan kemampuanya, jika sprti wildan yng ingn hengkang, ya silahkan saja. Ini persaingan, berarti mental wildansyah lemah tak mau berkompetisi di dalam tim.
Rico (Viking Jakarta)
25/04/2012 at 19:18Hai Persib, saya berkomentar begini itu sebagai bentuk rasa sayang sama PERSIB, saya mohon jangan pemain saja yang harus dituntut untuk kerjasama tapi management pun alangkah lebih baiknya kerjasama, hilangkan rasa ego satu sama lain dan jangan sampai hal ini menjadi beban para pemain yang sedang bermain dilapangan. Lihat, Hilton Moreira mungkin kini dia menjadi momok bagi tim tim besar karena dia merasa dia bermain lepas tanpa beban. Selain itu, betul kata penulis kalo PERSIB itu butuh pemain yg free role player seperti Eka Ramdani atau mungkin Bustomi, Zah Rahan dsb, Ayo Bangkit PERSIB saya yang mewakili Viking Jakarta rindu akan permainan indahmu dan ambil langkah cepat untuk menangani masalah ini !
tresna
25/04/2012 at 19:25"ga ad smangat",, q ingin 85 pmain lokal,seperti jaman yaris pemain muda dan pembinaan brkesnambungan,, tim persela,maupun arema,bnyak pmain lokal binaan,bhkan persija skarang bnyak pmain lokal. Kmanakah "pmain lokal"
fajar
26/04/2012 at 10:45kesalaha terbesar persib adalah terlalu memberikan tekanan kepada pelatih Drago Mamic, kita lihat saja real madrid pun butuh adaptasi 1 tahun dengan skema jose mourinho. dan kesalahan terbesara adalah manajer persib yang terlalu ikut campur masalah tim.
Mustaine Bbc
27/04/2012 at 15:59terapkan lagi aja pola yg dlu yg membuat PERSIB sukses! jalan terbaik Menurut saya.. jangan sampai Tim Kesayangan Kita Harus Kalah Terus dari Lawan2nya,..! Go PERSIB BANDUNG! BOBOTOH PERSIB salawasna! "Viking Bogor"
Gunawan
28/04/2012 at 09:11Terima kasih pada teman2 yang sudah ikut dalam forum diskusi ini. Hampir semua yang diskusi di forum ini memiliki pola pikir yang kritis. Mudah2an Management PT. PBB membacanya. :D Sudah saatnya sekarang Persib merubah paradigma yang ada. Pola pembinaan di tubuh Persib HARUS dikembangkan jauh kedepan. Persib juga harus mulai memikirkan "Youth Development Plan". Pembinaan usia dini (grassroot) sebagai wadah untuk calon2 pemain Persib dimasa mendatang sehingga Persib tidak kehabisan stok pemain. Banyak cara untuk mengembangkannya, sebut saja: Adakan kompetisi internal Persib sendiri terhadap kelompok umur tertentu, seperti Kelompok U12, U15, U18, U20, dan U23 dengan menggandeng pihak sponsor. Dan harus dilaksanakan berkesinambungan. Beri beasiswa terhadap talenta2 yang lahir dari kompetisi itu. Contohnya menyekolahkan mereka dengan durasi 3 tahun dengan terus dititipkan di klub internal Persib. Dengan ikatan beasiswa, secara tidak langsung Persib sudah mengikat talenta2 tersebut sebagai calon "raising stars"-nya Persib dimasa mendatang sambil terus dipantau perkembangannya. Dan ketika ada kompetisi U23 milik PSSI, Pelatih Persib, Mustika Hadi, tidak pusing lagi mencari pemain. Karena pemain sudah tersedia.
Gunawan
28/04/2012 at 17:03Terima kasih pada manajemen Persib yang sudah menawarkan saya untuk posisi pelatih di tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Tapi dengan berat hati saya menolak dengan pertimbangan2 sebagai berikut: 1. Saya terikat kontrak dan tidak bisa begitu saja untuk diputus ditengah jalan, apalagi mereka (klub yang mengontrak saya) sudah memberikan pendidikan kepelatihan untuk upgrade keilmuan saya. 2. Faktor keluarga. Anak2 saya medapatkan beasiswa dari salah satu klub di spanyol dan inggris, dan saya pun harus mengawasinya. Karena pertimbangan jarak.
Aa.....
28/04/2012 at 09:17kolektifitasna anu kurang, jeung teu tenang, hayang pa aing – aing ngasupkeun meureun, di iming -iming ku bonus nu gede jadi kebersamaanna mah euweuh punteun ka manajemen anu dipasihan bonus tong anu ngasupkeun hungkul kabeh we ratakeun bonusna meh maena kompak tong ieumah gawang jauh keneh maen eksekusi mun can liwat garis pinaltimah tong maen talapung ubek hela didinya bola acan penjolmah anu pentingmah semangat ka daerahan no 1 keun kan aya paribasa “DIMANA LANGIT DIPIJAK DISANA LANGIT DIJUNGJUNG ” kitu mun teu salahmah wassalam ah