redaksi@simamaung.com

foto-persib-bandung-latihan-di-demang-lehman-konate-SIM_5367

Hampir 3 pekan Konate Makan tidak mengikuti latihan bersama tim Persib Bandung. Ia mendapat izin untuk pulang ke negaranya, Mali, karena ibunya meninggal dunia. Meski absen latihan cukup lama, namun Konate mengaku selalu menjaga kondisi fisiknya, terutama di 2 pekan terakhir.

Konate mengatakan dirinya hanya tidak melakukan latihan di minggu pertama karena masih suasana berkabung dan fokus pada keluarganya. Tapi memasuki minggu kedua Konate sudah mulai secara rutin melakukan latihan.

“Kondisi fisik tidak masalah, karena saya istirahat hanya satu minggu. Di minggu kedua saya latihan setiap hari, fitnes dan jogging,” kata Konate beberapa waktu lalu.

Selain berlatih sendiri, Konate pun ada kalanya berlatih bersama klubnya semasa kecil. “Dan saya ada tim di sana dan saya ikut latihan bersama mereka. Mereka main di Divisi II, nama timnya Burumasa. Itu tim saya saat saya kecil, ketika masih kecil saya belajar formasi di sana,” imbuh pemain gelandang ini.

Konate kembali ke Bandung pada Selasa (22/7) lalu dan Rabu ia sudah bergabung latihan bersama pasukan Jajang Nurjaman. Namun ia hanya bisa latihan satu kali karena hari itu adalah latihan terakhir tim Persib sebelum coach Janur memberi libur Idul Fitri hingga 1 Agustus nanti.

foto-persib-bandung-vs-setia-konate-SIM_7979

Sejak Selasa (22/7) lalu, Konate Makan sudah tiba di Bandung. Pemain gelandang ini baru datang dari negaranya, Mali, karena ibunya meninggal dunia. Kepulangannya ke Mali membuat Konate berkesempatan untuk menjalani ibadah puasa bersama keluarga terdekat.

“Saya bisa puasa di Mali itu sangat bagus, karena setelah buka puasa seluruh keluarga berkumpul bersama dan makan makanan spesial. Makanan khasnya semacam nasi dan sup,” ujar Konate saat dijumpai belum lama ini.

Kini ia harus menjalani sisa puasa di Indonesia. Ini menjadi kali keduanya berpuasa di tanah air. Namun demikian, pemain berusia 22 tahun ini cukup menikmati menjalankan ibadah puada di sini. Bahkan ia mengaku lebih senang berpuada di Indonesia dibanding di negaranya.

“Ini kedua kalinya saya puasa di Indonesia. Saya senang puasa di Indonesia daripada di Mali, karena di sini saya bisa banyak minum susu dan banyak makanan yang saya suka, termasuk buah-buahan semacam pisang atau jeruk sama seperti di Mali,” terangnya.

Tahun ini mantan pemain Barito Putera ini akan merayakan Hari Idul Fitri di Indonesia. Ia mengaku akan merayakan hari kebesaran umat Muslim bersama rekan-rekan senegaranya di Jakarta. “Saya akan pergi ke Jakarta untuk Lebaran bersama teman-teman saya,” tandasnya.

Lebaran sebentar lagi. Para punggawa Persib Bandung dan tim pelatih mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. (more…)

foto-persib-bandung-vs-psgc-ciamis-tantan-SIM_9068

Seluruh pemain Persib Bandung sudah dibebastugaskan selama sepekan ke depan sejak 24 Juli kemarin dan kembali berlatih pada 1 Agustus mendatang dalam rangka menyambut Idul Fitri. Mayoritas pemain pun memilih mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tapi bagi penyerang Persib, Tantan, dirinya mengaku tidak perlu mudik seperti yang lainnya karena semua sanak saudara berada di Lembang.

“Rencana ga mudik, Lebaran di Lembang aja karena keluarga semua di situ. Rumah istri dan saya satu RW (Rukun Warga) hanya beda RT (Rukun Tetangga). Tradisi khusus paling silaturahmi dari rumah ke rumah,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (25/7)

Mengenai hidangan khas yang digemarinya dalam menyambut Hari Kemenangan, pemain bernomor punggung 82 tersebut mengatakan tidak ada makanan khusus. Tantan dan keluarga hanya memasak hidangan yang identik dengan Hari Raya Idul Fitri, seperti membuat ketupat dan opor ayam.

“Untuk makanan khas ya paling kupat. Karena setiap Hari Raya kan pasti ada itu (ketupat),” katanya.

Sementara itu, untuk mengisi waktu libur, Tantan mengatakan dirinya tidak sungkan untuk turut membantu keluarganya ‘angkut-angkut’ makanan ternak sapinya. Pemain yang dikenal mempunyai kecepatan dan akselerasi di atas rata-rata ini juga kerap mengikuti kerja bakti dan kegiatan sosial lainnya di lingkungan rumahnya.

“Kemarin masih ada ternak sapi. Kalau ada waktu kosong daripada kesel kan bantu-bantu keluarga. Sekarang juga kalau ada gotong royong masih suka bantu-bantu apalagi di deket rumah lagi bikin masjid,” pungkasnya.

foto-persib-bandung-latihan-di-pangandaran-hariono-SIM_9554

Tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman ibarat ritual bagi para perantau ketika memasuki suasana Idul Fitri. Seperti yang dilakukan oleh para pemain Persib Bandung, tidak terkecuali Hariono. Pemain yang selalu beroperasi sebagai gelandang bertahan tersebut mudik ke kampung asalnya di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk bertemu dengan orang-orang terkasihnya. Meski diakuinya tidak ada tradisi khusus saat Lebaran nanti.

“Tanggal 24 Juli (kemarin) pulang. Kalau tradisi khusus ga ada, paling pulang dari shalat Idul Fitri sungkeman sama keluarga, paling nyekar juga pastinya, sama makan makanan khas Lebaran. Engga ada apa-apa cuma kumpul, tapi ga hanya di rumah saya, gantian lah,” ujarnya saat diwawancara di Mess Persib beberapa waktu lalu.

Momen berkumpul bersama keluarga besarnya juga ajang untuk berbagi rezeki, terutama bagi keponakannya yang masih belia. Meski seperti yang telah diketahui bahwa Hariono baru saja menjadi korban penipuan sebesar 3,5 milyar dan kasusnya saat ini terus di proses di pengadilan.

“Keponakan ada 3, masih kecil-kecil, yang paling besar SMP, terus SD dan satunya lagi masih bayi. Mereka sih main aja, dan yang paling besar dulu sih suka main bola, tapi sekarang udah ga pernah main lagi,” sambungnya.

Hariono sendiri dikenal sebagai orang yang pendiam dan senang berdiam diri di kamar. Untuk itu dalam libur kali ini dia juga belum mempunyai rencana untuk pergi berwisata. Dirinya lebih memilih berdiam di rumah dan mengajak teman-temannya untuk berkumpul di rumahnya sambil menjaga kondisi agar tetap bugar dalam menghadapi kompetisi pasca rehat.

“Liburan sih kebanyakan di rumah, belum kepikiran untuk jalan-jalan. Kalau kumpul sama temen juga mereka yang main ke rumah,” tukasnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-made-SIM_2764

Memasuki libur Hari Raya Idul Fitri, para pemain Persib Bandung mendapat waktu libur selama satu pekan. Hal ini berlaku bagi semua pemain meski ada beberapa pemain yang bukan pemeluk agama Islam. Bagi kiper utama Persib, I Made Wirawan, libur kali ini akan dia manfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga kecilnya. Apalagi putra semata wayangnya belum lama ini baru saja berulang tahun.

“Dengan situasi terikat kontrak waktu libur satu minggu saya rasa cukup. Gak masalah lumayan buat kita isi liburan sama keluarga,” ujarnya saat diwawancara di Mess Persib beberapa waktu lalu.

Ketika disinggung apakah dirinya akan pulang ke Bali untuk berkumpul dengan keluarga besarnya, Made mengatakan dirinya lebih memilih untuk berdiam di Kota Kembang. Itu karena Made cukup kesulitan untuk mencari tiket pulang ke Bali dalam suasana Idul Fitri.

“Libur Idul Fitri, sepertinya saya di Bandung dulu, karena belum pasti mau kemana-kemananya. Tetapi yang pasti tidak pulang ke Bali untuk mudik. Anak sama istri kan di sini (Bandung). Alasan tidak mudik karena susah tiket pastinya,” sambungnya.

Mantan penjaga gawang Persiba Balikpapan itu mengatakan dirinya beserta istri dan anaknya hanya berencana untuk bepergian ke Jakarta. “Saudara istri ada di Jakarta, mungkin kita yang ke sana atau mereka yang berlibur ke sini,” pungkasnya.

Sfoto-persib-bandung-latihan-di-taman-persib-ramadhan-jajang-nurjaman-IM_0687

Persib Bandung saat ini hampir selalu mendonasikan pemain terbanyak ketika tim nasional Indonesia akan melakoni pertandingan maupun pemusatan latihan. Dari 21 pemain Persib musim ini, mayoritas punggawanya sudah mempunyai caps timnas. Namun hal tersebut bukan berlangsung kali ini saja. Setidaknya sejak era 1950-an, Persib selalu jadi klub yang langganan menyumbang pemainnya.

Pelatih Persib Jajang Nurjaman adalah salah satunya. Janur, begitu sapaan akrabnya, mengaku di era 1980-an, dirinya kerap dipercaya bermain untuk skuat Merah Putih. Dia selalu jadi langganan timnas sebagai gelandang sayap, sesuai dengan peran yang dilakoninya di Persib. Menjadi pemain timnas saat itu, Janur menjelaskan dirinya dilatih oleh mantan pemain Persib yang juga mantan pemain senior di timnas.

“Saya pernah di timnas, bermain di posisi sayap. Tahunnya saya lupa, seingat saya tahun 1980-an. Pelatihnya waktu itu kalau tidak salah Aang Witarsa, dari Persib juga. Selain itu ada pemain Persib lainnya yang bergabung di timnas,” kenangnya saat diwawancara belum lama ini di Mess Persib.

Dikisahkan olehnya, saat itu dirinya tidak terlalu dikenal sebagai pemain timnas. Karena dia bergabung, justru saat kondisi Timnas Indonesia sedang dalam kondisi yang kurang berprestasi.

Nama Jajang Nurjaman pun lebih dikenal sebagai pahlawan Persib saat membawa Maung Bandung menjuarai kompetisi Perserikatan. Apalagi, kemenangan itu berasal dari gol semata wayangnya ke gawang Perseman Manokwari pada 1986. Itu sebabnya, pengalaman bermain di Persib lebih mengesankan dibanding ketika bermain di timnas.

“Bicara yang mengesankan ya saat bermain di Persib yang paling mengesankan. Iya waktu itu timnasnya memang sedang lagi biasa-biasa saja. Berbeda dengan yang sekarang. Sekarang sudah bagus prestasinya,” tutupnya.

foto-persib-latihan-taman-persib-mei-2014-SIM_6598

Lini belakang Persib Bandung boleh dibilang sebagai barisan pertahanan paling berkualitas diantara kontestan lain di Indonesia Super League. Kuartet yang biasa diisi oleh Tony Sucipto, Supardi Nasir, Vladimir Vujovic dan Ahmad Jufriyanto adalah pemain yang mempunyai reputasi tim nasional. Tidak hanya itu, elemen pertahanan lain seperti bek pelapis, Abdul Rahman, kiper I Made Wirawan dan gelandang bertahan semodel Hariono dan Taufiq adalah pemain yang kerap mengenakan seragam merah putih.

Namun untuk urusan kebobolan, dalam 14 pertandingan, Persib sudah kebobolan 14 kali dan tercatat ada penurunan performa. Di putaran pertama Persib hanya kemasukan 8 gol dari 10 laga. Sedangkan di putaran kedua, dari 4 laga, Persib sudah kemasukan 6 kali dan itu artinya rasio bola yang bersarang di gawang Persib meningkat dari 0,8 menjadi 1,5. Bahkan di putaran kedua gawang I Made Wirawan belum pernah clean sheet.

Menanggapi hal itu, bek tengah Maung Bandung, Ahmad Jufriyanto menilai jika meningkatnya jumlah kemasukan di Putaran II tidak bisa hanya menjadi kesalahan lini belakang. Sebab, organisasi pertahanan dibangun oleh semua pemain. Maka hal itu harus menjadi tugas dan evaluasi bersama.

“Jumlah kebobolan memang meningkat. Tapi tidak bisa hanya para pemain belakang yang disalahkan. Ini menjadi evaluasi bersama tim karena pertahanan yang baik melibatkan semua pemain,” kata pemain yang akrab disapa Jupe tersebut saat diwawancara di Mess Persib beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, konsentrasi pemain yang dinilainya menjadi salah satu faktor banyaknya kebobolan di Putaran II. Terutama saat menghadapi bola-bola mati yang tidak jauh dari gawang. Situasi tersebut memang sangat berpotensi membuat gawang Maung Bandung terkoyak. Dari 14 laga yang sudah ditempuh, Persib kemasukan lewat situasi bola mati sebanyak 7 kali.

“Masih cukup banyak sisa laga. Evaluasi saat tim bertahan harus terus dilakukan, apalagi saat menghadapi bola mati. Sejauh ini, banyak gol yang tercipta ke kita dari bola mati, dibandingkan hasil serangan terbuka lawan,” tutupnya.

BSH 2014 - logo

PT Daya Adicipta Mustika (DAM), Main Dealer Sepeda Motor dan Suku Cadang Honda Jawa Barat, bekerja sama dengan PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan fasilitas berupa program “Bale Santai Honda”. Tenda-tenda ini disediakan gratis, khusus untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor di jalur mudik Lebaran di wilayah Jawa Barat.

Program ini digelar pada 24-31 Juli 2014 di tujuh titik jalur mudik Lebaran. Tenda-tenda Honda tematik ini dapat dimanfaatkan untuk tempat berisitirahat para pengguna sepeda motor di lima titik lokasi yang dibangun khusus sebagai Bale Santai Honda. BSH beroperasi selama 24 jam nonstop dan dua titik lokasi AHASS Siaga yang buka sejak pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian kami yang berfokus pada keselamatan, keamanan dan kenyamanan pengendara sepeda motor Honda selama dalam perjalanan mudik,” ujar Fenny Hasibuan, General Manager Honda Customer Care Centre (HC3) DAM.

Lokasi lima tenda BSH terdapat di RM Simpang Jaya 1 Jalan Raya Simpang Pusakanagara Pamanukan, Toko Kelontong Jumanis Jalan Raya Rajapolah Tasikmalaya, Koramil 2011 Astanajapura Pangenan Mundu Cirebon, RM Lembur Kuring 2 Jalan Raya Bandung-Ciranjang Cianjur dan Gapura Perbatasan Jalan Raya Nagrek KM 36 Kabupaten Bandung. Sementara dua lokasi yang merupakan AHASS Siaga yaitu AHASS Srikandi Indramayu dan AHASS NSS Karawang.

Pemudik yang datang ke lokasi Bale Santai Honda akan mendapatkan fasilitas jasa servis motor gratis, diskon suku cadang mulai dari 10% sampai 20%, ruang istirahat dengan fasilitas AC, TV-DVD serta Play Station. Selain itu, makanan dan minuman ringan serta tajil gratis yang dapat dinikmati beserta keluarga pemudik.

“Kami juga memberikan fasilitas potong rambut dan pijat gratis bagi para pengunjung Bale Santai Honda,” tambah Fenny.

Program Bale Santai Honda telah menemani pemudik di sepanjang jalur mudik Jawa Barat sejak tahun 2003. Selain Jawa Barat, Bale Santai Honda pun tersebar dari Pulau Sumatera, Jawa hingga Bali. Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Rata–rata jumlah pengunjung yang datang ke setiap lokasi BSH mencapai 600 sampai 1.000 orang selama 8 hari beroperasi.

foto-persib-bandung-vs-pbr-SIM_5633

Menyambut kedatangan Juventus ke Indonesia pada 6 Agustus mendatang, Persib Bandung semula hanya akan mengirimkan seorang Ferdinand Sinaga untuk bergabung bersama Indonesia All Stars. Namun Jajang Nurjaman akhirnya berubah pikiran dan akhirnya tidak melepas satu pemain pun, termasuk Ferdinand.

Menanggapi gagalnya dia bertanding melawan Juventus dan tidak bisa bertukar kostum dengan pemain-pemain kelas dunia, Ferdinand justru menegaskan bahwa dia memang tidak akan bertukar jersey. Menurutnya, hanya ada 2 pemain yang ingin dia ajak untuk bertukar kostum dengannya. Mereka adalah dua bomber legendaris Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas.

“Tidak akan, saya dari dulu cuma mau tukar jersey kalau ga sama Kurniawan (Dwi Yulianto), ya sama Bepe (Bambang Pamungkas), mereka favorit saya. Kalau sama pemain luar saya kurang tertarik. Jeung Inter Milan wae tim favorit saya mah teu tukeur jersey (Sama Inter Milan saja, tim favorit saya tidak bertukar jersey),” ujarnya saat diwawancara di Mess Persib.

Bagi pemain berkarakter bengal tersebut, sosok dua striker tajam Indonesia itu tidak akan lekang oleh waktu karena kualitasnya. Ferdinand mengaku sebelumnya dia pernah bermain bersama dua idolanya tersebut tapi hingga saat ini dia belum mendapat jersey yang dikenakan mereka.

“Mereka pemain yang ga akan habis dengan zaman, itu yang saya mau tuker kaos. Pernah ngaheureuyan ka Bepe tapi manehna kalahkah balik ngaheureuyan menta jersey ka saya. (Pernah bercanda ke Bepe tapi dia malah balik bercanda ke saya dan meminta jersey saya),” imbuhnya.

Tapi itu tidak berarti top skorer sementara Persib dengan 8 golnya tersebut akan menutup diri bertukar kostum dengan pemain luar. Dirinya mengaku akan sangat antusias jika lawan yang dihadapinya adalah Ryan Giggs dan Rivaldo yang sama-sama mengandalkan kekuatan kaki kiri seperti yang dimiliki Ferdinand. Terutama sosok Ryan Giggs dianggap olehnya sebagai pemain sayap kiri terbaik yang pernah ada.

“Kalau ada pemain luar yang mau kasih ya saya terima, saya ucapkan terima kasih. Kecuali kalau Giggs (Ryan) atau Rivaldo saya kejar mati-matian. Giggs mah pemain kiri dunia yang luar biasa atuh. Dia itu makin tua makin jadi,” pungkasnya.