redaksi@simamaung.com

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-ferdinand-SIM_2625

Persib Bandung berhasil membuat tamunya, Persebaya Surabaya, tertunduk lesu setelah menang dengan skor 3-1 dalam laga yang dihelat di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10) kemarin. Dua gol Konate Makan pada menit 70 dan 83 ditambah dengan sundulan Ferdinand Sinaga di menit 89 hanya bisa dibalas dengan sebiji gol Pacho Kenmogne di penghujung laga.

Bagi pencetak gol pamungkas Persib, Ferdinand Sinaga, gol yang dicetaknya berawal dari skema yang tersusun rapi dari para pemain Persib. Sebelum akhirnya M Ridwan memberikan crossing cantik yang ditanduk striker bengal itu dengan jitu di mulut gawang. Gol itu juga sekaligus menambah koleksi Ferdinand menjadi 11 gol, sebuah rekor yang dicetaknya selama semusim saat membela klub di Indonesia Super League.

“Saya tidak bisa apa-apa tanpa dukungan pemain lainnya, ini semua adalah berkat kerja sama tim yang baik,” ucapnya ketika diwawancara setelah pertandingan.

Ferdinand yang kerap merepotkan duet bek tengah Persebaya dengan pergerakannya mengatakan dirinya akan tetap serius menatap 2 laga sisa di babak 8 besar karena saat ini Persib belum dipastikan melaju ke fase semifinal. Meski cukup bermain imbang menghadapi Mitra Kukar, tapi kondisi itu dikatakannya jangan membuat ia dan teman-temannya puas, tapi harus tetap fokus menatap semua pertandingan

“Dua pertandingan ke depan, kita harus fokus dan sapu bersih, karena kita main di kandang kita sendiri,” tuturnya.

ArgentinaAwal positif dibuat tim Indonesia dalam fase grup Homeless World Cup 2014. Argentina yang dihadapi dalam partai pertama dikalahkan dengan skor telak 7-1. Setelah lolos dari fase penyisihan, ‘Merah Putih’ mengawali pertandingannya di fase grup dengan menghadapi Argentina di Plaza de la Ciudadania, Santiago, Chile, Rabu (22/10) siang waktu setempat atau Kamis (23/10) dinihari WIB.

Indonesia membuka keunggulan atas Argentina lewat Tommy “Pace” Engelberth. Kapten Swananda Pradika, Akhmad Fauzi, dan Yudhi Ramanda lalu secara bergiliran mencetak gol untuk membuat Indonesia memimpin empat gol tanpa balas saat paruh waktu. Di babak kedua Pace kembali menjebol gawang tim Tango. Rizal “Ateng” Sepuloh dan Yudhi lalu menambah keunggulan buat Indonesia, sebelum Argentina mencetak satu-satunya gol balasan sekaligus yang terakhir dalam pertandingan.

Dalam partai lain Grup C, Meksiko mencatat kemenangan telak 10-2 atas Jerman. Sedangkan Brasil mengalahkan Portugal lewat adu penalti setelah sebelumnya bermain imbang 4-4 di waktu normal.

Berikutnya, Kamis (23/10) waktu setempat, Indonesia akan berhadapan dengan Portugal pada pukul 13.00 disusul kemudian melawan Meksiko pada pukul 16.40.

Respect!

Febby Lorentz (Manager Tim)

Hasil dan Klasemen Rabu (22/10)

Rumah Cemara

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-konate-SIM_2882Kontribusi Konate Makan bagi perjalanan Persib Bandung sejauh ini semakin terbukti ketika dalam laga kontra Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10). Pemuda asal Mali tersebut sukses mencetak 2 gol dan mengantarkan Persib menang dengan skor 3-1. Pria 22 tahun tersebut kini sudah mencetak 12 gol alias menjadi top skorer tim sementara di atas Ferdinand Sinaga yang mengoleksi 11 gol. Ferdinand sendiri turut menyumbang gol setelah sundulannya di menit akhir menerima crossing M Ridwan tidak bisa diantisipasi Jendry Pitoy.

Menanggapi jumlah golnya yang melebihi perbendaharaan pemain lainnya, Konate mengatakan bersyukur bisa mencetak banyak gol meski di musim lalu dia mengoleksi jumlah gol yang sama. Namun kini pencapaian itu terasa lebih spesial karena diraih bersama Maung Bandung. Pemain bernomor punggung 10 itu pun berharap bisa terus menambah rekening golnya di laga-laga berikutnya bersama Persib.

“Alhamdulillah saya sudah mencetak 12 gol, seperti musim lalu saat saya bermain untuk PSPS dan Barito Putra. Tapi musim ini berbeda karena saya bermain untuk Persib. Saya harap bisa mencetak gol lebih banyak. Setiap waktu saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan kekuatan supaya kembali membuat gol,” ujarnya saat diwawancara seusai pertandingan.

Ketika ditanya apakah dirinya mempunyai target gol yang akan dicetak musim ini, Konate menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta. Namun dia tidak banyak berharap menjadi pemain paling subur karena sejatinya peran dia di tim adalah pengalir bola bagi para penyerang.

“Target, saya tidak tahu, saya serahkan kepada Tuhan tapi saat ini saya sangat senang dengan mencetak 12 gol. Karena saya bukan seorang striker, saya bermain sebagai gelandang. Jadi kalau saya tidak mencetak gol saya tidak mempermasalahkannya,” pungkasnya.

Persib Bandung sukses mendulang kemenangan di hadapan publiknya sendiri. Menjamu Persebaya surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (22/10), pasukan Maung Bandung memenangi pertandingan dengan skor 3-1. Dengan tambahan 3 angka, Persib semakin kokoh di posisi teratas klasemen sementara Grup L babak 8 besar Indonesia Super League 2014 dengan 10 poin. Firman Utina cs tinggal membutuhkan 1 poin lagi untuk memastikan diri lolos ke babak semifinal. Pasukan Jajang Nurjaman masih menyisakan 2 partai di babak 8 besar ini melawan Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya. Berikut foto-foto pertandingan dari Simamaung.

(more…)

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-SIM_2712Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar memasuki ruang konferensi pers dengan wajah sumringah. Betapa tidak, targetnya untuk mengamankan 3 poin meski dengan skor tipis, dibayar anak-anak Maung Bandung dengan kemenangan 3-1 atas Persebaya Surabaya.

“Ini hari bahagia buat saya. Hari bahagia buat pemain dan semua pengurus dan pelatih pun juga sumringah. Di sini saya dengan Pak Jajang (Nurjaman-pelatih Persib) selalu memberikan support kepada anak-anak (pemain), mereka tidak harus kendor di pertandingan ini,” Umuh mengawali pernyataannya usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10).

Sebelum pertandingan, Umuh mengatakan kepada Firman Utina cs bahwa ini adalah laga hidup-mati. Bagi Umuh, mengamankan poin lebih cepat lebih baik meski masih menyisakan 2 partai berikutnya.

“Saya dan pelatih pun bilang bahwa sore ini kita pertandingan hidup-mati. Mengapa saya katakan hidup-mati, karena walaupun kita 3 pertandingan lagi nanti belum tentu dan belum tahu hasilnya. Alhamdulillah mereka mendengar dan main dengan gila-gilaan walaupun tadi ada grogi setelah kena tiang gol,” lanjutnya.

Raihan kemenangan dengan skor cukup telak, menambah kebahagiaan Umuh. Meskipun menjelang akhir pertandingan, Persib harus kebobolan sehingga gagal melakukan cleansheet. “Kita tidak menyangka bisa sampai 3-0 dulu. Karena apa yang saya sampaikan, saya tidak minta muluk-muluk soal skor, saya hanya minta poin penuh hari ini,” tandasnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-bobotoh-flare-SIM_2991Usai melakoni laga sengit menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10), Persib Bandung terancam mendapat sanksi tidak bisa menggelar laga kandang berikutnya menghadapi Mitra Kukar dengan dihadiri oleh penonton. Hal ini disebabkan oleh ulah para oknum suporter yang menyanyikan nyanyian rasis, bahkan nyanyian itu ditujukan kepada aparatur negara yakni kepolisian. Selain itu beberapa penonton pun masih menyalakan flare di tribun seusai pertandingan.

Diungkap oleh General Coordinantor laga kandan Persib, Budi Bram Rachman bahwa dirinya beserta pihak Panpel lainnya langsung dipanggil Komisi Disiplin PSSI terkait ulah penonton yang dinilai telah melakukan pelanggaran. Dalam hal ini, Komdis PSSI Hinca Panjaitan serta Pengawas Pertandingan PT Liga Indonesia M Syarif langsung memberitahukan kronologis pelanggaran tersebut.

“Selesai pertandingan, kami dari panitia dipanggil untuk menemui Komdis Hinca Panjaitan. Kebetulan disana juga ada PP (Perangkat Pertandinga) PT Liga dan kami langsung diberitahu mengenai kejadian yang sering berulang, seperti nyanyian rasis dan flare. Termasuk tadi ada nyanyian rasis yang menghina aparat negara,” kata Bram saat diwawancara di Ruang Media Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10).

Ancaman dari Komdis PSSI ini dikatakan oleh Bram memang sangat serius, namun pihak Komdis PSSI dan PT LI bisa memberikan keringanan andai pihak Panpel bisa menangkap pelaku tersebut dalam dua hari ke depan. Panpel juga mengaku telah mengantongi ciri-ciri oknum supoter itu dan bakal segera melakukan investigasi. Bahkan kejadian seperti ini sudah berulang dilakukan, bukan hanya di Bandung namun pernah terjadi di Martapura dan Malang.

“Ancaman ini serius. Tapi jika dalam 2 hari berhasil menemukan otak di belakang ini semua, bisa diberikan keringanan. Pelakunya disinyalir berbaju hitam, ada alat buktinya juga. Ya mereka yang berbaju hitam ini selalu menyalakan flare. Kita akan coba melakukan investigasi siapa pelaku dibalik ini,” ujar Bram.

Lebih jauh, pria yang karib disapa Om Bram tersebut mengatakan dirinya mengajak para bobotoh yang setia untuk menjaga klub kebanggaan mereka dari tingkah-tingkah yang nantinya akan merugikan. “Untuk bobotoh mari sama-sama memerangi karakter yang merugikan Persib. Siapapun otaknya supaya mendengar kabar ini karena ancaman serius,” tegasnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-konate-SIM_2772Persib Bandung akhirnya sukses menutup laga kandang kontra Persebaya Surabaya dengan skor 3-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung pada Rabu (22/10) sore tadi. Persib yang kesulitan menembus jala Persebaya yang dikawal Jendry Pitoy di babak pertama akhirnya sukses membuka keunggulan lewat sepakan penalti Konate Makan di menit ke-70. Tidak sampai disitu, pemain asal Mali tersebut sukses mengkonversi umpan terobosan M. Ridwan untuk merubah skor menjadi 2-0.

Menanggapi kemenangan timnya yang seakan sudah menjejakan kaki di semifinal, Konate tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dan mengucap syukur atas hasil yang diraih timnya. Maung Bandung yang kini berada di puncak klasemen dengan poin 10 cukup bermain imbang menghadapi Mitra Kukar pada bentrokan mereka pada 26 Oktober mendatang. Bahkan Persib bisa lolos ke babak semifinal meski kalah dari Mitra Kukar andai PBR yang bertandang ke markas Persebaya tidak meraih kemenangan.

“Alhamdulillah kita bisa mengakhiri pertandingan dengan skor 3-1, kita juga masuk 4 besar, saya merasa senang karena hari ini kita masuk 4 besar,” ujarnya saat diwawancara dalam konferensi pers seusai laga.

Namun meski begitu dia begitu serius untuk menatap laga berikutnya. Baginya meski kini Persib sudah berada di puncak klasemen sementara, tapi kemenangan mutlak perlu diraih dalam laga-laga berikutnya untuk memantapkan langkah mereka ke babak semifinal.

“Kita akan tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi 2 pertandingan lagi melawan Mitra Kukar dan PBR. Kita memang selesai ke semifinal tapi liga belum selesai, kita ingin berada di peringkat 1,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-ridwan-SIM_2920Persib Bandung berhasil mengamankan poin sempurna di kandangnya sendiri saat melawan Persebaya Surabaya, Rabu (22/10). Bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Persib menang dengan skor 3-1. Seluruh gol di pertandingan ini terjadi di paruh kedua. Tiga gol Persib tercatat atas nama Konate Makan (70′-penalti dan 83′) dan Ferdinand Sinaga (89′). Sedangkan gol hiburan dari Persebaya dicetak Emmanuel Kenmogne (90′).

Ini menjadi kemenangan yang sangat berarti bagi Persib. Pasalnya, langkah Maung Bandung menuju babak semifinal tinggal selangkah lagi. Persib kini sudah mengemas 10 poin. Jumlah tersebut akan sama dengan raihan maksimal Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya di babak 8 besar ini. Sehingga, setidaknya Persib butuh 1 poin lagi untuk benar-benar mengamankan satu tiket ke semifinal.

Dalam konferensi pers setelah pertandinga, pelatih Persib Jajang Nurjaman mengatakan bahwa bukan perkara mudah mengalahkan tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. Terlihat dari sulitnya Persib menembus pertahanan dan menciptakan gol di babak pertama.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat kepada pemain kami yang sudah memenangkan pertandingan dengan kerja keras, tentu saja, karena mengalahkan persebaya tidak gampang. Terbukti, pada babak pertama kita sulit membuahkan gol dari serangan-serangan kita,” ucap pelatih yang karib disapa Janur ini di hadapan wartawan.

Janur langsung melakukan perubahan dan memompa motivasi anak asuhnya saat jeda pertandingan. Berhasil, Persib mampu mencetak 3 gol. Namun harus kebobolan satu gol menjelang akhir pertandingan.

“Dan setelah ada perubahan di babak kedua, alhamdulillah kita melakukan terus dan banyak peluang yang kita ciptakan akhirnya kita menang sekaligus meloloskan Persib ke semifinal. Ini sebuah langkah bagus untuk terus melaju, mudah-mudahan kita terus sampai ke final nanti,” katanya penuh harap.

Persib Bandung tampak kesulitan menerobos jantung pertahanan Persebaya dalam pertandingan lanjutan babak 8 besar Indonesia Super League 2014. Di sisi lain, akurasi para pemain Persib pun masih terlampau lemah sehingga beberapa tembakan yang dilepaskan melenceng dari gawang Jendry Pitoy.

Pelatih Persib Jajang Nurjaman mengakui bahwa permainan berlangsung imbang di paruh pertama. Persebaya berhasil melakukan beberapa serangan balik yang cukup membuat darah berdesir lebih kencang. Persib pun merancang banyak serangan. Namun hasilnya masih nihil bagi kedua kesebelasan.

“Pada babak pertama, pertandingan boleh dikatakan berimbang. Mereka bisa menekan kita, kita juga punya beberapa peluang,” kata Janur dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10) sore.

Untuk memecah kebuntuan, Janur menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih menekan dan melakukan improvisasi di lapangan. Alhasil, gol penalti Konate Makan pada menit 70 membuka kemenangan Persib. Disusul gol kedua dari Konate dan gol sundulan Ferdinand Sinaga. Namun Persib gagal menjaga gawangnya tetap steril karena tandukan Emmanuel Pacho Kenmogne tak mampu ditahan kiper I Made Wirawan.

“Saya instruksikan di half time, pertengahan babak, untuk merubah sedikit permainan untuk lebih menekan, kemudian untuk lebih berimprovisasi. Kepada pemain, saya tekankan seperti itu, alhamdulillah hasilnya kita menciptakan 3 gol. Di samping itu juga harusnya sih kalau ga kena tiang bisa gol dan banyak sekali pemuang yang kita ciptakan,” jelasnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-SIM_2543Persebaya Surabaya mesti tertunduk lesu setelah dihajar Persib Bandung dengan skor 3-1 dalam laga perdana mereka di leg kedua babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League. Sang pelatih, Rahmad Darmawan pun mengaku dirinya sudah mencoba menerapkan skema bertahan untuk meredam produktifitas lini gedor Persib. Namun faktor stamina pemainnya yang tidak prima membuat anak asuhnya sulit mengimbangi militansi performa Konate Makan dan kawan-kawan.

“Saya ucapkan selamat untuk Persib atas kemenangan mereka. Di babak pertama tim sudah bermain sabar dan beberapa situasi counter attack bisa menyerang Persib tapi kita gagal manfaatkan 2 peluang emas. Di babak 2 kebugaran pemain cenderung menurun karena 3 pemain dipaksakan karena keterbatasan pemain. Tapi ini bukan excuse dan anak-anak sudah kerja keras,” ujarnya dalam jumpa pers seusai laga di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10) sore.

Persebaya sendiri memang begitu kerepotan menahan gempuran pasukan Maung Bandung terutama pergerakan Konate Makan yang mempunyai banyak ruang untuk mengkreasi serangan tanpa bisa dihadang oleh duo gelandang bertahannya. Ketika disinggung timnya telat mengganti pemain untuk menjaga kedalaman timnya, pelatih yang akrab disapa RD tersebut mengatakan bahwa dirinya memang memaksakan pemain yang tidak fit sehingga staminanya mudah menurun.

“Sebetulnya Zaenal Haq tidak main jelek, dia bisa diharapkan untuk kontrol pemain Persib yang masuk ke pertahanan kita sama (Manahati) Lestusen, tapi Lestusen yang belum fit dipaksakan untuk main sehingga Zaenal harus kerja keras. Kita ketinggalan karena kita ingin menyerang, jadi bukan masalah telat memasukan (Hisam) Tole,” sambungnya.

Mengenai kans timnya melaju ke babak semifinal, RD mengatakan bahwa kemenangan demi kemenangan harus diraih lantaran kini posisi mereka semakin terjepit. Bajul Ijo kini terpuruk di dasar klasemen karena baru mengoleksi 3 poin dari 4 laga. “Kuncinya kalau bicara semifinal harus menang dan buat saya ga ada yg impossible karena lawan bukan tidak bisa kalah di kandangnya. Kita akan menata lagi pertandingan ke depan,” tutupnya.