redaksi@simamaung.com

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-2014-lsi-8-besar-SIM_4090Keberhasilan PBR menaklukan Persib Bandung dalam laga pamungkas di babak 8 besar akhirnya menempatkan 2 klub dari kota Kembang menjadi peserta babak semifinal kompetisi Indonesia Super League musim 2014. Kondisi ini dianggap pelatih PBR, Dejan Antonic sebagai prestasi bagi persepakbolaan Bandung. Dia juga berharap salah satu dari Persib dan PBR bisa menjadi kampiun di akhir kompetisi.

“Pertama kita senang karena satu kota mengirimkan 2 tim masuk semifinal. Dari hari pertama saya berdoa supaya kedua tim ke semifinal. Puji Tuhan hal itu terjadi. Semoga sukses keduanya dan bisa ketemu di final. Tahun ini bagus buat Bandung karena salah satu bisa dapat trofi paling besar di Indonesia,” ujar Dejan saat diwawancara dalam konferensi pers di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10).

Di semifinal, PBR akan bertemu dengan juara grup K, Persipura Jayapura untuk mencuri satu tempat di partai puncak. Namun pelatih asal Serbia tersebut belum mau berkomentar banyak dan tetap menilai bahwa skuat asuhannya hanya klub underdog.

“Lawan Persipura saya harus istirahat dulu untuk memikirkan hal itu, tapi saya pikir Persipura adalah tim besar, sama dengan Persib dan Arema, hanya kita tim yang paling kecil. Banyak orang ga percaya sama kita tapi kita semua saling percaya dan semua mau menang, meski semuanya bergantung Tuhan,” sambungnya.

Meski begitu Dejan mengatakan dirinya puas dengan performa Bambang Pamungkas dan kawan-kawan yang bisa melaju cukup jauh di kompetisi musim ini. “Saya salut dengan semua elemen di tim karena dari hari pertama semua game berat buat kita. Tapi pencapaian kita sejauh ini bukan karena kita lucky team, tapi karena kita punya hati yang besar,” pungkasnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-2014-lsi-8-besar-SIM_3840Dua tim asal Kota Kembang, Persib Bandung dan Pelita Bandung Raya, sudah memegang tiket ke babak semifinal Indonesia Super League 2014. Persib akan menghadapi Arema Cronus dan PBR akan melawan Persipura Jayapura. Rencananya, partai semifinal akan dihelat di Stadion Gelora Bung Karno, 4 November nanti.

Kepastian Persib melaju ke semifinal sudah didapat saat mengalahkan Mitra Kukar. Sedangkan PBR baru dipastikan lolos setelah mengalahkan Persib di pertandingan pamungkas babak 8 besar di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10) sore, dengan skor 2-1.

“Yang pasti kita juga tetap menjaga sportivitas pada pertandingan ini. Tidak ada istilah gandeng-menggandeng. Tapi memang itu yang terjadi. Artinya ada kemajuan dalam sepakbola Bandung,” urai pelatih Persib Jajang Nurjaman dalam jumpa pers pasca pertandingan.

PBR unggul lebih dulu berkat gol Kim Kurniawan dan Wawan Febrianto. Gol balasan Persib terjadi karena bunuh diri Bambang Pamungkas. Janur mengakui permainan anak asuhnya tidak sebaik di laga-laga sebelumnya. Di paruh kedua ia menekankan Firman Utina untuk meningkatkan tempo permainan. Namun tim tuan rumah lebih dulu berhasil keluar dari tekanan dan mencetak gol.

“Terburu-buru karena pemain ingin membalas. Walaupun saya ingatkan untuk menaikkan tempo (permainan) saat jeda pertandingan. Tapi terlambat, mereka bisa mencuri gol duluan. Kemudian gol kedua juga sebenarnya hal yang tidak perlu terjadi. Tapi itulah yang terjadi,” jelasnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-2014-lsi-8-besar-SIM_3992Pelita Bandung Raya sukses menemani Persib sebagai wakil dari grup L untuk melaju menjadi semifinalis kompetisi Indonesia Super League usai menumbangkan sang rival sekota dengan skor 2-1. Mengenai prestasi yang diraih The Boys Are Back, pelatih Dejan Antonic mengaku bangga pasukannya bisa bermain lepas meski memiliki beban mental yang cukup berat.

“Saya rasa pertandingan ini bukan berat karena fisik tapi karena mental. Saya pikir Persib main normal dan kita bermain sabar untuk menunggu kesempatan. Di babak kedua akhirnya kita buat 2 gol tapi kita jika kemasukan karena bunuh diri, pertandingan ini berat sekali terutama mental. Kita lihat hasil pertandingan lain dan harus fokus juga ke pertandingan,” ujarnya dalam jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10).

PBR sendiri gawangnya sempat terancam oleh penetrasi Konate Makan yang sukses menerobos pertahanan yang digalang Boban Nikolic sehingga perlu dijatuhkan. Meski dilanggar di kotak penalti, wasit hanya memberikan tendangan bebas yang akhirnya gagal berbuah gol. Menanggapi hal itu, Dejan mengaku tidak bisa berbuat banyak lantaran dia juga pernah mendapat kejadian yang merugikan ketika gol T.A Musafry dianulir wasit.

“Sepakbola seperti itu, kemarin kita lawan Mitra Kukar ada gol dianulir karena dibilang wasit foul. Jadi aku ga bisa komentar. Yang lain tidak bisa ganti decision mereka (wasit), kita harus mencontoh Eropa,” sambungnya.

Sementara itu, gol krusial PBR ketika memperbesar keunggulan lahir dari sepakan bebas Wawan Febriyanto yang merobek jala I Made Wirawan. Mengenai pemain yang masuk di babak kedua tersebut, Dejan mengaku dirinya memang kerap menggunakan jasa pemain berusia 19 tahun tersebut sebagai supersub.

“Wawan adalah pemain muda sekali, dia masuk dari U-19 tapi kita kasih kesempatan dan dia mulai dewasa. Kita masukan dia dan tambah speed tim kita. Kita dapat advantage dari itu. Dia pemain muda sudah ada di jalan yang benar,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-2014-lsi-8-besar-SIM_3929

Persib Bandung terpaksa mengakhiri rekor baik di babak 8 besar Indonesia Super League. Empat kali menang dan satu hasil seri ditorehkan anak-anak Maung Bandung. Namun di partai pamungkas, Persib kalah di tangan Pelita Bandung Raya, 1-2, di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10) sore.

Persib tetap finis sebagai juara Grup L dengan 13 angka. Dan dengan torehan 8 poin, PBR menjadi tim yang mendampingi Persib ke babak semifinal. Persib akan menghadapi Arema Cronus, sedangkan PBR akan melawan Persipura Jayapura.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih Persib Jajang Nurjaman dengan sportif mengucapkan selamat kepada kubu PBR. “Saya mengucapkan selamat kepada Pelita Bandung Raya yang sudah memenangkan pertandingan hari ini. Dan masuk ke babak semifinal mendampingi kita,” kata Janur.

Janur mengakui bahwa permainan anak asuhnya di bawah form. Meski demikian, Janur menegaskan bahwa timnya tidak dengan sengaja mengalah agar PBR bisa menang dan maju ke fase selanjutnya.

“Permainan kami hari ini kurang bagus. Walaupun kami tidak ada unsur kesengajaan untuk mengalah, kami main tetap fight dan ini perlu digarisbawahi,” tegas pelatih 56 tahun ini.

foto-persib-bandung-vs-mitra-kukar-8-besar-2014-bobotoh-SIM_3039Rekor Persib Bandung yang tak terkalahkan di babak 8 besar Indonesia Super League 2014 harus patah. Di partai pamungkas, Persib kalah 1-2 dari tim tuan rumah, Pelita Bandung Raya, di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10) sore. Kemenangan bagi PBR ini mengantarkannya ke babak semifinal.

Dengan mendapat poin penuh di partai pamungkas babak 8 besar ini, artinya PBR mengoleksi 8 poin. PBR menempati posisi 2 klasemen Grup L dan bersama juara grup, Persib, maju ke fase semifinal.

Pertandingan lain Grup L mempertemukan Mitra Kukar dan Persebaya Surabaya di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Hasilnya, kedua tim dari Wilayah Timur ini bermain imbang 3-3. Sama-sama mengoleksi 5 poin, Mitra Kukar dan Persebaya berada di posisi 3 dan 4 sehingga perjalanan mereka terhenti sampai fase 8 besar ini saja.

Sementara itu, pertandingan derby Bandung berjalan alot di paruh pertama. Kedua tim mencoba bermain aman dengan tempo sedang. Beberapa peluang mampu dirancang Persib, namun selalu digagalkan kiper Denis Romanov. Misalnya tendangan bebas Firman di awal pertandingan yang ditepis kiper asing tersebut.

Tim berjuluk The Boys Are Back yang bertindak sebagai tuan rumah pun menciptakan peluang pada menit 6 dari set piece. Tendangan Kim Kurniawan disundul Iman dan melenceng tipis ke atas gawang.

Menit 11, serangan satu-dua diperagakan anak buah Jajang Nurjaman. Bola bergulir pendek-pendek dari Djibril ke Hariono dan diselesaikan tendangan Ridwan, namun masih bisa diblok pemain lawan.

Peluang lain, menit 17, menerima umpan dari Firman, Djibril mendapat ruang bebas. Tapi tembakannya dari luar kotak mengarah kepada kiper.

Permainan berlanjut dengan tempo yang lebih lambat hingga waktu turun minum. Bola lebih banyak bergulir dari lini belakang hingga lini tengah dari kedua tim. Skor 0-0 bertahan hingga babak satu selesai.

Intensitas dan determinasi serangan PBR yang berjuang untuk membobol gawang I Made kian tinggi. Dan hal itu berbuah positif pada menit 52. Wildansyah melepaskan umpan silang dari kanan. Jufriyanto bermaksud menghalau bola, namun bola tandukannya membentur mistar gawang sendiri. Bola muntah lalu ditendang Kim Kurniawan dan gol. PBR ungguli Persib 1-0.

Tertinggal satu bola, coach Janur langsung mengganti pemain. Djibril ditarik keluar dan memasukkan Tantan pada menit 54.

Tensi permainan Persib mulai meninggi usai kebobolan. Menit 56, 2 serangan dilancarkan Maung Bandung. Namun tendangan Konate dan Taufiq yang mengarah ke gawang, dapat ditangkal Denis.

Menit 63 terjadi keputusan kontroversial dari wasit Dodi Setia. Konate dijegal di dalam kotak penalti. Namun wasit menilai pelanggaran tersebut di luar kotak terlarang. Kubu Persib sempat melakukan protes atas keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas tepat di garis penalti. Dan sepakan bola mati Firman diblok Denis, bola muntah mengenai Vujovic dan kembali ditepis kiper PBR tersebut.

Menit 73, Dejan menarik Musafry dan memasukkan Wawan Febrianto.

Pemain pengganti yang juga memiliki naluri menyerang ini mengancam gawang Persib setelah 2 menit ia menginjak rumput. Namun bola tendangannya masih bisa diblok Jupe.

Menit 79, PBR mampu menggandakan keunggulan. Tendangan bebas Wawan tidak tertahan Made dan bersarang di gawang Persib.

Dalam kondisi ini, Janur kembali merotasi pemain. Firman ditarik keluar digantikan Atep.

Gawang Denis Romanov akhirnya bobol. Menit 83, tendangan pojok Supardi disundul Bepe yang bermaksud menghalau bola. Namun si kulit bundar justru masuk ke gawangnya sendiri. Skor berubah, 2-1.

Di penghujung pertandingan, PBR semakin bermain bertahan untuk menjaga kemenangan yang nyaris digenggam. Sedangkan Persib terus menggemput pertahanan PBR. Sontekan Vujovic terlalu lemah dan mudah diamankan Denis.

Pemain muda Persib, Rudiyana pun diberi kesempatan untuk merumput. Ia tampil menggantikan Hariono.

Rudi nyaris mencatatkan namanya di papan skor pada menit 86. Sayang Supardi sang pemberi assist dinyatakan dalam posisi offside sehingga gol Rudi dianulir. Saat waktu tambahan, Rudi kembali mendapat peluang. Sayang, tembakannya terlalu melebar.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan PBR.

Lineup PBR: Denis Romanov, Boban Nikolic, Hermawan, Dias Angga Putran Wildansyah, Kim Jefrey Kurniawan, Rizky Pellu, Iman Faturohman, David Laly, T A Musafry, Bambang Pamungkas.

Cadangan: Alvonsius Kelvan, Moch Rivan, Nova Arianto, Riyandi Ramadana, Agus Indra, Wawan Febrianto, Dolly Gultom.

Lineup Persib: I Made Wirawan, Supardin Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto, Taufiq, Hariono, Konate Makan, Firman Utina, M Ridwan, Djibril Coulibaly.

Cadangan: M Natshir, Jajang Sukmara, M Agung Pribadi, Atep, Abdul Rahman, Rudiyana, Tantan.

foto-persib-bandung-vs-gresik-lsi-2014-tony-SIM_7078Persib Bandung sukses mempertontonkan performa gemilangnya di babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League. Dari 5 laga yang dijalani Persib, belum ada satu pun tim yang mampu mengandaskan perlawanan sang Pangeran Biru. Mitra Kukar sebagai peserta yang sangat diperhitungkan sukses dibungkam Persib di kandang maupun tandang. Juara grup Timur fase kualifikasi, Persebaya Surabaya pun hampir mengalami penderitaan serupa. Beruntung ‘kedermawanan’ pemain Persib menyelamatkan wajah Bajul Ijo di depan para pendukungnya.

Sedangkan rival lainnya, Pelita Bandung Raya sudah dibungkam di leg pertama dengan skor tipis 1-0. Untuk menyempurnakan pencapaian Persib sekaligus menjaga rentetan hasil positif, bek Persib, Tony Sucipto mengatakan dirinya ingin membawa Maung Bandung meraih kemenangan kelima di 8 besar sekaligus membuktikan siapa klub terbaik yang ada di kota Bandung.

“Mereka butuh 3 poin, kita butuh melanjutkan trend positif buat pertandingan selanjutnya, lagian pertandingan derby kan pasti panas, pasti gengsi. Kita ga ada main ngasih, kalau nyerahin gitu saja mendingan ga usah main,” ujar Tony saat diwawancara usai berlatih Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (29/10).

“Pastinya, di pertandingan ini ngambil trend positif, Dimana setiap pertandingan hasil maksimal 3 poin besok jadi modal di semifinal, karena di dalam 8 besar ini trend kita naik terus,” timpalnya.

Sebagai pemain yang biasa beroperasi di sektor kiri pertahanan Persib tersebut, dirinya siap menyaring gempuran PBR yang datang ke gawang timnya. Tony berharap gawang Persib tetap bersih di pertandingan besok lantaran dalam 4 laga terakhir jala I Made Wirawan selalu terkoyak oleh serangan tim lawan.

“Clean sheet maunya sih pasti, kalau persiapannya sepeti biasa aja, mungkin kita cuma menjaga kondisi saja,” tukasnya.

foto-persib-bandung-vs-pskc-cimahi-atep-SIM_7970Duel klasik yang mempertemukan 2 klub asal Bandung akan tersaji di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (30/10) besok. Meski Pelita Bandung Raya (PBR) baru mulai berkibar sejak musim lalu, namun nama Bandung Raya yang sempat mengganggu hegemoni Persib di awal berdirinya Liga Indonesia cukup membuat suhu derby Bandung ini meningkat. Terlebih PBR sedang mencari kemenangan untuk lolos ke babak semifinal.

Hal ini yang mendasari gelandang sayap Persib, Atep Rizal menargetkan poin penuh guna membungkam si saudara tua. Karena menututnya laga ini nantinya menunjukan klub Bandung mana yang lebih layak menjadi pujaan para warga bumi parahyangan

“Buat kami meski sudah aman dan lolos tapi kita akan main seperti biasa. Namanya juga derby tentu akan ada gengsi dan motivasi. Meski di pertandingan akhir ini sudah tidak penting tapi penting juga untuk menjaga kepercayaan diri,” ujarnya saat ditemui oleh awak media.

Pemain asli Cianjur tersebut memprediksi laga besok akan berjalan alot lantaran PBR yang bertindak sebagai tuan rumah akan mengeluarkan permainan terbaiknya untuk meraup 3 poin. Tapi Atep juga merasa wajib menjaga kehormatan timnya yang tengah memupuk asa untuk mengangkat trofi di penghujung musim.

“Kalau bangkit saya pastikan PBR akan bangkit karena butuh poin buat lolos. Mereka akan mati-matian. Meski seperti itu kita sama-sama main di Bandung dan pelatih pernah bilang, boleh kalah dari tim lain asal jangan sama PBR. Lebih ke gengsi aja,” lanjutnya.

Pemain yang juga kerap bertindak sebagai kapten bergantian dengan Firman Utina tersebut juga mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga emosinya lantaran beberapa pemain sudah mengantongi kartu kuning. “Ya saya harap sih pemain yang punya kartu bisa menghindari tapi tetap main 100 persen. Untuk semifinal sangat penting kalau kita kehilangan pemain,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-2014-8-besar-SIM_9678

Persib Bandung siap meladeni rival sekota mereka, Pelita Bandung Raya dalam laga pamungkas di babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League. Meski sudah dipastikan melaju sebagai semifinalis dan menjadi juara grup, Pelatih Jajang Nurjaman memastikan dirinya masih mengejar target sapu bersih di leg kedua sekaligus menutup harapan sang rival sekota untuk melaju bersama ke Senayan.

Pelatih yang akrab disapan Janur itu pun mengaku seluruh anak asuhnya dalam kondisi bugar dan siap menjaga rentetan hasil positif di 9 laga terakhir. Hanya saja bomber bengal Persib, Ferdinand Sinaga tidak bisa merumput lantaran mendapat hukuman akumulasi kartu kuning.

“Sudah siap tempur kebetulan hari ini pemain semuanya fit kecuali Ferdinand (Sinaga) yang tidak bisa main karena memang akumulasi kartu. Yang lain bisa main dan pastinya saya bisa menurunkan susunan pemain yang terbaik,” ujar Jajang dalam sesi jumpa pers di Kantor PBR, Rabu (29/10) siang tadi.

Janur sendiri menilai timnya akan mendapat perlawanan berarti dari PBR yang ingin mendapat jatah ke babak semifinal mendampingi timnya. Untuk itu dia sudah memberi instruksi khusus untuk menjaga pemainnya supaya tidak terpancing emosi dan lebih bermain sabar. “Saya akan fight, saya tau PBR tim yang sangat tergantung pada pertandingan besok jadi mereka akan all out, tapi kita juga sudah siap untuk menghadapinya,” sambungnya.

Sementara itu mengenai peluang kedua tim bermain mata supaya keduanya berdampingan mewakili kota Bandung di fase 4 besar, Janur dengan tegas menyatakan dirinya tidak akan melakukan hal itu dan tetap menghargai nilai sportifitas dalam sepakbola. Pelatih berusia 56 tahun itu akan berusaha menghapus citra negatif yang kini sedang melekat di persepakbolaan nasional dengan bermain serius.

“Manajer kami juga sudah menyampaikan bahwa tidak akan ada bermain mata, tidak akan main-main besok. Tetap akan fight, sekali lagi kita akan menjungjung tinggi sportifitas kita tidak ingin melakukan perbuatan yg jelek yang kata orang lain menjijikan. Insya Allah besok tidak akan terjadi,” tutupnya.

foto-dejan-antonic-SIM_7511

Sudah menjadi sebuah kewajiban terutama di babak 8 besar ini setiap pelatih kepala dari tim yang akan berlaga untuk hadir mengikuti technical meeting dan sesi jumpa pers yang digelar satu hari menjelang pertandingan. Hal ini yang rutin dilakukan oleh pelatih Persib Bandung, Jajang Nurjaman sebelum bertanding termasuk pada siang tadi di kantor Pelita Bandung Raya yang terletak di kawasan Surya Sumantri. Namun pelatih lawan, Dejan Antonic justru tidak menunjukkan batang hidungnya.

Hal ini sontak membuat Jajang kecewa. Ia yang baru saja selesai mengawal pasukannya berlatih di Stadion Si Jalak Harupat harus melakukan perjalanan jauh guna mengikuti instruksi dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia.

“Saya tetap respek dengan PT Liga dan aturan yang ada. Sebenarnya saya butuh istirahat karena tadi pagi abis latihan, tapi sebuah keharusan untuk datang ke sini . Saya sangat kecewa karena dari tuan rumah sendiri tidak mengindahkan technical meeting ini,” ujar pelatih yang akrab disapa Janur tersebut dalam jumpa pers di kantor PBR, Rabu (29/10).

“Tidak tahu apa pertimbangannya malah kita sebagai tamu yang datang jauh-jauh ke sini, tapi tidak ada pelatih padahal ini kan ruangnya pelatih tapi hanya diwakilin sama manajer, saya hanya respek mengikuti aturan PT Liga,” sambungnya.

Sementara itu, dari tim tuan rumah, The Boys Are Back hanya diwakili oleh wakil manajer, Rawindra Ditya. Pria berjanggut tersebut berkilah bahwa Dejan yang sedang memimpin pasukannya berlatih tidak bisa menyempatkan diri untuk hadir. “Kita ada ujicoba lapangan yang waktunya mepet, karena kita kebagian sore sehingga pelatih sulit untuk datang dan pertandingan besok itu begitu penting. Jadi saat ini saya yang bisa hadir,” terangnya.

Persib Bandung U-17 kembali menunjukkan tajinya setelah berhasil mengalahkan Persikota Tangerang U-17, 3-1, di pertandingan kedua Piala Soeratin 2014 tingkat nasional Regional III yang digelar di Stadion Siliwangi, Selasa (28/10). Dengan kemenangan ini Persib U-17 memastikan lolos ke babak 16 besar. (more…)