redaksi@simamaung.com

Foto-Mitra-Kukar-Latihan-Lapangan-PPI-2

Jika bisa meraih 1 pon dari 2 laga terakhir babak 8 besar, Persib Bandung dipastikan melaju ke babak semifinal. Saat ni tim berjuluk Maung Bandung ini sudah mengemas 10 poin. Jumlah tersebut adalah angka maksimal yang bisa didapat 2 kontestan lain di Grup L jika Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya menyapu bersih poin. Sedang Persebaya Surabaya sementara ini di dasar klasemen dengan 3 poin.

Persib akan menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (26/10) besok. Tim tamu datang dengan target yang tidak muluk-muluk, yakni ingin berbagi poin imbang. Pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson, berharap timnya minimal mendapat 1 poin dari Persib dan menyapu bersih 3 poin di kandangnya saat menjamu Persebaya Surabaya. Harapan selanjutnya adalah timnya memperoleh poin yang cukup untuk melaju ke babak semifinal.

“Kita berharap bisa mendapat 1 poin di sini (Bandung). Dan nanti kita targetkan 3 poin terakhir di kandang. Tentu kita upayakan maksimal untuk dapat 3 poin di sini tapi memang itu sangat sulit. Kita akan berusaha bersama untuk mencuri 1 poin,” tutur pelatih asal Swedia ini saat diwawancara setelah memimpin latihan timnya di Lapangan PPI, Sabtu (25/10) sore.

Tim berjuluk Naga Mekes ini menderita kekalahan 2-3 di putaran 1 babak 8 besar saat menjamu Persib. Kendati demikian, optimisme Hansson tak surut untuk memperoleh poin di kandang Maung Bandung dan bersama-sama melenggang ke fase selanjutnya.

“Saya tidak bisa tahu apa yang akan terjadi di pertandingan nanti, tapi saya sangat berharap Persib dan Mitra Kukar lolos ke semifinal. Kalau Persib sudah tinggal selangkah lagi ke semifinal. Saya optimis untuk mengambil 1 poin. Jika tidak bisa, kita berusaha poin penuh di partai kandang. Persib sepertinya sudah hampir melaju ke semifinal, mudah-mudahan kita bersama Persib ke semifinal,” urainya.

Foto-Mitra-Kukar-Latihan-Lapangan-PPI

Persib Bandung tinggal memutuhkan 1 poin lagi untuk memastikan diri menggenggam tiket semifinal Indonesia Super League 2014. Tiket tersebut bisa saja didapat jika Persib berhasil setidaknya bermain imbang melawan Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (26/10) besok. Sadar bahwa tim Persib sedang di puncak performanya, Mitra Kukar pun mematok target realistis di laga besok, yakni mencuri 1 poin.

Hal tersebut diakui pelatih kepala tim asal Kalimantan Timur tersebut, Stefan Hansson, saat dijumpai setelah memandu timnya latihan di Lapangan PPI, kemarin sore. Pelatih 56 tahun berpaspor Swedia ini menyatakan bahwa ia sudah mengetahui karakter dan kekuatan permain Persib. Hansson mengatakan bahwa tidak ada pemain Persib yang akan dikawal secara ketat. Ia menilai semua punggawa Maung bandung patut diwaspadai.

“Saya tahu bagaimana Persib bermain, mereka optimal di kedua sayap. Dan saya tentu mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk menghadapi Persib. Kita berusaha untuk mencuri poin, minimal 1 poin di sini,” ucapnya kepada wartawan.

Di pertemuan pertama kedua tim ada putaran satu babak 8 besar di Stadion Aji Imbut, Persib berhasil memperoleh poin maksimal. Tim berjuluk Naga mekes itu dipermalukan di hadapan publik sepakbolanya sendiri dengan skor 2-3.

Satu dari dua gol Mitra Kukar dan menjadi kekuatan tim ini adalah tendangan bebas Erick Weeks Lewis yang memiliki akurasi tinggi. Kendati demikian, Hansson tidak menggantungkan harapan pada salah satu pemain saja. Ia tidak mempersoalkan siapa anak asuhnya yang bisa membobol gawang I Made Wirawan. Dan di laga besok Mitra Kukar hanya kehilangan Diego Michiels yang sudah mengantongi 2 kartu kuning.

“Saya berharap peluang dari siapapun bisa menjadi gol, tidak masalah siapa yang mencetak gol. tapi tendangan bebas dia (Erick Weeks) memang sangat bagus,” imbuhnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-BONEK-SIM_2641

Adanya flare dan nyanyian rasis di Stadion Si Jalak Harupat membuat Panitia Penyelenggara (panpel) Persib Bandung harus menjalani sidang Komdis (Komisi Disiplin) PSSI di Jakarta, Jumat (24/10). Pelanggaran terjadi pada pertandingan melawan Persebaya Surabaya tersebut. Hasil sidang menyatakan Persib tidak mendapat hukuman. Namun Komdis dengan tegas meminta panpel untuk memastikan laga berikutnya melawan Mitra Kukar, pelanggaran serupa tidak terjadi lagi.

Kali ini Persib lepas dari jeratan hukuman. Sebelumnya, disebutkan bahwa Maung Bandung terancam harus melakoni laga tanpa penonton. Kendati pertandingan bisa digelar normal, panpel tetap mengemban tugas berat. Pasalnya, jika kembali terdengar nyanyian rasis atau penonton yang membakar flare, Persib bisa dijatuhi hukuman berat.

“Sanksi yang terberat untuk rasisme dan penyalaan flare, baik itu sebelum, saat berlangsung dan setelah pertandingan selesai, adalah pengurangan 3 poin atau degradasi ke kasta terendah di kancah persepakbolaan di Indonesia,” tutur General Coordinator Panpel Persib, Budhi Bram, melalui pesan singkat setelah menjalani sidang Komdis di Jakarta.

Demi menjaga pertandingan berlangsung tertib, aman dan tanpa pelanggaran, Bram mengimbau kepada bobotoh yang akan menonton ke stadion untuk berperilaku baik. Selain itu, Bram pun meminta kepada sesama bobotoh untuk saling mengingatkan.

“Meskipun dipastikan bisa disaksikan langsung di stadion, seluruh bobotoh diharapkan bisa turut serta memerangi rasisme dan penyalaan flare atau petasan yang sangat membahakan itu,” imbau Bram.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-bobotoh-flare-SIM_2991

Pertandingan Persib Bandung kontra Mitra Kukar akhirnya bisa digelar dengan penonton. Panitia penyelenggara pertandingan kandang Persib telah memenuhi panggilan Komisi Disiplin PSSI untuk menjalani sidang hari ini di Jakarta. Meski terhindar dari hukuman pertandingan tanpa penonton, namun Panpel Persib mengemban tugas berat untuk memastikan pertandingan berjalan lancar tanpa ada flare dan nyanyian rasis. Jika Panpel Persib gagal menjalankan hal tersebut, ada kemungkinan Persib akan dijatuhi hukuman terberat.

“Panpel Persib dihukum untuk bisa memastikan tidak ada nyanyian rasis dan flare dalam pertandingan  melawan Mitra Kukar. Dan apabila masih ada flare dan rasisi, Komdis PSSI akan menjatuhkan hukuman yang terberat,” ungkap General Coordinator Panpel Persib, Budhi Bram Rachman, yang mengikuti sidang Komdis PSSI, saat dihubungi Simamaung Jumat (24/10) malam.

Keputusan terkait pertandingan yang boleh digelar dengan penonton pun diumumkan Bram melalui akun twitter pribadinya. Ia menuliskan: “#PERSIB vs Mitra Kukar boleh digelar dengan penonton, tp apabila msh ada rasisme dan flare, Komdis akan menjatuhkan hukuman yg terberat.”

Apa hukuman terberat yang dimaksud? Bram mengatakan bahwa jika pelanggaran kembali terjadi di Stadion Si Jalak Harupat saat Persib menjamu Mitra Kukar, Komdis PSSi mengancam dengan hukuman pengurangan poin atau degradasi ke level kompetisi yang lebih rendah.

“Hukuman terberatnya adalah pengurangan poin atau degradasi sekaligus,” kata Bram.

foto-persib-bandung-vs-persijap-2014-supardi-ridwan-SIM_4752

Kembalinya Muhammad Ridwan ke tubuh Persib Bandung usai melaksanakan ibadah Haji disambut gembira oleh para punggawa Maung Bandung tidak terkecuali sahabat sekaligus duetnya di sektor kanan, Supardi Nasir. Menanggapi kolaborasi keduanya yang begitu padu, pemain bernomor punggung 22 tersebut mengatakan dirinya memang sudah terbiasa bermain di klub yang sama selama bertahun-tahun.

“Ga juga sih, sama aja. Tapi kalau sama Ridwan tuh kan udah biasa lah, udah nemu lah. Ya karena pengertian tadi,” ujar Supardi ketika ditemui awak media di Mess Persib, Jumat (24/10).

Supardi pun turut angkat topi dengan performa Ridwan yang langsung nyetel dengan tim meski baru melakukan 2 kali latihan. Meski tampil sebagai pemain pengganti di menit 67, Ridwan langsung memberikan kontribusi nyata dengan 2 assistnya. Hal itu dianggap Supardi sebagai aksi yang belum tentu bisa dilakukan oleh pemain lain.

“Ridwan belum fit, tapi semangatnya untuk fit justru tinggi, itu yang mempengaruhi. Kita sudah bisa lihat dia bikin assist 2 kan. Hal yang mencengangkan menurut aku, sebulan lebih kan ga main bola tapi bisa melakukan hal yang diluar nalar menurut aku, kaget sih,” ungkapnya.

Kehadiran Ridwan juga membawa Persib kini bercokol di puncak klasemen grup L dengan 10 poin dan hanya membutuhkan 1 poin untuk lolos ke semifinal. Namun Supardi tetap menargetkan timnya meraih kemenangan di sisa 2 laga. “Ya setidaknya mempermudah
perjalanan kita ke semifinal, tetap 2 pertandingan kita ga mau leha-leha, tetap mau ambil poin dan ingin menang. Ga ada draw-draw yang pasti harus menang,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-lsi-2014-supardi-SIM_1197

Persib Bandung bisa saja kini telah menggenggam tiket ke babak semifinal andai dalam laga kontra Persebaya di putaran pertama lalu tidak berakhir imbang 1-1. Namun sayang kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna tatkala Supardi Nasir malah menceploskan bola ke gawangnya sendiri. Beruntung pemain asal Pekanbaru tersebut tidak terpuruk dengan blunder yang dilakukannya dan langsung bangkit membantu Persib meraih kemenangan di bentrokan kedua.

Ketika disinggung apakah dirinya sudah melupakan kesalahannya, Supardi mengatakan hal seperti itu memang kerap terjadi di kancah persepakbolaan. Bahkan dia mengaku langsung mendapat dukungan dari rekan-rekan satu timnya. Namun tetap dia berharap tidak kembali mengulangi kesalahan serupa. Pemain plontos itu memang sudah menceploskan bola ke gawangnya sendiri sebanyak 2 kali musim ini. Sebelumnya di fase penyisihan grup dia mencetak gol bunuh diri ke gawang Semen Padang.

“Ya boleh dikatakan begitu, tapi aku main bola udah lama jadi kejadian itu sudah biasa, tapi mudah-mudahan kejadian seperti itu jarang terjadi lah. Kalau aku bisa sih ngatasin, setiap pertandingan aku bilang pengen kasih yang terbaik. Kemarin di Persebaya aku buat salah dan aku udah minta maaf, tapi temen-temen malah marah kalau aku minta maaf, mereka bilang main udah bagus,” ujarnya saat diwawancara di Mess Persib, Jumat (24/10) sore.

Mengenai laga berikutnya kontra Mitra Kukar yang tidak akan diperkuat Diego Michiels karena cedera, pemain berusia 31 tahun itu tetap memandang siapa yang akan berduel dengan dirinya di sektor sayap kanan Persib sebagai pemain yang tangguh. Tapi Supardi sendiri tidak akan tinggal diam dan tetap siap mengerahkan kemampuan terbaiknya.

“Kekuatan mereka sama, tapi ini lebih kuat lagi karena mereka ga mau kalah dan ingin poin. Kita ga mau kalah, mereka juga sama. Aku ga peduli siapa pemain mereka di kiri dan siapa yang diturunkan karena pemain mereka kualitasnya semua. Siapa lawan aku yang aku siap,” tegasnya.

foto-persib-bandung-vs-mitra-kukar-8-besar-2014-away-jajang-dan-jajang-SIM_0495

Persib Bandung akan menghadapi laga penting yang menentukan langkah mereka dalam memperebutkan gelar juara di akhir kompetisi. Karena kemenangan atau hasil imbang dari tamunya, Mitra Kukar akan menempatkan Persib sebagai semifinalis kompetisi Indonesia Super League musim 2014. Mengenai performa teranyar sang lawan yang tunduk 1-0 dari PBR, pelatih Persib, Jajang Nurjaman mengatak dirinya mewaspadai motivasi tim tamu yang siap memberi kejutan bagi Persib yang akan tampil sebagai tuan rumah.

“Lihat di tv, menurut saya 2 penampilan berbeda, kalau waktu main disini lawan PBR mungkin karena tidak ada penonton jadi kelihatannya ‘laleuleus’, beda kalau ada penonton seperti saat melawan Persib jadi lebih semangat. Ketika ditonton memang berbeda,” ujar pelatih yang akrab disapa Janur tersebut saat diwawancara di Mess Persib, Jumat (24/10).

Sang lawan, Mitra Kukar sendiri berada satu tingkat di bawah Persib dengan mengoleksi 4 poin. Namun perolehan angka Naga Mekes begitu tipis dengan PBR dan Persebaya yang membuntuti mereka di peringkat 3 dan 4. Untuk itu Janur mengatakan dirinya mesti menghentikan hasrat Mitra Kukar dalam meraih kemenangan dengan menahan laju barisan depan andalan Stefan Hansson.

“Ya betul dia setelah lawan kita artinya tambahan 1 poin atau menang membuat peluang mereka untuk lolos sangat besar, apalagi nanti terakhir dia main di kandang. Yang perlu diantisipasi mereka pasti ingin menang dan punya pemain bagus di lini serang seperti Erick Weeks, (Herman) Dzumafo dan Zulham (Zamrun) jadi memang perlu diawasi,” lanjutnya.

Mengenai absennya bek lawan, Diego Micheils, Janur menungkapkan bahwa cedera hamstring yang diderita pemain naturalisasi tersebut tidak akan banyak berdampak pada kekuatan Mitra Kukar. “Saya pikir sama baiknya karena (Abdul) Gamal bisa jadi pengganti, apalagi setelah Diego (Micheils) kemarin keluar, sudah masuk Zulkifli (Syukur), Jadi sama saja,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-SIM_3028

Persib Bandung siap mengamankan 6 poin yang tersedia dari sisa 2 laga yang akan dimainkan di babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League. Persib sendiri sebetulnya cukup meraih 1 angka atas tamunya Mitra Kukar untuk melaju ke fase semifinal sekaligus menjadi juara grup L. Namun pelatih Jajang Nurjaman memastikan dirinya ingin anak asuhnya memborong kemenangan di Stadion Si Jalak Harupat.

“Sebetulnya kita punya tekad ketika main di Bandung, bukan di rumah karena satu laga lagi kita sifatnya away, kita dari awal juga ingin sapu bersih, satu sudah dilewati melawan Persebaya dan kita tetap incar kemenangan besok. Mudah-mudahan permainan kita tidak mengendur dan siap memainkan formasi yang terbaik,” ungkap mantan pemain Persib di era Perserikatan tersebut saat diwawancara di Mess Persib, Jumat (24/10).

Persib sendiri di putaran pertama sanggup meraih kemenangan dengan skor 3-2 saat berlaga di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong. Hasil ini dianggap Jajang menjadi modal berharga ketika balik bertindak sebagai tuan rumah. Dirinya menilai mental anak asuhnya sedang dalam kondisi puncak karena meraih hasil bagus di beberapa laga terakhir.

“Paling tidak dari kepercayaan diri, disana kita bisa menang, kenapa disini (Bandung) tidak bisa? Kita kan punya rekor buruk sebelumnya di Kukar. Yang baik-baik sih perlu diingat kalau yang jelek ya ga usah lah,” sambungnya.

Sementara itu, Maung Bandung sendiri belum bisa dipastikan tampil di kandangnya dengan disaksikan secara langsung oleh para bobotoh buntut dari ancaman sanksi komisi disiplin (Komdis) PSSI karena ada oknum suporter yang menyalakan flare serta menyanyikan yel-yel yang berbau rasis. Pelatih berusia 56 tahun itu pun menyayangkan kondisi yang cukup merugikan bagi timnya tersebut.

Tapi Jajang mengatakan dirinya beserta awak tim lainnya enggan terpengaruh dengan hal tersebut dan tetap menargetkan kemenangan guna memastikan tiket ke 4 besar. “Sangat disayangkan dan itu pasti jadi warning, tapi apapun kondisinya kita tidak terpengaruh itu,” tandasnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-2014-8-besar-toni-SIM_9710

Kemenangan atas Persebaya Surabaya memang belum membuat tiket menuju semifinal digenggam sepenuhnya oleh Persib Bandung, karena skuat arahan Jajang Nurjaman tersebut masih membutuhkan satu poin lagi untuk lolos. Namun bagi pemain belakang Persib, Tony Sucipto,  kini timnya semakin berada di atas angin lantaran dengan gagah berada di puncak klasemen dengan selisih poin yang berjarak 6 angka dari Mitra Kukar yang ada di bawahnya.

“Disyukuri kita kemarin bisa menang di pertandingan berat lawan tim bagus, kita dapat poin penuh untuk mengamankan posisi kita di atas,” ujar Tony saat diwawancara.

Persib sendiri yang akan menjamu Mitra Kukar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (26/10) nanti. Cukup meraih hasil imbang untuk memastikan jatah 4 besar menjadi milik Maung Bandung. Tapi pemain yang biasa beroperasi di sektor kiri pertahanan tersebut mengatakan bahwa timnya tetap serius menatap laga berikutnya karena tidak mau tergelincir di saat-saat yang krusial.

“Mungkin ada evaluasi dari pelatih seperti apa, tapi yang penting kita sekarang menjaga untuk tetap di atas dan konsentrasi untuk pertandingan di depan,” sambungnya.

Tony sadar betul para pesaing di Grup L sedang membutuhkan poin penuh supaya bisa melaju ke semifinal. Untuk itu dia tetap memandang serius laga kontra Mitra Kukar terlebih nanti Persib akan tampil sebagai tuan rumah. Bahkan pemain berusia 28 tahun itu menargetkan Persib bisa menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan. Persib akan menutup babak 8 besar Indonesia Super League dengan bertandang ke kandang Pelita Bandung Raya, Kamis (30/10).

“Pasti gengsi karena pertandingan kandang terus lawan tim besar juga. Mereka juga butuh poin untuk lolos jadi mungkin harus tetap maksimal, 6 poin Insya Allah bisa didapat asal kita fokus,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-persebaya-8-besar-2014-SIM_2467

Usai merampungkan laga keempat mereka di babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League, para pemain Persib dan Persebaya langsung melakukan tes doping dalam mengikuti kebijakan PT. Liga Indonesia yang berusaha memerangi segala tindak kecurangan. Disampaikan oleh Heru Purwanto selalu kepala bidang pencegahan dan penyelidikan doping Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), dirinya mengambil 3 sampel urine pemain dari masing-masing tim secara random. Nama pemain yang diambil sampelnya pun tidak bisa diekspose kepada khalayak untuk menghindarkan kesalahan persepsi publik.

“Kalau nama itu kita rahasia. Kita tidak bisa publikasikan, itu hak privat mereka. Jadi, pemain yang diperiksa itu kita undi nama namanya dimasukkan ke kita lalu kita panggil dokter atau manajer tim A atau B. Jadi, bukan berarti yang dites ia dicurigai atau positif, ini hanya sampel saja,” ujarnya saat diwawnacara seusai melakukan tes di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (22/10) kemarin.

Ada 3 cara untuk melakukan tes doping bagi para pemain. Yang pertama adalah positioning atau penyelenggaraan tes yang dilakukan setelah ada tim yang menjadi juara. Nantinya semua atlet akan diambil sampel urinenya. Lalu ada sistem target, cara ini dilakukan ketika ada atlet yang bermain dengan istimewa dan mendapat perhatian khusus dari tim pengawas. Sedangkan yang diberlakukan pada pemain Persib semalam adalah sistem Random, yaitu melalui undian yang dilakukan oleh dokter atau manajer tim lawan sebelum pertandingan dan langsung melakukan tes setelah pertandingan usai

Mengenai jumlah sampel urine yang dibutuhkan Heru dan tim, setiap pemain perlu mengeluarkan 100 mili urine, namun disampaikan olehnya bahwa tidak mudah bagi seorang atlet untuk mengeluarkan urine sebanyak itu meski sudah banyak meminum air putih. Seperti yang terjadi pada salah satu pemain Persib yang sulit mengeluarkan urine hingga menyentuh jumlah minimal.

“Ternyata tidak mudah karena dia saat bertanding keringatnya kan banyak keluar, sehingga ketika minum airnya itu habis untuk mengganti cairan tubuh yang keluar, kemudian Stres merasa di kejar kejar, padahal kita gak ngejar ngejar, satu hal lagi atlet itu harus di kawal petugas, untuk membuktikan urine nya keluar dari sumber yang benar,” tukasnya.