redaksi@simamaung.com

foto-persib-bandung-latihan-natshir-deden-SIM_4640

Bergabungnya 2 penjaga gawang Persib, I Made Wirawan dan Shahar Ginanjar ke Skuat Garuda yang diasuh Alfred Riedl membuat kubu Persib Bandung kini hanya menyisakan seorang penjaga gawang yaitu M Natshir. Skuat Maung Bandung sendiri pada Rabu (17/9) besok akan melakukan partai uji coba menghadapi Porda Kota Bandung. Untuk itu pemuda yang akrab disapa Deden tersebut dipastikan menjadi starter.

Meski begitu, hilangnya Made dan Shahar bukan berarti membuatnya senang lantaran dia menjadi penjaga gawang utama. Hanya saja saat ini situasinya sedang genting karena Maung Bandung sedang krisis pemain. Baginya, sekalipun skuat Maung Bandung sedang komplet, dia akan selalu siap kapanpun pelatih Jajang Nurjaman membutuhkan jasanya.

“Biasa aja, ga perlu ada yang spesial, kalaupun ada semuanya pasti selalu siap aja. Hanya momennya pas, sebenarnya kalau pelatih tunjuk mau ada bertiga juga, saya tetap harus siap,” kata Deden di Mess Persib, Selasa (16/9).

Deden sendiri di musim ini belum sekalipun mendapat kesempatan bermain menjaga gawang Persib. Namun Deden mengaku tetap merasakan banyak perkembangan dalam dirinya, setelah didatangkan dari Arema Cronus dan mendapat ilmu dari pelatih kiper Persib, Anwar Sanusi.

Partai uji coba menghadapi Porda Kota Bandung pun akan dijadikan Deden sebagai sarana untuk mempraktekan apa yang sudah dipelajarinya. Untuk itu dia akan menatap serius laga tersebut terlebih Persib sedang fokus mempersiapkan tim jelang turun berlaga di babak 8 besar.

“Pasti ada perkembangan, dari pelatih baru ada cara-cara baru, ikutin alur pelatih, jadi besok ada kesempatan praktek langsung. Tetep serius untuk menunjukan kemampuan, dan menunjukan kalau saya bisa main, ya walaupun di uji coba,” tukasnya.

foto-persib-bandung-latihan-di-jakabaring-palembang-djibril-SIM_6756

Sudah 8 gol dicetak oleh bomber Persib Bandung asal Mali, Djibril Coulibaly, di panggung Indonesia Super League musim 2014 ini. Namun kinerjanya masih dianggap belum maksimal lantaran kerap tampil inkonsisten. Seperti dalam 2 laga terakhir dia tidak banyak berkontribusi banyak kepada tim dan harus ditarik keluar oleh Jajang Nurjaman di awal-awal babak kedua. Padahal di 2 laga sebelumnya dia tampil cukup subur saat mencetak gol ke gawang Persijap dan Persik.

Namun pemain yang direkrut Persib dari Barito Putra itu tetap tenang menanggapi kritik yang menerpa dirinya dan tetap fokus pada persiapan tim jelang 8 besar. “Pemain sekelas (Lionel) Messi mendapat kritik, begitu juga dengan Christiano Ronaldo. Jadi biarkan orang berkata apa, saya menyukai pekerjaan saya,” kata Djibril saat ditemui di Mess Persib.

Dirinya tidak mau terpancing dengan omongan miring tentangnya dan mengerti tentang apa kritik yang ditujukan padanya. Karena musim lalu Djibril tampil begitu trengginas bersama Laskar Antasari dengan mencetak 21 gol dan di musim ini pencapaiannya merosot tajam. Tapi skema bermain yang dimainkan Barito Putra tentu berbeda dengan apa yang diinginkan oleh Jajang Nurjaman dan itu menjadi alasan kenapa Djibril tidak setajam musim lalu.

“Wajar jika banyak yang kecewa karena musim lalu saya mencetak banyak gol dan hampir menjadi top scorer. Tapi ini berbeda karena saya bermain di sistem yang berbeda. Apa yang Persib dan Barito inginkan tentu berbeda. Saya hanya bekerja pada apa yang pelatih inginkan,” tuturnya.

Di lini depan Maung Bandung, pria 27 tahun tersebut berperan sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3. Menurutnya peran sebagai striker tunggal bukan hanya untuk mendulang gol tetapi membuka ruang untuk pemain lain agar mampu mencetak gol.

“Itu bergantung pada sistem dan saya hanya bekerja di depan. Tapi lawan juga seperti Sriwijaya FC mempunyai sistem dalam pertahanan. Kadang saat tidak mencetak gol saya kecewa tapi secara pribadi saya senang tim bisa meraih target kemenangan,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-persita-2014-away-djibril-SIM_6271

Tergabung di grup L babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League bersama Persebaya, Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya (PBR), langkah Persib untuk lolos ke fase semifinal dipastikan tidak akan mudah. Seperti yang dikatakan oleh penyerang Persib, Djibril Coulibaly bahwa timnya harus saling sikut dengan tim-tim pilihan. Tapi dia merasa optimis Persib akan melangkah lebih jauh lantaran motivasi pemain untuk menjadi juara pun semakin berlipat.

“Pool kami sulit karena 4 tim ini punya kualitas. Semua adalah tim terbaik, karena 4 dari 11 tim yang lolos dari babak penyisihan. Tapi tak soal karena kami memang ada untuk itu. Kami tim yang bagus dan sangat termotivasi. Ini grup sangat bagus. Saya yakin, kami bisa lolos dari grup ini,” katanya saat diwawancara di Mess Persib, Selasa (16/9).

Menurutnya salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh skuat arahan Jajang Nurjaman itu untuk melaju ke semifinal adalah meraih kemenangan di 2 laga awal karena Maung Bandung akan bertindak sebagai tuan rumah. Tentu raihan 6 poin itu akan menjadi modal berharga sebelum berkunjung ke markas Persebaya.

“Kami tidak boleh kalah dalam 2 laga itu karena bisa membuat situasi semakin rumit. Kami harus lebih hati-hati lawan PBR dan Mita Kukar di kandang. 2 laga ini menentukan. Jika kami mampu bekerja baik dalam 2 pertandingan ini maka itu akan bagus,” sambungnya.

Mengenai kinerja timnya jelang 8 besar, rekan senegara Konate Makan tersebut mengaku dia puas dengan performa rekan-rekan setimnya. Meski diakui olehnya dia belum memberikan seluruh kemampuan terbaiknya untuk Persib. Tapi dia berharap di fase lanjutan kompetisi ISL nanti Djibril bisa lebih memberikan kontribusi positif.

“Saya merasa baik karena kita mempunyai banyak pemain bagus dan saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya berharap ke depan bisa lebih baik lagi dan saya harap juga bisa lebih fight di babak 8 besar,” pungkasnya.

foto-persib-bandung-latihan-di-jakabaring-palembang-SIM_6849

Persib Bandung akan melakoni laga uji coba perdana jelang laga 8 besar kontra Porda Kota Bandung pada Rabu (17/9) besok. Disampaikan oleh pelatih kepala Persib, Jajang Nurjaman bahwa pertandingan uji coba ini dilakukan untuk menjaga atmosfer bertanding pemainnya yang tidak terpanggil oleh tim nasional dan harus rehat bertarung di laga resmi selama sebulan ke depan.

“Yang dicari adalah bagaimana menjaga atmosfer pertandingan pemain. Karena kan yang separuh main bersama timnas dan situasi bertanding dan berkompetisinya ada. Biar pas gabung lagi nanti semua dalam masa adaptasi yang sama,” ungkap pelatih yang akrab disapa Janur tersebut di Sosi Fitness, Selasa (16/9) pagi.

Mengenai kekuatan lawannya sendiri, Janur menganggap tim Porda Kota Bandung bukan merupakan tim yang akan mudah ditaklukan. Apalagi tim Persib sendiri harus turun bertanding dengan sisa pemainnya yang tinggal 13 pemain. Itu pun sudah termasuk Rudi Gunawan yang notabene merupakan pemain magang.

“Untuk lawan kita mendapat lawan yang cukup kuat, Porda Kota Bandung karena mereka gabungan dari talenta-talenta muda di Bandung. Lawan ideal untuk uji coba karena mereka juga sedang melakukan persiapan jadi butuh uji coba juga,” sambungnya.

Sementara itu para pemain Persib sendiri pagi tadi digenjot dengan latihan aerobic di gym. Hal itu sengaja dilakukan Janur untuk meningkatkan kekuatan para pemainnya. Tapi dia menampik latihan ini dilakukan untuk persiapan uji coba besok melainkan untuk pertandingan resmi di babak 8 besar.

“Uji coba itu merupakan bagian dari persiapan untuk nanti Oktober. Ada 2 kali minggu ini. Kan kita sesuaikan supaya tidak kaku otot, jadi tidak masalah. Tapi latihan di gym ini bukan untuk uji coba besok tapi untuk nanti di pertandingan (8 besar). Semua dalam kondisi baik, 5 hari pasca libur kelihatan peningkatan fisik meski tidak bisa dipersantasekan,” pungkasnya.

foto-persib-bandung-latihan-di-sidolig-menuju-8-besar-SIM_7398

Persiapan Persib Bandung jelang terjun di babak 8 besar belum optimal lantaran hampir separuh pemainnya tidak bisa berlatih bersama. Sebanyak 8 pemain harus bergabung bersama tim nasional Indonesia. Sedangkan 1 lagi yakni M Ridwan sedang melaksanakan ibadah haji. Pemusatan latihan yang idealnya digelar untuk mempersiapkan tim pun belum bisa digelar oleh Persib.

Sebelumnya manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan bahwa dirinya ingin memberi bonus pasukan Maung Bandung dengan melakukan TC (Training Center) di Pulau Dewata, Bali. Namun pemanggilan pemain ke timnas membuat pelatih Jajang Nurjaman mengubah rencana yang sudah disusun olehnya. Namun dia mengatakan bahwa pemusatan latihan merupakan harga mati untuk dilakukan guna memantapkan tim meski kemungkinan tidak akan digelar di Bali.

“Itu saya mau usulkan seperti itu karena TC itu jadi sebuah keharusan, sebuah konsolidasi jelang pertandingan nanti 8 besar. Nanti juga akan ada uji coba. Kita cari lapangan yang bagus dan ga jauh. Kalau bisa seminggu nunggu pemain timnas pada gabung,” ungkap Jajang saat ditemui di Sosi Fitness, Selasa (16/9).

Kepulangan pemain timnas sendiri memang molor dari jadwal semula 15 September, menjadi 24 September karena timnas senior akan kembali melakoni laga uji coba tambahan. Hal ini diakui pelatih berusia 56 tahun itu mengganggu persiapan timnya dan membuatnya sirik dengan kondisi tim lain yang berlatih dengan kekuatan utuh.

“Katanya tanggal 22 ada uji coba lawan Lebanon, ya tadinya berharap mereka pulang cepat tapi ya mau bilang apa, karena masih ada program di sana (timnas). Kecewa kalau lihat persiapan tim yang lain kan komplit mereka pemainnya. Mungkin Persebaya yang hampir sama kendalanya dengan kita,” tukasnya.

foto-persib-bandung-vs-persita-LSI-2014-konate-SIM_0403

Tampil dominan di lini tengah Persib Bandung membuat sosok Konate Makan begitu mudah dijumpai ketika klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut bertanding. Kemampuan yang dimilikinya juga seperti tidak mencerminkan usianya yang baru 22 tahun lantaran gabungan visi bermain, stamina, kekuatan serta kedewasaannya begitu memberi dampak positif bagi performa Persib.

Padahal darah sepakbola tidak ada dalam keluarga Konate. Dia mengaku tidak mempunyai orang yang menyukai sepakbola di keluarganya. Tapi bakat yang dimilikinya terus diasah hingga kini menjadi tulang punggung Maung Bandung. “Keluarga tidak ada yang menjadi pesepakbola, cuma saya saja,” ungkapnya saat ditemui di Mess Persib, Senin (15/9).

Dirinya juga mengaku tidak mengerti kenapa akhirnya kini dia menjadi pesepakbola, dan itu menurutnya merupakan kekuasaan dari Tuhan. Konate yang sudah menyukai olahraga sepakbola sejak kecil mengatakan selalu mendapat dukungan dari kedua orang tuanya meski kini sang ibunda tercinta sudah tiada.

“Tidak tahu karena itu takdir dari Tuhan, karena saya dilahirkan untuk jadi pemain sepakbola. Saya suka sepakbola dari kecil dan keluarga selalu menonton saya bermain. Ayah dan Ibu saya juga mendukung saya menjadi pemain sepakbola,” lanjutnya.

Terlahir dari keluarga muslim, pemilik nomor punggung 10 itu juga merupakan seorang umat yang taat. Oleh karena itu hampir setiap mencetak gol, dia melakukan selebrasi dengan bersujud sebagai perlambang rasa syukurnya pada sang pencipta. Sedangkan di laga terakhir Persib yakni saat bertanding melawan Sriwijaya FC, Konate yang mencetak gol dari jarak jauh melakukan perayaan dengan menari. Tapi itu dilakukannya karena diajak rekannya yang lain dan ke depan dia akan kembali melakukan sujud jika mencetak gol.

“Saya punya selebrasi khusus yaitu sujud. Karena sebelum bertanding saya selalu berdoa kepada Tuhan supaya diberi kesempatan untuk mencetak gol. Kalau joged sih engga tapi karena waktu itu Taufiq mengajak saya untuk joged tapi saya tidak bisa. Kalau nanti saya mencetak gol lagi juga saya akan sujud kembali,” tutupnya.

foto-persib-bandung-vs-persita-2014-away-konate-SIM_6304

Peran Konate Makan di tubuh Maung Bandung musim 2014 ini begitu penting terlihat dari kinerjanya yang hampir tidak tergantikan di lini tengah skuat besutan Jajang Nurjaman tersebut. Bahkan Konate kerap diturunkan di posisi yang bukan tempat idealnya sebagai playmaker tapi di posisi lain, seperti winger. Menanggapi hal itu, pria asal Mali tersebut mengaku bahwa dia memang bisa bermain di setiap posisi kecuali sebagai penjaga gawang.

“Jika kamu menjadi pesepakbola, kamu harus bisa bermain di berbagai posisi. Pemain yang hanya bisa bermain di satu posisi itu tidak bagus. Setiap pemain bagus pasti bisa main di banyak posisi. Saya juga bisa main di mana saja kecuali sebagai kiper. Saya bisa main sebagai bek, gelandang atau penyerang,” ucapnya dalam wawancara di Mess Persib, Senin (15/9).

Daya jelajah Konate di setiap laga Persib juga cukup tinggi karena tak jarang dia berada di lini pertahanan sendiri saat diserang dan berada di kotak penalti lawan saat menyerang. Mengenai improvisasi dalam pertandingan, pemain bernomor punggung 10 itu bukan bermain tanpa pola, tapi dia memang diminta oleh sang arsitek untuk bermain bebas.

“Sebelum pertandingan pelatih memberikan instruksi apa yang harus saya lakukan. Dia meminta saya untuk banyak melakukan pergerakan karena saya unggul dalam kekuatan dan stamina. Saya juga bisa bermain di kiri atau kanan karena saya bisa membantu penyerangan dari sana,” sambungnya.

Lebih lanjut, mengenai pemain yang menjadi insprirasi dia dalam bermain, dia mengidolakan kapten anyar FC Barcelona, Andres Iniesta. FC Barcelona sendiri merupakan klub favorit Konate Makan. “Pemain favorit saya dari internasional adalah Andres Iniesta, kalau di Indonesia saya suka Gustavo Lopez,” tukasnya.

foto-persib-bandung-vs-semen-padang-di-padang-ferdinand-SIM_4055Tim nasional Indonesia U-23 yang turun bertanding di Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, sore tadi sukses menggulung Timor Leste dengan skor telak 7-0 di laga perdana mereka. Pemain yang menjadi momok bagi pertahanan Timor Leste tidak bukan adalah bomber adalan Persib Bandung, Ferdinand Sinaga yang sukses mencetak quattrick alias 4 gol dalam 1 pertandingan.

Menjadi pemain overage dalam skuat yang dinahkodai oleh Aji Santoso tersebut bersama Ahmad Jufriyanto dan Victor Iqbonefo, Ferdinand Sinaga berhasil menunjukan kapastitasnya. Menanggapi hal tersebut, pelatih Persib, Jajang Nurjaman mengaku tidak aneh melihat moncernya pemain kidal tersebut lantaran dari setiap musim yang dia jalani di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia dia selalu produktif.

“Memang dia pemain yang cukup punya naluri gol tinggi. Kita ga kaget lah karena dia cukup sering cetak gol dari musim ke musim. Dari dulu di Persiwa, Semen Padang, sama Persisam dia selalu jadi mesin gol,” ungkapnya saat diwawancara seusai memimpin latihan di Stadion Persib, Senin (15/9) sore.

Selain Ferdinand dan Jufriyanto, ada 6 pemain lain yang sedang bergabung bersama timnas senior. Situasi ini jelas berimbas baik bagi Persib, pelatih yang akrab disapa Janur itu pun mengakui hal tersebut. Karena dengan begitu para pemainnya terus berada dalam situasi berkompetisi. Padahal kondisi tim Persib sedang berada dalam masa rehat yang membuat pemainnya hanya melakukan latihan rutin dan uiji coba dengan tim yang secara kasta lebih rendah.

“Ya tentu hasil itu menjadi hal yang positif buat kita (Persib). Mereka masih terjaga atmosfer pertandingannya dan hasil itu juga menunujukan pada indonesia bahwa mereka pantas dipercaya membela timnas. Penampilan apik mereka juga mudah-mudahan bisa menolong Persib,” sambungnya.

Janur pun berharap para pemainnya yang sedang membela timnas tidak mendapat cedera yang bisa merusak persiapan timnya jelang babak 8 besar Oktober mendatang. “Yang dikhawatirkan dari mereka cuma cedera saja. Tapi sampai saat ini saya belum mendapat kabar ada pemain kita yang cedera,” tutupnya.

foto-persib-bandung-latihan-di-sidolig-menuju-8-besar-SIM_7515

Ditinggal hampir separuh pemainnya ke tim nasional dan melakukan ibadah haji, Persib Bandung hanya mempunyai 12 pemain untuk melakoni latihan rutin di bawah asuhan pelatih kepala Jajang Nurjaman. Kegiatan ini pun sudah berjalan sejak Kamis (11/9 lalu sejak tim kembali berkumpul pasca mendapat jatah liburan usai menutup fase penyisihan kompetisi Indonesia Super League 2014.

Tapi meski berlatih dengan skuat seadanya, sang arsitek Maung Bandung, Jajang Nurjaman mengatakan dirinya puas akan kinerja pemainnya terutama dalam hal kondisi fisik. Intensitas latihan yang berangsur meningkat seiring semakin beradaptasinya Atep dan kawan-kawan justru kini membuat ketahanan fisik mereka semakin tangguh.

“Yang pasti dari awal kita latihan lagi setelah libur ga ada penurunan kondisi. Dari latihan yang intensitasnya ditambah pun pemain tetap bisa mengikuti dan kondisi justru lebih baik dari sebelumnya,” ucap pelatih yang akrab disapa Janur tersebut saat ditemui awak media di Mess Persib, Senin (15/9).

Sementara itu Persib sendiri hari Rabu (17/9) mendatang akan melakoni laga uji coba kontra Porda Kota Bandung. Meski sedang krisis pemain, Janur menampik dirinya akan menambah pemain untuk laga uji coba itu. Dia hanya akan memaksimalkan pemain yang ada yakni 13 pemain ditambah dengan 1 pemain magang, Rudi Gunawan.

“Ga lah kita masih ada 13 pemain dengan pemain magang dan kita akan manfaatkan yang ada itu saja lah, seadanya saja,” pungkasnya.

foto-persib-bandung-vs-persijap-2014-SIM_4323

Sebanyak 8 pemain sedang memisahkan diri dari latihan rutin klub Persib Bandung karena sedang memenuhi panggilan tim nasional Indonesia. Dua pemain, Ahmad Jufriyanto dan Ferdinand Sinaga, baru memulai petualangan mereka di Asian Games, Incheon, Korea Selatan. Sedangkan 6 pemain lain, yakni I Made Wirawan, Shahar Ginanjar, Supardi, Tony Sucipto, Hariono dan Firman Utina bergabung bersama timnas senior yang baru saja melakoni 2 laga uji coba kontra Yaman dan Malaysia.

Untuk di timnas senior, para punggawa Maung Bandung memberi kontribusi positif dengan menahan imbang Yaman dan menaklukan rival serumpun, Malaysia. Menanggapi hal tersebut, pelatih Persib, Jajang Nurjaman memuji kinerja pemain-pemain andalannya yang juga berhasil membawa nama baik negara. “Saya pikir memang kontribusi mereka bagus buat timnas,” ungkap pelatih asal Majalengka tersebut saat diwawancara di Mess Persib, Senin (15/9).

Persib memang di musim ini menjadi salah satu tim yang selalu mendonorkan banyak pemainnya untuk skuat Garuda. Namun pelatih yang akrab disapa Janur itu mengaku prestasi ini bukan murni hasil perannya sebagai pelatih lantaran Firman Utina cs datang ke Bandung memang sebagai pemain dengan reputasi timnas. Tapi dia juga mengaku puas bisa tetap mempertahankan kualitas mereka supaya tetap awet berseragam merah putih.

“Ya memang sebelum masuk ke sini (Persib) mereka sudah menjadi pemain timnas. Paling saya hanya bisa menjaga performa mereka supaya hingga saat ini tetap bisa merumput di. Tapi ya mereka bukan pemain binaan saya,” lanjutnya.

Tapi dari sekian banyak pemain rekrutan berkaliber timnas, muncul nama Ferdinand Sinaga yang merupakan didikan Janur sejak pemain kidal itu masih belia. Ferdinand memang pemain binaan Persib yang juga pernah diasuh oleh Janur hingga saat keduanya hijrah ke Pelita Jaya. “Kalau Ferdinand sudah sama saya sejak di Persib Junior. Dari ikutan kompetisi Porprov juga sama saya,” tukasnya.