redaksi@simamaung.com

foto-persib-latihan-pagi-di-taman-persib-ciujung-SIM_9844

Persib Bandung akan mengisi masa pramusim mereka dengan sebuah partai penting menghadapi Arema Cronus di partai puncak Inter Island Cup pada 27 Januari 2015 mendatang. Laga ini sejatinya digelar pada 25 Januari 2014 di Stadion Delta Sidoarjo lalu. Tetapi, saat itu polisi tak memberikan rekomendasi dengan tidak keluarnya izin pertandingan. Sehingga, CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono, terpaksa menundanya selama setahun.

Di musim lalu perjuangan Persib untuk mencapai partai final IIC memang begitu berat mengingat jadwal padat dihadapi anak asuh Jajang Nurjaman selama masa pramusim. Sehingga kemenangan di pertandingan puncak dianggap penyerang mereka, Tantan sebagai modal berharga mengarungi kompetisi musim depan.

“Kemenangan IIC akan sangat menjadi penting buat kita menghadapi kompetisi musim depan. Target kita tentunya kemenangan dan saya percaya itu dapat terwujud. Kita akan berusaha menampilkan gaya permainan kita,” kata Tantan ketika dihubungi melalui ponselnya, Minggu (21/12).

Keyakinan Tantan juga semakin meningkat melihat ada beberapa pemain baru yang dianggapnya semakin mendongkrak performa Maung Bandung. Dia berharap Dedi Kusnandar dan pemain anyar lainnya bisa segera nyetel dengan skema Janur. Meski waktu persiapan mereka tergolong lebih sedikit ketimbang musim lalu.

“Saya dukung kepada pemain baru Persib, siapapun itu. Harapan saya, mudah-mudahan pemain yang baru bergabung dengan Persib bisa cepat melakukan adaptasi. Melihat persiapan kita, terbilang singkat juga. Tapi mudah-mudahan, dengan waktu yang ada, persiapan kita akan tetap baik,” tuturnya.

Pada hari keempat di Tanah Suci, rombongan Persib Bandung meninggalkan Kota Madinah menuju Kota Mekah untuk melaksanakan agenda utama, yaitu ibadah umrah. (more…)

Selama satu minggu di Tanah Suci, para punggawa Persib bersama-sama melakukan ibadah umrah. Di sana para pemain terlihat mengikuti agenda acara yang telah disusun oleh pihak agensi perjalanan, mengunjungi tempat-tempat bersejarah bagi umat Muslim. (more…)

foto-persib-bandung-latihan-perdana-SIM_9836

Rencana Persib Bandung dalam mengisi masa pramusim mereka hancur berantakan karena jadwal kick off Indonesia Super League yang dimajukan menjadi 1 Februari dari yang semula diwacanakan yakni 15 Februari 2015. Agenda ke negeri pizza Italia pun harus dibatalkan karena jadwalnya dianggap terlalu mepet dengan pelaksanaan kompetisi. Terlebih Persib akan tampil di final Inter Island Cup melawan Arema Cronus pada 27 Januari.

Namun gagalnya pemusatan latihan ke Italia tidak membuat semua pemain Persib kecewa. Bagi pemain belakang Persib, Tony Sucipto, dirinya menilai justru training Centre di dalam negeri lebih bagus ketimbang di luar negeri. Baginya cuaca Italia yang dingin tidak cocok dengan iklim Indonesia meski Persib akan melawan tim lain di Asia karena akan tampil di Liga Champions Asia (LCA) atau Piala AFC.

“Ini hanya pemikiran lain. Mungkin lebih baik Persib TC di Indonesia saja karena cuaca yang sama waktu kompetisi (Liga Super Indonesia). Kalau disana (Italia) dingin tapi disini panas, kami bisa babak belur,” ujarnya ketika diwawancara oleh awak media belum lama ini.

Selain faktor cuaca, jarak antara waktu pemusatan latihan dengan laga-laga skuat besutan Jajang Nurjaman itu juga menjadi pertimbangan Tony. Karena selain bertanding melawan Arema di final IIC dan Persipura yang disebut-sebut akan menjadi lawan Persib di partai pembuka ISL, Persib juga akan bertanding melawan Hanoi T&T pada 10 Februari. Laga itu memang akan menentukan langkah Persib di kompetisi antar klub Asia.

“Persiapan dengan waktu yang mepet harus dipres. Makanya persiapan di sebaiknya Bandung atau di tempat yang tidak jauh lah,” tutupnya.

foto-persib-bandung-latihan-perdana-SIM_9605

Sejak terakhir melakukan latihan bersama pada 8 Desember, para punggawa Persib Bandung baru akan berlatih pada Senin (22/12) besok. Itu karena Atep cs melangsungkan ibadah umrah sebagai bonus mereka meraih juara musim lalu. Namun meski begitu pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya mengatakan kosongnya agenda latihan selama 2 pekan bukan alasan fisik pemain menjadi kendor dalam melahap menu latihan dalam beberapa hari ke depan.

“Kemarin kita libur tapi bukan jadi halangan kalau kalian (pemain) tidak mencapai target yang ditetapkan. Artinya pemain harus berbuat mencapai target yang kita inginkan di setiap latihan. Kita berikan kepercayaan libur kepada pemain karena kita percaya pemain bisa menjalankan itu,” ujarnya ketika diwawancara beberapa waktu lalu.

Di musim lalu ketahanan fisik Konate Makan dan kawan-kawan menjadi salah satu kunci sukses Maung Bandung menjadi juara di akhir kompetisi. Hal itu mengingat skuat arahan Jajang Nurjaman tersebut hanya dihuni oleh 21 pemain. Bagi Yaya, faktor keberhasilan itu dibangun dari pelatihan fisik yang ketat ditambah kepercayaan tim pelatih kepada pemain untuk tetap berlatih sendiri ketika libur latihan.

“Dengan saling percaya ini Alhamdulillah kita bisa menghasilkan sesuatu yang ketika datang kita press dan kita tahu apa yang kita perbuat, setelah latihan misalnya ada waktu libur lagi satu minggu udah kita press lagi langsung,‬” sambungnya.

Pelatih yang juga pernah menjadi pelatih fisik tim nasional itu mengatakan bahwa para pemain Persib memang selalu dipaksa untuk bekerja keras dalam berlatih. Imbasnya di dalam pertandingan, armada Jajang Nurjaman bisa stabil melancarkan tekanan kepada tim lawan.

“Kita selalu buat berlatih dalam tekanan, kita buat pemain ditekan fisik dan psikisnya. Contohnya, secara fisik misalnya, pemain disuruh berlari keliling lapangan dengan target satu keliling 55 detik, kalau nggak tercapai kita bikin stres secara fisik. Imbasnya yang kita harapkan nanti mereka terbiasa, karena di pertandingan pastinya akan bayak tekanan, dari penonton pelatih dan sebagainya,” tukasnya.

foto-persib-bandung-latihan-di-sidolig-pa-yaya-SIM_3222

Usai melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Mekkah, para punggawa Persib Bandung siap kembali melahap menu latihan yang diberikan oleh tim pelatih. Latihan besok juga menjadi agenda pertama Persib yang diikuti oleh seluruh pemain karena sebelumnya beberapa pemain timnas masih mendapat jatah libur. Dikatakan oleh pelatih fisik, Yaya Sunarya bahwa akan ada perbedaan ketahanan fisik pemain yang baru pulang dari umrah dengan beberapa pemain yang ditinggal di Bandung.

“Tanggal 22 (besok) mungkin kita ada sesi training lagi karena ada waktu beberapa hari untuk istirahat. Yang pasti yang umrah, pemain yang ikut ke sana dibanding dengan yang stay di sini (Bandung) kan beda kondisinya,” ujar Yaya ketika diwawancara beberapa waktu lalu.

Untuk itu dia akan memberikan bobot latihan yang berbeda kepada pemainnya yang baru kembali berlatih setelah 12 hari tidak beraktifitas sebagai atlet. Yaya menjelaskan dirinya hanya akan melakukan latihan ringan untuk memulihkan lagi kondisi fisik Firman Utina dan kawan-kawan. Sebelum nantinya semua pemain akan mendapat menu latihan yang sama.

“Artinya kita ga bisa langsung meningkatkan latihan dengan bobot di atas 70 persen. Artinya kita buat adaptasi training mungkin 50 persen 60 persen nanti secara bertahap mulai tingkatkan lagi untuk bisa lebih baik,” sambungnya.

Disampaikan oleh pria jebolan FPOK UPI tersebut bahwa nantinya secara berangsur porsi latihan akan ditingkatkan. Mengingat di masa pramusim ini menu latihan fisik selalu menjadi perhatian utama. Baru setelahnya materi taktik dan menyatukan visi bermain para pemain untuk mencari bentuk tim terbaik jelang tampil di kompetisi sesungguhnya.

‪”Balik lagi ke kondisi pertama kami melihat bagaimana kondisi pemain, habis itu baru kita tingkatkan 2-3 hari kemudian, supaya perfomance-nya bisa lebih meningkat, mungkin kita buat tes atau misalnya kita buat latihan yang porsi bobotnya di atas 60 persen,” terangnya.

foto-persib-bandung-road-show-di-tanjung-sari-SIM_9041

Sepulang dari ibadah umrah, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar langsung mengagendakan untuk bertemu dengan pemain lokal bidikan Persib. Namun pertemuan yang dirancang tersebut harus mengalami pengunduran hingga pekan depan.

“Mundur sampai hari Senin, tenang-tenang. Batal hari ini, kemungkinan Minggu depan,” sebut Umuh, Sabtu (20/12).

Satu pemain lokal yang akan ditemui Umuh, hingga kini belum terungkap identitasnya. Sedangkan bursa transfer Persib akhir-akhir ini dikaitkan dengan 3 nama. Ketiganya adalah penyerang Arema Cronus Samsul Arif, gelandang sayap Mitra Kukar Zulham Zamrun dan winger Persisam Putra Samarinda, Bayu Gatra.

Dua dari tiga pemain itu menyatakan belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut. Baik Samsul maupun Bayu seolah masih mengelak. “Wah saya belum tahu, saya lagi istirahat dulu bareng istri karena saya baru selesai resepsi pernikahan 17 Desember kemarin,” kata Samsul melalui ponselnya.

“Saya lagi di Jember. Saya belum tahu soal kemungkinan di Persib,” kata Bayu.

foto-persib-bandung-latihan-perdana-jajang-SIM_9756

Setelah melepas dan ditinggalkan Djibril Coulibaly dan Ferdinand Sinaga, Persib Bandung sudah merekrut 3 pemain, yaitu Dedi Kusnandar, Dias Angga Putra dan Aron da Silva. Untuk memenuhi kebutuhan 25 pemain sesuai yang dirancang head coach Jajang Nurjaman, Maung Bandung masih membutuhkan tambahan 3 pemain lokal.

Ketiga pemain yang dibutuhkan Persib, masing-masing untuk posisi penyerang, gelandang sayap dan bek tengah. Janur pun mengaku sudah mengantongi nama-nama pemain yang menjadi incarannya untuk skuad Persib 2015.

“Untuk gelandang sayap sih udah sering disebut-sebut ya, tapi belum bisa terealisasi. Saya sudah serahkan ke manajemen, di antaranya memang Bayu Gatra, tapi gak tahu bisa terealisasi atau tidak,” tutur Janur, seperti yang dilaporkan Goal Indonesia.

Nama Bayu Gatra santer dikabarkan akan segera merapat ke Bandung. Namun hingga kini belum terlihat pergerakan di wilayah transfer pemain Persib. Manajer Umuh Muchtar diberitakan menjalin pertemuan dengan salah seorang pemain lokal, kemarin. Namun belum diketahui siapa pemain tersebut maupun kemungkinannya berkostum biru.

“Striker masih belum punya bayangan. Sebenanrnya ada, tapi belum bisa saya sebut. Sedangkan pemain belakang untuk bek tengah, walaupun saya sudah punya tiga pemain, tapi kami cari yang muda yang setengah jadi. Itu sebagai back up untuk masa panjang,” bebernya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-umuh-SIM_2711

Ganjaran bagi Persib Bandung sebagai tim juara Indonesia Super League 2014 adalah tampil di fase playoff Liga Champions Asia 2015. Namun Persib kemungkinan punya agenda lainnya di tingkat Asia Tenggara. Induk sepakbola Indonesia, PSSI, berencana menggelar turnamen pra musim yang akan diikuti tim-tim juara dari Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan atau Thailand.

Wacana tersebut dibenarkan komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Zaenuri Hasyim. Menurut Zaenuri, pihaknya kini sedang menunggu kabar dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia, untuk mencarikan lawan tanding bagi tim besutan Jajang Nurjaman ini.

“Turnamen pra musim diantaranya lewat turnamen segitiga itu. Sayang juga kan tim juara tidak melakukan uji tanding sebelum kompetisi digelar,” ujar Zaenuri saat dihubungi Sabtu (20/12).

Zaenuri menyatakan bahwa Persib menyambut baik jika rencana tersebut bisa terealisasi. Terlebih lawan-lawan yang akan dihadapi adalah tim-tim juara sehingga membantu persiapan Persib sebelum terjun di kompetisi musim depan.

“Tentu akan bermanfaat bagi Persib. Sebagai tim dengan predikat juara ISL 2014, Persib butuh lawan yang sepadan dan berkualitas,” tandasnya.

foto-persib-bandung-vs-pbr-away-2014-lsi-8-besar-bobotoh-SIM_3912Masalah penonton bagi Persib jangan jadi pemikiran, karena saat ini (1995, Red.), Persib merupakan tim yang mempunyai fans yang banyakdi manapun mereka bertanding.” – Soeparjo Pontjowinoto.

Sembilan belas musim memang bukan waktu yang sebentar. Namun, penantian panjang bobotoh untuk melihat Persib bandung juara terlaksana juga di musim 2014 lalu. Sebagai juara, Persib akan menjadi wakil Indonesia di babak kualifikasi 2 Asian Champions League (ACL) 2015, menghadapi Hanoi TT di Vietnam.

Ini merupakan turnamen AFC kelas Asia kedua bagi tim Persib setelah 1995. Tepatnya 19 tahun yang lalu pula, Persib bermain di ajang sama dengan prestasi yang cukup bisa dibanggakan, masuk 8 besar. Musim depan, bobotoh kembali akan disuguhi pertandingan Persib di ACL, jika pun kalah, Persib akan pasti bermain di ajang di bawahnya, AFC Cup 2015. Pertandingan tingkat Asia ini tentu saja dinantikan oleh bobotoh.

Bobotoh merupakan kawan yang setia Persib, di manapun Si Pangran Biru berada. Di tahun 1995, Persib terancam tidak bisa menjadi tuan rumah perempat final Liga Champion Asia 1995 karena stadion Siliwangi yang tidak memadai. Rencana pemindahan homebase ke Stadion Senayan (sekarang gelora Bung Karno) Jakarta, sempat disesalkan oleh beberapa pengurus. Namun, Sekum PSSI waktu itu, Soeparjo Pontjowinoto mengingatkan, jika pertandingan dilaksanakan di Jakrata, Persib masih mempunyai Bobotoh, yang akan selalu menemani di manapun mereka bermain. (Verdi Akan Membawa 18 Pemain, Pikiran Rakyat, 10 Nov 1995)

Rencana memindahkan homebase Persib ke Jakarta selama perempat final pun disambut positif oleh pelatih Persib saat itu, Indra Thohir. Dalam wawancaranya, Thohir mengatakan bahwa faktor mental menjadi pertimbangan utama. Pelatih yang membawa Persib juara Liga Indonesia edisi pertama itu belasan kalau anak-anak Persib kerap bermain dalam tekanan jika bermain di kandang sendiri.

Bila main di Bandung, anak-anak sering tampil dengan beban mental yang berat. Mereka dituntut untuk bermain bagus dan menang oleh masyarakat pecinta sepakbola kita. Mereka jadi serba salah”. ujar Bah Thohir. (Kesiapan Persib Dinilai Jumat Ini, Pikiran Rakyat, 10 Nov 1995)

Pendapat ini memang terbukti saat pertandingan terakhir di perempat final saat berhadapn dengan wakil Korea, Ilhwa Chunma. Tampil bagus di 10 menit pertama dan mencetak gol di menit ‘6 lewat Yudi Guntara, permainan Persib yang monoton ini membangkitkan sisi kritis Bobotoh. Permainan yang diperagakan Persib saat itu dicemooh sepanjang pertandingan. Wartawan Pikiran Rakyat menggambarkan:

Yel-yel penonton semakin menambah semangat permainan para pemain Persib, namun hanya berlangsung 10 menit babak pertama. Ilhwa Chunma mulai mengancam gawang Persib lewat serangan cepat kombinasi dari kiri dan kanan. Akhirnya gol Chunma memang tinggal menunggu waktu dan membungkam teriakan penonton, bahkan berubah menjadi caci maki terhadap tim kesayangannya” (Langkah Persib Dihentikan Ilhwa Chunma, Pikiran Rakyat, 29 November 1995).

Di sisa babak pertama, Ilhwa Chunma memberondong gawang Persib dan menghasilkan 4 gol di babak pertama. Di akhir waktu, Persib kalah 2-5 dan tersingkir dari turnamen.

Sebelum memasuki fase perempat final Persib terlebih dahulu melewati fase kualifikasi sebanyak dua kali yang masing-masing dimainkan 2 leg. Pada kualifikasi pertama, tim Maung Bandung berhadapan dengan Bangkok bank di Thailand. Jarak yang lumayan antara Bandung dan Bangkok ternyata tidak menyurutkan Bobotoh untuk bisa mendukung timnya secara langsung. Sekitar 300 Bobotoh tercatat melakukan awayday di tahun 1995 itu. Kehadiran bobotoh ini sepertinya memberikan suntikan moral yang tidak sedikit untuk tim. Alhasil, Persib bisa menang 2-0 di stadion Chulalongkorn Bangkok, 16 September 1995.

Wartawan PR menulis: “Tim tuan rumah kemudian mempergencar serangan. Bahkan mantan pemain nasional (Thailand di Sea games 1993) Apichad Thave, sempat mengejutkan kubu Persib yang didukung sekitar 300 bobotohnya, ketika tendangan keras jarak jauhnya membentur mistar gawang Anwar sanusi.” (Persib Bungkam Bangkok Bank 2-0, Pikiran Rakyat, 17 September 1995). Kemenangan perdana Persib di pertandingan resmi yang digelar AFC itu disambut gembira oleh berbagai pihak termasuk bobotoh (18 September 1995). Mereka menyambut kedatangan tim di bandara Soekarno Hatta. (Rombongan Persib Tiba di Tanah Air, Pikiran Rakyat, 19 September 1995)

Lawan yang dihadapi Persib di pertandingan selanjutnya adalah tim asal Filipina, Pasay City. Di leg pertama yang dilangsungkan di Stad Siliwangi bandung 14 Oktober 1995, Persib menang 2-1 keduanya lewat gol Robby Darwis. Di pertandingan selanjutnya, Persib harus bertandang ke Stadion Rizal Memorial Manila, 28 Oktober 1995.

Menjelang pertandingan away selanjutnya tersebut, Pikiran Rakyat bekerja sama dengan sebuah biro perjalanan mengadakan program tandang bareng. Program ini dimaksudkan untuk memberangkatkan Bobotoh yang ingin mendukung Persib di sana. Program ini berhasil mengumpulkan 60 bobotoh yang berangkat ke Manila, seperti yang diakui Iman S Notodirdjo dan Yusman Hidayat, perwakilan Bidang Protokoler Kedutaan Besar Indonesia di Filipina. (Pasay Melawan Persib Berlangsung Malam hari, Pikiran Rakyat, 26 Oktober 1995)

Rentang waktu 19 tahun memang telah mengubah segalanya, tapi ada yang sepertinya tidak akan berubah, fanatisme Bobotoh. Seperti yang telah dicatat dalam sejarah, Bobotoh Persib akan selalu menyambut pemainnya di manapun mereka berada. Keadaan ini tidak hanya berlangsung sejak puluhan tahun lalu saja, tapi sudah menjadi tradisi, melintas generasi.

Akankah tradisi ini berlangsung saat Persib berlaga di level Asia musim depan? Siapkan paspor kalian …!!

Penulis berakun twitter @hevifauzan.